Posted on

Belajar Diving / Menyelam #20 : No mask Swim, Become a Divemaster or Instructor

Belajar Diving / Menyelam #20 : No mask Swim, Become a Divemaster or Instructor

Penulis: Mutiara Lombok

Video tutorial ke 20 untuk BELAJAR DIVING :

gili trawangan lombok
belajar diving di pulau gili trawangan lombok, gili air, dan gili meno bersama Marlion Tours
  • Langkah ini menjadi langkah terakhir untuk pembelajaran menyelam / belajar diving ,setelah memahami step-step sebelumnya, tetap kita perhatikan mata,pernafasan,dan cek masker kaca pastikan sudah kuat terpasang pada kepala, kembali ke posisi saat berada di dasar air dengan posisi kaki lurus seperti saat ini berenang.
  • Setelah itu bangun sedikit dan perlahan sambil ambil pernafasan, next buka masker kaca dan perlahan bernafas sampai keluar gelembung udara lalu ayuhlah kaki seperti berenang perlahan sambil perhatikan ,gunakan insting minimum 50 feet untuk berenang di dasar.
  • Lalu pasang kembali kaca masker dengan benar dan chek strap.
  • Lalu lihatlah atas untuk mempermudah penyelaman menuju atas ,oke sekian dari tutorial penyelaman (belajar diving)
  • Lalu beri isyarat oke lagi kalo semua sudah seleseai dan peralatan sdh terpasang dengan baik.

Artikel terkait dengan belajar diving menyelam : Lombok Property

peta lombok map
peta lombok map

Posted on

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur (NTT)

peta ntt map
Peta NTT

Letak Geografis Nusa Tenggara Timur

  • Peta Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Letak dan Luas Wilayah

Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di selatan katulistiwa pada posisi 8° – 12° Lintang Selatan dan 118° – 125° Bujur Timur.

Batas-batas wilayah :

    1. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores
    2. Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia
    3. Sebelah Timur dengan Negara Timor Leste
    4. Sebelah Barat dengan Propinsi Nusa Tenggara Barat.

NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 566 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. Diantara 432 pulau yang sudah bernama terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah, Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang, Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana, Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca, Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur, dll. Dari seluruh pulau yang ada, 42 pulau telah berpenghuni sedangkan sisanya belum berpenghuni. Terdapat tiga pulau besar, yaitu pulau Flores, Sumba dan Timor, selebihnya adalah pulau-pulau kecil yang letaknya tersebar, komoditas yang dimiliki sangat terbatas dan sangat dipengaruhi oleh iklim.

Luas wilayah daratan 47.349,90 km2 atau 2,49% luas Indonesia dan luas wilayah perairan ± 200.000 km2 diluar perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Secara rinci luas wilayah menurut Kabupaten/ Kota adalah sebagai berikut:

Wilayah Administratif di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa Kelurahan
1 Kupang 30 218 22
2 Timor Tengah Selatan 32 228 12
3 Timor Tenga Utara 9 140 34
4 Belu 24 196 12
5 Alor 17 158 17
6 Flores Timur 18 209 17
7 Sikka 21 147 13
8 Ende 20 191 23
9 Ngada 9 78 16
10 Manggarai 9 132 17
11 Sumba Timur 22 140 16
12 Sumba Barat 6 45 8
13 Lembata 9 137 7
14 Rote Ndao 8 73 7
15 Manggarai Barat 7 116 5
16 Nagekeo 7 84 16
17 Sumba Tengah 4 43
18 Sumba Barat 8 94 2
19 Manggarai Timur 6 104 10
20 Kota Kupang 4 49
21 Sabu Raijua 6 42 5
Jumlah 285 2.469 300

Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Pulau

No Pulau Luas Daerah Presentase
1 Sumba 11.040,00 23,30
2 Sabu 421,70 0,90
3 Rote 1.214,30 2,60
4 Semau 261,00 0,60
5 Timor 14.394,90 30,40
6 Alor 2.073,40 3,40
7 Pantar 711,80 1,50
8 Lomblen 1.266,00 2,70
9 Adonara 518,80 1,10
10 Solor 226,20 0,50
11 Flores 14.231,00 30,00
12 Rinca 212,50 0,40
13 Komodo 332,40 0,70
14 Lain-lainnya 445,90 0,90
NTT 47.349,90 100,00
Sumber : Brosur No. 30 Tahun 1979, Dit. Agraria Provinsi Dati I NTT
Buku : NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009

Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten

No Kabupaten Luas Daerah Presentase
1 Sumba Barat 737,42 1,56
2 Sumba Timur 7.000,50 14,78
3 Kupang 5.898,26 12,46
4 Timor Tengah Selatan 3.947,00 8,34
5 Timor Tengah Utara 2.669,66 5,64
6 Belu 2.445,57 5,16
7 Alor 2.864,60 6,05
8 Lembata 1.266,38 2,67
9 Flores Timur 1.812,85 3,83
10 Sikka 1.731,92 3,66
11 Ende 2.046,62 4,32
12 Ngada 1.620,92 3,42
13 Manggarai 4.188,90 8,85
14 Rote Ndao 1.280,00 2,70
15 Manggarai Barat 2.947,50 6,22
16 Sumba Barat Daya 1.445,32 3,05
17 Sumba Tengah 1.869,18 3,95
18 Nagekeo 1.416,96 2,99
19 Manggarai Timur 2.502,24 5,28
20 Kota Kupang 160,34 0,34
NTT 47.349,90 100,00
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Brosur No. 30 Tahun 1979 – Dit. Agraria Prop. Dati I NTT

Hampir semua pulau di wilayah NTT terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur. Dari sejumlah gunung yang ada terdapat gunung berapi yang masih aktif. Di pulau Flores, Sumba dan Timor terdapat kawasan padang rumput (savana) dan stepa yang luas.

Pada beberapa kawasan padang rumput tersebut dipotong oleh aliran sungai-sungai. Berikut nama beberapa sungai besar yang ada di NTT.

Nama dan Panjang Sungai di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kabupaten/Kota Nama Sungai Panjang (Km)
1 Sumba Barat
  • Wano Kaka
80
2 Sumba Timur
  • Payeti
  • Wanga
  • Kakaha
  • Kambaniru
70
50
55
118
3 Kupang
  • Oesao
  • Batu Merah
30
40
4 TTS
  • Tuasene
  • Noelmina
55
90
5 TTU
  • Nain
  • Powu
  • Kau Bele
  • Kaek To
  • Mena
30
40
40
30
33
6 Belu
  • Talau
  • Benanain
  • Nobelu
  • Haekesak
50
100
45
30
7 Alor
  • Waelombur
  • Bukapiting
30
25
8 Lembata
  • Waikomo
41
9 Flores Timur
  • Flores Timur
  • Bama
  • Konga
30
30
46
10 Sikka
  • Mati
  • Warlelau
  • Iligetang
  • Mebe
  • Kaliwajo
60
70
70
80
51
11 Ende
  • Wolomona
  • Mautenda
  • Nangapanda
60
60
60
12 Ngada
  • Pomondiwal
  • Aesesa
45
65
13 Manggarai
  • Dampek
  • Waikaap
  • Reo
60
80
55
14 Rote Ndao
  • Menggelama
32
15 Manggarai Barat
  • Waemese
48
16 Sumba Barat Daya
  • Pola Pare
  • Wai Ha
  • Wee Wagha
  • Wee Lambora
  • Wee Kalowo
  • Wee Kalowo
  • Loko Kalada
18
9
10
10
7
16
17
  • Bewi
  • Pamalar
8
6
18
19
20 Kota Kupang
  • Manikin
30
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Kanwil Dep. Pekerjaan Umum Prop. NTT Cq. Proyek Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai

Nama-Nama Gunung di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Nama Gunung Berapi Tinggi Diatas Permukaan Laut Daerah Bahaya (Km2) DAerah Waspada (Km2) Tahun Letusan Terakhir
1 Ine Like 1.559 51,2 85,8
2 Ebu Lobo 2.149 125,2 97,8
3 Iya 637 27,5 127,5
4 Kelimutu 1.640 78,9 41,8
5 Roka Tenda 875 28,3 50,8
6 Lewo Tobi (Laki–laki) 1.584 69,2 150,6
7 Lewo Tobi (Perempuan) 1.703 68,0 136,1
8 Lera Boleng 1.117 32,7 45,7
9 Ile Boleng 1.659 87,8 71,7
10 Ile Lewotolo 1.319 85,0 108,2
11 Ile Werung 1.018 112,6 132,2
Sumber : Buku Prov. NTT Dalam Angka, Tahun 2007 BPS Prov. NTT.
  • Kondisi Iklim

Wilayah Nusa Tenggara Timur beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin musim. Periode musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember) sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27,6° C, suhu maksimum rata-rata 29° C, dan suhu minimum rata-rata 26,1° C.

Presentase Penyinaran Matahari di Kota Kupang Menurut Bulan

No Nama Bulan 2004 2005 2006 2007 2008
1 Januari 76 64 40 59 65
2 Februari 49 84 66 57 37
3 Maret 58 69 54 53 65
4 April 98 77 70 75 89
5 Mei 82 94 88 97 99
6 Juni 91 96 82 82 90
7 Juli 94 89 89 98 97
8 Agustus 96 95 99 97 98
9 Septeber 97 92 100 99 96
10 Oktober 93 86 99 95 92
11 November 86 70 98 84 80
12 Desember 68 54 72 58 41
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009

Rata-rata Kelembaban Udara, Arah / Kecepatan Angin, Dan Rata-rata Tekanan Udara di Kota Kupang Menurut Bulan, 2008

No Nama Bulan Kelembaban Arah/Kecepatan Angin Tekanan
1 Januari 85 Calm / NW 1006,8
2 Februari 83 Calm / NW 1006,0
3 Maret 89 Calm / NW 1007,7
4 April 76 Calm / SE 1008,7
5 Mei 67 SE / E 1010,5
6 Juni 70 SE 1011,4
7 Juli 67 SE 1011,9
8 Agustus 64 SE 1011,8
9 Septeber 66 SE 1010,8
10 Oktober 65 SE / E 1009,9
11 November 76 Calm / NW 1007,8
12 Desember 87 Calm / NW 1006,9
Rata-Rata 75 Calm / NW / SE 1009,2
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika. Stasiun Klimatologi Kupang
Keterangan : Utara (N=North); Timur Laut (NE=North East);Timur (E=East); Tenggara (SE=South East); Selatan(S=South); Barat Daya(South West); Barat (W=West); Barat Laut(North West).

Jumlah Curah Hujan di Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten dan Bulan, 2008

Nama Kabupaten Bulan Jml
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
Sumba Barat x x x x x x x x x x x x x
Sumba Timur 40 162 40 15 0 63 x 63
Kupang 564 1167 230 109 50 589 1112 1751
Timor Tengah Selatan x x x x x x x x x x x x x
Timor Tengah Utara x x x x x x x x x x x x x
Belu 1255 192 x 127 123 10 27 51 554 642
Alor x x x x x x x x x x x x x
Lembata 52 209 102 86 15 1 0 128 152 280
Flores Timur 322 638 115 48 19 3 0 37 275 312
Sikka 42 333 172 x 12 49 x 219 268
Ende 100 365 x x x x x x x x x x x
Ngada 872 746 x x x x 1 53 31 641 1263 1989
Mangarai 402 704 873 380 118 17 6 16 149 346 643 476 1636
Rote Ndao 364 541 184 62 2 24 277 467 744
Manggarai Barat 139 200 x 58 56 28 146 41 246 461
Sumba Barat Daya x x x x x x x x x x x x x
Sumba Tengah x x x x x x x x x x x x x
Nagekeo x x x x x x x x x x x x x
Manggarai Timur 273 269 270 33 65 75 18 15 13 93 168 142 449
Kota Kupang 285 878 219 85 0 3 16 103 399 518
Sumber : Badan Meteorologi Dan Geofisika. Stasiun Klimatologi Kupang
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
  • Keadaan Tanah

Apabila dilihat dari topografinya, maka wilayah NTT dapat dibagi atas 5 bagian besar, yaitu :

  • Agak berombak dengan kemiringan 3-16 %.
  • Agak bergelombang dengan kemiringan 17-26 %.
  • Bergelombang dengan kemiringan 27-50 %.
  • Berbukuti-bukit bergunung dengan kemiringan lebih besar dari 50 %.
  • Dataran banjir dengan kemiringan 0-30 %.

Keadaan topografi demikian mempunyai pengaruh pula terhadap pola kehidupan penduduk, antara lain pola pemukiman digunung-gunung, sehingga terdapat variasi adat dan tipologi kehidupan yang sangat besar antara suatu daerah dengan daerah lainnya.

Wilayah Administrasi NTT

Padar-island-Flores
Padar-island-Flores

Data Berdasarkan Realease BPS Provinsi NTT dalam Buku NTT Dalam Angka 2011
Banyaknya Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Klasifikasinya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2010

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/Kelurahan
Desa Kelurahan Jumlah
1 Sumba Barat 6 63 11 74
2 Sumba Timur 22 140 16 156
3 Kupang 24 160 17 177
4 Timor Tengah Selatan 32 228 12 240
5 Timor Tengah Utara 24 143 31 174
6 Belu 24 196 12 208
7 Alor 17 158 17 175
8 Lembata 9 137 7 144
9 Flores 19 229 21 250
10 Sikka 21 147 13 160
11 Ende 21 191 23 214
12 Ngada 9 82 16 98
13 Manggarai 9 132 17 149
14 Rote Ndao 8 82 7 89
15 Manggarai Barat 7 116 5 121
16 Sumba Barat Daya 8 94 2 96
17 Sumba Tengah 5 65 0 65
18 Nagakeo 7 84 16 100
19 Manggarai Timur 6 159 17 176
20 Sabu Raijua 6 58 5 63
21 Kota Kupang 6 0 51 51
Jumlah 290 2 664 316 2 980

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Prov. Nusa Tenggara Timur

Sejarah NTT

Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942)

Pada masa sesudah tahun 1900, kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah berubah status menjadi status menjadi Swapraja. Swapraja-swapraja tersebut, 10 berada di Pulau Timor ( Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio mafo, Biboki, Insana) satu di pulau Rote, satu di pulau Sabu, 15 di pulau Sumba ( Kanatang, Lewa-Kanbera, Takundung, Melolo, Rendi Mangili, Wei jelu, Masukaren, Laura, Waijewa, Kodi-Laula, Membora, Umbu Ratunggay, Ana Kalang, Wanokaka, Lambaja), sembilan di pulau Flores (Ende, Lio, Larantuka, Adonara, Sikka, Angada, Riung, Nage Keo, Manggarai), tujuh di pulau Alor-Pantar (Alor, Baranusa, Pantar, Matahari Naik, Kolana, Batu lolang, Purema).
Swapraja-swapraja tersebut terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang wilayahnya lebih kecil. Wilayah-wilayah kecil itu disebut Kafetoran-kafetoran.

Zaman Pemerintahan Hindia Belanda

Wilayah Nusa Tenggara Timur pada waktu itu merupakan wilayah hukum dari keresidenan Timor dan daerah takluknya. Keresidenan Timor dan daerah bagian barat (Timor Indonesia pada waktu itu, Flores, Sumba, Sumbawa serta pulau-pulau kecil sekitarnya seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor).
Keresidenan Timor dan daerah takluknya berpusat di Kupang, yang memiliki wilayah terdiri dari tiga affdeling (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa), 15 onderafdeeling dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor dan pulau-pulau terdiri dari 6 onderafdeeling dengan ibukotanya di Kupang. Afdeeling Flores terdiri dari 5 onder afdeeling dengan ibukotanya di Ende. Yang ketiga adalah Afdeeling Sumbawa dan Sumba dengan ibukota di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa dan Sumba ini tediri dari 4 oder afdeeling.
Keresidenan Timor dan daerah takluknya dipimpin oleh seorang residen, sedangkan afdeeling di pimpin oleh seorang asisten residen. Asisten residen ini membawahi Kontrolir atau Controleur dan Geraghebber sebagai pemimpin Onder afdeeling. Asisten residen , kontrolir dan gezaghebber adalah pamong praja Kolonial Belanda. Para kepala onder afdeeling yakni kontrolir dibantu oleh pamong praja bumi putra ber pangkat Bestuurs assistant. (Ch. Kana, 1969,hal . 49-51).

Zaman Pendudukan Jepang (1942-1945)

Pada tanggal 8 Maret 1942 komando angkatan perang Belanda di Indonesia menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Dengan demikian secara resmi Jepang menggantikan Belanda sebagai pemegang kekuasaan di Indonesia. Untuk Indonesia bagian timur termasuk wilayah Indonesia. Bagian Timur wilayah NTT berada di bawah kekuasaan angkatan laut Jepang (Kaigun) yang berkedudukan di Makasar. Adapun dalam rangka menjalankan pemerintahan di daerah yang diduduki Kaigun menyusun pemerintahannya. Untuk wilayah Indonesia bagian Timur dikepalai oleh Minseifu yang berkedudukan di Makasar. Di bawah Minseifu adalah Minseibu yang untuk daerah Nusa Tenggara Timur termasuk ke dalam Sjoo Sunda Shu (Sunda Kecil) yang berada di bawah pimpinan Minseifu Cokan Yang berkedudukan di Singaraja.
Disamping Minseibu Cokan terdapat dewan perwakilan rakyat yang disebut Syoo Sunda Sukai Yin. Dewan ini juga berpusat di Singaraja. Diantaranya anggota dewan ini yang berasal dari Nusa Tenggara Timur adalah raja Amarasi H.A. Koroh dan I.H. Doko. Untuk pemerintahan di daerah-daerah nampaknya tidak banyak mengalami perubahan, hanya istilah-istilah saja yang diruba. Bekas wilayah afdeeling dirubah menjadi Ken dan di NTT ada tiga Ken yakni Timor Ken, Flores Ken dan Sumba Ken. Ken ini masing-masing dikepalai oleh Ken Kanrikan. Sedangkan tiap Ken terdiri dari beberapa Bunken (sama dengan wilayah onder afdeeling) yang dikepalai dengan Bunken Karikan. Di bawah wilayah Bunken adalah swapraja-swapraja yang dikepalai oleh raja-raja dan pemerintahan swapraja ke bawah sampai ke rakyat tidak mengalami perubahan.

Zaman Kemerdekaan (1945-1975).

Setelah Jepang menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) di Kupang memutuskan untuk menyerahkan pemerintahan atas Kota Kupang kepada tiga orang yakni Dr.A.Gakeler sebagai walikota, Tom Pello dan I.H.Doko. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena pasukan NICA segera mengambil alih pemerintahan sipil di NTT, dimana susunan pemerintahan dan pejabat-pejabatnya sebagian besar adalah pejabat Belanda sebelum perang dunia II. Dengan demikian NTT menjadi daerah kekuasaan Belanda lagi, sistem pemerintahan sebelum masa perang ditegakkan kembali. Pada tahun 1945 kaum pergerakan secara sembunyi-sembunyi telah mengetahui perjuangan Republik Indonesia melalui radio. Oleh karena itu kaum pegerakan menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor yang berdiri sejak tahun 1937 dan kemudian berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjuangan politik terus berlanjut, sampai pada tahun 1950 dimulai pase baru dengan dihapusnya dewan raja-raja. Pada bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT mengangkat Y.S. Amalo menjadi Kepala Daeraah Timor dan kepulauannya menggantikan H.A.Koroh yang wafat pada tanggal 30 Maret 1951. Pada waktu itu daerah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam wilayah Propinsi Sunda Kecil.
Berdasarkan atas keinginan serta hasrat dari rakyat Daerah Nusa Tenggara, dalam bentuk resolusi, mosi, pernyataan dan delegasi-delegasi kepada Pemerintahan Pusat dan Panitia Pembagian Daerah yang dibentuk dengan Keputusan Presiden No.202/ 1956 perihal Nusa Tenggara, pemerintah berpendapat suda tiba saatnya untuk membagi daerah Propinsi Nusa Tenggara termasuk dalam Peraturan Pemerintahan RIS no. 21 tahun 1950, (Lembaran Negara RIS tahun 1950 No.59) menjadi tiga daerah tingkat I dimaksud oleh undang-undang No.I tahun 1957. Akhirnya berdasarkan undang-undang No.64/1958 propinsi Nusa Tenggara di pecah menjadi Daerah Swa tantra Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur meliputi daerah Flores, Sumba dan Timor.

Berdasarkan undang-undang No.69/ 1958 tentang pembentukan daerah-daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, maka daerah Swa tantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dibagi menjadi 12 Daerah Swatantra Tingkat II ( Monografi NTT, 1975, hal. 297). Adapun daerah swatantra tingkat II yang ada tersebut adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai, Angada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Kupang, Timo Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu.

Dengan keluarnya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Daswati I Nusa Tenggara Timur tertanggal 28 Februari 1962 No.Pem.66/1/2 yo tanggal 2 juli 1962 tentang pembentukan kecamatan di Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur, maka secara de facto mulai tanggal 1Juli 1962 swapraja-swapraja dihapuskan (Monografi NTT, Ibid, hal. 306). Sedangkan secara de jure baru mulai tanggal 1 September 1965 dengan berlakunya undang-undang no. 18 tahun 1965 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah. Pada saat itu juga sebutan Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dirubah menjadi Propinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan Daerah Swatantra Tingkat II dirubah menjadi Kabupaten.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur di Kupang, tanggal 20 Juli 1963 No.66/1/32 mengenai pembentukan kecamatan , maka Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan 12 Daerah Tingkat II dibagi menjadi 90 kecamatan dan 4.555 desa tradisional, yakni desa yang bersifat kesatuan geneologis yang kemudian dirubah menjadi desa gaya baru.
Pada tahun 2003 wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 16 Kabupaten dan Satu Kota . Kabupaten-kabupaten dan Kota tersebut adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara , Belu, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Angada, Manggarai, Rote Ndao, Manggarai Barat dan Kota Kupang. Dari 16 Kabupaten dan satu kota tersebut terbagi dalam 197 kecamatan dan 2.585 desa/kelurahan.

(Disarikan dari buku ” Sejarah Daerah Nusa Tenggara Timur ” Proyek Penelitian dan Pencetakan Kebudayaan Daerah 1977/1978)

Posted on

Nusa Tenggara Barat

Kondisi Geografis Nusa Tenggara Barat

Mandalika Area, Kuta Lombok, Nusa Tenggara BArat
Mandalika Area, Kuta Lombok, Nusa Tenggara BArat

Luas dan batas wilayah administrasi

Provinsi Nus Tenggara Barat terdiri atas 2 pulau besar yaitu Lombok dan Sumbawa dan dikelilingi oleh 280 pulau-pulau kecil. Luas wilayah Provinsi ntb mencapai 49.312,19km2 teriri dari daratan seluas 20.153,15 Km2 (40,87%) dan perairan laut seluas 29.159,04 Km2 (59,13%) dengan panjang garis pantai 2.333 km. Luas Pulau Sumbawa mencapai 15.414,5 km2 (23,51%).

I k l i m
Berdasarkan data statistik dari lembaga meteorologi, temperatur maksimum pada tahun 2001 berkisar antara 30,9° – 32,1° C, dan temperatur minimum berkisar antara 20,6° – 24,5°C. Temperatur tertinggi terjadi pada bulan September dan terendah ada bulan Nopember. Sebagai daerah tropis, NTB mempunyai rata-rata kelembaban yang relatif tinggi, yaitu antara 48 – 95 %

Letak dan kondisi Geografis 

Nusa Tenggara BArat
Peta Wisata Nusa Tenggara Barat

A. Nusa Tenggara Barat Terletak Antara :
Barat – Timur 115° 46′ – 119? 5′ Bujur Timur
Utara – Selatan 8° 10′ – 9? 5′ Lintang Selatan

B. Batas Wilayah
Sebelah Utara Dengan : Laut Jawa dan Laut Flores
Sebelah Selatan Dengan : Samudra Indonesia
Sebelah Barat Dengan : Selat Lombok / Prop. Bali
Sebelah Timur Dengan : Selat Sape / Propinsi NTT

Luas Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat Dirinci

Table Menurut Kabupaten / Kota (Km2)

Kabupaten / Kota
Luas
Persentase
(1)
(2)
(3)
Lombok Barat 1.053,92 5,23
Lombok Utara 809,53 4,02
Lombok Tengah 1.208,40 6,00
Lombok Timur 1.605,55 7,97
Sumbawa Barat 1.849,02 9,17
Sumbawa 6.643,98 32,97
Dompu 2.324,60 11,53
Bima 4.389,40 21,78
Kota Mataram 61,30 0,30
Kota Bima 207,50 1,03
Jumlah / Total 20.153,20 100,00
Tinggi Kota Dari Permukaan Laut
Kabupaten / Kota Ibu Kota Tinggi
1. Lombok Barat Gerung 15
2. Lombok Utara Tanjung 12
3. Lombok Tengah Praya 107
4. Lombok Timur Selong 166
5. Sumbawa Barat Taliwang 11
6. Sumbawa Sumbawa Besar 18
7. Dompu Dompu 30
8. Bima Raba 21
9. Kota Mataram Mataram 27
7. Kota Bima Raba 21
Nama-Nama Gunung Dan Tingginya Dirinci Per Pulau
Pulau Nama Gunung Tinggi
(1) (2) (3)
1. Pulau Lombok Rinjani 3.775
Mareje 716
Timanuk 2.362
Nangi 2.330
Parigi 1.532
Pelawangan 2.638
Baru 2.376
2. Pulau Sumbawa Batu Lanteh 1.730
Tukan 1.400
Jaran Pusang 1.283
Soromandi/Donggo 1.467
Tambora 2.851
Sangiang 1.449
Dodu 1.447
Pajo 728
Sambi 697
Banyaknya Pulau yang Berpenghuni dan Tidak Berpenghuni Menurut Kabupaten / Kota
Kabupaten / Kota Pulau Berpenghuni Pulau Tidak Berpenghuni Jumlah Total
(1) (2) (3) (4)
1. Lombok Barat 9 26 35
2. Lombok Utara 3 3
3. Lombok Tengah 20 20
4. Lombok Timur 5 30 35
5. Sumbawa Barat 15 15
6. Sumbawa 5 57 62
7. Dompu 1 22 23
8. Bima 9 75 84
9. Kota Mataram
10. Kota Bima
Jumlah / Total 35 245 280

Sumber : Bappeda Propinsi Nusa Tenggara Barat

Nama-Nama Bandar Udara/Pelabuhan Laut dan Lokasinya Dirinci Menurut Kabupaten/Kota
Kabupaten / Kota Bandar Udara/Air Port Pel. Laut / Sea Port
Nama Lokasi Nama Lokasi
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Lombok Barat Lembar Lembar
2. Lombok Utara Pemenang Kamp. Bangsal
3. Lombok Tengah BIL Praya
4. Lombok Timur Kayangan Lb. Lombok
5. Sumbawa Barat Water Base PT. NNT Benete Poto Tano Poto Tano
6. Sumbawa Sultan Kaharudin Sumbawa Besar Badas Alas Ds. Badas Alas
7. Dompu Kempo Calabai Kempo Calabai
8. Bima M. Salahudin Bima Sape Kamp. Bugis
9. Kota Mataram Pelsus Pertamina Ampenan
10. Kota Bima Bima Bima

Sumber : Dinas Perhubungan Propinsi Nusa Tenggara Barat

Keadaan Cuaca Tiap Bulan Di Mataram 2012

Bulan Temperatur (?C) Kelembaban (%) Tekanan Udara (mb) Rata-Rata Penyinaran Matahari (%) Rata-Rata Kecepatan Angin (Knots) Kecepatan Angin Max.(Knots) Arah Angin (Derajat)
Max Min
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Jan 32,0 19,4 85 1.001,6 37 7 26 270
Feb 32,9 22,6 84 1.002,2 66 5 18 270
Mar 31,6 20,5 84 1.001,9 39 7 29 270
Apr 32,8 22,0 79 1.004,2 80 6 22 270
Mei 32,8 20,6 82 1.004,0 74 6 18 135
Juni 32,0 17,4 81 1.005,3 83 6 20 135
Juli 29,9 18,4 81 1.005,6 76 7 18 135
Agt 31,4 17,8 77 1.006,8 88 7 20 135
Sep 33,4 18,8 78 1.008,1 84 6 18 135
Okt 34,2 20,2 78 1.006,6 80 6 17 135
Nop 34,0 19,2 82 1.005,3 63 5 15 180
Des 33,3 22,2 84 1.003,4 50 4 15 270
Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika Selaparang Mataram

Sejarah Nusa Tenggara Barat

Keberadaan status provinsi, bagi NTB tidak datang dengan sendirinya. Perjuangan menuntut terbentuknya Provinsi NTB berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama. Provinsi NTB, sebelumnya sempat menjadi bagian dari Negara Indonesia Timur dalam konsepsi Negara Republik Indonesia Serikat,dan menjadi bagian dari Provinsi Sunda kecil setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia.Seiring dinamika zaman dan setelah mengalami beberapa kali proses perubahan sistem ketatanegaraan pasca diproklamasikannya Kemerdekaan Republik Indonesia, barulah terbentuk Provinsi NTB. NTB, secara resmi mendapatkan status sebagai provinsi sebagaimana adanya sekarang, sejak tahun 1958, berawal dari ditetapkannya Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 Tanggal 14 Agustus 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra Tingkat I Bali, NTB dan NTT, dan yang dipercayakan menja di Gubernur pertamanya adalah AR. Moh. Ruslan Djakraningrat.

Walaupun secara yuridis formal Daerah Tingkat I NTB yang meliputi 6 Daerah Tingkat II dibentuk pada tanggal 14 Agustus 1958, namun penyelenggaraan pemerintahan berjalan berdasarkan Undang- undang Negara Indonesia Timur Nomor 44 Tahun 1950, dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah. Keadaan yang tumpang tindih ini berlangsung hingga tanggal 17 Desember 1958, ketika Pemerintah Daerah Lombok dan Sumbawa di likuidasi. Hari likuidasi inilah yang menandai resmi terbentuknyaProvinsi NTB. Zaman terus berganti, konsolidasi kekuasaan dan pemerintahanpun terus terjadi.

Pada tahun 1968 dalam situasi yang masih belum menggembirakan sebagai akibat berbagai krisis nasional yang membias ke daerah, gubernur pertama AR. Moh. Ruslan Tjakraningrat digantikan oleh HR.Wasita Kusuma. Dengan mulai bergulirnya program pembangunan lima tahun tahap pertama (pelita I) langkah perbaikan ekonomi, sosial, politik mulai terjadi. Pada tahun 1978 H.R.Wasita Kusuma digantikan H.Gatot Soeherman sebagai Gubernur Provinsi NTB yang ketiga. Dalam masa kepemimpinannya, usaha-usaha pembangunan kian dimantapkan dan Provinsi NTB yang dikenal sebagai daerah minus, berubah menjadi daerah swasembada. Pada tahun 1988 Drs. H. Warsito, SH terpilih memimpin NTB menggantikan H. Gatot Soeherman. Drs.H.Warsito, SH mengendalikan tampuk pemerintahan di Provinsi NTB untuk masa dua periode, sebelum digantikan Drs. H. Harun Al Rasyid, M.Si pada tanggal 31 Agustus 1998.

Drs. H. Harun Al Rasyid M.Si berjuang membangun NTB dengan berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Gema Prima. Tahun 2003 hingga 1 september 2008 Drs. H. Lalu Serinatadan wakil Gubernur Drs.H.B. Thamrin Rayes memimpin NTB. Pada masa ini berbagai macam upaya dilakukan dalam membangun NTB dan mengejar ketertinggalan diberbagai bidang dan sektor. Di zaman ini,sejumlah program diluncurkan, seperti Gerbang E-Mas dengan Program Emas Bangun Desa. Selain itu, pada masa ini pembangunan Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah mulai terealisasi dan ditargetkan rampung pertengahan 2009.

Dalam usianya yang ke-52 Provinsi NTB kini dipimpin oleh salah satu putra terbaiknya yaitu Gubernur Dr. KH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur Ir. H. Badrul Munir, MM. Pada tahun 2010 ini, kedua pasangan pemimpin menggenapkan dua tahun pemerintahannya di ProvinsiNTB untuk mengemban amanah dan harapan masyarakat Nusa Tenggara Barat dalam mencapai kesejahteraan dan pembangunan daerah menuju NTB yang Beriman dan Berdaya Saing.

Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2014

NTB dalam Angka 2014 merupakan publikasi tahunan yang menyajikan data primer dan sekunder yang mencerminkan keadaan Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2014. Data Primer bersumber dari berbagai kegiatan sensus/survey yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat dan data sekunder bersumber dari berbagai instansi pemerintah.

Disini anda Bisa Download NTB Dalam Angka Format Pdf:  NTB dalam Angka 2014

Sumber Berita: http://www.ntbprov.go.id/hal-ntb-dalam-angka-2014.html#ixzz4qkzQVEZ7

Posted on

Belajar Diving Menyelam 19 Remove and Replace Scuba Unit on Surface, Skill # 19

Belajar Diving Menyelam 19 Remove and Replace Scuba Unit on Surface, Skill # 19

Penulis: Mutiara Lombok

belajar diving lombok gili trawangan lombok
belajar diving di pulau gili trawangan lombok, gili air, dan gili meno bersama Marlion Tours

Video tutorial belajar diving di langkah ke 19

  1. Oke pada bagian ini sangat perlu untuk di perhatikan agar nantinya tidak ada masalah stelah melakukan penyelaman ,
  2. tetap perhatikan masker mata,pernafasan dan pstikan alat pelampung sdh benar terpakai dengan rapi dan kuat
  3. kemudian condongkan badan dengan posisi miring mengapung untuk melepas pelampung pada badan,
  4. lepaskan pelampung melalui lengan tangan
  5. dan tes lah pelampung dengan tidak memakainya
  6. Tujuannya agar mengetahui itu pelampung sdh berfungsi dengan baik ,
  7. lalu pasang lagi seperti semula tadi
  8. pastikan sdh terpasang lagi dengan kuat (chek all hoses).
  9. Okee dan pasang juga alat regulator pernafasan

Artikel Terkait: Lombok Property

Posted on

Belajar Diving Menyelam 18 Remove and Replace Scuba Unit Underwater, Skill # 18

Belajar Diving Menyelam 18 Remove and Replace Scuba Unit Underwater, Skill # 18

Penulis: Mutiara Lombok

belajar diving lombok gili trawangan lombok
belajar diving di pulau gili trawangan lombok, gili air, dan gili meno bersama Marlion Tours

Video tutorial belajar diving di langkah ke 18

  1. Setelah itu cek pelampung yang ada pada pinggang pastikan sudah terpasang kuat dan alat pernafasan sdh baik ,
  2. cek juga bagian lengan pelmpung agar tidak ada masalah.
  3. Lepas kenock pelampung tetapi jangan sabuknya perhatikan lagi.
  4. Lepas bagian kiri lengan pelampung
  5. dan tangan kiri pegang bagian bawah pelampung seperti pda gambar di samping ,
  6. kemudian pasang semuanya lagi setelah semua aman dan tidak ada masalah.
  7. beri kode oke !

Artikel Terkait: Lombok Property

Posted on

Belajar Diving Menyelam 15 Hover, Skill # 15

Belajar Diving Menyelam 15 Hover, Skill # 15

Penulis: Mutiara Lombok

belajar diving lombok gili trawangan lombok
belajar diving di pulau gili trawangan lombok, gili air, dan gili meno bersama Marlion Tours

Video tutorial belajar diving di langkah ke 15

  1. Langkah pertama tetap perhatikan pandangan mata dan pernafasan anda ,
  2. angkat selang pernafasan lagi dan tekan tombol sperti apa yang biasa di lakukan ketika akan menuju ke permukaan.
  3. Next bernafaslah lagi dengan rilex dan naik perlahan dengan posisi kaki menyilang .
  4. Ulangi lagi angkat selang pernafasan ke arah atas sampai muncul gelembungnya.

Artikel Terkait: Lombok Property

Posted on

Belajar Diving Menyelam 13 Five Point Ascent, Skill # 13

Belajar Diving Menyelam 13 Five Point Ascent, Skill # 13

Penulis: Mutiara Lombok

belajar diving lombok gili trawangan lombok
belajar diving di pulau gili trawangan lombok, gili air, dan gili meno bersama Marlion Tours

Video tutorial belajar diving di langkah ke 13
Pertama-tama perhatikan ada lima yg perlu di perhatikan pada bagian ini :
• Lihat sekeliling kita
• Lihat tekanan dan waktu pada alat selam
• Angkat selang bernafas ke arah atas ,seperti biasa yg di lakukan untuk menuju permukaan air
• Lihat dan perhatikan posisi di atas permukaan perlahan
• Setelah itu perlahan menjuju keatas dengan posisi kaki di ayun pelan-pelan ,setelah berada di atas permukaan .okee
Artikel Terkait: Lombok Property

Posted on

Belajar Diving Menyelam 12 Neutral Buoyancy, Skill # 12

Belajar Diving Menyelam 12 Neutral Buoyancy, Skill # 12

Penulis: Mutiara Lombok

belajar diving lombok gili trawangan lombok
belajar diving di pulau gili trawangan lombok, gili air, dan gili meno bersama Marlion Tours

Video tutorial belajar diving di langkah ke 12

  1. Perhatikan maksud isyarat instruktur dahulu,
  2. bernafaslah pelan-pelan dan tenang,
  3. setelah itu berenang lah spt pada gambar (diam sejenak di dasar air) sambil cek lagi alat pernafasannya
  4. dan perlahan naik turun ,ambil nafas dan keluarkan lagi.
  5. Tetaplah tenang ketika berada di dalam air,
  6. stelah itu beri kode oke lagi ,
  7. terus bernafaslah dan angkat selang pernafasan arah ke atas sampai keluar gelembung udaranya.
  8. Kembalilah ke posisi awal tadi saat ada di dasar air dengan posisi kaki lurus.
  9. Tetap tenang dan lepaskan regulator sesekali dan bernafaslah tanpa regulator sesekali juga,
  10. setelah itu naik dan turun perlahan dengan posisi spt di gambar..okee

Artikel Terkait: Lombok Property

Posted on

Belajar Diving Menyelam 11 Free Flowing Regulator, Skill # 11

Belajar Diving Menyelam 11 Free Flowing Regulator, Skill # 11

Penulis: Mutiara Lombok

belajar diving lombok gili trawangan lombok
belajar diving di pulau gili trawangan lombok, gili air, dan gili meno bersama Marlion Tours

Video tutorial belajar diving di langkah ke 11

  1. Tetap perhatikan mata dan masker kacanya apakah ada masalah apa engga,
  2. dan tes bernafaslah lagi sampai ada keluar gelembung tanda keluarnya pernafasan
  3. kemudian lepas regulator pernafasan mulut tsbt (jangan semua perhatikan pada gambar)
  4. dan bernafaslah lagi sampai ada keluar gelembungnya stelah itu pasang lagi ,
  5. perhatikan waktu pada jam khusus kalian minimum 30 second ada di kedalaman air.
  6. berikan kode oke

Artikel Terkait: Lombok Property

Posted on

Belajar Diving Menyelam 10 Alternate Air source Ascent Skill # 10

Belajar Diving Menyelam 10 Alternate Air source Ascent Skill # 10

Penulis: Mutiara Lombok

belajar diving lombok gili trawangan lombok
belajar diving di pulau gili trawangan lombok, gili air, dan gili meno bersama Marlion Tours

Video tutorial belajar diving di langkah kesepuluh.

  1. Tetap lihat dan perhatikan para instruktur ,
  2. pertama pastikan alat pelampung kuat pada badan dan
  3. stelahn itu cek lagi regulator
  4. dan bernafaslah pastikan aman dan dalam kondisi baik ,
  5. netx arahkan pipa ke atas kepala ,maksudnya itu instruksi agar kita naik keatas permukaan air
  6. setelah oke beri kode lagi kalau semua sudah siap dan baik

Artikel Terkait: Lombok Property