Posted on

Pulau Lombok

Lombok adalah sebuah pulau nan elok yang digambarkan sebagai “seorang putri cantik yang masih tertidur” karena keindahan dan ketenangannya. Lombok terletak di antara 2 obyek wisata pesohor dunia yaitu Pula Bali dan Pulau Komodo. Lombok selain indah, aman dan nyaman untuk berlibur juga menyimpan berbagai keunikan budaya dan tradisi yang merupakan bauran dari berbagai budaya lainnya seperti Bali, Jawa, Bugis, Arab dll. Obyek-obyek wisatanya sangat indah dan masih alami. Mulai dari ikan hias dan terumbu karang di dasar laut Gili Trawangan sampai flora dan fauna serta pesona alam nan menakjubkan di puncak Rinjani. Oleh karena itu, Lombok semakin mendapat tempat di hati para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Akses

Lombok dapat diakses langsung melaui Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur dan Singapore dengan pesawat dan Bali dengan pesawat dan ferry. Jadwal penerbangan tersedia setiap hari dengan beberapa kali penerbangan reguler terutama dari Bali. Sementra ferry reguler tersedia setiap jam dan ferry cepat 1 kali sehari dari dan ke Lombok. Selain karena keindahannya, semakin mudahnya akses ini juga membuat Lombok semakin banyak dikunjungi oleh para wisatwan.

Geografi

Secara geografis, Lombok terletak pada koordinat 116.351° BT dan 8.565° LS. Lombok merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang ada di Nusa Tenggara atau yang dulu dikenal dengan nama Sunda Kecil atau Kleine Sunda. Luas pulau Lombok adalah sekitar 5.435 km² Tempat tertinggi di Pulau Lombok adalah puncak Gunung Berapi Rinjani [tertinggi kedua di Indonesia] yang menjulang pada ketinggian 3.726 m di atas permukaan laut.

Demografi

Jumlah populasi penduduk Pulau Lombok adalah sekitar 2.722.123 jiwa menurut data tahun….. Penduduk asli Pulau Lombok adalah suku Sasak yang dipercaya merupakan keturunan dari suku Jawa. Suku Sasak tersebar di seluruh bagian Pulau Lombok dan mendominasi penduduk secara keseluruhan sampai 85%. Selain oleh suku asli Sasak, Pulau Lombok juga didiami oleh suku Bali, Jawa, Bugis, Banjar, Melayu, Cina dan Arab.

Topografi

Secara topografis, Lombok didominasi oleh lereng Gunung Berapi Rinjani. Hal ini membuat sebagian besar daerah di Lombok menjadi lahan pertanian yang subur. Lereng sebelah utara dan timur, misalnya, ditanami bawang putih, bawang merah tembakau dan tanaman holtikultura lainnya dengan kualitas tinggi. Sementara padi juga merupakan tanaman utama di sebagian besar Pulau Lombok. Walaupun daerah Lombok selatan cenderung lebih kering dibandingkan dengan daerah lainnya namun tetap produktif. Komoditi lain yang dihasilkan Lombok adalah jagung, cabe, kapas, kacang kacangan dll.

Iklim

Seperti lazimnya daerah lain di Indonesisa, Lombok juga meiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan umumnya mulai dari Oktober sampai dengan Maret dan musim kemarau berlangsung dari April sampai September. Suhu rata-rata sepanjang tahun di Pulau Lombok berkisar antara 21º sampai 33 º Celsius.

Flora Dan Fauna

Walaupun Lombok secara geografis sangat dekat dengan Bali, hewan dan tumbuhan yang ada di Lombok sedikit berbeda dari yang ada di Bali. Lombok merupakan titik “perbatasan” antara hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesaia bagian barat dan bagian timur. Karena itulah, Alfred Russel Wallace, seorang ahli Biologi abad IX dari Inggris menyebut Lombok sebagai The Wallace Line, Di bagian utara, Pulau Lombok didominasi oleh lembah dan bukit yang ditumbuhi oleh edeluis, pakis, pohon-pohon yang tinggi dan belukar. Sementara di bagian selatan, Lombok cenderung lebih tandus. Hewan yang dapat dijumpai di Lombok berupa, kadal, biwak, kakaktua, dan burung beo, koak kaok, gagak, elang, gagak, burung kaka tua, punglor dan lain-lain.

Pemerintahan

Lombok merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat [NTB] dengan luas 19.708,79 km² yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara [NUSRA]. Pada tanggal 14 Agustus 1958, Provinsi NUSRA dimekarkan menjadi 3 provinsi yaitu Bali, NTB, dan NTT [Nusa Tenggara Timur] brdasarkan Undang-Undang Nomor 64 tahun 1958. Lombok terbagi menjadi 4 kabupaten: Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur dan 1 kota: Kota Madya Mataram, sekaligus merupakan Ibu Kota Provinsi NTB.

Sejarah

Asal Kata “Lombok”

Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq [Sasak: lampau], namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian mengalami kemunduran dan muncullah Kerajaan Lombok. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton, Selaparang dll.

Di antara kerajaan-kerajaan tersebut, yang paling maju pada zaman tersebut dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok sekarang ini; sebuah teluk yang sangat indah dan mempunyai sumber air tawar yang banyak. Keadaan ini membuat banyak pedagang dari Palembang, Banten, Gersik, dan Sulawesi menyiggahinya. Kemudian pada zaman kekuasaan Prabu Rangkesari, pusat kerajaan Lombok dipindahkan ke Desa Selaparang atas usul Patih Banda Yuda dan Patih Singa Yuda. Pemindahan ini dilakukan dengan alasan letak Desa Selaparang lebih strategis dan tidak mudah diserang oleh musuh dibandingkan posisi sebelumnya. Dengan demikian, dapat disimpulakn bahawa kata “Lombok” diambil dari nama kerajaan tersebut. Dalam bahasa Sasak, secara leksikal kata “Lombok” berarti “lurus” atau “jujur”. Dalam kehidupan sehari-hari atau secara kentekstual kata “Lombok” dapat berarti ketulusan dan kejujuran dalam segala tingkah laku dan menghindarkan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.

Asal kata “Sasak”

Menurut Rulof Goris, pada abad V hingga abad VI terjadi gelombang migrasi dari Pulau Jawa ke Bali dan Lombok menyusul runtuhnya Kerajaan Daha dan Kalingga. Alat transportasi laut yang dipakai menyeberang oleh para migran ke Lombok disebut sak-sak [rakit bambu]. Berdasarkan kata “sak-sak” itu lah,menurut Goris, mungkin kata

“Sasak” berasal.

Namun demikian, A Teeuw, sastrawan Indonesia asal Belanda menduga kata sasak muncul dari kebiasaan masyarakat Lombok masa itu yang mengenakan ikat kepala berbahan tembasak [kain putih]. Bisa jadi sasak itu diambil dari suku kata terakhir tembasak yaitu “sak” yang mengalami proses pengulangan lalu jadi “Sasak”.
“Sak-sak” dalam bahasa Sasak secara leksikal berarti “apa pun” dan secara kontekstual dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang membaur dan berkembang bersama menjadi satu adalah identitas milik bersama. Oleh karena itu, budaya Sasak Lombok lahir dari berbagai budaya multi etnis yang mendiami pulau ini seperti Jawa, Banjar, Bugis, Melayu, dll.

Budaya

Kedekatan budaya Bali dan Lombok memang tidak dapat dipisahkan dengan sejarah kedua pulau bertetangga ini. Diawali dengan masuknya pengaruh paham Syiwa-Buddha dari Pulau Jawa yang dibawa para migran dari kerajaan-kerajaan Jawa sekitar abad V dan VI M sampai infiltrasi kerajaan hindu Majapahit yang mengenalkan ajaran Hindu-Buddha ke penjuru timur wilayah Nusantara pada abad VII M, termasuk ke Bali dan Lombok.

Selain pengaruh budaya dari barat [Bali dan Jawa / majapahit] kebudayaan Lombok dipengaruhi juga oleh budaya dari timur yaitu budaya Kerajaan Goa. Namun demikian, pengaruh kebudayaan dari barat ini lah yang lebih menonjol dalam kehidupan sehari-hari sampai saat ini. Pakaian tradisional seperti ikat kepala, misalnya, dalam adat Sasak disebut sapuk [pria] sama dengan udeng dalam busana pria Bali dan serupa dengan blangkon dalam busana pria Jawa.

Kebiasaan nebon [pantang memotong rambut bagi suami yang istrinya dalam keadaan hamil] yang terdapat di Bali, dikenal pula dalam tradisi Sasak Lombok. Selama nebon, kegiatan rumah tangga ditangani suami. Kebiasaan ini dipertahankan dengan tujuan demi melahirkan generasi yang berkualitas jasmani dan rohaninya.
Tradisi potong gigi, pertunjukan wayang lelendong [kulit], instrumen gamelan yang sama, tradisi kawin lari dan lain-lain juga beberapa di atara sekian banyak kesamaan budaya antara Bali dan Lombok. Selain itu, akulturasi budaya antara Bali dan Lombok juga terlihat dalam ritual penganut kepercayaan Islam Sasak atau Islam Wetu Telu.

Bahasa

Bahasa daerah yang dituturkan di Pulau Lombok oleh Suku asli Sasak disebut dengan Bahasa Sasak. Bahasa Sasak dapat dikelompokkan ke dalam ragam bahasa yang sama dengan Bahasa Jawa dan Bali. Banyak sekali kosa kata yang cara pelafalan, penggunaan dan maknanya sama dengan kosa kata dalam Bahasa Bali dan Jawa. Ini desebabkan oleh kedekatan geografis dan historis di antara mereka. Bahasa Sasak Bali dan Jawa sama-sama bersumber dari bahasa Kawi dengan aksara Jawa Kuno, Hanacaraka. Aksara Hanacaraka Bali dan Sasak sama-sama berjumlah 18, sementara Hanacaraka Jawa berjumlah 20.

peta lombok

Posted on

Pantai Semeti dan Akuarium Alam yang Cantik

Beberapa hari yang lalu kami sudah muat berita tentang Pantai Lombok yang masuk dalam 10 daftar pantai tercantik di dunia versi Lonely Planet. Dalam daftar tersebut, keindahan Pantai di Lombok disejajarkan dengan keindahan pantai-pantai di Luar Negeri seperti Hawaii, Pantai Eleuthera di Bahama juga Pantai cantik di kepulauan Karibia.

Membaca berita tersebut rasanya tidak perlu membuat kami terlalu heran, karena Lombok memang menyimpan sejuta pesona tanpa tanding. Pulau kecil dengan ratusan pantai dan gili-gili ini rasanya tak henti-hentinya membuat para wisatawan takjub. Menjelajahi pantai pantai yang ada di Lombok sama seperti meminum air laut di saat haus, semakin banyak air laut yang diminum maka akan semakin haus. Begitu juga dengan pesona Lombok, semakin banyak yang anda kunjungi maka semakin banyak pula pantai dan gili yang menanti untuk dikunjungi.

Kecantikan alam Lombok dan Bali juga diakui sebagai salah satu pulau terbaik di Asia versi CN Traveler. Di antara lima pulau yang disebutkan itu, dua dari list pantai terbaik itu ada di Indonesia. Bali memang tetap menjadi primadona terbaik mengalahkan Phuket dan Koh Samui, Thailand, dan Lombok selalu bisa membayang-bayangi keindahan Pulau Dewata Bali.

Pantai Semeti Lombok.

Beberapa pantai di Lombok memang sangat menakjubkan, sebut saja Gili Trawangan, Gili Kondo, Teluk Mekaki, Pantai Pink, Pantai Nambung, Selong Belanak, dan lain lain. Salah satu pantai cantik yang tidak kalah menakjubkan adalah Pantai Semeti, sebuah Pantai yang terletak di kawasan wisata Selong Belanak, di deretan pantai pantai indah lain seperti Pantai Mawun, Pantai Ruwuk dan Pantai Mawi. Sekumpulan garis pantai yang berpasir putih nan indah.

Sederetan garis pantai dengan panorama alam yang sama, berciri khas perbukitan dengan laut yang agak bergombak. Jika menempuh jalur darat dengan rute : Penujak – Selong Belanak – Kuta, maka diantara Pantai Selong Belanak dan Pantai Mawun akan anda temui tiga garis pantai cantik yang tersembunyi yaitu Pantai Semeti, Pantai Ruwuk dan Pantai Mawi yang berdekatan dan hanya dipisahkan oleh perbukitan.

Jika Pantai Mawi dipenuhi wisatawan asing yang mengadu nyali bermain selancar, maka pantai Semeti penuh dengan keheningan. Akses jalan menuju ketiga pantai cantik tersebut harus melewati sebuah areal tanah perusahaan (investor) yang belum mengembangkan pembangunan resort mereka.

Untuk menuju ke Pantai Semeti Lombok, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dari jantung kota Mataram. Jalanan yang dilalui pun masih tergolong kurang layak karena di penghujung jalan hanya berbentuk jalanan tanah dan tidak lebih bagus dari jalan menuju Pantai Mawi di sebelahnya. Tidak ada penduduk yang bermukim di dekat pantai ini, sangat sepi dan masih perawan nan alami, benar-benar seperti bidadari yang turun ke bumi!. Ya, Lombok memang serpihan surga di bumi.

Jelajahi-lah batuan-batuan tebing yang kokoh seperti Grand Canyon itu, taklukkan kekokohannya. Dibalik kekokohan tebing itulah tersimpan panorama dan keindahan alam yang luar biasa cantik, sekumpulan akuarium alam yang sangat mempesona yang berada diatas batuan karang di pantai Semeti. Akuarium alam yang dipenuhi terumbu karang yang mempesona dengan ikan ikan cantik mungil yang berkeliaran. Begitu ada ombak besar menghampiri, maka akuarium alam ini akan penuh dengan air laut, lalu buih buih air laut tersebut akan keluar melewati celah celah bebatuan. Keindahan akuarium itu akan dipenuhi ikan ikan kecil yang berbaur berhamburan diantara buih buih ombak. Begitu buih buih itu menghilang, ikan ikan hias yang cantik ini akan terlihat memenuhi akuarium Pantai Semeti.

Teruslah melangkahkan kaki, carilah keindahan keindahan lain di balik bebatuan Semeti ini. Anda akan menemukan akuarium akuarium alam lain yang tidak kalah indah. Dari kejauhan akuarium akuarium itu akan terlihat lebih cerah dengan terumbu karang yang berwarna warni. Akuarium yang berada di antara dua batuan yang besar yang sungguh mempesona. Akuarium ini bukan-lah seperti akuarium buatan yang ada dirumah berdinding kaca, namun akuarium ini adalah akuarium alam yang berupa cekungan cekungan batuan karang yang berisi air laut dengan biota laut dan ikan ikan hias yang indah yang terjebak di cekungan tersebut.

Ahh… Kecantikan pesisir pantai Semeti, batuan batuan dengan tebing tinggi, taman taman laut dan akuarium akuarium alam yang menyatu tersebut menunjukkan bahwa pulau Lombok memang begitu cantik kawan, Lombok memang indah. Jika memiliki waktu yang lama berliburlah ke tempat ini, nikmati keindahan keindahan yang di anugerahkan Allah di Lombok ini.

peta lombok

Posted on

Bukit Merese di Lombok, Tempat Terbaik untuk Jatuh Cinta

bukit merese kuta lombok

Bukit Merese di Lombok, Tempat Terbaik untuk Jatuh Cinta

Bukit Merese Lombok, Tempat Terbaik Untuk Jatuh Cinta
Bukit Merese Lombok, Tempat Terbaik Untuk Jatuh Cinta

Apabila Bandung punya Bukit Bintang, maka Lombok punya Bukit Merese. Datang ke sana, dan bersiaplah untuk jatuh cinta dengan keindahannya. Pulau Lombok memiliki aneka wisata alam yang sungguh luar biasa indah, tempat yang cocok untuk jatuh cinta. Salah satunya adalah Bukit Merese yang terletak di Lombok Tengah. Bukit ini juga sering disebut bukit cinta karena keindahan yang sangat luar biasa. Mungkin bisa mewakili perasaan yang sedang jatuh cinta.

Bukit Merese Lombok
Bukit Merese Lombok

 

Bukit Merese

Letaknya ada di area Pantai Tanjung Aan, pantai yang memiliki warna pasir yang putih dan air laut yang hijau kebiruan serta jernih. Arusnya cukup tenang karena diapit dua tanjung yang berbukit-bukit.

Bukit Merese Lombok
Bukit Merese Lombok

 

Untuk mencapai Bukit Merese kita akan melewati beberapa pantai yang sudah terkenal di Lombok seperti Pantai Kuta dan Pantai Seger. Waktu tempuhnya kurang lebih dua jam dari kota Mataram.

Dari atas bukit ini kita bisa melihat keindahan panorama yang tidak akan terlupakan. Kita bisa melihat terumbu karang dari atas bukit karena air yang jernih. Selain itu kita pun bisa melihat sunset yang menawan dari atas bukit ini. Sungguh tempat yang tepat untuk jatuh cinta.
paket-wisata-lombok-murah-3h-2m

Posted on

Selain Ayam Taliwang, Lombok Punya Resep Ayam Rarang Lho

Resep Ayam Rarang

Ayam Rarang Lombok
Ayam Rarang Lombok

 

Bahan:
1 ekor (750 g) ayam kampung muda, bersihkan
4 buah jeruk nipis, ambil airnya
3 sdm minyak goreng
250 ml air

Bumbu, haluskan:
10 buah cabai merah
6 siung bawang putih
6 buah cabai rawit merah
1 sdt terasi bakar
1 sdt gula pasir
1½ sdt garam

Pelengkap:
Nasi putih
Plecing kangkung

Cara membuat:
1. Lebarkan ayam hingga berbentuk bekakak. Tusuk dengan bambu/tusukan besi.
2. Bakar ayam di atas bara api hingga ¾ matang.
3. Campur bumbu halus dan ayam dengan minyak dan air jeruk, aduk rata. Ungkep di atas api kecil selama 15 menit, angkat.
4. Bakar ayam di atas bara api kembali sambil diolesi bumbu sesekali hingga matang kedua sisinya, angkat.
5. Sajikan dengan pelengkapnya.

Untuk 4 porsi

Nilai gizi per porsi:
Kalori 462 kkal
Karbohidrat 12,1 g
Protein 21,3 g
Lemak 37,7 g

Selain Ayam Taliwang, Lombok Punya Ayam Rarang Lho

Ayam Rarang Lombok
Ayam Rarang Lombok

Selain Ayam Taliwang, Lombok juga punya Ayam Rarang sebagai salah satu menu kuliner yang tidak boleh dilewatkan untuk dicicipi. Nama Rarang merupakan nama sebuah desa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sanalah menu Ayam Rarang pertama kali dikenalkan oleh Inaq Delah.

“Nenek saya dulu buat ayam plecingan ini. Sudah begitu karena kita dari Desa Rarang makanya dinamakan Ayam Rarang,” kata Baiq Sri Mulyani, pemilik warung ayam Rarang III di Mataram.

Sekilas, tampilan Ayam Rarang tampak pedas karena berlumur bumbu sambal dan ditaburi cabai rawit. Namun setelah dicicipi, rasa Ayam Rarang tidak sepedas penampilannya. Berbeda dengan ayam Taliwang, menu Ayam Rarang memiliki bumbu lebih banyak. Bumbu sambal yang digunakan dalam Ayam Rarang, telah dimasak dan digoreng terlebih dahulu.

Selain itu, ayam yang digunakan selalu menggunakan ayam kampung. Itulah yang membuat rasa Ayam Rarang berbeda dengan ayamplecingan pada umumnya. Cukup membayar Rp 32.000, kita bisa menikmati satu porsi Ayam Rarang lengkap bersama nasi, ayam kampung goreng, sayur bening, dan mentimun.

Selain diminati warga setempat, menu ayam Rarang juga diburu oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara. “Bule-bule banyak juga yang ke sini makan,” kata Baiq Sri.

Resep Ayam Rarang telah diwariskan secara turun-temurun. Menu Ayam Rarang bisa dinikmati di warung-warung makan Ayam Rarang yang terletak di sepanjang jalan di Desa Rarang, Lombok Timur.

Namun jika tidak sempat mampir ke Lombok Timur, Ayam Rarang bisa dinikmati di Mataram. Salah satunya di warung Ayam Rarang III yang terletak di sekitar Jalan Langko, Kota Mataram. Lokasinya yang berada persis di pinggir aliran sungai Jangkuk, memberikan suasana berbeda saat menikmati menu khas satu ini.

paket-wisata-lombok-murah-3h-2m

Posted on

Gili Kapal, Si Cantik dari Timur yang Timbul Tenggelam

Gili Kapal, Si Cantik dari Timur yang Timbul Tenggelam

gili kapal lombok
gili kapal lombok

Indonesia kita begitu indah kawan, hampir tak ada habisnya. Tak terbayang apa saja yang akan kita nikmati ketika menjelajahkan kaki di seluruh pelosok negeri ini. Pastinya akan selalu kita temukan kejutan kejutan cantik dan menarik setiap kali menjejakkan kaki di tempat lain, selalu tersaji “santapan” yang berbeda dengan khas sendiri-sendiri. Salah satunya adalah sebuah gili kecil yang terletak di antara perairan selat Sumbawa bagian barat dan Pulau Lombok ini. Orang disini menyebutnya GILI KAPAL, karena konon dahulu gili kecil yang timbul tenggelam ini sering mengakibatkan kapal-kapal yang melintasinya kandas alias nyangkut di dataran pasirnya saat air laut pasang.

Gili Kapal

Ya, Gili Kapal namanya, namun bukan bekas bongkahan atau serpihan kapal yang tengggelam di masa lalu. Gili Kapal adalah gundukan pasir yang membentuk gili kecil (pulau kecil) yang termasuk dalam gugusan empat pulau cantik lainnya yang berlokasi di Lombok daerah Timur yakni Gili Kondo, Gili Petagan dan Gili Bidara. Hanya saja, karena sifatnya yang timbul tenggelam sehingga wisatawan hanya tau 3 gili di sebelahnya.
Gili Kapal lebih cocok disebut the hidden paradise karena sifatnya yang tersembunyi dan hanya muncul di saat-saat tertentu. Belum begitu banyak wisatawan yang tahu tempat ini, bahkan jika dibuka di Peta Wisata Lombok pun belum tentu kamu mendapatkan informasi yang jelas tentang Gili cantik ini.

Gili Kapal hanya ada disaat air laut sedang surut, yakni di pagi hari dan sore hari (tergantung bulan kunjungan). Moment terbaik adalah pagi hari, saat cahaya matahari meninggi, dimana birunya air laut dan view panorama sekelilingnya akan menambah kesempurnaannya.

Gili Kapal adalah pulau yang begitu istimewa, pulau yang tampak sederhana karena berdiri diatas pasirnya tanpa di naungin apapun, tak ada pepohonan tempat berteduh, tak ada losmen dan restauran restauran tempat beristirahat. Sebuah perbedaan yang begitu mencolok dengan gili di sebelahnya, terutama Gili Petagan yang dikelilingi hutan mangrove yang menghijau.Gili gili eksotik yang timbul tenggelam sejenis Gili Kapal sebenarnya banyak di Lombok, umumnya disebut Gili Gosong (pulau Gosong) karena tidak ada tempat berteduh dan bisa membuat kosong gosong.

KOLAM RENANG RAKSASA DAN TERUMBU KARANG

Ekosistem Terumbu Karang Pulau Lombok & 3 Gili

Seperempat bagian dari Gili Kapal tidak ditumbuhi terumbu karang, so kamu bisa dengan bebas berenang tanpa khawatir nyangkut atau merusaknya. Tiga perempat bagian pulau ini adalah lingkaran taman bawah laut dengan terumbu karang yang menakjubkan. Sebuah tempat menghabiskan waktu yang tepat dengan variasi soft coral dan hard coral yang masih sehat.

Secara administratif, Gili Kapal berada di wilayah perairan desa Sambelia Timur, Lombok Timur. Rute menuju Gili Kapal jika ditempuh menggunakan perahu motor hanya menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Jika kamu berangkat dari kota Mataram, maka akan menghabiskan waktu kurang lebih selama 2.5 jam perjalanan untuk sampai di dermaga penyeberangan Gili Lampu.

Dari Dermaga Penyeberangan Gili Lampu, kamu bisa men-charter perahu motor dengan kisaran biaya IDR 200.000 untuk mengelilingi beberapa pulau sekaligus, biasanya rutenya adalah Gili Kondo lalu menuju ke Gili Bidara, Gili Petagan dan terakhir mampir di Gili Kapal. Gili cantik ini biasanya tidak masuk dalam daftar rute boatman, kecuali jika kamu sedang beruntung dan air laut sedang surut.

Arus air di sekeliling pulau kecil ini lumayan deras dengan gradasi warna biru muda air laut yang mempercantik suasana, dengan latar Gunung Rinjani di sisi barat dan hamparan pulau-pulau yang berada di Pulau Sumbawa Barat.

paket-wisata-lombok-murah-3h-2m

Posted on

Tradisi Lebaran Ketupat di Pulau Lombok

Negara Indonesia memang sangat kaya akan budaya, tradisi dan ada istiadat, tidak terkecuali tradisi dalam rangka melaksanakan rangkaian ibadah selama bulan Ramadhan sampai dengan perayaan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Masing-masing daerah (etnis) memiliki tradisi yang berbeda-beda, dikemas secara khusus dalam suatu tradisi perayaan hari kemenangan setelah berpuasa menahan diri selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Ada sebagian wilayah yang merayakannya di hari H setelah melakukan sholat Hari Raya, dan ada pula yang merayakannya secara biasa-biasa saja, namun mempunya tradisi yang dikemas lebih meriah di hari lain.

Jika di Madura Perayaan Lebaran / Hari Raya Idul Adha Lebih meriah dibandingkan dengan perayaan Lebaran Idul Fitri, maka di Lombok memiliki tradisi unik yang dilakukan oleh hampir 90% masyarakat Lombok. Tradisi unik yang dilaksanakan 6 hari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri itu disebut sebagai Perayaan Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat.

Agama Islam mengajarkan bahwa ada keutamaan bagi orang orang yang melanjutkan puasa seminggu setelah puasa Ramadan yang biasa disebut sebagai puasa Syawal. Untuk mensyukuri berakhirnya puasa sunah tersebut, warga masyarakat di Lombok melaksanakan lebaran kedua setelah Idul Fitri yang disebut dengan nama Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat. Kata “topat” diambil dari kata ketupat, yakni penganan masyarakat Lombok dihidangkan khusus pada perayaan Lebaran Ketupat.

Tradisi Lebaran Ketupat di Lombok berlangsung turun-temurun semenjak ratusan tahun lalu. Selain dianggap sebagai rangkaian kegiatan untuk merayakan Idul Fitri, acara tersebut juga memiliki misi mempertahankan tradisi leluhur dan nenek moyang. Jika dikaji lebih mendalam, akan dijumpai banyak nilai-nilai yang terkandung dalam Lebaran Nine (wanita). Mulai dari nilai budaya, agama, hingga pesta kerakyatan, mereka datang dengan membawa perbekalan berupa makanan berupa ketupat, pelalah ayam, daging, opor telur, pakis, paku, urap-urap, dan pelecing kangkung yang kemudian dimakan beramai-ramai di area pantai. Menyusuri tepi pantai sambil membawa hidangan ketupat yang diramu dan dibumbui dengan bahan-bahan segar ala Pulau Lombok menjadikan tradisi Lebaran Ketupat ini menjadi terlihat unik, ditambah lagi dengan berbagai pertunjukan musik tradisional yang diselenggarakan oleh Pemerintah dalam rangka upaya pelestarian budaya dan Tradisi.

NILAI BUDAYA DARI TRADISI LEBARAN KETUPAT DI LOMBOK
Dalam perayaan Lebaran Topat di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kita dapat mengetahui bahwa penggunaan ungkapan Lebaran Nine atau lebaran wanita terhadap Lebaran Topat menunjukkan bahwa Lebaran ini mempunyai posisi penting dalam ekspresi keislaman masyarakat Lombok.

Sebagaimana disebutkan dalam pepatah Sasak :

Manis-manis buak ara, Pedis-pedis rasen nasi.
Manis rasanya si buah ara, Kecut-kecut rasanya nasi

Pepatah di atas mengandung pesan bahwa menyantap makanan hasil keringat sendiri terasa lebih nikmat, ketimbang disuguhkan makanan yang lezat namun didapat dengan cara yang tidak halal.

Selain itu, Lebaran Topat juga dapat menjadi otokritik dan introspeksi bagi manusia untuk mengenal kembali jati dirinya setelah menempuh perjalanan hidup selama satu tahun, yang banyak diwarnai dengan dosa individual dan dosa sosial.

Pepatah Sasak mengatakan “dendek ipuh pantok gong” (tak usah segan memukul/membunyikan gong). Pepatah tersebut mengingatkan manusia agar mengoreksi diri, di antaranya terbuka terhadap saran dan kritik orang lain. Selain itu, acara makan ketupat bersama-sama menunjukkan masih terpeliharanya nilai-nilai kebersamaan di antara mereka.

peta lombok

Posted on

Air Terjun di Pantai Nambung Lombok Termasuk Langka

Pantai Nambung di Lombok termasuk destinasi wisata yang langka. Ada beberapa alasan keindahan Pantai Nambung tergolong langka. Apa saja itu?
Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia saat ini, Lombok dianugerahi banyak pantai yang indah. Namun, tidak hanya indah, beberapa pantai di Lombok tergolong langka, termasuk Pantai Nambung.
Jawara X Factor Indonesia season dua, Patrecia Sarah menceritakan keindahan langka dari Pantai Nambung. Menurut perempuan yang menghabiskan masa kecil di Lombok tersebut, Pantai Nambung mempunyai air terjun indah dengan tebing-tebing tinggi.

Air Terjun Asing di Tanjung Jagog, Pantai Nambung Lombok (c) Nandy Photography
“Pantai Nambung itu sebuah pantai yang memiliki air terjun asin di tebing-tebing tinggi. Jadi, ada air terjun dan ombak yang menghantam tebing-tebing tinggi, itu indah sekali,” ujarnya saat berkunjung ke Redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Karena itu, air terjun di Tanjung Jagog, Pantai Nambung ini menjadi salah satu destinasi wisata yang mulai dilirik turis-turis mancanegara. Selain itu, menurut Patrecia Sarah, keindahan Pantai Nambung juga akan membuat turis-turis betah berlama-lama.
“Airnya berwarna hijau kebiruan dan bening. Pasirnya itu bersih sekali dan tidak ada sampah. Bahkan, tidak ada bau asin di Pantai Nambung, pokoknya keren sekali,” tutup perempuan yang dikenal sebagai Petty ini.
peta lombok

Posted on

15 Tujuan Wisata Lombok

Pulau Lombok merupakan kampung halaman Suku Sasak, terletak di sebelah timur Pulau Bali, dipisahkan oleh Selat Lombok. Di sebelah barat Pulau ini berbatasan dengan Selat Atas yang memisahkan pulau ini dengan Pulau Sumbawa. Luas wilayah pulau yang termasuk ke dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat ini kurang lebih 5435 km2. Pulau Lombok secara administratif terdiri dari lima Kabupaten dan Kota yakni Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Kurang lebih ada sekitar 3 juta jiwa yang mendiami pulau lombok, 80% di antaranya adalah Suku Sasak.

peta lombok

Suku Sasak telah menghuni Pulau Lombok selama berabad-abad, Mereka telah menghuni wilayahnya sejak 4.000 Sebelum Masehi. Ada pendapat yang mengatakan bahwa orang Sasak berasal dari percampuran antara penduduk asli Lombok dengan para pendatang dari Jawa. Ada juga yang menyatakan leluhur orang sasak adalah orang Jawa.
Menurut Goris S., “Sasak” secara etimologi, berasal dari kata “sah” yang berarti “pergi” dan “shaka” yang berarti “leluhur”. Dengan begitu Goris menyimpulkan bahwa sasak memiliki arti “pergi ke tanah leluhur”. Dari pengertian inilah diduga bahwa leluhur orang Sasak itu adalah orang Jawa. Bukti lainnya merujuk kepada aksara Sasak yang digunakan oleh orang Sasak disebut sebagai “Jejawan”, merupakan aksara yang berasal dari tanah Jawa, pada perkembangannya, aksara ini diresepsi dengan baik oleh para pujangga yang telah melahirkan tradisi kesusasteraan Sasak.

Etimologi: (Linguistik); cabang dari ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul serta perubahan kata dalam bentuk dan makna.Pendapat lain menyoal etimologi Sasak beranggapan bahwa kata itu berasal dari kata sak-sak yang dalam bahasa sasak berarti sampan. Pengertian ini dihubungkan dengan kedatangan nenek moyang orang Sasak dengan menggunakan sampan dari arah barat. Sumber lain yang sering dihubungkan dengan etimologi Sasak adalah kitab Nagarakertagama yang memuat catatan kekuasaan Majapahit abad ke-14, ditulis oleh Mpu Prapanca.

Dalam kitab Nagarakertagama terdapat ungkapan “lombok sasak mirah adi” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai “kejujuran adalah permata yang utama”. Pemaknaan ini merujuk kepada kata sasak (sa-sak) yang diartikan sebagai satu atau utama; Lombok (Lomboq) dari bahasa kawi yang dapat diartikan sebagai jujur atau lurus; mirah diartikan sebagai permata dan adi bermakna baik.

Sejarah, Pengaruh, dan Kekuasaan.

Sejarah Lombok sepertinya tidak dapat dipisahkan dari silih bergantinya kekuasaan dan peperangan pada masa itu. Baik itu peperangan antar kerajaan di Lombok sendiri, maupun peperangan yang ditimbulkan oleh perluasan kekuasaan dari wilayah lain.

Konon, pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan di Medang (Mataram Kuno), telah banyak pendatang dari Pulau Jawa ke Pulau Lombok. Banyak diantara mereka kemudian melakukan pernikahan dengan warga setempat sehingga keturunan-keturunan selanjutnya dikenal sebagai suku sasak. Selanjutnya, dalam catatan sejarah abad ke-14-15 Masehi, Pulau Lombok ini kemudian berada di bawah pengaruh kekuasaan Kerajaan Majapahit. Bahkan kabarnya Maha Patih Gajah Mada sendiri yang waktu itu datang ke Pulau Lombok untuk menundukan beberapa kerajaan yang ada di Pulau itu.

Melemahnya pengaruh Majapahit membuka jalan bagi perkembangan Islam ke daerah Lombok. Islam mungkin sudah sampai di Pulau lombok jauh sebelumnya, tapi penyebaran yang signifikan muncul karena bantuan para wali beserta kekuasaan Islam di tanah Jawa dan wilayah Makassar. Selama kurun waktu abad ke-16-17 Islam bahkan telah berhasil menguasai Kerajaan Selaparang, salah satu kerajaan yang cukup kuat di Pulau Lombok. Islam kemudian menyebar di Lombok, meski masih tetap tercampur dengan kebudayaan lokal.

Kerajaan Bali yang selalu berusaha menjadikan wilayah Lombok menjadi kekuasaannya, berhasil menduduki Lombok Barat sekitar akhir abad ke-I7 Masehi, kemudian melebarkan kekuasaannya terhadap hampir seluruh wilayah Lombok setelah berhasil menaklukan Selaprang dan memukul mundur pengaruh Makassar.
Belanda yang saat itu telah menguasai Sumbawa dibukakan jalan oleh bangsawan Sasak untuk berkuasa di Lombok. Konon Kabarnya para bangsawan sasak meminta campur tangan dari militer Belanda agar memerangi dinasti Bali di Lombok. Ketika akhirnya Belanda berhasil mengambil penguasaan Lombok dari Kerajaan Bali, alih-alih mengembalikan Lombok kepada para bangsawan Sasak, mereka justru menjadi penjajah baru di wilayah itu. Menurut Kraan (1976) menyebutkan bahwa Belanda telah berhasil mengambil wilayah yang sebelumnya berada di bawah Kerajaan Bali, dan memberlakukan pajak yang sangat tinggi pada penduduknya.

Antara Jawa-Bali-Lombok memang mempunyai beberapa kesamaan budaya, selain karena faktor perluasan kekuasaan kerajaan-kerajaan yang silih berganti, kedekatan wilayah yang memungkinkan penduduknya dengan mudah berpindah dan terjadi akulturasi budayanya.

Bahasa Lombok

Etnologi: Cabang dari antropologi, yang mempelajari berbagai suku bangsa beserta aspek kebudayaannya, dan hubungan antara satu bangsa dengan bangsa lainnya. Etnis: Suku bangsa. Etnolog: Adalah orang yang ahli etnologi.Bahasa Sasak, terutama yang berkenaan dengan sistem aksaranya, memiliki kedekatan dengan sistem aksara Jawa-Bali, sama-sama menggunakan aksara Ha-Na-Ca-Ra-Ka. Kendati demikian, secara pelafalan, bahasa Sasak ternyata lebih memiliki kedekatan dengan bahasa Bali. Menurut penelitian para etnolog yang mengumpulkan hampir semua bahasa di dunia, menggolongkan bahasa Sasak kedalam rumbun bahasa Austronesia Malayu-Polinesian, Juga ada kesamaan ciri dengan rumpun bahasa Sunda-Sulawesi, dan Bali-Sasak.

Bahasa Sasak yang digunakan di Lombok secara dialek dan lingkup kosakatanya dapat digolongkan kedalam beberapa bahasa sesuai dengan wilayah penuturnya; Mriak-Mriku (Lombok Selatan), Meno-Mene dan Ngeno-Ngene (Lombok Tengah), Ngeto-Ngete (Lombok Tenggara), dan Kuto-Kute (Lombok Utara).
Struktur dan Sistem Masyarakat

tenun rangrang sukarare lombok
tenun rangrang sukarare lombok

Suku Sasak pada masa lalu secara sosial-politik, digolongkan dalam dua tingkatan sosial utama, yaitu golongan bangsawan yang disebut perwangsa dan bangsa Ama atau jajar karang sebagai golongan masyarakat kebanyakan.
Golongan perwangsa ini terbagi lagi atas dua tingkatan, yaitu bangsawan tingi (perwangsa) sebagai penguasa dan bangsawan rendahan (triwangsa). Bangsawan penguasa (perwangsa) umumnya menggunakan gelar datu. Selain itu mereka juga disebut Raden untuk kaum laki-laki dan Denda untuk perempuan. Seorang Raden jika menjadi penguasa maka berhak memakai gelar datu. Perubahan gelar dan pengangkatan seorang bangsawan penguasa itu umumnya dilakukan melalui serangkaian upacara kerajaan.

Bangsawan rendahan (triwangsa) biasanya menggunakan gelar lalu untuk para lelakinya dan baiq untuk kaum perempuan. Tingkatan terakhir disebut jajar karang atau masyarakat biasa.Panggilan untuk kaum laki-laki di masyarakat umum ini adalah loq dan untuk perempuan adalah le.

Golongan bangsawan baik perwangsa dan triwangsa disebut sebagai permenak. Para permenak ini biasanya menguasai sejumlah sumber daya dan juga tanah. Ketika Kerajaan Bali dinasti Karangasem berkuasa di Pulau Lombok, mereka yang disebut permenak kehilangan haknya dan hanya menduduki jabatan pembekel (pejabat pembantu kerajaan).

Masyarakat Sasak sangat menghormati golongan permenak baik berdasarkan ikatan tradisi dan atau berdasarkan ikatan kerajaan. Di sejumlah desa, seperti wilayah Praya dan Sakra, terdapat hak tanah perdikan (wilayah pemberian kerajaan yang bebas dari kewajiban pajak). Setiap penduduk mempunyai kewajiban apati getih, yaitu kewajiban untuk membela wilayahnya dan ikut serta dalam peperangan. Kepada mereka yang berjasa, Kerajaan akan memberikan beberapa imbalan, salah satunya adalah dijadikan wilayah perdikan.

Landasan sistem sosial masyarakat dalam kehidupan suku Sasak umumnya mengikuti garis keturunan dari pihak laki-laki (patrilineal). Akan tetapi, dalam beberapa kasus hubungan masyarakatnnya terkesan bilateral atau parental (garis keturunan diperhitungkan dari kedua belah pihak; ayah dan ibu).

Pola kekerabatan yang dalam tradisi suku sasak disebut Wiring Kadang ini mengatur hak dan kewajiban anggota masyarakatnya. Unsur-unsur kekerabatan ini meliputi Kakek, Ayah, Paman (saudara laki-laki ayah), Sepupu (anak lelaki saudara lelaki ayah), dan anak-anak mereka.

Wiring Kadang juga mengatur tanggung jawab mereka terhadap masalah-masalah keluarga; pernikahan, masalah warisan dan hak-kewajiban mereka. Harta warisan disebut pustaka dapat berbentuk tanah, rumah, dan juga benda-benda lainnya yang merupakan peninggalan leluhur. Orang-orang Bali memiliki pola kekerabatan yang hampir sama disebut purusa dengan harta waris yang disebut pusaka.

Tata Ruang dan Arsitektur Suku Sasak

Rumah-rumah suku Sasak berbeda dengan arsitektur Bali pada umumnya. Di dataran, perkampungan suku Sasak cenderung luas dan melintang. Desa-desa Suku Sasak di wilayah pegunungan tertata rapi mengikuti perencanaan yang pasti. Di Lombok bagian utara, biasanya perkampungan Suku Sasak terdapat dua baris rumah tipe bale, dengan sederet lumbung padinya di satu sisi yang lain. Bangunan lain yang menjadi ciri khas perkampungan orang Sasak adalah rumah besar (bale bele).

Di antara deretan rumah-rumah itu dibangun balai yang bersisi terbuka (beruga) sebagai tempat pertemuan. Balai terbuka menyediakan panggung untuk kegiatan sehari-hari dalam fungsi hubungan sosial masyarakat. Balai ini juga digunakan untuk urusan keagamaan misalnya upacara penghormatan jenazah sebelum dikuburkan. Sementara makam leluhur yang terdiri dari rumah-rumah kayu dan bambu kecil dibangun di wilayah bagian atas dari perkampungan.

“Lumbung Padi Suku Sasak”. Gambar oleh Wacana Nusantara

  • Sedikitnya ada empat jenis dasar lumbung dengan ukuran yang berbeda-beda. Semua lumbung, kecuali jenis lumbung padi yang berukuran kecil, memiliki panggung di bawah.
  • Di desa-desa Lombok bagian selatan, panggung yang berada di bagian bawah lumbung padi berperan sebagai balai. Di Lombok bagian utara, tidak semua desa memiliki lumbung padi.
  • Lumbung padi menjadi ciri khas yang sangat menarik dalam arsitektur suku Sasak. Bangunan Lumbung itu didirikan pada tiang-tiang dengan cara dan ciri khas yang mirip bangunan-bangunan Austronesia.
  • Bangunan ini memiliki atap berbentuk “topi” yang ditutup ilalang. Empat tiang besar menyangga tiang-tiang melintang di bagian atas tempat kerangka utama dibangun. Bagian atas penopang kayu kemudian menguatkan rangka-rangka bambunya yang semua bagiannya ditutupi ilalang.
  • Satu-satunya yang dibiarkan terbuka adalah sebuah lubang persegi kecil yang terletak tinggi di bagian ujung berfungsi untuk menaruh padi hasil panen. Untuk mencegah hewan pengerat masuk. Piringan kayu besar yang mereka sebut jelepreng, disusun di bagian atas puncak tiang dasarnya.

Rumah tradisional Suku Sasak berdenah persegi, tidak berjendela dan hanya memiliki satu pintu dengan pintu ganda yang telah diukir halus. Di bagian dalam, tidak terdapat tiang-tiang penyangga atap. Bubungan atapnya curam, terbuat dari jerami yang memiliki ketebalan kurang lebih 15 centimeter. Atap itu sengaja dibiarkan menganjur ke bagian dinding dasar yang hampir menutupi bagian dinding. Dinding terdiri dari dua bagian, bagian tengah yang menyatu dengan atap dibuat dari bambu, bagian bawah dibuat dari campuran lumpur, dan jerami yang permukaannya telah dipelitur halus.

“Rumah Adat Suku Sasak”. Gambar oleh Wacana Nusantara

Rumah digunakan terutama untuk tempat tidur dan memasak. Masyarakat Sasak jarang menghabiskan waktu di dalam rumah sepanjang hari. Di sisi sebelah kiri dibagi untuk tempat tidur anggota keluarga, juga terdapat rak di langit-langitnya untuk menyimpan pusaka dan benda berharga. Anak laki-laki tidur di panggung bawah bagian luar; anak perempuan tidur di atas bagian dalam panggung.

Untuk kegiatan memasak, bagian dalam rumah berisi tungku yang berada di sisi sebelah kanan yang dilengkapi rak-rak untuk menyimpan dan mengeringkan jagung. Kayu bakar disimpan di belakang rumah, kadang juga disimpan di bawah panggung.

Tradisi dan Seni

Dari sejarahnya yang panjang, Suku Sasak bisa saja diidentifikasikan sebagai budaya yang banyak mendapat pengaruh dari Jawa dan Bali. Pun sejarah mencatatnya demikian, kenyataannya kebudayaan Suku Sasak memiliki corak dan ciri budaya yang khas, asli dan sangat mapan hingga berbeda dengan budaya suku-suku lainnya di Nusantara. Kini, Sasak bahkan dikenal bukan hanya sebagai kelompok masyarakat tapi juga merupakan entitas budaya yang melambangkan kekayaan tradisi Bangsa Indonesia di mata dunia.

Berikut beberapa seni dan tradisi yang cukup terkenal dari suku Sasak:

  1. “Tarung Peresean Tempo Doeloe”. Foto dari Tropenmuseum. Senjata yang digunakan adalah sebilah rotan yang dilapisi pecahan kaca. Dan untuk menangkis serangan, pepadu (pemain) biasanya membawa sebuah perisai (ende) yan terbuat dari kayu berlapis kulit lembu atau kerbau. Setiap pepadu memakai ikat kepala dan mengenakan kain panjang.
    Festival peresean diadakan setiap tahun terutama di Kabupaten Lombok Timur yang akan diikuti oleh pepadu dari seluruh Pulau Lombok.
  2. Begasingan. Permainan rakyat yang mempunyai unsur seni dan olahraga, bahkan termasuk permainan tradisional yang tergolong tua di masyarakat Sasak. Permainan tradisional ini juga dikenal di beberapa wilayah lain di Indonesia. Hanya saja, Gasing orang sasak ini berbeda baik bentuk maupun aturan permainannya. Gasing besar, mereka namai pemantok, digunakan untuk menghantam gasing pengorong atau pelepas yang ukurannya lebih kecil. Begasingan berasal dari kata gang yang artinya “lokasi”, dan dari kata sing artinya “suara”. Permainan tradisional ini tak mengenal umur dan tempat, bisa siapa saja, bisa di mana saja.
  3. Slober. Alat musik tradisional Lombok yang cukup tua, unik, dan bersahaja. Slober dibuat dari pelepah enau dan ketika dimainkan alat musik ini biasanya didukung dengan alat musik lainnya seperti gendang, gambus, seruling, dll. Kesenian yang masih dapat anda saksikan hingga saat ini, sangat asyik jika dimainkan ketika malam bulan purnama.
  4. Gendang Beleq. Satu dari kesenian Lombok yang mendunia. Gendang Beleq merupakan pertunjukan dengan alat perkusi gendang berukuran besar (Beleq) sebagai ensembel utamanya. Komposisi musiknya dapat dimainkan dengan posisi duduk, berdiri, dan berjalan untuk mengarak iring-iringan.
    • Ada dua jenis gendang beleq yang berfungsi sebagai pembawa dinamika yaitu gendang laki-laki atau gendang mama dan gendang nina atau gendang perempuan).
    • Sebagai pembawa melodi adalah gendang kodeq atau gendang kecil. Sedangkan sebagai alat ritmis adalah dua buah reog, 6-8 buah perembak kodeq, sebuah petuk, sebuah gong besar, sebuah gong penyentak , sebuah gong oncer, dan dua buah lelontek.
    • Menurut cerita, gendang beleq dahulu dimainkan bila ada pesta-pesta yang diselenggarakan oleh pihak kerajaan. Bila terjadi perang gendang ini berfungsi sebagai penyemangat prajurit yang ikut berperang.
Posted on

MEMANFAATKAN LIBURAN KE LOMBOK SELAMA 5HARI 4MALAM

MEMANFAATKAN LIBURAN KE LOMBOK SELAMA 5HARI 4MALAM

paket-tour-lombok-gili-trawangan-murahArtikel selanjutnya stelah beberapa artikel lainnya sudah di post minggu-minggu lalu ya kali ini kembali kita akan membahas mengenai PULAU LOMBOK,singkat cerita pulau lombok ini memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah dan banyak terdapat destinasi wisata yang begitu terkenal sampai ke luar negri sana contohnya saja siapa yg gak tau Gili Trawangan?? Opps itu hanya sebagian kecilnya saja berikut lebih jelas dan detail akan kita saji di bawah ini,hhe
Walaupun lombok tergolong pulau kecil, Lombok yang memiliki ratusan destinasi wisata yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil ditengah laut yang disebut Gili, puluhan air terjun yang spektakuler, pesisir-pesisir pantai berpasir putih yang identik dengan pasir merica-nya, juga Gunung Rinjani yang merupakan gunung tertinggi nomor 2 di Indonesia dengan ketinggian 3726mdpl yang masuk nominasi gunung favorite para pendaki karena terkenal keindahannya.
Mengexplore seluruh destinasi wisata lombok tidak cukup hanya ¾ hari saja. Jika tanpa persiapan yang matang dan tujuan yang jelas, percayalah kamu hanya akan menghabiskan waktu untuk mikir. jadi, jika kamu ingin berlibur ke Lombok dengan waktu yang terbatas, ada baiknya mencatat point point penting dan beberapa rekomendasi destinasi harian berikut ini yaa :

1. Mengeksplore Gili Trawangan
Gili Trawangan , atau yang hanya bisa di sebut Gili T, adalah pulau yang terbesar dan paling banyak dikunjungi dari tiga Kepulauan Gili Lombok (gili air ,gili meno) . Gili Trawangan menjadi urutan pertama dari tiga pulau yang paling banyak menarik wisatawan, dan backpackers hingga saat ini, rasanya sangat tidak lengkap jika berlibur ke pulau lombok tanpa menikmati suasana di gili trawangan ini,pulau yang indah pantainya bersih dan tak ada polusi,yang ada hanya andong dan sepeda sja untuk transportasinya.
Untuk menuju gili trawangan kalau dari bandara international lombok jaraknya sekitar 1 jam stengah perjalanan menuju pelabuhan bangsal / teluk nara,oh ya perlu di ketahui untuk menuju gili trawangan ada dua jalur yang bisa anda lewati ya :

– Pelabuhan bangsal ,di pelabuhan bangsal ini anda akan menggunakan boat publik yang di isi sekitar 40 orang (campur-campur) dan biayanya yang murah per orang hanya bertarif 17.000 saja, namun kekurangannya adalah harus menunggu boat penuh dahulu dan sedikit berdesakan ,waktunya juga harus mengikuti jadwal yang ada.

– Pelabuhan teluk nara ,di pelabuhan teluk nara ini berbeda jauh dengan yang di pelabuhan bangsal,dsini kita menggunakan speedboat private tetapi untuk masalah harga pp jauh berbeda dengan yg boat publik yaitu charter 750.000 isi dalam speedboat min 10 orang, tetapi jangan khawatir dengan masalah harga yang utama adalah kenyamanan anda dalam liburan. Jika menggunakan speedboat ini kita bebas mengatur waktu kapan berangkat,kapan di jemput,jam berapa kita mau itu lah bedanya dengan boat publik yg tutup jam 4 sore.
Dan yang paling dicari adalah untuk sunsetnya yang begitu indah dan tampak jelas. Di gili trawangan terdapat icon yang mendunia yaitu sebuah ayunan yang berada di depan hotel ombak sunset,ya wajar saja ya dari namanya saja sudah kelihatan,para wisatawan asing dan lokal setiap menjelang sunset mereka berkumpul di pinggir pantai ini untuk bergilir mengambil foto dan mengabadikan nya loo, sangking ramenya yaa antri gitu 😀

2. Mengeksplore Waterfall
Di Senaru, kamu bisa memarkir kendaraan langsung di dekat pintu masuk air terjun atau bisa memarkir kendaraan di area parkir restoran dan rumah makan di sekitar sana. Sebagai traveller yang baik, jangan lupa bayar tiket masuk ya, hanya Rp. 5000 per orang. Jangan lupa persiapkan fisik juga ya, karena perjalanan menuju kedua air terjun yang menawan ini sedikit “adventure”. Melewati ratusan anak tangga turun naik, hutan belantara juga anak sungai yang airnya sedingin air kulkas.

Dari pintu masuk menuju air terjun pertama (Sendang Gile) membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dari air terjun pertama menuju air terjun kedua (Tiu Kelep) kamu harus berjalan kaki lagi melewati hutan lindung dan juga anak sungai. Jika khawatir dan demi keamanan perjalanan, sebaiknya di pintu masuk kamu pakai jasa local guide yang siap mengantar kamu menuju kedua air terjun ini. Untuk local guide, kamu harus bayar Rp. 100.000 dengan maksimal 5 orang peserta. Lebih dari 5 peserta, maka silahkan tambah bayaran local guide sesuai keikhlasan. Jangan lupa bawa pakaian ganti ya, selain melewati sungai dan harus berbasah basahan sampai lutut, saya yakin kamu akan tergoda untuk mencoba berendam di kesegaran kolam alami yang ada di bawah pusaran air terjun Tiu Kelep. Konon menurut mitos orang tua, mandi di kolam air Terjun Tiu Kelep ini membuat kita terlihat 1 tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

Lanjut ,sepulang dari kedua air terjun tersebut, jangan lupa isi perut dulu di warung warung kakilima atau restoran cepat saji yang ada di sekitaran Senaru biar sehat dan tak terhambat melanjutkan perjalanan. Dari Senaru, turun gunung lalu belok kanan di pertigaan jalan utama menuju ke kampung tradisional bayan dan juga masjid Kuno Bayan yang didirikan sekitar 300 tahun yang lalu. Sekalipun bentuknya sederhana, namun Masjid Kuno Bayan memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia. Kecamatan Bayan yang terletak di Kabupaten Lombok Utara ini dulunya merupakan salah satu pintu / gerbang masuknya ajaran islam di Lombok dan Masjid Kuno ini dipercaya sebagai masjid pertama yang ada di Pulau Lombok.

Sebagai catatan, di Masjid Kuno Bayan ada pemandu lokal / local guide yang akan menjelaskan secara rinci sejarah islam dan juga sejarah wali wali yang mendirikan Masjid Kuno Bayan di jaman dahulu. Setelahnya kamu akan dimintai donasi seikhlasnya untuk perawatan masjid dan juga lingkungan disana.
Next, setelah dari Masjid Kuno Bayan, teruslah menuju arah timur. Sekitar 100 meter dari Masjid kamu akan bertemu pertigaan di dekat Kantor Desa. Teruslah menuju selatan, jangan mengambil jalur kiri. Sekitar 2 sampai 3km dari pertigaan tersebut kamu akan melihat pemandangan sawah yang spektakuler, rice terrace field dengan panorama hijau hijau dilengkapi dengan aktifitas para petani yang layak untuk di abadikan.
Setelah puas hunting foto, saatnya kembali ke Mataram atau Senggigi. Carilah hotel kelas melati di sekitaran central pariwisata Senggigi, beberapa diantaranya adalah Pondok Siti Hawa, Pondok Shinta, Elen Hotel, dan lainnya.

3. Mengeksplore Pantai Sekotong
Jika anda bosan dengan suasana berwisata di tempat yang begitu ramai dan ingin menikmati susasana dengan alam tanpa banyak gangguan dari hiruk-pikuk maka salah satu alternatif yang bisa anda semua kunjungi adalah pantai sekotong,pantai ini memang tidak sepopuler di bandingkan dengan pantai yang lainnya ,namun pantai sekotong menawarkan pesona yang tak kalah dari panatai yang asri hamparan pasir putih halus dengan ombak yang tenang serta hembusan angin yang membuat siapa saja terbuai.
Salah satu daya tarik yang bisa kita temui di pantai-pantai di daerah Sekotong adalah keberadaan bukit-bukit hijau yang bisa kita daki. Darisana kita bisa menyaksikan pemandangan laut lepas yang begitu menawan. Karna lokasinya berada di Lombok Barat, kita juga bisa menyaksikan gagahnya Gunung Agung di Pulau Bali di salah satu pantai di Sekotong.

Berikut adalah 6 pantai cantik yang bisa kita kunjungi di daerah Sekotong :
1. Pantai Bangko Bangko / Desert Point
Ada beberapa pantai di Lombok yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan selancar. Salah satu pantai yang memiliki ombak paling tinggi untuk berselancar adalah Pantai Bangko-bangko atau juga dikenal dengan nama Desert Point yg begitu di sukai banyak peselancar dunia lo bray.

Bagi mereka yang mempunyai hobby surfing, Desert Point adalah tempat yang menjadi tujuan utama. Di pantai ini para peselancar bisa menjalankan papan selancar di ombak yang senantiasa bergulung. Untuk kamu yang tidak suka berselancar, mengunjungi pantai ini bukanlah sebuah kesalahan karna pesona pantai ini tak kalah cantik dengan pantai-pantai lain di Lombok

2. Pantai Elaq – Elaq
Pantai Elaq-elaq adalah pantai yang memiliki daya magis tersendiri lo bray. Pantai ini memiliki air laut yang berwarna biru toska yang benar-benar menggoda iman. Dipadu dengan pasir putih lembut yang niscaya akan membuat siapa saja krasan berlama-lama. Keberadaan bukit-bukit di sekelilingnya semakin membuat pemandangan di sekitar Pantai Elaq-elaq terasa istimewa. Batu-batu karang yang tidak terlalu kasar juga banyak terdapat di sekitar pantai yang memungkingkan kita untuk berdiri atau duduk di atasnya sembari mencari pose terbaik untuk foto

3. Pantai Mekaki
Pantai Mekaki juga akan membuat kita sadar bahwa Lombok memang jagonya untuk urusan pantai. Sekaligus juga menunjukkan bahwa pantai di Lombok tidak hanya Senggigi dan Kuta. Pantai Mekaki juga dianugrahi dengan air laut berwarna biru toska. Bibir pantai yang cukup luas dan panjang menjadikan pantai ini sangat nyaman untuk bermain-main. Tak tahan rasanya untuk segera menceburkan diri ke air lautnya yang bening

4. Mengeksplore Pantai Kuta, Tanjung Aan dan Suku Sasak
Selain karena lebih dekat dari Airport, juga tidak terlalu membutuhkan waktu yang terkesan mendesak. Rutenya adalah start dari Senggigi atau Mataram lalu menuju ke kampung Banyumulek untuk melihat proses pembuatan gerabah dan tembikar tanah liat yang populer sampai mancanegara, lalu dari Banyumulek masuk ke jalur bypass Bandara Lombok.
Sekitar 15 menit dari Tugu Giri Menang Square (berbentuk masjid berkubah emas di bundaran bypass), lihatlah marka dan petunjuk arah / petunjuk jalan di sebelah kiri bertuliskan Kampung Sukarara. Di kampung ini kamu bisa melihat proses pembuatan tenun ikat dan Songket Lombok yang terkenal dan kini di konsep lebih modern oleh designer kondang Dian Pelangi. Selain melihat proses pembuatan tenun songket, kamu bisa belajar gratis dan juga berfoto gratis menggunakan baju adat khas Lombok.

Setelah itu, keluar lagi menuju jalan bypass dan teruslah ke timur melewati Airport Lombok. Di pertigaan pertama setelah melewati Airport, belok kanan menuju jalur Pantai Kuta. Jangan lupa lihat lihat marka dan rambu rambu jalan biar tidak tersesat. Teruslah ke sisi timur pantai Kuta, beberapa spot yang bisa kamu datangi disana adalah : Pantai Tanjung Aan yang masuk sebagai 10 Pantai Tercantik di Dunia 2015 versi Tripadvisor, Pantai Seger dengan monumen Putri Mandalika-nya, juga Pantai Kuta dengan pasir putih nya yang khas, pasir Merica.

Di Pantai Kuta, kamu tidak akan terlalu kesulitan mencari warung makan atau restoran. Setelah puas explore di sisi timur, jika masih banyak waktu luang kamu juga bisa terus ke sisi sebelah barat pantai Kuta sampai tembus ke Pantai Mawun yang juga terkenal kealamiannya. Jangan terlalu sore di tempat ini, karena agak sepi dan juga lampu lampu penerang jalan tidak ada, sehingga di khawatirkan akan membahayakan jika dilewati di malam hari.
5. Perlu di ingat
1. Waktu Tempuh dari Airport ke Senggigi sekitar 1.5 Jam
2. Waktu Tempuh dari Senggigi ke Pelabuhan Bangsal sekitar 30 Menit
3. Waktu Tempuh dari Pelabuhan Bangsal ke Senaru / Air Terjun sekitar 1.5 Jam
4. Waktu Tempuh dari Pelabuhan Bangsal ke Mataram melalui Hutan Lindung Pusuk sekitar 45 menit
5. Tiket Bus Damri dari Airport ke Senggigi / Mataram Rp. 35.000
6. Tiket public boat ke Gili Trawangan Rp. 17.000
7. Tiket charter boat ke Gili Nanggu Rp. 300.000
8. Sewa motor di Senggigi perhari Rp. 50.000 wajib tahan KTP
9. Waktu Tempuh dari Senggigi ke Pelabuhan Tawun (ke Gili Nanggu) sekitar 1.5 jam
10. Waktu Tempuh dari Pelabuhan Tawun ke Gili Nanggu sekitar 30 menit
11. Waktu Tempuh dari Pantai Kuta ke Airport sekitar 30 menit
12. Waktu Tempuh dari Pantai Tanjung Aan ke Airport sekitar 45 menit
Jika ingin berlibur ke pulau lombok dan anda masih bingung ingin mengikuti travel agent di lombok tidak ada salahnya jika mengikuti bersama kami marlionll.com (agent lombok terpercaya).

Posted on

Testimony Keluarga Ibu Nuning untuk Marlion LLC Tours

Tour Lombok by Marlion LLC Tour

Tour date: 14-15-16 January 2016

Group: Keluarga Ibu Nuning Jakarta

TESTIMONY: Kami Travelling dengan Marlion LLC, dan tinggal di hotel TheSantosa (Pantai Senggigi – LOMBOK), menurut kami marlionllc.com :

  • Menyenangkan, Friendly, Sabar,
  • Tepat Waktu, Sehingga Kami dapat mengikuti semua acara Tour
  • Armada yang bagus
  • Semoga Marlion LLC semakin sukses dan mempertahankan kualitas
  • SALAM, Nuning + Tasya Enjayvna + Anna Enjayevna