Posted on

15 Tujuan Wisata Lombok

Pulau Lombok merupakan kampung halaman Suku Sasak, terletak di sebelah timur Pulau Bali, dipisahkan oleh Selat Lombok. Di sebelah barat Pulau ini berbatasan dengan Selat Atas yang memisahkan pulau ini dengan Pulau Sumbawa. Luas wilayah pulau yang termasuk ke dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat ini kurang lebih 5435 km2. Pulau Lombok secara administratif terdiri dari lima Kabupaten dan Kota yakni Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Kurang lebih ada sekitar 3 juta jiwa yang mendiami pulau lombok, 80% di antaranya adalah Suku Sasak.

peta lombok

Suku Sasak telah menghuni Pulau Lombok selama berabad-abad, Mereka telah menghuni wilayahnya sejak 4.000 Sebelum Masehi. Ada pendapat yang mengatakan bahwa orang Sasak berasal dari percampuran antara penduduk asli Lombok dengan para pendatang dari Jawa. Ada juga yang menyatakan leluhur orang sasak adalah orang Jawa.
Menurut Goris S., “Sasak” secara etimologi, berasal dari kata “sah” yang berarti “pergi” dan “shaka” yang berarti “leluhur”. Dengan begitu Goris menyimpulkan bahwa sasak memiliki arti “pergi ke tanah leluhur”. Dari pengertian inilah diduga bahwa leluhur orang Sasak itu adalah orang Jawa. Bukti lainnya merujuk kepada aksara Sasak yang digunakan oleh orang Sasak disebut sebagai “Jejawan”, merupakan aksara yang berasal dari tanah Jawa, pada perkembangannya, aksara ini diresepsi dengan baik oleh para pujangga yang telah melahirkan tradisi kesusasteraan Sasak.

Etimologi: (Linguistik); cabang dari ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul serta perubahan kata dalam bentuk dan makna.Pendapat lain menyoal etimologi Sasak beranggapan bahwa kata itu berasal dari kata sak-sak yang dalam bahasa sasak berarti sampan. Pengertian ini dihubungkan dengan kedatangan nenek moyang orang Sasak dengan menggunakan sampan dari arah barat. Sumber lain yang sering dihubungkan dengan etimologi Sasak adalah kitab Nagarakertagama yang memuat catatan kekuasaan Majapahit abad ke-14, ditulis oleh Mpu Prapanca.

Dalam kitab Nagarakertagama terdapat ungkapan “lombok sasak mirah adi” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai “kejujuran adalah permata yang utama”. Pemaknaan ini merujuk kepada kata sasak (sa-sak) yang diartikan sebagai satu atau utama; Lombok (Lomboq) dari bahasa kawi yang dapat diartikan sebagai jujur atau lurus; mirah diartikan sebagai permata dan adi bermakna baik.

Sejarah, Pengaruh, dan Kekuasaan.

Sejarah Lombok sepertinya tidak dapat dipisahkan dari silih bergantinya kekuasaan dan peperangan pada masa itu. Baik itu peperangan antar kerajaan di Lombok sendiri, maupun peperangan yang ditimbulkan oleh perluasan kekuasaan dari wilayah lain.

Konon, pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan di Medang (Mataram Kuno), telah banyak pendatang dari Pulau Jawa ke Pulau Lombok. Banyak diantara mereka kemudian melakukan pernikahan dengan warga setempat sehingga keturunan-keturunan selanjutnya dikenal sebagai suku sasak. Selanjutnya, dalam catatan sejarah abad ke-14-15 Masehi, Pulau Lombok ini kemudian berada di bawah pengaruh kekuasaan Kerajaan Majapahit. Bahkan kabarnya Maha Patih Gajah Mada sendiri yang waktu itu datang ke Pulau Lombok untuk menundukan beberapa kerajaan yang ada di Pulau itu.

Melemahnya pengaruh Majapahit membuka jalan bagi perkembangan Islam ke daerah Lombok. Islam mungkin sudah sampai di Pulau lombok jauh sebelumnya, tapi penyebaran yang signifikan muncul karena bantuan para wali beserta kekuasaan Islam di tanah Jawa dan wilayah Makassar. Selama kurun waktu abad ke-16-17 Islam bahkan telah berhasil menguasai Kerajaan Selaparang, salah satu kerajaan yang cukup kuat di Pulau Lombok. Islam kemudian menyebar di Lombok, meski masih tetap tercampur dengan kebudayaan lokal.

Kerajaan Bali yang selalu berusaha menjadikan wilayah Lombok menjadi kekuasaannya, berhasil menduduki Lombok Barat sekitar akhir abad ke-I7 Masehi, kemudian melebarkan kekuasaannya terhadap hampir seluruh wilayah Lombok setelah berhasil menaklukan Selaprang dan memukul mundur pengaruh Makassar.
Belanda yang saat itu telah menguasai Sumbawa dibukakan jalan oleh bangsawan Sasak untuk berkuasa di Lombok. Konon Kabarnya para bangsawan sasak meminta campur tangan dari militer Belanda agar memerangi dinasti Bali di Lombok. Ketika akhirnya Belanda berhasil mengambil penguasaan Lombok dari Kerajaan Bali, alih-alih mengembalikan Lombok kepada para bangsawan Sasak, mereka justru menjadi penjajah baru di wilayah itu. Menurut Kraan (1976) menyebutkan bahwa Belanda telah berhasil mengambil wilayah yang sebelumnya berada di bawah Kerajaan Bali, dan memberlakukan pajak yang sangat tinggi pada penduduknya.

Antara Jawa-Bali-Lombok memang mempunyai beberapa kesamaan budaya, selain karena faktor perluasan kekuasaan kerajaan-kerajaan yang silih berganti, kedekatan wilayah yang memungkinkan penduduknya dengan mudah berpindah dan terjadi akulturasi budayanya.

Bahasa Lombok

Etnologi: Cabang dari antropologi, yang mempelajari berbagai suku bangsa beserta aspek kebudayaannya, dan hubungan antara satu bangsa dengan bangsa lainnya. Etnis: Suku bangsa. Etnolog: Adalah orang yang ahli etnologi.Bahasa Sasak, terutama yang berkenaan dengan sistem aksaranya, memiliki kedekatan dengan sistem aksara Jawa-Bali, sama-sama menggunakan aksara Ha-Na-Ca-Ra-Ka. Kendati demikian, secara pelafalan, bahasa Sasak ternyata lebih memiliki kedekatan dengan bahasa Bali. Menurut penelitian para etnolog yang mengumpulkan hampir semua bahasa di dunia, menggolongkan bahasa Sasak kedalam rumbun bahasa Austronesia Malayu-Polinesian, Juga ada kesamaan ciri dengan rumpun bahasa Sunda-Sulawesi, dan Bali-Sasak.

Bahasa Sasak yang digunakan di Lombok secara dialek dan lingkup kosakatanya dapat digolongkan kedalam beberapa bahasa sesuai dengan wilayah penuturnya; Mriak-Mriku (Lombok Selatan), Meno-Mene dan Ngeno-Ngene (Lombok Tengah), Ngeto-Ngete (Lombok Tenggara), dan Kuto-Kute (Lombok Utara).
Struktur dan Sistem Masyarakat

tenun rangrang sukarare lombok
tenun rangrang sukarare lombok

Suku Sasak pada masa lalu secara sosial-politik, digolongkan dalam dua tingkatan sosial utama, yaitu golongan bangsawan yang disebut perwangsa dan bangsa Ama atau jajar karang sebagai golongan masyarakat kebanyakan.
Golongan perwangsa ini terbagi lagi atas dua tingkatan, yaitu bangsawan tingi (perwangsa) sebagai penguasa dan bangsawan rendahan (triwangsa). Bangsawan penguasa (perwangsa) umumnya menggunakan gelar datu. Selain itu mereka juga disebut Raden untuk kaum laki-laki dan Denda untuk perempuan. Seorang Raden jika menjadi penguasa maka berhak memakai gelar datu. Perubahan gelar dan pengangkatan seorang bangsawan penguasa itu umumnya dilakukan melalui serangkaian upacara kerajaan.

Bangsawan rendahan (triwangsa) biasanya menggunakan gelar lalu untuk para lelakinya dan baiq untuk kaum perempuan. Tingkatan terakhir disebut jajar karang atau masyarakat biasa.Panggilan untuk kaum laki-laki di masyarakat umum ini adalah loq dan untuk perempuan adalah le.

Golongan bangsawan baik perwangsa dan triwangsa disebut sebagai permenak. Para permenak ini biasanya menguasai sejumlah sumber daya dan juga tanah. Ketika Kerajaan Bali dinasti Karangasem berkuasa di Pulau Lombok, mereka yang disebut permenak kehilangan haknya dan hanya menduduki jabatan pembekel (pejabat pembantu kerajaan).

Masyarakat Sasak sangat menghormati golongan permenak baik berdasarkan ikatan tradisi dan atau berdasarkan ikatan kerajaan. Di sejumlah desa, seperti wilayah Praya dan Sakra, terdapat hak tanah perdikan (wilayah pemberian kerajaan yang bebas dari kewajiban pajak). Setiap penduduk mempunyai kewajiban apati getih, yaitu kewajiban untuk membela wilayahnya dan ikut serta dalam peperangan. Kepada mereka yang berjasa, Kerajaan akan memberikan beberapa imbalan, salah satunya adalah dijadikan wilayah perdikan.

Landasan sistem sosial masyarakat dalam kehidupan suku Sasak umumnya mengikuti garis keturunan dari pihak laki-laki (patrilineal). Akan tetapi, dalam beberapa kasus hubungan masyarakatnnya terkesan bilateral atau parental (garis keturunan diperhitungkan dari kedua belah pihak; ayah dan ibu).

Pola kekerabatan yang dalam tradisi suku sasak disebut Wiring Kadang ini mengatur hak dan kewajiban anggota masyarakatnya. Unsur-unsur kekerabatan ini meliputi Kakek, Ayah, Paman (saudara laki-laki ayah), Sepupu (anak lelaki saudara lelaki ayah), dan anak-anak mereka.

Wiring Kadang juga mengatur tanggung jawab mereka terhadap masalah-masalah keluarga; pernikahan, masalah warisan dan hak-kewajiban mereka. Harta warisan disebut pustaka dapat berbentuk tanah, rumah, dan juga benda-benda lainnya yang merupakan peninggalan leluhur. Orang-orang Bali memiliki pola kekerabatan yang hampir sama disebut purusa dengan harta waris yang disebut pusaka.

Tata Ruang dan Arsitektur Suku Sasak

Rumah-rumah suku Sasak berbeda dengan arsitektur Bali pada umumnya. Di dataran, perkampungan suku Sasak cenderung luas dan melintang. Desa-desa Suku Sasak di wilayah pegunungan tertata rapi mengikuti perencanaan yang pasti. Di Lombok bagian utara, biasanya perkampungan Suku Sasak terdapat dua baris rumah tipe bale, dengan sederet lumbung padinya di satu sisi yang lain. Bangunan lain yang menjadi ciri khas perkampungan orang Sasak adalah rumah besar (bale bele).

Di antara deretan rumah-rumah itu dibangun balai yang bersisi terbuka (beruga) sebagai tempat pertemuan. Balai terbuka menyediakan panggung untuk kegiatan sehari-hari dalam fungsi hubungan sosial masyarakat. Balai ini juga digunakan untuk urusan keagamaan misalnya upacara penghormatan jenazah sebelum dikuburkan. Sementara makam leluhur yang terdiri dari rumah-rumah kayu dan bambu kecil dibangun di wilayah bagian atas dari perkampungan.

“Lumbung Padi Suku Sasak”. Gambar oleh Wacana Nusantara

  • Sedikitnya ada empat jenis dasar lumbung dengan ukuran yang berbeda-beda. Semua lumbung, kecuali jenis lumbung padi yang berukuran kecil, memiliki panggung di bawah.
  • Di desa-desa Lombok bagian selatan, panggung yang berada di bagian bawah lumbung padi berperan sebagai balai. Di Lombok bagian utara, tidak semua desa memiliki lumbung padi.
  • Lumbung padi menjadi ciri khas yang sangat menarik dalam arsitektur suku Sasak. Bangunan Lumbung itu didirikan pada tiang-tiang dengan cara dan ciri khas yang mirip bangunan-bangunan Austronesia.
  • Bangunan ini memiliki atap berbentuk “topi” yang ditutup ilalang. Empat tiang besar menyangga tiang-tiang melintang di bagian atas tempat kerangka utama dibangun. Bagian atas penopang kayu kemudian menguatkan rangka-rangka bambunya yang semua bagiannya ditutupi ilalang.
  • Satu-satunya yang dibiarkan terbuka adalah sebuah lubang persegi kecil yang terletak tinggi di bagian ujung berfungsi untuk menaruh padi hasil panen. Untuk mencegah hewan pengerat masuk. Piringan kayu besar yang mereka sebut jelepreng, disusun di bagian atas puncak tiang dasarnya.

Rumah tradisional Suku Sasak berdenah persegi, tidak berjendela dan hanya memiliki satu pintu dengan pintu ganda yang telah diukir halus. Di bagian dalam, tidak terdapat tiang-tiang penyangga atap. Bubungan atapnya curam, terbuat dari jerami yang memiliki ketebalan kurang lebih 15 centimeter. Atap itu sengaja dibiarkan menganjur ke bagian dinding dasar yang hampir menutupi bagian dinding. Dinding terdiri dari dua bagian, bagian tengah yang menyatu dengan atap dibuat dari bambu, bagian bawah dibuat dari campuran lumpur, dan jerami yang permukaannya telah dipelitur halus.

“Rumah Adat Suku Sasak”. Gambar oleh Wacana Nusantara

Rumah digunakan terutama untuk tempat tidur dan memasak. Masyarakat Sasak jarang menghabiskan waktu di dalam rumah sepanjang hari. Di sisi sebelah kiri dibagi untuk tempat tidur anggota keluarga, juga terdapat rak di langit-langitnya untuk menyimpan pusaka dan benda berharga. Anak laki-laki tidur di panggung bawah bagian luar; anak perempuan tidur di atas bagian dalam panggung.

Untuk kegiatan memasak, bagian dalam rumah berisi tungku yang berada di sisi sebelah kanan yang dilengkapi rak-rak untuk menyimpan dan mengeringkan jagung. Kayu bakar disimpan di belakang rumah, kadang juga disimpan di bawah panggung.

Tradisi dan Seni

Dari sejarahnya yang panjang, Suku Sasak bisa saja diidentifikasikan sebagai budaya yang banyak mendapat pengaruh dari Jawa dan Bali. Pun sejarah mencatatnya demikian, kenyataannya kebudayaan Suku Sasak memiliki corak dan ciri budaya yang khas, asli dan sangat mapan hingga berbeda dengan budaya suku-suku lainnya di Nusantara. Kini, Sasak bahkan dikenal bukan hanya sebagai kelompok masyarakat tapi juga merupakan entitas budaya yang melambangkan kekayaan tradisi Bangsa Indonesia di mata dunia.

Berikut beberapa seni dan tradisi yang cukup terkenal dari suku Sasak:

  1. “Tarung Peresean Tempo Doeloe”. Foto dari Tropenmuseum. Senjata yang digunakan adalah sebilah rotan yang dilapisi pecahan kaca. Dan untuk menangkis serangan, pepadu (pemain) biasanya membawa sebuah perisai (ende) yan terbuat dari kayu berlapis kulit lembu atau kerbau. Setiap pepadu memakai ikat kepala dan mengenakan kain panjang.
    Festival peresean diadakan setiap tahun terutama di Kabupaten Lombok Timur yang akan diikuti oleh pepadu dari seluruh Pulau Lombok.
  2. Begasingan. Permainan rakyat yang mempunyai unsur seni dan olahraga, bahkan termasuk permainan tradisional yang tergolong tua di masyarakat Sasak. Permainan tradisional ini juga dikenal di beberapa wilayah lain di Indonesia. Hanya saja, Gasing orang sasak ini berbeda baik bentuk maupun aturan permainannya. Gasing besar, mereka namai pemantok, digunakan untuk menghantam gasing pengorong atau pelepas yang ukurannya lebih kecil. Begasingan berasal dari kata gang yang artinya “lokasi”, dan dari kata sing artinya “suara”. Permainan tradisional ini tak mengenal umur dan tempat, bisa siapa saja, bisa di mana saja.
  3. Slober. Alat musik tradisional Lombok yang cukup tua, unik, dan bersahaja. Slober dibuat dari pelepah enau dan ketika dimainkan alat musik ini biasanya didukung dengan alat musik lainnya seperti gendang, gambus, seruling, dll. Kesenian yang masih dapat anda saksikan hingga saat ini, sangat asyik jika dimainkan ketika malam bulan purnama.
  4. Gendang Beleq. Satu dari kesenian Lombok yang mendunia. Gendang Beleq merupakan pertunjukan dengan alat perkusi gendang berukuran besar (Beleq) sebagai ensembel utamanya. Komposisi musiknya dapat dimainkan dengan posisi duduk, berdiri, dan berjalan untuk mengarak iring-iringan.
    • Ada dua jenis gendang beleq yang berfungsi sebagai pembawa dinamika yaitu gendang laki-laki atau gendang mama dan gendang nina atau gendang perempuan).
    • Sebagai pembawa melodi adalah gendang kodeq atau gendang kecil. Sedangkan sebagai alat ritmis adalah dua buah reog, 6-8 buah perembak kodeq, sebuah petuk, sebuah gong besar, sebuah gong penyentak , sebuah gong oncer, dan dua buah lelontek.
    • Menurut cerita, gendang beleq dahulu dimainkan bila ada pesta-pesta yang diselenggarakan oleh pihak kerajaan. Bila terjadi perang gendang ini berfungsi sebagai penyemangat prajurit yang ikut berperang.
Posted on Leave a comment

MEMANFAATKAN LIBURAN KE LOMBOK SELAMA 5HARI 4MALAM

MEMANFAATKAN LIBURAN KE LOMBOK SELAMA 5HARI 4MALAM

paket-tour-lombok-gili-trawangan-murahArtikel selanjutnya stelah beberapa artikel lainnya sudah di post minggu-minggu lalu ya kali ini kembali kita akan membahas mengenai PULAU LOMBOK,singkat cerita pulau lombok ini memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah dan banyak terdapat destinasi wisata yang begitu terkenal sampai ke luar negri sana contohnya saja siapa yg gak tau Gili Trawangan?? Opps itu hanya sebagian kecilnya saja berikut lebih jelas dan detail akan kita saji di bawah ini,hhe
Walaupun lombok tergolong pulau kecil, Lombok yang memiliki ratusan destinasi wisata yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil ditengah laut yang disebut Gili, puluhan air terjun yang spektakuler, pesisir-pesisir pantai berpasir putih yang identik dengan pasir merica-nya, juga Gunung Rinjani yang merupakan gunung tertinggi nomor 2 di Indonesia dengan ketinggian 3726mdpl yang masuk nominasi gunung favorite para pendaki karena terkenal keindahannya.
Mengexplore seluruh destinasi wisata lombok tidak cukup hanya ¾ hari saja. Jika tanpa persiapan yang matang dan tujuan yang jelas, percayalah kamu hanya akan menghabiskan waktu untuk mikir. jadi, jika kamu ingin berlibur ke Lombok dengan waktu yang terbatas, ada baiknya mencatat point point penting dan beberapa rekomendasi destinasi harian berikut ini yaa :

1. Mengeksplore Gili Trawangan
Gili Trawangan , atau yang hanya bisa di sebut Gili T, adalah pulau yang terbesar dan paling banyak dikunjungi dari tiga Kepulauan Gili Lombok (gili air ,gili meno) . Gili Trawangan menjadi urutan pertama dari tiga pulau yang paling banyak menarik wisatawan, dan backpackers hingga saat ini, rasanya sangat tidak lengkap jika berlibur ke pulau lombok tanpa menikmati suasana di gili trawangan ini,pulau yang indah pantainya bersih dan tak ada polusi,yang ada hanya andong dan sepeda sja untuk transportasinya.
Untuk menuju gili trawangan kalau dari bandara international lombok jaraknya sekitar 1 jam stengah perjalanan menuju pelabuhan bangsal / teluk nara,oh ya perlu di ketahui untuk menuju gili trawangan ada dua jalur yang bisa anda lewati ya :

– Pelabuhan bangsal ,di pelabuhan bangsal ini anda akan menggunakan boat publik yang di isi sekitar 40 orang (campur-campur) dan biayanya yang murah per orang hanya bertarif 17.000 saja, namun kekurangannya adalah harus menunggu boat penuh dahulu dan sedikit berdesakan ,waktunya juga harus mengikuti jadwal yang ada.

– Pelabuhan teluk nara ,di pelabuhan teluk nara ini berbeda jauh dengan yang di pelabuhan bangsal,dsini kita menggunakan speedboat private tetapi untuk masalah harga pp jauh berbeda dengan yg boat publik yaitu charter 750.000 isi dalam speedboat min 10 orang, tetapi jangan khawatir dengan masalah harga yang utama adalah kenyamanan anda dalam liburan. Jika menggunakan speedboat ini kita bebas mengatur waktu kapan berangkat,kapan di jemput,jam berapa kita mau itu lah bedanya dengan boat publik yg tutup jam 4 sore.
Dan yang paling dicari adalah untuk sunsetnya yang begitu indah dan tampak jelas. Di gili trawangan terdapat icon yang mendunia yaitu sebuah ayunan yang berada di depan hotel ombak sunset,ya wajar saja ya dari namanya saja sudah kelihatan,para wisatawan asing dan lokal setiap menjelang sunset mereka berkumpul di pinggir pantai ini untuk bergilir mengambil foto dan mengabadikan nya loo, sangking ramenya yaa antri gitu 😀

2. Mengeksplore Waterfall
Di Senaru, kamu bisa memarkir kendaraan langsung di dekat pintu masuk air terjun atau bisa memarkir kendaraan di area parkir restoran dan rumah makan di sekitar sana. Sebagai traveller yang baik, jangan lupa bayar tiket masuk ya, hanya Rp. 5000 per orang. Jangan lupa persiapkan fisik juga ya, karena perjalanan menuju kedua air terjun yang menawan ini sedikit “adventure”. Melewati ratusan anak tangga turun naik, hutan belantara juga anak sungai yang airnya sedingin air kulkas.

Dari pintu masuk menuju air terjun pertama (Sendang Gile) membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dari air terjun pertama menuju air terjun kedua (Tiu Kelep) kamu harus berjalan kaki lagi melewati hutan lindung dan juga anak sungai. Jika khawatir dan demi keamanan perjalanan, sebaiknya di pintu masuk kamu pakai jasa local guide yang siap mengantar kamu menuju kedua air terjun ini. Untuk local guide, kamu harus bayar Rp. 100.000 dengan maksimal 5 orang peserta. Lebih dari 5 peserta, maka silahkan tambah bayaran local guide sesuai keikhlasan. Jangan lupa bawa pakaian ganti ya, selain melewati sungai dan harus berbasah basahan sampai lutut, saya yakin kamu akan tergoda untuk mencoba berendam di kesegaran kolam alami yang ada di bawah pusaran air terjun Tiu Kelep. Konon menurut mitos orang tua, mandi di kolam air Terjun Tiu Kelep ini membuat kita terlihat 1 tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

Lanjut ,sepulang dari kedua air terjun tersebut, jangan lupa isi perut dulu di warung warung kakilima atau restoran cepat saji yang ada di sekitaran Senaru biar sehat dan tak terhambat melanjutkan perjalanan. Dari Senaru, turun gunung lalu belok kanan di pertigaan jalan utama menuju ke kampung tradisional bayan dan juga masjid Kuno Bayan yang didirikan sekitar 300 tahun yang lalu. Sekalipun bentuknya sederhana, namun Masjid Kuno Bayan memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia. Kecamatan Bayan yang terletak di Kabupaten Lombok Utara ini dulunya merupakan salah satu pintu / gerbang masuknya ajaran islam di Lombok dan Masjid Kuno ini dipercaya sebagai masjid pertama yang ada di Pulau Lombok.

Sebagai catatan, di Masjid Kuno Bayan ada pemandu lokal / local guide yang akan menjelaskan secara rinci sejarah islam dan juga sejarah wali wali yang mendirikan Masjid Kuno Bayan di jaman dahulu. Setelahnya kamu akan dimintai donasi seikhlasnya untuk perawatan masjid dan juga lingkungan disana.
Next, setelah dari Masjid Kuno Bayan, teruslah menuju arah timur. Sekitar 100 meter dari Masjid kamu akan bertemu pertigaan di dekat Kantor Desa. Teruslah menuju selatan, jangan mengambil jalur kiri. Sekitar 2 sampai 3km dari pertigaan tersebut kamu akan melihat pemandangan sawah yang spektakuler, rice terrace field dengan panorama hijau hijau dilengkapi dengan aktifitas para petani yang layak untuk di abadikan.
Setelah puas hunting foto, saatnya kembali ke Mataram atau Senggigi. Carilah hotel kelas melati di sekitaran central pariwisata Senggigi, beberapa diantaranya adalah Pondok Siti Hawa, Pondok Shinta, Elen Hotel, dan lainnya.

3. Mengeksplore Pantai Sekotong
Jika anda bosan dengan suasana berwisata di tempat yang begitu ramai dan ingin menikmati susasana dengan alam tanpa banyak gangguan dari hiruk-pikuk maka salah satu alternatif yang bisa anda semua kunjungi adalah pantai sekotong,pantai ini memang tidak sepopuler di bandingkan dengan pantai yang lainnya ,namun pantai sekotong menawarkan pesona yang tak kalah dari panatai yang asri hamparan pasir putih halus dengan ombak yang tenang serta hembusan angin yang membuat siapa saja terbuai.
Salah satu daya tarik yang bisa kita temui di pantai-pantai di daerah Sekotong adalah keberadaan bukit-bukit hijau yang bisa kita daki. Darisana kita bisa menyaksikan pemandangan laut lepas yang begitu menawan. Karna lokasinya berada di Lombok Barat, kita juga bisa menyaksikan gagahnya Gunung Agung di Pulau Bali di salah satu pantai di Sekotong.

Berikut adalah 6 pantai cantik yang bisa kita kunjungi di daerah Sekotong :
1. Pantai Bangko Bangko / Desert Point
Ada beberapa pantai di Lombok yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan selancar. Salah satu pantai yang memiliki ombak paling tinggi untuk berselancar adalah Pantai Bangko-bangko atau juga dikenal dengan nama Desert Point yg begitu di sukai banyak peselancar dunia lo bray.

Bagi mereka yang mempunyai hobby surfing, Desert Point adalah tempat yang menjadi tujuan utama. Di pantai ini para peselancar bisa menjalankan papan selancar di ombak yang senantiasa bergulung. Untuk kamu yang tidak suka berselancar, mengunjungi pantai ini bukanlah sebuah kesalahan karna pesona pantai ini tak kalah cantik dengan pantai-pantai lain di Lombok

2. Pantai Elaq – Elaq
Pantai Elaq-elaq adalah pantai yang memiliki daya magis tersendiri lo bray. Pantai ini memiliki air laut yang berwarna biru toska yang benar-benar menggoda iman. Dipadu dengan pasir putih lembut yang niscaya akan membuat siapa saja krasan berlama-lama. Keberadaan bukit-bukit di sekelilingnya semakin membuat pemandangan di sekitar Pantai Elaq-elaq terasa istimewa. Batu-batu karang yang tidak terlalu kasar juga banyak terdapat di sekitar pantai yang memungkingkan kita untuk berdiri atau duduk di atasnya sembari mencari pose terbaik untuk foto

3. Pantai Mekaki
Pantai Mekaki juga akan membuat kita sadar bahwa Lombok memang jagonya untuk urusan pantai. Sekaligus juga menunjukkan bahwa pantai di Lombok tidak hanya Senggigi dan Kuta. Pantai Mekaki juga dianugrahi dengan air laut berwarna biru toska. Bibir pantai yang cukup luas dan panjang menjadikan pantai ini sangat nyaman untuk bermain-main. Tak tahan rasanya untuk segera menceburkan diri ke air lautnya yang bening

4. Mengeksplore Pantai Kuta, Tanjung Aan dan Suku Sasak
Selain karena lebih dekat dari Airport, juga tidak terlalu membutuhkan waktu yang terkesan mendesak. Rutenya adalah start dari Senggigi atau Mataram lalu menuju ke kampung Banyumulek untuk melihat proses pembuatan gerabah dan tembikar tanah liat yang populer sampai mancanegara, lalu dari Banyumulek masuk ke jalur bypass Bandara Lombok.
Sekitar 15 menit dari Tugu Giri Menang Square (berbentuk masjid berkubah emas di bundaran bypass), lihatlah marka dan petunjuk arah / petunjuk jalan di sebelah kiri bertuliskan Kampung Sukarara. Di kampung ini kamu bisa melihat proses pembuatan tenun ikat dan Songket Lombok yang terkenal dan kini di konsep lebih modern oleh designer kondang Dian Pelangi. Selain melihat proses pembuatan tenun songket, kamu bisa belajar gratis dan juga berfoto gratis menggunakan baju adat khas Lombok.

Setelah itu, keluar lagi menuju jalan bypass dan teruslah ke timur melewati Airport Lombok. Di pertigaan pertama setelah melewati Airport, belok kanan menuju jalur Pantai Kuta. Jangan lupa lihat lihat marka dan rambu rambu jalan biar tidak tersesat. Teruslah ke sisi timur pantai Kuta, beberapa spot yang bisa kamu datangi disana adalah : Pantai Tanjung Aan yang masuk sebagai 10 Pantai Tercantik di Dunia 2015 versi Tripadvisor, Pantai Seger dengan monumen Putri Mandalika-nya, juga Pantai Kuta dengan pasir putih nya yang khas, pasir Merica.

Di Pantai Kuta, kamu tidak akan terlalu kesulitan mencari warung makan atau restoran. Setelah puas explore di sisi timur, jika masih banyak waktu luang kamu juga bisa terus ke sisi sebelah barat pantai Kuta sampai tembus ke Pantai Mawun yang juga terkenal kealamiannya. Jangan terlalu sore di tempat ini, karena agak sepi dan juga lampu lampu penerang jalan tidak ada, sehingga di khawatirkan akan membahayakan jika dilewati di malam hari.
5. Perlu di ingat
1. Waktu Tempuh dari Airport ke Senggigi sekitar 1.5 Jam
2. Waktu Tempuh dari Senggigi ke Pelabuhan Bangsal sekitar 30 Menit
3. Waktu Tempuh dari Pelabuhan Bangsal ke Senaru / Air Terjun sekitar 1.5 Jam
4. Waktu Tempuh dari Pelabuhan Bangsal ke Mataram melalui Hutan Lindung Pusuk sekitar 45 menit
5. Tiket Bus Damri dari Airport ke Senggigi / Mataram Rp. 35.000
6. Tiket public boat ke Gili Trawangan Rp. 17.000
7. Tiket charter boat ke Gili Nanggu Rp. 300.000
8. Sewa motor di Senggigi perhari Rp. 50.000 wajib tahan KTP
9. Waktu Tempuh dari Senggigi ke Pelabuhan Tawun (ke Gili Nanggu) sekitar 1.5 jam
10. Waktu Tempuh dari Pelabuhan Tawun ke Gili Nanggu sekitar 30 menit
11. Waktu Tempuh dari Pantai Kuta ke Airport sekitar 30 menit
12. Waktu Tempuh dari Pantai Tanjung Aan ke Airport sekitar 45 menit
Jika ingin berlibur ke pulau lombok dan anda masih bingung ingin mengikuti travel agent di lombok tidak ada salahnya jika mengikuti bersama kami marlionll.com (agent lombok terpercaya).

Posted on Leave a comment

Testimony Keluarga Ibu Nuning untuk Marlion LLC Tours

Tour Lombok by Marlion LLC Tour

Tour date: 14-15-16 January 2016

Group: Keluarga Ibu Nuning Jakarta

TESTIMONY: Kami Travelling dengan Marlion LLC, dan tinggal di hotel TheSantosa (Pantai Senggigi – LOMBOK), menurut kami marlionllc.com :

  • Menyenangkan, Friendly, Sabar,
  • Tepat Waktu, Sehingga Kami dapat mengikuti semua acara Tour
  • Armada yang bagus
  • Semoga Marlion LLC semakin sukses dan mempertahankan kualitas
  • SALAM, Nuning + Tasya Enjayvna + Anna Enjayevna
Posted on Leave a comment

Budaya Lombok dan Adat Istiadat Suku Sasak

Mengenal Budaya Lombok dan Suku Tradisional Sasak-Lombok

paket-tour-lombok-gili-trawangan-murahBudaya merupakan suatu pola hidup yang berkembang dalam masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu budaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan kehidupan dalam masyarakat itu sendiri, hal ini dipertegas oleh Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski yang menyatakan bahwa semua yang ada dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Dari pendapat beberapa ahli didapatkan pula pengertian kebudayaan mencakup sebuah kompleksitas yang memuat pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat, juga pernyataan intelektual yang artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut ahli antropolgi cateora, kebudayaan memiliki beberapa komponen seperti kebudayaan material yang mengacu pada hasil ciptaan masyarakat, contohnya senjata atau perhiasan. Kedua, berupa kebudayaan nonmaterial yang berwujud dongeng, lagu ataupun cerita rakyat yang ada di masing-masing daerah di nusantara. Ketiga, adanya sistem kepercayaan yang banyak mempengaruhi masyarakat dalam memandang kehidupan. Selanjutnya yakni komponen yang memuat nilai estetika dan bahasa sebagai alat komunikasi sehari-hari.

Di Indonesia, terdapat beragam suku bangsa. Keberagaman tersebut menciptakan kebudayaan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, yang kemudian dikenal dengan nama kebudayaan lokal yang kemudian menyatu menjadi kebudayaan nasional. Masyarakat adat pada dasarnya sangat menjunjung tinggi kebudayaan lokal sebagai sebuah warisan budaya dari para leluhur. Namun, tak jarang budaya lokal semakin tergerus karena generasi muda yang seharusnya menjadi pewaris lebih condong terhadapat budaya-budaya asing yang baru.

Kebudayaan lokal dengan beragam keunikan dan ciri khas yang ada, sebenarnya memiliki pesona yang sangat kuat. Pelestarian budaya akan memungkinkan masyarakat asli maupun pengunjung untuk memperlajari kearifan lokal yang termuat di dalamnya. Dan bahkan pesona kebudayaan lokal tak jarang menjadi salah satu daya tarik wisata. Di Lombok misalnya, pulau dengan suku asli Sasak ini memiliki beragam budaya unik. Beberapa diantaranya merupakan budaya hasil dari akulturasi dengan budaya Bali dan Jawa.

Kebudayaan masyarakat Sasak Lombok memang tidak bisa dipisahkan dari pengaruh kebudayaan Bali dan Jawa. Hal ini juga dipertegas dengan latar belakang historis yang menyebutkan bahwa kerajaan Bali pernah berkuasa sekitar tahun 1678 hingga 1849. Dengan memperhatikan rentang waktu yang cukup lama kekuasaan Bali atas Lombok maka tak aneh jika akulturasi dua kebudayaan, yakni penduduk lokal dan Bali melahirkan sebuah kebudayaan baru dalam kehidupan sosial etnis sasak. Contohnya dalam bidang seni tradisional Cepung, dimana terlihat kedua budaya saling tarik-menarik dan melengkapi satu sama lain.

Berdasarkan catatan Van der Kraan, pengaruh luar yang masuk ke dalam kebudayaan Sasak juga berasal dari Jawa. Hal ini ditandai dengan masuknya agama Islam dalam sistem kepercayaan kehidupan masyarakatnya. Bentuk percampuran dua budaya ini terlihat jelas dalam komponen nonmaterial dalam bidang seni seperti Kesenian Tari Rudad, Gamelan Rebana, Wayang Sasak juga Cilokaq. Berikut akan dijabarkan beberapa contoh kebudayaan lokal masyarakat Sasak Lombok yang lain.

Sistem Kepercayaan dan Bahasa

Di atas telah disebutkan bahwa kebudayaan memiliki beberapa komponen, salah satunya adalah sistem kepercayaan. Sebagian besar masyarakat sasak menganut agama Islam. Agama kedua terbesar adalah Hindu yang banyak dianut oleh-oleh warga keturunan Bali. Beberapa penduduk keturunan Cina menganut Kristen, dan sebagian lagi menganut Budha.

Untuk komunikasi sehari-hari, Bahasa yang banyak digunakan adalah bahasa Sasak. Namun di beberapa wilayah Lombok seperti di kotamadya Mataram ada beberapa perkampungan yang menggunakan bahasa Bali.

Tradisi Pernikahan Sasak

Contoh budaya Sasak lainnya nampak pada acara nyongkolan, yakni salah satu rangkaian dari upacara pernikahan. Nyongkolan berupa arak-arakan rombongan pengantin dari rumah mempelai pria menuju rumah pengantin wanita. Rombongan pengantin ini akan diiringi dengan tabuhan musik tradisional Sasak yang disebut Gendang Beleq. Proses ini biasanya dilakukan menjelang sore pada hari Sabtu dan Minggu.

Adapun tetabuhan Gendang Beleq dimaksudkan agar iring-iringan menarik perhatian masyarakat sehingga tujuan nyongkolan tercapai yakni memperkenalkan pasangan pengantin kepada masyarakat sekitar. Selain itu, Gendang Beleq juga berfungsi untuk mengiringi acara ngurisang (potong rambut bayi), ngitanang (sunatan), begawe beleq (upacara besar), ataupun untuk acara festival seperti ulang tahun kota atau provinsi. Sedangkan di zaman dulu, Gendang Beleq berfungsi sebagai musik perang yang mengiringi ksatria Lombok saat berangkat atau pulang dari medan laga.

Gendang Beleq

Gendang Beleq merupakan salah satu kesenian tradisional yang telah sangat lama berkembang dan dikenal dengan baik oleh masyarakat suku Sasak. Dalam perjalanannya, kesenian tradisional Gendang Bedeq telah mengalami pasang surut perkembangan. Bahkan, dengan perkembangan yang sangat pesat pada akhir-akhir ini, kesenian tradisional Gendang Beleq telah tumbuh kembali menjadi kesenian yang sangat populer pada seluruh lapisan masyarakat suku Sasak.
Kesenian Gendang Beleq telah hadir dengan fungsi  sebagai pelengkap kebudayaan serta menjadi salah satu sarana pengungkap makna-makna luhur kebudayaan. Pada sisi lain,  kesenian Gendang Beleq memiliki potensi yang sangat besar sebagai media pendidikan bagi masyarakat dan sebagi salah satu sumber devisa bagi negara yang dengan sendirinya dapat pula meningkatkan  taraf  hidup para seniman pendukungnya.
Nama kesenian Gendang Beleq diambil dari salah satu alat musik yang digunakan yaitu dua buah gendang berukuran besar dan panjang. Bentuk kesenian tradisional Gendang Beleq  yang kita temukan dewasa ini merupakan perkembangan bentuk karena pengaruh kesenian Bali yaitu Tawaq-Tawaq. Perubahan bentuk kesenian ini pertama kali terjadi sekitar tahun 1800 M, ketika Anak Agung Gede Ngurang Karang Asem memerintah di gumi Sasak.

Sebelumnya, kesenian Gendang Beleq hanya terdiri atas sebuah Jidur (gendang besar yang berbentuk beduq), sebuah gong dan sebuah suling. Demikian besar pengaruh kebudayaan Bali pada waktu itu, sehingga peralatan kesenian ini berkembang sesuai dengan alat yang digunakan pada kesenian tawaq-tawaq. Akan tetapi, agar tidak meninggalkan nilai-nilai Islam, para seniman suku Sasak pada waktu itu tetap mempertahankan bentuk gendang besar yang menyerupai beduq yang digunakan di masjid. Selain itu, jumlah personil yang digunakan pun dibatasi pada jumlah 13 atau 17 orang pemain. Bilangan ini menunjukkan bilangan rakaat dalam shalat. Demikian pula dengan tata cara memainkan alat ini merupakan implementasi dari pelaksaan shalat berjamaah dan tuntunan hidup bermasyarakat dengan nilai-nilai keislaman.

Sebuah grup gendang beleq biasanya terdiri dari 15 – 17 orang yang biasanya semua laki – laki. Gendang beleq sebenarnya merupakan salah satu instrumen yang ada pada tarian ini. Disebut gendang beleq karena salah satu musiknya adalah gendang beleq (gendang besar). Gendang beleq (gendang besar ) ini biasanya terbuat dari kulit sapi, besi tua dan kayu yang panjangnya bisa mencapai lebih dari satu meter dan disandang pada pundak dua pemain.

Pada umumnya gendang beleq (gendang besar) dicat hitam putih dengan pola kotak – kotak. Di Lombok kedua warna itu memang mempunyai arti simbolis. Hitam adalah lambang keadilan sedangkan putih adalah lambang kesucian. Selain itu, hitam juga diibaratkan sebagai bumi dan putih diibaratkan sebagai langit yang keduanya merupakan kekuatan yang harus selalu ada dalam kehidupan manusia

Tari Rudat

Tari Rudat adalah sebuah tari tradisional yang masih banyak terdapat di Pulau Lombok. Dibawakan oleh 13 penari yang berdandan mirip prajurit. Berbaju lengan panjang warna kuning, celana sebatas lutut warna biru, berkopiah panjang mirip Aladin warna merah yang dililit kain warna putih atau biasa disebut tarbus. Mereka dipimpin oleh seorang komandan yang mengenakan kopiah mirip mahkota, lengkap dengan pedang di tangan.

Biasanya tarian ini dibawakan pada saat upacara khitanan, katam Al Quran, Maulid Nabi peringatan Isra Mi’raj, dan peringatan hari-hari besar Islam lainnya.

Tari Rudat ditarikan sambil menyanyi dengan lagu yang melodi dan iramanya seperti lagu melayu. Syairnya ada yang berbahasa Arab dan ada pula yang berbahasa Indonesia. Tari Rudat diiringi sejumlah alat musik rebana yang terdiri dari jidur, rebana, dap, mandolin dan biola. Gerak tarian rudat merupakan gerak seni bela diri pencak silat yang menggambarkan sikap waspada dan siap siaga prajurit Islam tempo dulu.

Itulah sebabnya, mereka banyak menggunakan gerakan tangan dan kaki. Kadang tangan diayun kiri kanan, kadang mirip gelombang, tapi di saat lain mereka melakukan gerakan memukul dan menendang.

Sesungguhnya asal-usul kesenian rudat sampai saat ini masih belum begitu jelas. Sebagian berpendapat, bahwa kesenian rudat ini merupakan perkembangan dari zikir zaman dan burdah, yaitu zikir yang disertai gerakan pencak silat. Burdah adalah nyanyian yang diiringi seperangkat rebana ukuran besar.

Pendapat lain mengatakan, konon tari ini berasal dari Turki yang masuk bersama penyebaran agama Islam di Indonesia pada abad XV. Itulah sebabnya, tarian ini kentara sekali warna Islamnya, terutama dalam lagu dan musiknya. Di Lombok Timur dapat kita jumpai dan saksikan hampir di semua Kecamatan.

Seni Bela Diri Perisaian

Kesenian tradisional Sasak yang cukup banyak mendapat sorotan adalah budaya Perisaian. Walaupun pada zaman dulu perisaian digunakan sebagai tarian pemanggil hujan, sekarang perisaian telah berkembang menjadi sebuah permainan rakyat yang terorganisir dalam bentuk event perlombaan yang diselenggarakan dari tingkat desa, hingga kabupaten. Seni bela diri ini menggunakan penjalin (rotan) sebagai senjata dan ende (perisai) yang terbuat dari kulit rusa atau sapi. Pemainnya disebut pepadu, terdiri dari dua orang remaja atau dewasa yang kemudian beradu keterampilan. Tanda kemenangan atas lawan dari seorang pepadu adalah apabila berhasil memukul lawan dibagian kepala hingga bocor (meneteskan darah).

Kain Rarang Tenun khas Lombok di Pengrajin Desa Sukarara merupakan desa penghasil kerajinan tenun songket Lombok yang terkenal. Lokasinya berada di luar jalur jalan negara, Kecamatan Jonggot, Lombok Tengah. Perjalanan menuju desa ini dapat ditempuh menggunakan angkutan umum dari Bertais ke Praya dan turun ketika menjelang sampai di Puyung. Kemudian dapat dilanjutkan dengan memakai jasa ojek menuju Sukarara. Desa ini berjarak sekitar 25 km dari kota Mataram. Disarankan, bila berkunjung ke desa ini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan, mengingat angkutan umum yang jarang untuk ditemui.

Seperti dikenal sebelumnya bahwa Sukarara adalah sentra penghasil songket terbesar di Lombok. Hal ini sudah menjadi bagian dari komoditi hingga merambah pasaran luar negeri. Tenun songket merupakan kain tenun yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan dengan hiasan-hiasan dari benang sintetis berwarna emas, perak, dan warna lainnya. Hiasan itu disisipkan di antara benang lusi. Terkadang hiasan dapat berupa manik-manik, kerang, maupun uang logam.

Setibanya di Sukarara, maka pengunjung akan langsung disambut oleh kaum perempuan berpakaian adat Sasak. Mereka dengan sigap mendemonstrasikan keterampilan mereka dalam menenun. Beberapa toko biasanya menyuguhkan tontonan teknik-teknik menenun kain songket, hal tersebut dapat langsung dilihat oleh para pengunjung. Teknik-teknik tersebut merupakan teknik tradisional sederhana yang masih dilakukan oleh pengrajin, yakni mulai dari mengolah benang (menggunakan pemberat yang diputar-putar dengan jari-jari tangan, pemberat tersebut berbentuk seperti gasing terbuat dari kayu), hingga menjadi selembar kain yang berwarna warni. Pengunjung yang berminat pun dapat turut serta mencoba menenun seperti perempuan-perempuan sasak itu.

Kain tenun rata-rata dikerjakan di rumah (home industry). Hampir setiap rumah memiliki alat tenunnya sendiri. Namun, profesi penenun hanya dilakoni oleh kaum perempuannya saja, sedangkan para pria bekerja sebagai petani di sawah. Ada tradisi unik terkait songket ini, kaum perempuan yang ingin menikah diwajibkan untuk memberikan kain tenun buatannya sendiri kepada pasangan. Apabila belum mampu membuat tenun songket, maka perempuan tersebut belum boleh menikah. Namun, bila nekat ingin menikah juga, maka perempuan tersebut akan dikenakan denda. Denda dapat berupa uang maupun hasil panen padi.

Motif-motif songket yang ditawarkan pun sangat beragam, antara lain motif ayam, motif kembang delapan, motif kembang empat, motif begambar tokek yang merupakan simbol keberuntungan, motif pakerot yang berbentuk horizontal, motif trudak yang berwarna violet, dan masih banyak lagi. Masing-masing motif memiliki maknanya sendiri-sendiri.
Desa Sukarara juga memproduksi tenun ikat. Bahan tenun ikat sangat sederhana yakni terbuat dari bahan katun. Waktu produksi tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup satu hari penenun dapat menyelesaikan tenun ikat sepanjang 3 meter. Harga tenun ikat pun bervariasi tergantung bahan pewarna kainnya, apabila terbuat dari pewarna kimia maka dibanderol dari harga Rp.100.000-an, sedangkan kain yang terbuat dari pewarna alami maka harga dipatok dikisaran Rp.150.000-an.

Untuk harga tenun songketnya pun bervariasi sesuai dengan ukuran, tingkat kesulitan, dan bahan baku yang dipakai. Paling murah didapati harga Rp.50.000 untuk ukuran taplak meja kecil, sedangkan untuk selendang, syal, dan ikat kepala dapat dibanderol harga sekitar Rp. 100.000. Kain tenunan yang dikombinasikan dengan benang emas bisa bernilai sekitar Rp.1,5 jutaan hingga Rp.2,5 jutaan.

Kuliner Lombok

Ciri yang menonjol dalam menu-menu masakan Lombok adalah citarasanya yang pedas. Ini karena beberapa menu terkenal seperti Nasi Puyung, Pelecing Kangkung, Pelecing Manok juga Ayam Taliwang memang didominasi oleh rasa pedas.

Namun ada juga menu lain yang manis seperti jajanan Kelepon Kecerit. Jajanan yang terbuat dari tepung beras dan gula merah ini umumnya berwarna hijau dan berbentuk bola. Ada sensasi ledakan kecil yang membuat cairan gula merah di dalamnya muncrat (kecerit) ketika digigit. Menu khas lain adalah Ares yang sering ditemukan pada acara-acara begawe (pesta/upacara besar). Ares terbuat dari hati batang pisang yang paling muda, dipotong kecil kemudian diberi bumbu. Selain karena menggunakan ragi beleq, yakni istilah bumbu lengkap dalam ragian Sasak, Ares juga membutuhkan proses memasak yang cukup lama. Itulah sebabnya menu ini kadang hanya ditemui dalam acara-acara tertentu seperti pernikahan, kelahiran ataupun kematian.

Posted on Leave a comment

TANJUNG AAN

TANJUNG AAN

Lombok memang punya banyak pantai yang indah dan mengagumkan, terlebih pantai yang ada di bagian selatan Pulau lombok ini. Merupakan satu dari sekian pantai tyang harus masuk di dalam daftar rincian wisata ke Lombok anda,yaitu Pantai Tanjung Aan, di tempat asal Sang legenda Puteri Mandalika ini pantainya ini langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, dan mempunyai garis pantai sepanjang kurang lebih 2 Kilometer. Satu hal yang sangat berbeda adalah saat kaki Anda menginjak Pantai Tanjung Aan ini, yaitu bentuk pasirnya.Tak seperti Pantai yang ada di Lombok lainnya, pasir Pantai Tanjung Aan berbentuk bulat seperti merica, menarik bukan? Jarang lo ada pasir yang berbentuk sperti ini di temukaan.

Pantai Tanjung Aan ini sangat tepat buat Anda yang suka dengan ber-snorkling dan berenang. Karena ombaknya yang cukup tenang & aman dengan kedalaman yang relatif dangkal. Jika Anda lupa membawa peralatan untuk snorkel anda, ada tersedia tempat sewaan alat snorkling di tepi pantai. Tetapi saat menjelang sore hari permukaan air laut disini akan mulai naik, menjadikan Pantai Tanjung Aan ini tempat yang tepat untuk berselancar. Di sekitaran pantai sini memang banyak tempat untuk surfing dan snorkeling.
Pantai Tanjung Aan ini dikelilingi oleh beberapa bukit untuk melihat pemandangan dari atasnya anda bisa dengan mudah mencapai bukit tersebut karena bukit tersebut tidak terlalu tinggi, jika ingin melihat pemandangan Pantai Aan yang indah dari ketinggian. Di sekitaran wisata pantai Lombok ini, anda akan menemui ada beberapa payung kayu dengan rajutan khas jerami sebagai atapnya. Salah satu cara untuk dapat menikmati Pantai Tanjung Aan ini bisa dengan berbaring di bawah payung tersebut, sambil menikmati kelapa muda yang bisa anda beli di sekitar pantai yang berjejer. Dan anda juga bisa mengunjungi beberapa restoran yang tersedia berbagai macam masakan untuk bisa mencoba menu-menu masakan setempat, sambil menikmati keindahan Pantai Tanjung Aan yang menakjubkan dan indah.

Saat musim liburan panjang Pantai Tanjung Aan ini banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik. Namun jika anda datang berkunjung saat bulan Februari, pantai tanjung aan ini akan banyak dengan wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. “Nyale” sendiri merupakan sebutan masyarakat setempat untuk jenis cacing laut yang muncul pada saat tertentu di daerah Pantai Tanjung Aan dan ada di beberapa tempat lainnya di Indonesia (Sumbawa, Maluku, dan terutama di Lombok). Setidaknya ada 4 spesies Nyale dari Famili Eunicidae, yaitu Eunice siciliensis, Eunice viridis, Licydice collaris, dan juga 1 spesies dari Nyale Famili Nereidae yaitu Dendronereides heteropoda.

Pantai Tanjung Aan di Pulau Lombok ini letaknya sekitar 75 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar 3 Kilometer dari Pantai Kuta Lombok. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Mataram, perjalanan akan Anda tempuh selama kurang lebih 1,5 jam. Dengan rute Mataram – Cakranegara – Kediri – Praya – Batunyale – Sengkol – Rambitan – Tj.Aan

Ada juga beberapa pantai yang bisa Anda kunjungi selain tanjung aan ketika sedang berlibur ke Lombok. Namun, jika ingin mencari pantai yang masih lumayan sepi alami dan tidak mainstream, Anda juga bisa menjadikan pantai-pantai yang berada di kabupaten Lombok Tengah ini sebagai destinasi pilihan liburan anda. Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang memiliki banyak pantai sebagian besar mayoritas masih cukup sepi dan alami menjadikan salah satu pantai yang cukup terkenal disana adalah pantai Kuta. Namanya memang sama dengan pantai yang ada di Bali. Tapi, tentu saja keduanya ini berada di lokasi yang berbeda-beda
Berikut ini adalah daftar pantai – pantai yang ada di kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang akan membuat liburan Anda menjadi semakin berkesan

1. Pantai Selong Belanak
Nama pantai ini diambil dari asal nama desa setempat pantai berada yakni Selong Belanak. Saat sampai di pantai ini anda akan disambut dengan pemandangan air biru laut yang sangat jernih dan menyejukkan hati,ciyelah. Pantai ini cukup luas dan sangat landai. Jika anda berlibur kesini rombongan, rasanya akan sayang jika tidak dimanfaatkan untuk bermain bola. Luasnya pantai ini membuatnya menjadi tempat yang asyik untuk bermain bola sambil berbasah-basahan, dan jangan lupa untuk mengabadikann foto setiap momentntya.
Pantai ini dikelilingi juga oleh bukit-bukit yang membuat pemandangan semakin menggoda. Banyak terdapat bebatuan karang yang berlokasi di bagian timur pantai, anda bisa duduk-duduk santai di bebatuan tersebut sambil menikmati indahnya pemandangan pantai dan mengopi-ngopi.

2. Pantai Mawun
Tak jauh seperti pantai Selong Belanak, kekaguman akan langsung terpancar ketika saat pertama kali melihat birunya air di pantai Mawun dan benar-benar biru. Pasir putih di pantai Mawun ini begitu lembut seperti tepung. Pantai ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang warnanya akan berubah sesuai dengan musim berjalan. Pada musim penghujan warna bukit akan tampak hijau menyejukkan mata sedangkan pada musim kemarau warna bukit tersebut akan berubah menjadi kecoklatan dan gersang, namun tetap indah dan mempunyai ciri khas.

Di ujung sebelah selatannya ada sebuah bukit yang cukup tinggi yang bisa untuk didaki jika mau dan kuat. Dari ketinggian atas bukit inianda akan bisa menyaksikan pemandangan biru lautan lepas. Pantai ini tidak terlalu luas dan cukup dalam di bagian pinggirnya. Banyak pengunjung yang datang kesini untuk berselancar. Terdapat sebuah pohon di pinggir pantai yang bisa digunakan pengunjung untuk berteduh sembari menikmati pemandangan birunya air laut. Bagaimana ? indah bukan ?

3.Pantai Mawi Lombok (Mawi Beach Lombok)
Letaknya kurang lebih 40 menit perjalanan dari arah barat Pantai Kuta menuju Pantai Selong Belanak. Pemandangan pantai yang indah dengan pasir putih membentang cocok untuk rekreasi. Mawi beach terletak sekitar 5 km dari pantai selong belanak. Jalan menuju pantai mawi ini tak terlalu bagus, masih berupa jalan tanah ajaa. Tapi setelah sampai di pantai mawi, semua yang telah kita rasakan selama perjalanan akan sirna setelah melihat indahnya pantai mawi ini lo.
Mawi adalah salah satu tempat di Pulau Lombok yang disukai oleh para surfer baik surfer lokal maupun surfer dari manca negara. Karena ketinggian ombak yang ada di pantai mawi ini sangat cocok untuk suasana selancar.

Oke mungkin sampai disini aja yaa,hhe sampai jumpa di artikel selanjutnya ..lombok itu indah

Posted on Leave a comment

Air Terjun di lombok

 

Air Terjun di lombok

Hay sobat bertemu lagi dengan artikel saya yg selanjutnya ini akan membahas tentang ai terjun yg ada di pulau lombok langsung saja cekidot. Ada beberapa cara untuk anda berbasah-basahan ria di tempat wisata di Lombok ini. Anda juga bisa bermain air di pantainya atau bisa juga dengan berkunjung ke air terjunnya. Eitz jangan salah, anda bisa mendapatkan semuanya lengkap di Pulau Lombok ini. Jika anda menginginkan suasana yang sejuk dan segar sambilan bermain air, maka wisata alam air terjun adalah tempat yang tepat untuk anda kunjungi pastinya.

Anda bisa mengunjungi banyak air terjun yang ada di Pulau Lombok. Beberapa diantaranya berada di kaki Gunung Rinjani. Jika Anda ingin melihat air terjun yang menakjubkan, coba kunjungi Air Terjun Benang Kelambu. Karena mungkin aja air terjun ini merupakan air terjun yang terindah di Indonesia yang pernah Anda lihat. Wow bukan hanya air terjun itu saja ada banyak lagi air terjun lho.

Air Terjun Benang Kelambu adalah air terjun yang paling terkenal di Pulau Lombok. Wisata alam air terjun ini berada di kaki Gunung Agung, pas berada di tengah-tengah Pulau Lombok. Air Terjun Benang Kelambu terletak sekitar 32 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar 1 jam perjalanan saja.Anda bisa menempuh jalur Mataram-Narmada-Sedau-Pancor Dau-Teratak-Desa Aik Berik. Disarankan agar Anda bertanya pada penduduk setempat mengenai lokasi air terjun ini jika anda susah untuk menemukannya. Karena hanya ada satu tanda jalan menuju Air Terjun Benang Kelambu tersebut. Atau anda juga bisa menanyakan pada petugas hotel atau agen tur dll.

Di pintu masuk air terjun ini, Anda hanya perlu membayar Rp. 5.000,- untuk masuk ke lokasi air terjun. Setelah Anda melewati gerbang masuk, Anda akan disambut dengan pepohonan yang rindang serta suasana yang damai dan sejuk. Jalan menuju ke lokasi air terjun sudah dibangun sedemikian rupa, sehingga Anda bisa menuju ke air terjun dengan nyaman. Di sepanjang sisi jalan Anda bisa menemui warung-warung kecil yang menjual makanan ringan dan minuman. Anda juga bisa mencoba Nasi Kaput, sejenis nasi campur dengan bungkusan kertas.

Jangan lupa untuk membawa minuman, karena Anda akan berjalan sejauh 500 Meter untuk mencapai lokasi air terjun. Di tengah perjalanan nanti anda akan mendengar suara gemuruh air terjunnya. Tapi jangan salah, itu adalah suara gemuruh dari Air Terjun Benang Setokel. betul, di lokasi ini terdapat dua air terjun. Anda bisa mampir sejenak di Air Terjun Setokel ini. Jika kuat bisa naik ke atas untuk menuju air terjun kedua yaitu air terjuan benang kelambu.

“Benang Setokel” dalam bahasa lokal yang mempunyai arti “seikat benang”. Di namai demikian karena bentuknya yang menyerupai ikatan benang. Air terjun ini memiliki dua terjunan, dengan ketinggian masing-masing sekitar 20 Meter lah. Airnya sangat jernih dan segar. Di bagian dasar air terjun terdapat cekungan yang besar dan cukup dalam. Sehingga untuk Anda yang bernyali, Anda bisa melompat dari pucuk air terjun ke kolam yang jernih dan segar tersebut. Dari kolam tersebut, air kemudian mengalir melalui sungai. Karena jernihnya, anda bisa melihat dasar sungai. Jika berkunjung bersama buah hati, anda bisa mengajaknya bermain di sungai. Sungai ini cukup dangkal dan tenang. Sehingga putra-putri Anda bisa ikut merasakan kesegaran airnya.

Setelah menikmati Air Terjun Benang Setokel, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Benang Kelambu dengan berjalan kaki sejauh 1 Km tetapi tak akan terasa jauhnya jika ramai-ramai sambil bernyanyi ria hehe. Namun jangan khawatir, anda akan berjalan dibawah rerimbunan hutan. Di bagian sisi yang lain, Anda akan menemui area perladangan masyarakat setempat yang ditanami dengan berbagai tanaman seperti Nangka, Pisang, Kopi, dan lain sebagainya. Jika tidak membawa makanan anda bisa membelinya di warung-warung di dekat gerbang masuk Air Terjun Benang Kelambu. Sekitar 100 Meter sebelum lokasi air terjun, jalanan mulai menanjak dan harus menaiki anak tangga. Di sisi anak tangga Anda bisa melihat parit dengan air yang begitu jernih.

Sesampainya di lokasi, Anda akan terpana dengan Air Terjun Benang Kelambu yang begitu indah. Pada air terjun ini, air seolah-olah keluar dari rimbunan tumbuhan. Sebenarnya air terjun ini berasal dari banyak mata air, yang keluar langsung melalui celah-celah di sepanjang tebing. Namun karena tebingnya tertutup dengan tumbuhan yang tumbuh subur, terlihat seakan air keluar dari rimbunan tumbuhan tersebut. Air terjun ini dinamai Air Terjun Benang Kelambu karena terjunan airnya yang berbentuk seperti kelambu. Air terjun ini memiliki 3 tingkat. Tingkat yang paling atas berasal langsung dari mata air, dan memiliki ketinggian sekitar 30 Meter. Tingkat yang kedua merupakan lanjutan dari tingkat pertama, dengan ketinggian sekitar 10 Meter. Tingkat yang ketiga memiliki ketinggian hanya 5 Meter. Menakjubkan bukan kawan? Lombok punya kekayaan alam yang berlimpah.

Tak seperti Air Terjun Benang Setokel, Air Terjun Benang Kelambu tidak memiliki kolam. Sehingga Anda hanya bisa berbasah-basah di bawah terjunan. Namun yang menarik adalah Anda bisa langsung meminum airnya, karena air tersebut langsung berasal dari mata air. Air tersebut kemudian mengalir ke sungai yang ada di bawah air terjun. Anda bisa beristirahat di bebatuansambil menikmati kesejukan dan keindahan pemandangan sekitar. Di tempat inilah titik terbaik untuk melihat dan menikmati pemandangan Air Terjun Benang Kelambu yang mengagumkan. Ingin datang mengunjungi tempat ini kah ?

Ada banyak air terjun yang ada di lombok,bukan hanya air terjun benang stokel 7 kelambu saja, berikut ini beberapa daftar air terjunnya tetapi penjelasan masih singkat :

  • Air Terjun Sendang Gile mempunyai tinggi sekitar 35 meter.
    air-terjun-sendang-gile
    air-terjun-sendang-gile

    Airnya yang jernih dan dingin membuat wisatawan selalu menghabiskan waktu untuk mandi dan bermain di sungai yang menampung limpahan air dari bukit. Keindahan ini didukung dengan aneka pohon dan tumbuhan yang berjajar di sepanjang mata memandang. Lokasi air terjun ini tidaklah terlalu jauh, Anda hanya akan menghabiskan waktu sekitar 15 menit dari jalur treking menuju Gunung Rinjani. Jalanan menuju air terjun sudah ditata demikian rupa sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kesasar. Sedikitnya ada 500 anak tangga yang harus dilewati sebelum akhirnya menyaksikan keindahan Sendang Gile.

  • Air Terjun Tiu Pupas berada di dusun Kerurak, desa Genggaleng, kecamatan Gangga. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 m dengan kedalaman kolam 4 m dan luas 100 m persegi. “Tiu” artinya genangan air dalam jumlah yang besar, sedangkan “Pupas” artinya sebuah akar yang tumbuh dari sebuah pohon yang biasanya hidup di tebing-tebing sungai dan daerah pegunungan yang tinggi. Disini Anda akan melihat panorama pegunungan yang sangat indah. Sepanjang mata memandang adalah tumbuh-tumbuhan hijau yang menyejukkkan mata. Lokasi ini masih sepi karena belum banyak wisatawan tahu sehingga fasilitasnya juga tidak memadai.
  • Air Terjun Tiu Kelep yang terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Berbeda dengan Tiu Pupas , air terjun Tiu Kelep memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat. Airnya cukup deras dan besar. Namun kolam yang berada di bawahnya tidak begitu dalam, hanya sepinggang orang dewasa. Dasar kolam lembut, sehingga memudahkan pengunjung untuk berenang. Dalam bahasa Sasak “Kelep” bermakna “terbang”. Sehingga nama ini ingin menggambarkan kondisi air terjun yang buih-buih airnya berterbangan di kolam. Banyak yang percaya, bahwa dengan mandi menggunakan air Tiu Kelep akan membuat Anda awet muda. Air terjun Tiu Kelep berjarak kurang lebih 60 km dari Mataram.
  • Air Terjun Batara Lejang Lokasinya berada di hulu atas dari air terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep. Tempat ini masih sangat alami, sehingga tidak banyak yang mengunjungi. Walaupun begitu bukan berarti objek wisata ini tidak mempunyai daya tarik. Di Batara Lejang ada sumber air panas yang jernih. Anda bisa menghangatkan badan plus relaksasi di titik ini. Air Terjun Tiu Teja berada di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Namanya yang artinya “pelangi”. Ketinggian air terjun Tiu Teja sekitar 40 meter dengan lebar 10 meter. Di sekeliling lokasi ini ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang asri dan lebat. Dibawah air terjun ini terdapat kolam kecil yang bisa digunakan untuk berenang dan bermain. Lokasi air terjun ini berjarak 35 km dari Bangsal.
  • Air Terjun Jeruk Manis/ Air Terjun Jukut ini punya ketinggian sekitar 40 meter dengan curah air yang sangat besar dan jernih. Objek wisata yang menyegarkan ini berada di kaki gunung Rinjani tepatnya di sebelah selatan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani. Menurut cerita yang turun temurun, air terjun ini dipercaya dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit terutama juga berkhasiat untuk menyuburkan rambut. Anda harus berjalan kaki selama satu setengah jam dari Tetebatu. dengan pemandangan alam yang indah, perjalanan Anda tidak akan terasa melelahkan.
  • Air Terjun Joben disebut juga dengan air terjun Otak Kokok Gading memiliki ketinggian terjunan air sekitar 5 meter. Airnya keluar dari akar pohon Banjur yang berumur ratusan tahun. Air terjun Joben berkhasiat menyembuhkan penyakit. Jika buih air yang menyentuh badan kita berubah warna menjadi putih, artinya badan kita terkena penyakit. Joben terletak di Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur.
  • Air Terjun Geripak berada di ketinggian 500 meter dpl. Para pecinta alam biasanya melalui rute dari desa Dopang, diteruskan dengan menelusuri punggung bukit Segembong. Sesampainya di Berugak Elen Anda bisa sambil melihat pemandangan yang memesona. Terlihat hamparan sawah yang hijau, pantai Ampenan, dan sudut-sudut indah lain di Lombok. Lokasi air terjun ini sangat indah. Airnya khas pegunungan, bersih dan jernih.
  • Air Terjun Mayung Putek, beberapa diantaranya menuliskan dengan “puteq”, mempunyai ketinggian sekitar 60 meter. Selain tergolong cukup tinggi, air yang deras menghujam ke bawah itu ternyata mengandung belerang karena berasal langsung dari Rinjani. Itu mengapa air terjun Mayung Putek berwarna putih dan mempunyai khasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.
Posted on Leave a comment

Pantai Surga

pantai surga

Pantai Surga berlokasi di Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Sebuah pantai dengan pasir putih, berbentuk teluk dan relatif terpencil. Rute Mataram – Cakranegara – Praya – Ganti – Sepapan – Jerowaru – Jor – Pamongkong – Ekas – Pantai Surga. Jalan menuju ke pantai ini sebagian besar dan sudah baik, tetapi sekitar 3 km terakhir menuju pantai masih berupa jalan tanah dengan kondisi kurang baik. Pada musim hujan, jalan tersebut sangat sulit dilewati tetapi pada musim kemarau kondisinya sangat berdebu. Dapat ditempuh rata-rata selama 1,5 – 2 jam menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor.
Kenapa dibilang Pantai Surga atau Laut Surga?
Serpihan kecil surga di bumi
Panorama Pantai Surga
Laut Surga saat lagi surut
Salah satu sisi tebing di Pantai Surga

Posted on Leave a comment

Pantai Sungkun

Pantai Sungkun

Pantai ini terletak di daerah Pemongkong Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai Surga yang sedikit lebih terkenal itu. Rute dari Pantai Surga adalah pertigaan kedua Pantai Surga, lalu lurus mengikuti jalan setapak untuk bertemu perkampungan kemudian belok kanan dan tibalah di sana. Ada kura-kura raksasa di laut!

Deburan ombak memecah kesunyian Pantai Sungkun.

Posted on Leave a comment

Yuk Wisata ke Pulau Gili Gosong #Lombok

Gili Gosong

Perjalanan dimulai dari Mataram – Kediri – Praya – Mujur – Ganti – Keruak – Tanjung Luar. Waktu tempuh perjalanan dari Mataram ke Tanjung Luar sekitar 2,5 jam menggunakan mobil. Pelabuhan Tanjung Luar Lotim, biaya nyebrang Rp400rb/boat kecil, Rp600rb/boat besar (pakai atap). Juka anda merasa keberatan membawa makanan dari rumah, boatman menyediakan menu2 seafood yang siap untuk dinikmati hanya berkisar Rp65rb/org.

gosong menurut wikipedia adalah gili Gosong pasir, atau gosong saja, adalah bentukan daratan yang terkurung atau menjorok pada suatu perairan, biasanya terbentuk dari pasir, geluh dan atau kerikil. Bentukan geografi ini terjadi akibat adanya aliran dangkal dan sempit sehingga memungkinkan pengendapan material ringan dan mengarah pada pendangkalan tubuh air. Gosong dapat terbentuk di laut maupun danau. Ukuran gosong, yang biasanya memanjang, dapat beberapa meter hingga ratusan kilometer, membentuk “penghalang” pantai. Gosong dapat tenggelam bila terjadi pasang naik dan membahayakan pelayaran.

Gosong pasir di Gili Gosong menuju Gili Kere
Panorama alam perairan Tanjung Luar Lombok Timur terpampang indah dari Gili Gosong. Gagahnya Gunung Rinjani diselimuti awan putih dan langit biru semakin mempesona siapapun yang memandangnya. Ukuran Gili Gosong yang ‘hanya’ seluas lapangan futsal membuat wisatawan merasa seperti tersesat di pulau pasir kecil yang dikelilingi lautan luas. Aktivitas yang bisa dilakukan yaitu berenang, berjemur di pasir, dan foto-foto di sekeliling pulau kecil ini. Saat air laut surut, kita bisa melihat jalan pasir yang tembus sampai Gili Kere di seberangnya.