Posted on

Belajar Selam : Diving Tips (Tips Menyelam)

Belajar Selam : Diving Tips (Tips Menyelam)

belajar selam
Diving Course padi

Olahraga Air menyelam SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus), tak dapat dipungkiri memang olahraga yang berbahaya. Tetapi anda dapat menyelam dengan aman, menyenangkan dan bebas dari kecelakaan dengan mengikuti beberapa peraturan keselamatan selam:

1. Ikuti Kursus Menyelam atau Olahraga Air diving dan dapatkan sertifikat menyelam anda yang pertama, sebelum turut serta dalam penyelaman SCUBA. Jangan sekali-kali mencoba menyelam SCUBA tanpa mengikuti kursus selam dan mendapat sertifikat terlebih dahulu!

2. Periksakan kesehatan anda. Pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi kesehatan paru-paru (termasuk pemeriksaan X-Ray Thorax), THT, tekanan darah dan sebagainya.

3. Lakukan swim test sebelum mengikuti kursus selam. Anda harus mengetahui dan menguasai beberapa skill dasar renang.

4. Setelah anda lulus dan mendapat sertifikat Kursus Menyelam, jangan menyelam di tempat-tempat yang berbahaya, seperti tempat yang berarus kuat atau shipwreck (reruntuhan kapal tenggelam). Pendidikan lanjutan dalam Belajar Diving & Belajar Menyelam dan pengalaman diperlukan untuk menyelam di tempat-tempat seperti itu.

5. Jangan pernah menyelam sendirian. Anda harus ditemani seorang buddy pada saat Belajar Diving & Belajar Menyelam.

6. Dengarkan pengarahan dan ikuti aturan yang diberikan oleh divemaster yang memimpin penyelaman.

7. Periksa peralatan selam anda! Khususnya jika anda menyewa peralatan selam tersebut. Pastikan semua Scuba Diving equipment terpasang dengan benar dan bekerja dengan semestinya.

8. Perhatikan keadaan cuaca sebelum menyelam. Air adalah penghantar listrik. Segera tinggalkan air (laut) begitu mendengar petir menyambar di kejauhan.

9. Lindungi kulit anda dengan sunscreen / sunblock. Perhatikan kandungan bahan yang terdapat di dalamnya.

10. Perbanyak minum. Tubuh anda akan membutuhkan banyak air. Hindari dehidrasi.

11. Setelah anda berada dalam air, jaga tangan anda! Jangan menyentuh atau memegang makhluk laut yang indah dipandang, apalagi jika anda tidak mengenakan gloves.

12. Perhatikan dengan seksama sekeliling anda sebelum exit. Dengarkan apakah ada speed boat yang akan melintas. Jet ski yang melaju kencang juga merupakan ancaman serius bagi kepala anda. Gunakan surface signalling device seperti bendera ?diver below? di tempat anda menyelam.

13. Jika memungkinkan, lanjutkan pendidikan selam / Scuba Diving anda ke jenjang berikutnya.

Semoga tips ini dapat bermanfaat bagi kita semua…..

Never dive alone….

Artikel terkait :

open-trip-lombok-fix-all-web

Posted on

Paket Diving Murah : Sejarah Selam

Diving Murah : Sejarah Selam

marlion llc
TOP travel agent in Lombok & Gili Trawangan

gratis tshirt lombok tour gili trawangan marlionllc dot com
Penulis: Marlion Tours (Paket Diving Murah)

Menyelam atau diving murah adalah kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan air, dengan atau tanpa menggunakan peralatan, untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menyelam, sebagai suatu profesi, sudah dikenal lebih dari 5000 tahun lalu. Penyelam zaman dulu mungkin tidak bisa mencapai kedalaman lebih dari 100 feet. Biasanya kegiatan ini dilakukan untuk mengambil kerang dan mutiara. Dalam sejarah Yunani, Herodotus menceritakan seorang penyelam bernama Scyllis yang dipekerjakan Raja Persia Xerxes untuk mengambil harta karun yang tenggelam pada abad ke 5 SM.

Sejak jaman dulu, penyelam juga dipergunakan untuk militer, seperti menenggelamkan kapal musuh, memotong jangkar, dan melubangi kapal dari bawah. Alexander ¡°The Great¡± mengirimkan penyelam untuk meruntuhkan pelabuhan di kota Tyra (Libanon) yang kemudian dikuasai tahun 332 SM. Para penyelam jaman dulu juga dipergunakan untuk menyelamatkan barang yang tenggelam. Pada abad pertama SM, khususnya di Mediterania barat, para penyelam sudah terorganisir dan pembayarannya sudah diatur hukum. Pembayarannya tergantung kedalaman air yang diselami. Jika kedalamannya 24 feet maka penyelam dibayar ¨ö barang yang diselamatkan. Kedalaman 12 feet maka diberikan 1/3, dalam kedalaman 3 feet maka diberikan 1/10.

Pipa udara
Penyelam jaman dulu hanya memikirkan bahwa panjangnya pipa udara adalah sangat penting dalam penyelaman. Banyak design yang memakai pipa panjang yang fleksibel dengan bagian atas mengapung. Tentunya hal ini tidak akan bekerja dengan baik pada kedalaman 3 feet, karena akan menyebabkan penyelam kekurangan oksigen dan akan tenggelam. Tekanan air juga meningkat sehingga menekan pipa dan dada. Hal ini menyebabkan design alat selam yang menggunakan pipa udara tidak praktis dan sukar dilakukan.

Breathing Bag – diving murah

Lukisan Asyiria pada abad 9 SM menggambarkan seorang penyelam menggunakan tanki udara terbuat dari kulit. Namun penafsiran lain menjelaskan bahwa itu adalah perenang yang menggunakan tanki udara untuk mengapung di air.

Diving Bell- diving murah
Sekitar tahun 1500-1800 lonceng selam telah berkembang, sehingga penyelam dapat menyelam dalam hitungan jam. Lonceng selam adalah peralatan berbentuk bel dimana dasarnya terbuka di dalam laut.
Lonceng selam pertama sangat besar sehingga penyelam dapat menyelam dalam beberapa jam. pada perkembangan lanjut, lonceng selam ini terhubungkan dengan kabel dari permukaan. Lonceng ini tidak dapat bermanuver dengan baik. Penyelam dapat tetap didalam atau keluar lonceng sebentar sambil menahan napas.

Lonceng selam pertama dibuat tahun 1513. Pada tahun 1680, petualang bernama William Philip berhasil mengangkat harta tenggelam sebanyak $200.000 dengan metode ini. Pada tahun 1690, seorang ahli astronomi Inggris, Edmund Halley mengembangkan lonceng selam, dengan menenggelamkan tong dengan pemberat. Bersama 4 temannya ia dapat bertahan 1 1/2 jam dalam kedalaman 60 feet di sungai Thomas. 26 tahun kemudian, dengan mengembangkan peralatannya menjadi lebih baik ia dapat bertahan 4 jam dalam kedalaman 66 feet.

Diving Suit – diving murah
Pada tahun 1715, seorang Inggris bernama John Lethbridge mengembangkan baju selam. Pertama kali ia menciptakan sebuah tong dari kayu yang dilapisi kulit, juga dilengkapi dengan kaca di bagian depan, dan lubang untuk lengan. Dengan menggunakan peralatan ini penyelam bisa melakukan tugasnya. Peralatan ini diturunkan dari kapal ke dalam air. Baju selam ini cukup berhasil, karena kedalaman normal operasinya 60 feet dan selama 34 menit. Tapi kelemahannya hampir sama dengan lonceng selam, yaitu terbatasnya suplai udara.

Pada tahun 1823 John dan Charles Deane, mempatenkan pakaian pemadam kebakaran. Dengan pakaian tersebut, pemadam kebakaran dapat masuk ke dalam bangunan yang terbakar. Pada tahun 1828, pakaian tersebut dipatenkan untuk selam, dimana terdiri dari pakaian yang dapat menahan dingin, helm, dan hose yang menghubungkan dengan permukaan. Suplai udara berasal dari permukaan dan dikeluarkan lewat bagian bawah helm, sehingga jika posisi helm terbalik maka akan cepat terisi air. Akhirnya oleh Augustus Siebe, helm ini dilengkapi dengan seal di bagian leher dan katup kuras.

Beberapa penemu bekerja sama untuk membuat pakaian selam yang dilengkapi dengan senjata. Pakaian ini dapat mengatur tekanan sehingga tekanan udara yang dihirup sama dengan tekanan udara permukaan. Pakaian selam ini merupakan pengembangan dari pakaian John Lethbridge.
Penggunaan pakaian ini dipertanyakan, karena bentuknya agak kaku untuk melakukan tugas. Pada tahun 1930 kedalaman yang dicapai 700 feet, tetapi dengan pengembangan sekarang sudah mencapai 2000 feet air asin (fsw).

Caissons – diving murah
Pada saat yang sama dalam pengembangan pakaian selam, para penemu bekerja keras untuk mengembangkan lonceng selam dengan meningkatkan ukuran dan menambah kapasitas pompa udara sehingga dapat menjaga tekanan udara dan mengeluarkan air di dalam lonceng. Perkembangan pompa udara yang cepat menambah ukuran ruang yang cukup luas sehingga beberapa pekerja dapat bekerja dibawah air. Hal ini bermanfaat terutama dalam pembangunan kaki jembatan atau terowongan. Ruangan yang diciptakan disebut caissons, dalam bahasa Prancis berarti kotak besar. Caisson didesain sehingga penyelam dapat mudah mencapai permukaan. Dengan mengggunakan sistem kunci, tekanan di dalam caisson dapat diatur saat penyelam masuk dan keluar. Pada akhirnya caisson berkembang cepat. Tapi dengan pemakaian caisson ini banyak pekerja mengalami penyakit dekompressi, sehingga penyakit dekompresi disebut juga penyakit caisson.

SCUBA (Self Contained Breathing Apparatus) – diving murah
Peralatan selam yang dikembangkan John Deane, Agustus Siebe memang memberikan penyelam waktu yang lama dalam air, tetapi mobilitas sangat kurang. Para penemu mencari metode lain tanpa menurunkan tingkat bahaya. Solusi terbaik adalah menyediakan suatu alat suplai udara yang dapat dibawa. Pada awalnya tidak berhasil karena terbatasnya kapasitas pompa udara untuk menyimpan udara dalam tekanan tinggi. Setelah hal ini dapat diatasi, maka udara dapat disimpan dalam suatu tempat tabung dalam tekanan tinggi sehingga menyediakan suplai udara yang cukup lama.

Scuba berkembang dengan cepat sehingga berkembang menjadi 3 macam tipe dasar:

  1. Open Circuit Scuba (dimana seluruh udara buang langsung dikeluarkan ke lingkungan sekitarnya). Regulatornya dikembangkan oleh Benoist Rouquayrol, sedangkan sistemnya dikembangkan oleh Jacques-Yves Cousteau dan Emile Gagnan.
  2. Closed Circuit Scuba (dimana seluruh udara buang dimasukkan lagi ke sistem sehingga dapat di daur ulang). Henry A. Fleuss mengembangkan sistem ini pada tahun 1876 dan 1878, Fleuss kemudian berhasil menguji peralatannya pada tahun 1879 dalam tanki air hampir selama 1 jam.
  3. Semiclosed Circuit Scuba (kombinasi dari keduanya).

Tipe Penyelaman – diving murah

diving lombok
Gili Trawangan adalah pulau yang terbesar di gugusan ini, pulau lainnya bernama gili meno dan gili air

Kegiatan menyelam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung antara lain kepada kedalaman, tujuan dan jenis peralatan yang digunakan. Jika kedalaman yang dijadikan tolok ukur, penyelaman dapat dibedakan menjadi:

  1. Penyelaman dangkal : Yaitu penyelaman dengan kedalaman maksimum 10 m
  2. Penyelaman sedang : Yaitu penyelaman dengan kedalaman < 10 m s/d 30 m
  3. Penyelaman dalam : Penyelaman dengan kedalaman > 30 m.

Jika didasarkan kepada tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan itu, penyelaman bisa dibedakan menjadi :

1. Penyelaman untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara, antara lain:

  • Tactical (Combat) diving yaitu penyelaman untuk tugas-tugas tempur
  • Submarine Rescue, penyelamatan kapal selam
  • Search & Rescue (SAR)
  • Inspection & Repair (inspeksi dan perbaikan)
  • Ship Salvage

2. Penyelaman-penyelaman jenis ini pada umumnya dilaksanakan oleh para penyelam Angkatan Bersenjata.

3. Penyelaman komersial.Yaitu penyelaman professional antara lain untuk kepentingan konstruksi dibawah permukaan air, penambangan lepas pantai (Off shore drilling), salvage, dll.

4. Penyelaman Ilmiah (Scientific Diving). Penyelaman yang dilakukan untuk kepentingan ilmiah, antara lain : penelitian biologi, geologi, arkeologi dan kelautan pada umumnya.

5. Penyelaman Olah Raga (Sport Diving). Penyelaman yang dilakukan untuk kepentingan mempertahankan atau meningkatkan kondisi kesehatan dan kebugaran jiwa dan raga.

Untuk mengerti lebih jelas tipe-tipe penyelaman, maka disarankan lebih baik membaca dulu fisika penyelaman, dan aspek medisnya. Ada lima tipe umum selam sesuai metode, yaitu:

  1. Breatholding atau Free Diving : Disebut juga skin diving atau snorkeling, merupakan penyelaman yang paling mudah dan paling tua. Tidak menggunakan suplai udara, sehingga waktu menyelam tergantung lamanya penyelam dapat menahan napas. Umumnya penyelam menggunakan masker untuk melihat dalam air, fin untuk mengayuh, dan snorkel untuk bernapas ketika berenang dengan muka menghadap ke bawah air. Lebih baik lagi menggunakan baju wet suit, selain menghindari hipotermi, juga dapat menambah daya apung.
  2. Scuba diving: Menggunakan tabung dan regulator tekanan. Penyelam biasanya menggunakan tabung selam yang berisi 72 atau 90 cubic feet (cuft) dengan tekanan 2200 atau 3300 pound per square inch gauge (PSIG). Seperti snorkeling, penyelam menggunakan masker, fin, snorkel, pemberat, BC, jam selam, dan depth gauge. Untuk menghindari hipotermia, penyelam menggunakan wet suit. Jika suhu air < 10 OC, biasanya menggunakan dry suit. Selain peralatan dasar, peralatan tambahan juga diperlukan untuk keamanan, navigasi, dan komunikasi.
  3. Surface Supplied or Tethered diving : Penyelaman ini memerlukan suplai udara dari permukaan secara terus menerus biasanya untuk tujuan militer atau komersial.
  4. Saturation diving : Konsep penyelaman ini adalah bahwa dalam 24 jam pada kedalaman tertentu, jaringan tubuh telah menyeimbangkan tekanan sehingga waktu dan profil dekompresi tetap sama walaupun penyelam berhari-hari dalam air.

Sebelum melakukan penyelaman, biasanya penyelam akan tinggal di dalam ruang yang bertekanan sama dengan kedalaman, setelah itu diangkut kedalam kapsul atau lonceng selam ke kedalaman yang diinginkan.

One Atmosphere diving – diving murah

Pada penyelaman ini, tekanan udara yang digirup penyelam diatur supaya sama dengan permukaan laut (1 ATM). Leonardo Da Vinci telah mendesain gambaran yang sama dengan model modern (lihat Armored Diving Suit), tetapi baru direalisasikan pada abad 20.

Rebreather diving – diving murah
Konsepnya yaitu dengan mensirkulasikan kembali udara yang telah dibuang penyelam, dengan membuang karbondioksida, dan menambah oksigen sebelum masuk ke dalam tubuh penyelam kembali. Dengan adanya konsep ini, menyelam akan lebih dalam dan lebih lama, dan gelembung udara tidak ada yang mungkin mengganggu pandangan. Tetapi peralatan selam ini sangat berbahaya jika tidak digunakan dan dipelihara dengan baik.

Mixed Gas diving – diving murah
Pada penyelaman ini tidak menggunakan udara bebas, tetapi menggunakan udara dengan komposisi tertentu. Udara dengan komposisi yang diatur ini dapat dipergunakan dalam berabagai tipe selam lain.

Ada tiga macam campuran udara yang dipakai dalam penyelaman:

1. Enhanced Nitrox (I,II)

Nitrox adalah campuran gas yang terdiri dari oksigen dan nitrogen. Yang sering digunakan ada dua, yaitu Nitrox 1 (32 % oksigen, 68 % nitrogen) dan Nitrox II (36 % oksigen, 64 %). Hanya Nitrox I yang boleh digunakan dalam penyelaman olahraga. Sebenarnya kata Nitrox berarti campuran gas dengan komposisi oksigen < 21 %. Biasanya dipergunakan dalam selam, dan penyelaman saturasi, dimana efek samping keracunan oksigen dapat dihindarai. Secara teknis, jika kadar oksigen > 20 % maka disebut “enrich air nitrox” (EAN) atau “oxygen enrich air” (OEA). Tapi dalam prakteknya istilah EAN dan Nitrox sering tertukar. Dengan adanya EAN maka kemungkinan terjadinya penyakit dekompressi menjadi berkurang, namun efek samping keracunan oksigen akan lebih besar. Untuk penyelaman rekreasi, penggunaannya masih dalam perdebatan.

Keuntungan Penggunaan EAN pada kedalaman 50-130 fsw:

  • Menurunkan risiko penyakit dekompresi.
  • Menurunkan kejadian keracunan nitrogen.
  • Mengurangi waktu nitrogen sisa (residual nitrogen).
  • Waktu surface interval lebih pendek.
  • Mengurangi waktu dekompresi jika bottom time maksimum terlewati.
  • Mengurangi waktu survace interval antara menyelam dan terbang.

Kerugian Penggunaan EAN pada kedalaman 50-130 fsw:

  • Memerlukan pelatihan khusus.
  • Menggunakan peralatan khusus Nitrox.
  • Meningkatkan oksidasi tabung scuba menjadi cepat berkarat.
  • Mempercepat kerusakan peralatan.
  • Meningkatkan risiko kebakaran.
  • Risiko keracunan oksigen lebih besar.

2. Heliox

Selain nitrox, yang sering digunakan adalah heliox, yaitu campuran helium dan oksigen. Helium merupakan gas inert, yang menggantikan nitrogen. Penggunaannya menghilangkan efek keracunan oksigen dan menurunkan keracunan oksigen. Heliox disarankan dalam penyelaman > 130 fsw. Heliox sangat mahal.

3. Trimix

Trimix adalah campuran gas helium, nitrogen dan oksigen. Komposisinya tergantung dari profil waktu selam yang dipakai. Angkatan Laut AS menggunakan pada kedalaman > 190 fsw, dan selalu digunakan pada kedalaman ekstrim > 600 fsw.
Yang digunakan dalam penyelaman rekreasi adalah jenis helitrox yaitu trimix yang diperkaya oksigen. Campuran yang sering digunakan adalah TX 26/17 (26 % oksigen, 17 % helium, dan 57 % nitrogen). Beberapa kematian penyelam olahraga berkaitan dengan penggunaan heliox, sehingga penggunaan trimix helitrox untuk penyelaman rekreasi masih diperdebatkan.

Sumber: USN Diving Manual 6th – Diving Murah

Artikel terkait :

open-trip-lombok-fix-all-web

Posted on

5 Hari Tour Lombok, Gili Trawangan, Waterfalls, Pink Beach

sendang gile waterfall lombok

Paket Wisata Lombok 5 Hari 4 Malam, Keliling Lombok Lengkap, Gili Trawangan, Mandalika – Kuta Area, Sasak Tour, Pantai Pink Lombok, Waterfall Tour, City Tours, Pusat Kerajinan, Shopping

HARI 01 : KEDATANGAN – MANDALIKA TOUR (PANTAI KUTA) & KEBUDAYAAN SASAK LOMBOK

Tiba & Dijemput oleh Guide Kami di Bandara International Lombok (BIL)

Hari Pertama mengunjungi :

  1. Desa Sade (Desa Adat Tradisional Lombok)
  2. Pantai Kute dan Tanjung Aan dengan pantainya yang indah dan pasir mericanya
  3. Pantai Seger & Mandalika Area
  4. Bukit Merese (Sunset Point)
  5. Jika masih ada waktu maka akan mengunjungi Desa Sukarare (Pusat kain tenun tradisonal lombok), Desa Banyumulek (desa pusat pengrajin tembikar tanah liat), dan Desa Sesela (Kerajinan Cukli Kayu).

areal kuta lombok

areal kuta lombok

tenun rangrang sukarare lombok
tenun rangrang sukarare lombok

Hari 02: GILI TRAWANGAN TOUR

paket wisata lombok
Snorkeling di Gili Trawangan

Highlight Program :

  1. Bukit Malimbu
  2. Pantai Melaka
  3. Teluk Nare
  4. Menyebrang PP ke Gili Trawangan menggunakan Private Fast Boat (Charter)
  5. Berenang, Snorkeling (atau Diving Jika Diinginkan) menggunakan Glassbottom Boat
  6. Baun Pusuk (Mongkey Forest)

Rute : Setelah sarapan pagi di hotel, selanjutnya peserta akan mengikuti Gili Trawangan Tour mengunjungi:

  1. Bukit Malimbu dengan pemandangan gunung Agung Bali dan gugusan Gili – Gili yang indah.
  2. Pantai Melaka untuk foto session (backround panorama 3 gili)
  3. Pelabuhan Teluk Nare dan menyebrang ke Gili Trawangan menggunakan Private Fast Boat (selama 10 menit)
  4. Gili Trawangan pulau kecil dengan beragam aktivitas wisata bahari : berenang, snorkeling, glass bottom boat, short diving, keliling pulau dengan delman/cidomo (biaya sendiri)
  5. Sore hari kembali ke Bangsal untuk selanjutnya mengunjungi Hutan Lindung Pusuk dengan pemandangan lembah yang indah dan Kera – Kera hutan yang berjejer di sepanjang  jalan
  6. Selanjutnya mengunjungi Kota Mataram & Cakranegara untuk berbelanja oleh – oleh khas Lombok (Mutiara Air Laut & Air Tawar, Kaos Lombok, Makanan khas Lombok, Obat – Obatan khas NTB ), dan tour selesai.
  7. Kembali ke hotel.
Tour Gili Trawangan
Tour Gili Trawangan

HARI 03 : PINK BEACH TOUR 

Rute Tour Pantai Pink adalah:

  • Makan pagi di hotel kemudian dijemput untuk dimulainya tour
  • Perjanalan menuju ke Pantai Pink menuju Pealbuhan Tanjung Luar.
  • Sampai di Tanjung Luar kita akan menaiki Private Boat (Charter) untuk menuju ke pantai pink
  • Dalam perjalan laut kita akan setop di Pulau Pasir (Gili Kapal) untuk foto session
  • Kemudian snorkeling di areal pantai pink 1
  • Makan Siang SEA FOOD (sudah termasuk kedalam paket). Sea food lengkap berupa kepiting laut, ikan laut, udang, cumi cumi, dan lain lain
  • Kemudian Jalan jalan dan snorkeling di areal pantai pink 2
  • Stop sebentar dibeberapa gili yang pantainya berpasir lembut
  • Menikmati Sunset di laut saat perjalanan pulang menuju pelabuhan tanjung luar
  • Makan malama kemudian pulang ke hotel untuk istirahat

HARI 04 : WATERFALLS TOUR (Tiu Kelep & Sendang Gile Waterfalls)

Rute Tour Air Terjun Adalah:

  • Makan pagi di hotel kemudian dijemput untuk dimulainya tour
  • Perjanalan menuju Lombok Utara untuk melihat beberapa air terjun yang indah dan sangat bagus panoramanya untuk foto session yaitu air terjun Tiu Kelep dan air terjun Sendang Gile.
sendang gile waterfall lombok
sendang gile waterfall lombok

HARI KE 05: TRANSFER AIRPORT

Makan pagi di Hotel, acara diantarkan shopping oleh-oleh (free and easy) sampai waktunya diantar kembali ke Airport untuk perjalanan selanjutnya.
aiport lombok LOP

Armada Mobil : Honda Mobilio/Toyota Avanza/Suzuki Ertiga (atau setara itu)  yang akan kita gunakan didalam tour kita nanti:
tour lombok gilitour lombok gilitour lombok gili

Info harga via chat whatsapp klik tombol :

Harga Paket Tour sudah termasuk :

  1. Menginap di hotel sesuai pilihan (sekamar berdua / bertiga peserta ganjil)
  2. Makan Pagi di hotel.
  3. Penjemputan dan pengantaran ke airport
  4. 21% tax & service charge
  5. Guide atau Pemandu Wisata berbahasa Indonesia (tersedia juga guide bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Inggris, bahasa Korea, bahasa Rusia dan bahasa lain dengan tambahan biaya)
  6. Mobil / Bus ber-AC (Standar pariwisata)
  7. Luggage Car untuk peserta rombongan/group
  8. Tiket masuk obyek wisata yang dikunjungi
  9. Air Mineral @2 botol perhari selama tour

Harga Paket Tour belum termasuk :

  1. Tiket Pesawat
  2. Airport Tax
  3. Asuransi Perjalanan
  4. Biaya keperluan Pribadi (Telpon, Internet, Laundry, Room Service, Mini Bar)
  5. Minuman saat makan siang dan makan malam yang tidak tercantum dalam menu
  6. Tipping untuk Guide, Sopir, Bellboy Hotel dan Porter Airport
  7. Surcharge atau biaya tambahan pada periode High Season (HS) dan Peak Season (PS) yaitu bulan Juni – Juli (liburan sekolah), Agustus, Lebaran, Imlek, Natal dan Tahun Baru.
  8. Biaya tambahan HS dan PS akan disampaikan pada saat pemesanan bilamana pemesanan kamar bertepatan dengan periode HS dan PS karena masing masing hotel mempunyai ketentuan berbeda mengenai periode High Season dan Peak Season.

INFO TAMBAHAN :

  • Minimal Peserta Tour 2 Orang
  • Angka 2-3 orang, 4-5 orang dan seterusnya menunjukkan jumlah peserta tour, semakin banyak jumlah peserta maka harga paket tour per orang semakin murah.
  • Harga diatas untuk PRIVATE TOUR (tidak digabung dengan tamu lainnya)
  • Mobil yang digunakan : Suzuki APV Arena, Toyota Avanza, KIA Pregio, Isuzu Elf dan Bus sampai 50 Seat.
    Pemakaian mobil tergantung persediaan pada saat pemesanan dan jumlah peserta.
  • Paket Tour hanya berlaku untuk wisatawan domestic dan pemegang KIMS atau KITAS
  • Waktu untuk Check In Hotel adalah 14.00 dan waktu untuk Check Out adalah 12.00

Ketentuan harga untuk anak anak (3-11 tahun) :

  • Sekamar dengan orang tua (1 dewasa + 1 Anak) dihitung sama dengan harga dewasa
  • Sekamar dengan orang tua (2 dewasa + 1 Anak) menggunakan extra bed dihitung 75% dari harga dewasa
  • Sekamar dengan orang tua (2 dewasa + 1 anak) tanpa extra bed dihitung 50% dari harga dewasa dan tidak termasuk makan pagi.
  • Maksimal 1 anak (3-11) sekamar dengan orang tua (dengan penambahan 1 extra bed)
  • Bayi / Infant (0-3 tahun) tidak dikenakan biaya

SISTEM PEMBAYARAN :

  1. Setelah melakukan reservasi, pastikan anda menerima konfirmasi dari kami karena didalam konfirmasi tersebut tertera informasi batas waktu pembayaran (tanggal jatuh tempo) dan detail pembayaran anda.
  2. Lakukan pembayaran deposite atau pembayaran penuh sebelum tanggal jatuh tempo yang kami tetapkan agar tidak terjadi pembatalan reservasi. Ini juga bertujuan untuk meyakinkan kami bahwa anda memang serius akan menggunakan layanan kami dan bukan pengunjung fiktif.
  3. Pembayaran dapat dilakukan melalui TRANSVER BANK BCA ( Bank Central Asia – No. Rekening : 0561308674 – Atas Nama : ABDURRACHIM ).
  4. Mohon konfirmasikan pembayaran anda via email, phone, sms, BBM, atau chating jika anda telah melakukan pembayaran tagihan.
  5. Setelah pembayaran anda kami konfirmasi, maka kami akan mengirimkan voucher via email atau fax sebagai bukti pembayaran anda sudah kami terima sekaligus sebagai tanda jadi.
  6. Mohon voucher tersebut dibawa ke Lombok sebagai bukti bahwa anda-lah yang menjadi klient kami.
  7. Untuk pembayaran sisa tagihan bisa dilakukan saat tiba di Lombok. Pembayaran bisa melalui Cash ke Guide/sopir, atau langsung ke kantor kami.
  8. Kami akan mengirimkan Payment receipt beserta voucher via email, Facebook, atau BBM sebagai tanda bukti pembayaran anda sekaligus tanda bukti Bapak/Ibu akan mendapatkan service terbaik kami.

PT. Marlion LLC

  • Paket wisata murah ke pulau Lombok dan pulau Gili Trawangan dengan akomodasi yang bagus dan pelayanan yang memuaskan.
  • Jika Anda ingin berkunjung ke pulau pulau lain disekitar pulau Lombok seperti Gili Air, Gili meno, Gili Gede dan pulau lainnya, maka kami akan membuatkan paket spesial untuk Anda.
  • Kami juga melayani paket tour Diving (menyelam), Diving Course, dan Diving Guide untuk Anda.
  • Bagi Anda yang Ingin Trekking Rinjani kami juga spesialis dalam hal ini.
  • Yuk contact kami via Phone/WhatsApp: +6287865026222 sekarang untuk berdiskusi, kami akan senang untuk melayani Anda.
  • melalui Cash ke Guide/sopir, atau langsung ke kantor kami.
  • Kami akan mengirimkan Payment receipt beserta voucher via email, Facebook, atau BBM sebagai tanda bukti pembayaran anda sekaligus tanda bukti Bapak/Ibu akan mendapatkan service terbaik kami.

PT. Marlion LLC

  • Paket wisata murah ke pulau Lombok dan pulau Gili Trawangan dengan akomodasi yang bagus dan pelayanan yang memuaskan.
  • Jika Anda ingin berkunjung ke pulau pulau lain disekitar pulau Lombok seperti Gili Air, Gili meno, Gili Gede dan pulau lainnya, maka kami akan membuatkan paket spesial untuk Anda.
  • Kami juga melayani paket tour Diving (menyelam), Diving Course, dan Diving Guide untuk Anda.
  • Bagi Anda yang Ingin Trekking Rinjani kami juga spesialis dalam hal ini.
  • Yuk contact kami via Phone/WhatsApp: +6287865026222 sekarang untuk berdiskusi, kami akan senang untuk melayani Anda.
Posted on

4 Days 3 Nights Lombok Gili TrawanganTour

paket wisata lombok

Itinerary
Day 1. Arrival + Sasak Tour (Lunch / Dinner)
Arrive at the Lombok International Airport, meeting service and this excursion will take you to explore southern part of Lombok to discover Sasak tribe (as Majority ethnic at Lombok),we will start our excursion visiting SADE / RAMBITAN the oldest Sasak traditional village at Lombok where for generations they live in a traditional house called Bale Tani built by using clay dunk as foundation. After lunch at local restaurant KUTA beach or TANJUNG Aan will be our last destination; famous for peppers white sands or if you want to experience solitude paradise beach you could change Kuta or Tanjung Aan to Mawun and Selong Belanak beach, next we heading to SUKARARA renown as central weaving of Lombok, featuring kinds of interesting motifs, at this village girls should know how to weave before get married, excursion members could try how to weave and try to wear Sasak marriage costums and take picture for souvenir (own Camera), BANYUMULEK famous as productor pottery out of clay where during visit you can try how to make pottery, transfer to Hotel for check in and free program. (Lunch & Dinner at local restaurant)

Day 02. Pink Beach Tour (B.L.D)
After breakfast at Hotel, pick up and direct Drive about 2,5 hours to south east of Lombok to reach TANJUNG LUAR HARBOUR east Lombok region, famous as the biggest fish market on Lombok island (in certain period also renown as Shark market ), from here we will continue our journey by outrigger Boat for ±45 minutes to PINK BEACH / TANGSI BEACH, swimming on pristine clear water, Snorkeling and touching pink sands spreading as long as bay, at GILI PETELU ±10 minutes from Pink Beach by boat, snorkeling will be our next activity, for 30 minutes, tropical multicolor fish and coral reefs will amaze you in a clear turquoise water will be an experience unforgettable, for ±30 minutes by boat to PULAU PASIR/PULAU GOSONG, this tiny isle can only be visit on low tight ( 50m2 ) & foto stop is highly recommended. Return to Tanjung Luar harbor ±15 minutes by boat, back to hotel for free & leisure. (Lunch will be served on picnic Lunch style & Dinner at Local Restaurant).

Day 03. Gili Trawangan Tour – Night (B.L.D)
After breakfast at Hotel, drive via west coast of Lombok, we will stop at BUKIT MALIMBU, famous for amazing panoramic photo with three GILI’S and Bali island at background, TELUK NARA / BANGSAL, as main harbor to cross the sea by boat to, GILI TRAWANGAN, The most famous GILI ( small island in Sasak Language ) compare to Gili Meno & Gili Air, there are such activities you can do on Island : Diving, Snorkeling, Glass Bottom Boat, horse and bicycle riding also available as main transport to visit around Gili Trawangan, Back to Teluk Nara / Bangsa harbor. Continuation to HUTAN PUSUK, famous as Monkey Forest where hundreds of wild monkey lined at side of road looking for food, Shopping Program, transfer back to the hotel for rest & free time. (Lunch & Dinner at Local Restaurant).

Day 04. Transfer Out Airport ( B )
Breakfast at Hotel, free program until time transfer to airport for next flight.
Price for Package above inclusive of
03 nights at the Hotel STD Room including breakfast
transfers Airport-Hotel-Airport,
Transport AC, Guide, Meals and visits by program
mineral water + soft drink during tour
Boat Charter for Gili Tour, tourism object ticket entrance & parking.
Price for Package above exclude the following
International airport taxes
Tipping Compulsory RM 20/pax/day for Tour Guide / Driver
Room Service
Insurance
Flight Ticket
Airport Tax
Security Charges
Telephone Calls
Laundry and any others items

Optional :
• Mandarin Guide Surcharges RM 160 / Day .
Child Policy
Child With Bed – 85% from Twin sharing (11 & 12 Years)
Child No Bed – 65% from Twin sharing (02- 10 Years)
Important Note
Min 2 Person
All transfer are based on PRIVATE(PVT) basis.
Extension Night with breakfast per room per night
Halal Meal arrange without charges .
Confirmed hotels cannot be refunded in the event where paxs opt to change hotels when in Lombok
Itinery are subject to change without prior notice depending on weather condition
The Package Costs are subject to change without prior notice
HIGH SEASON SURCHARGE :
* Pratama Hotel Mataram 3*: No Surcharge
* Puri Saron 3*: 3 – 10 Jul & 1 – 31 Aug : RM 50/Room/Night
* Jayakarta Hotel 4*: 1 Jul – 31 Aug : RM 90/Room/Night
* Holiday Resort 4*: 1 – 31 August : RM 75/Room/Night
* Living Asia resort: 1 Jul – 31 Aug : RM 130/Room/Night
Payment by credit card add 2.5%

Posted on

Lombok Diving : Tutorial PERALATAN SELAM

Lombok Diving : Tutorial PERALATAN SELAM

Peralatan Selam – Lombok Diving

Peralatan-Selam-Lombok-Diving
Peralatan Selam – Lombok Diving

Oleh karena perbedaan lingkungan, seorang penyelam akan berhadapan dengan lingkungan yang baru yaitu air. Untuk itu diperlukan penyesuaian terhadap cairan, sehingga dibutuhkan suatu jenis peralatan sesuai dengan penggunaannya. Dengan demikian terciptalah berbagai peralatan untuk dapat menyesuaikan lingkungan cair tersebut. Peralatan selam terbagi dua, peralatan dasar selam dan peralatan tambahan.

Peralatan Dasar Selam – Lombok Diving

  1. Masker
  2. Snorkel
  3. Fins & Boots
  4. Rompi Apung
  5. Pakaian Selam/Wet Suit
  6. Sabuk Pemberat/Weight Belt
  7. Pisau Selam
  8. Sarung Tangan
  9. Tas Selam/Gear Bag

Peralatan Tambahan – Lombok Diving

  1. Peralatan Scuba
  2. Pengukur Kedalaman (Depth Gauge)
  3. Kompas
  4. Jam Selam
  5. Cairan Antifog

Masker – Lombok Diving

Penggunaan

Penglihatan di dalam air sangat buruk, maka diperlukan alat yaitu masker. Alat tersebut memberikan rongga udara antara mata dan air, sehingga penglihatan akan lebih jelas dan dapat melindungi terhadap iritasi air pada mata. Sewaktu menyelam, masker akan mendapat tekanan hidrostatis. Oleh karena itu, pemakaian masker tidak boleh terlalu ketat dan selalu mengadakan equalisasi (penyesuaian tekanan) dengan menghembuskan udara ke dalam masker melalui hidung, maka hidung harus diikutsertakan ke dalam masker. Dengan alasan inilah kenapa goggle (kacamata renang) tidak dapat digunakan untuk menyelam. Masker mempunyai kelemahan sebagai akibat dari kombinasi sudut bias dan indeks bias antara air, kaca, dan udara yang menyebabkan benda-benda akan terlihat ¡¾2 kali lebih besar dan ¡¾1/2 kali lebih dekat. Untuk mendapatkan masker yang baik dan sesuai dengan kegunaannya, perlu memperhatikan ciri-ciri masker sebagai berikut:

Safety tempered glass

  1. Frame terbuat dari bahan anti karat
  2. Double seal/skirt yang lentur untuk wajah
  3. Nose pocket/kantung hidung
  4. Ikat kepala/strap dilengkapai dengan buckle
  5. Katup Kuras
Jenis-Jenis Masker Ditinjau dari bahan:
  1. Neoprene
  2. Silicon
Jenis-Jenis Masker Ditinjau dari kaca:
  1. Single
  2. Double
  3. Triple

Pemilihan Masker – Lombok Diving

Cara memilih masker yang baik sesuai dengan muka adalah dengan cara memasang pada muka tanpa menggunakan strapnya, hisap udara didalamnya dengan hidung sedikit mungkin kemudian tahan napas, jika masker tersebut tertahan pada muka, maka masker tersebut cocok untuk dipakai. Pilihlah masker yang kacanya tempered, volumenya kecil, medan penglihatan luas, hindari masker yang ada katup buangnya.

Perawatan Masker – Lombok Diving

Setelah dipakai menyelam bilaslah dengan air tawar yang bersih kemudian keringkan (hindari terkena panas langsung). Setelah kering berikan talk (bedak), lalu simpan di tempat yang sejuk. Jangan sampai tertekan waktu menyimpannya.

Snorkel – Lombok diving

Penggunaan Snorkel

Snorkel adalah sebuah pipa yang dipergunakan untuk bernapas bagi penyelam di permukaan air, berguna untuk skin diving sewaktu beristirahat di permukaan. Melalui snorkel seorang penyelam dapat mudah bernapas tanpa harus menegakkan kepala keluar dari air saat berada di permukaan, sehingga dapat bebas mengamati keadaan bawah air. Panjang pipa ¡¾ 30 cm, apabila lebih maka akan bertambah besar volume ruang udara mati (dead air space) yang dapat mengurangi udara baru yang masuk ke dalam paru-paru.Snorkel biasanya digantungkan di sebelah kiri masker pada penyelaman, namun dapat juga di depan atau sebelah kanan, tergantung tipe snorkel.Teknik napas melalui snorkel dengan menghembuskan udara terlebih dahulu, kemudian membuang napas, hal ini untuk menghindari adanya air yang masuk melalui ujung pipa yang terbuka.Untuk mengetahui ujung pipa snorkel berada diatas permukaan, dapat di cek dengan dipegang oleh tangan kiri. Untuk mengetahui ujung pipa sudah masuk ke dalam air biasanya akan terdengar air masuk ke pipa snorkel pada telinga sebelah kiri atau kanan.

Jenis Snorkel Ditinjau dari bahan:

  1. Neoprene
  2. Silicon
Ditinjau dari bentuk:
  1. J-Shaped
  2. L-Shaped
  3. Type countour
  4. Flexible Hose
Pemilihan Snorkel – Lombok Diving
Carilah snorkel yang bagian dalamnya licin, untuk mempermudah meniup sehingga tidak ada sisa air yang tertinggal. Pilih moutpiece yang cocok dan nyaman dimulut. Panjang antara 12 s/d 14 inci.
Pemilihan Snorkel – Lombok Diving
Carilah snorkel yang bagian dalamnya licin, untuk mempermudah meniup sehingga tidak ada sisa air yang tertinggal. Pilih moutpiece yang cocok dan nyaman dimulut. Panjang antara 12 s/d 14 inci.
Perawatan Snorkel – Lombok Diving
Sehabis dipakai menyelam, bilas dengan air tawar yang bersih kemudian keringkan dan diberi talk (bedak) dan disimpan di tempat yang sejuk.
Fins – Lombok Diving
Penggunaan Fins : Fins digunakan untuk menambah daya kayuh penyelam sehingga menambah laju pergerakan dalam air, bukan untuk kecepatan. Teknik pemakaian ayunan kaki perlahan namun kuat serta santai. Fin yang diindonesiakan dengan istilah “sirip selam” atau “kaki katak” diciptakan untuk memberi kekuatan pada kaki dan merupakan piranti penggerak. Fins bukan dibuat demi menambah kecepatan berenang namun menambah daya kayuh. Dengan bantuan fins kemampuan renang kita bertambah 10 kali lebih besar dibanding tanpa menggunakan fins.
Tipe
  1. Full Foot Style
  2. Open Hill Style
  3. Rocket/jet Fins
  4. Open Tournamen Fins

Jenis Fins Ditinjau dari bahan:

  1. Neoprene
  2. Silicon

Pemilihan Fins

Pilihlah fins yang sesuai dengan ukuran kaki, jangan terlalu ketat dan sempit, sesuaikan tipe fins dengan keadaan dan keperluan:

Jenis Full Foot Style /Foot Pocket – Lombok Diving
Cocok untuk kegiatan skin diving atau fins swimming, biasanya lebih fleksible, dengan letak lempeng lebih menyudut, yang menyebabkan kaki tidak mudah lelah. Ukuran besar-kecil merupakan hal yang lebih menentukan; lebih repot untuk dikenakan maupun mencopotnya untuk kegiatan scuba diving.
Jenis Open Heel – Lombok Diving
Cocok untuk kegiatan scuba diving, biasanya berlempeng lurus, semi kaku dengan lempengan lebih panjang. Jenis ini memberikan kekuatan lebih besar, namun membutuhkan waktu penyesuaian bagi otot-otot kaki. Open heel fins mempunyai kelebihan dalam hal kemudahan waktu mengenakan dan melepasnya.
Adjustable Open Heel – Lombok Diving
Jenis ini paling cocok/sesuai untuk scuba diving di perairan karena dibuat mempunyai kantong yang cukup besar untuk kaki kaki yang memakai boots (semacam kaos kaki terbuat dari karet), mempunyai lempengan yang lebih lebar untuk menghasilkan tenaga besar dan biasanya terdapat lobang-lobang alur air di bagian atas lempengan tersebut. Lobang alur air ini mengurangi kelelahan kaki yang disebabkan oleh daerah negatif pada lempengan.
Perawatan Fins – Lombok Diving
Sama halnya dengan Masker dan Snorkel, selesai digunakan bersihkan dengan air tawar yang bersih, keringkan dan beri talk (bedak).
Boots – Lombok Diving
Penggunaan Boots
Boots merupakan sepatu boot yang dipakai pada saat penyelaman. Hal ini berguna menghindari cedera kaki sewaktu menyentuh dasar laut, karang, benda-benda keras seperti besi dll juga perlindungan terhadap kejang kaki disebabkan kedinginan dan kemungkinan kaki lecet. Boots dari karet busa dengan sol keras adalah jenis perlengkapan pelindung kaki yang umum dipakai penyelam, kaos kaki yang umum dipakai penyelam, kaos kaki tebalpun dapat digunakan sebagai pencegah lecet sewaktu latihan. Pemakaian boot juga dapat mengurangi cedera karena duri pari stingray walaupun tidak bisa mencegah tembusan durinya.
Pemakaiannya disatukan dengan fins. Boot dipakai dahulu, lalu kemudian memakai fins.
Pemilihan Boots – Lombok Diving
Sesuaikanlah dengan ukuran fins yang akan dipakai. Pilihlah boots yang mempunyai komposisi kuat yang dapat melindungi kaki, sehingga cedera dapat minimal. Semakin tebal boots, maka semakin baik. Sebaiknya pilihlah boot yang tidak terlalu ketat sehingga dapat memudahkan peredaran darah. Untuk menghindari selip pada penggunaan boots gunakan bedak sebelum memakaiya.
Perawatan Boots – Lombok Diving
Setelah dipakai, boots dicuci dengan air tawar dan kemudian keringkan.
Rompi Apung – Lombok Diving
Penggunaan Rompi Apung
Peralatan ini biasanya dipegunakan untuk keadaan darurat namun di dalam kegiatan penyelaman dipergunakan untuk:
  1. Terapung di permukaan air sambil berenang.
  2. Istirahat di permukaan air.
  3. Penyelamatan diri sendiri dan orang lain.
  4. Netralisasi keterapungan dalam setiap kedalaman.

Jenis Rompi Apung – Lombok Diving

  1. Life Vest/ Standard Safety Vest.
  2. Bouyancy Compensator (BC)
Pemilihan Rompi Apung – Lombok Diving
Pilihlah sesuai dengan keperluannya dan cocok dengan ukuran badan, yang umum dipakai sekarang dari jenis BC (Bouyancy Compensator).
Perawatan Rompi Apung – Lombok Diving
Setelah menyelam, rompi mungkin kemasukan air, untuk itu tiuplah rompi apung kemudian balikkan ke arah bawah untuk mengeluarkan air melalu pipa peniup. Bilas dengan air tawar yang bersih di bagian luar, dan bilas dengan air hangat pada bagian dalamnya. Keringkan dengan diangin-anginkan, simpan dalam keadaan berisi udara.
Pakaian Selam – Lombok Diving
Penggunaan Pakaian Selam
Memperlambat kehilangan panas tubuh karena adanya air hangat antara pakaian selam dan kulit serta melindungi tubuh dari goresan karang maupun sengatan kehidupan laut.
Jenis Pakaian Selam – Lombok Diving
  1. Wet suit :bagian baju dapat basah oleh air, tapi menghalangi sirkulasi air yang ada antara pakaian selam dan kulit.
  2. Dry suit :terbuat dari bahan karet dan mempunyai ruang udara antara pakaian selam luar dan dalam yang berfungsi sebagai insulator.

Pemilihan Pakaian Selam – Lombok Diving.

Pilihlah pakaian selam sesuai dengan ukuran tubuh dan kebutuhan saat penyelaman. Di daerah yang dingin sebaiknya memakai jenis dry suit, karena dapat membuat badan penyelam tetap hangat.

Pakaian pelindung penyelam yang kini umum dipakai adalah FOAM NEOPRENE WET SUIT, terbuat dari karet neoprene yang mempunyai gelembung-gelembung busa berudara. Bahan ini tidak menyerap air dan dibuat dalam berbagai ukuran ketebalan bahan.
Perawatan Pakaian Selam – Lombok Diving
Untuk wetsuit, jagalah kelenturan dengan tidak menyikat baju sewaktu mencuci, cukup direndam dengan deterjen. Keringkan dengan tidak terkena sinar matahari langsung.
Sabuk Pemberat – Lombok Diving
Penggunaan Sabuk Pemberat.
Tubuh manusia akan mendapat daya apung ke atas di dalam air sebesar ¡¾ 6 pound atau lebih. Wet suit yang terbuat dari neoprene akan menambah daya apung lebih besar 5 sd 25 pound, maka seorang penyelam untuk dapat dengan mudah masuk ke dalam air membutuhkan pemberat.
Jenis Sabuk Pemberat – Lombok Diving
  1. Weight Belt : Sabuk yang diberi pemberat timah diatur sesuai kebutuhan.
  2. Weight Pack : Jarang digunakan karena tidak dapat dilepas bila terjadi keadaan darurat
Pemilihan Sabuk Pemberat -Lombok Diving.
Yang paling mudah umumnya memakai weight belt. Jika memakai wet suit setebal 3/16 inch biasanya membutuhkan timah seberat 10 % dari berat tubuh.
Weight belt harus dilengkapi dengan QUICK RELEASE BUCKLE yaitu suatu gesper pengancing yang dapat dilepas secara cepat. Cara pemakaian weight belt dipasang paling terakhir dan paling pertama dilepas, jika dalam keadaan darurat.
Pisau Selam – Lombok Diving
Merupakan alat serbaguna, dipergunakan untuk menolong, menggali, juga sebagai alat pengukur. Terbuat dari logam antikarat, bergerigi pada matanya dan yang lain dapat berguna memotong tali di dalam air.
Pisau Selam dipasang pada betis sebelah dalam untuk menghindari tersangkut pada rumput dan sebagainya. Tulisan SS.320 atau SS.420 berarti SS.320 mengandung carbon lebih sedikit dibandingkan SS.420.
Sarung Tangan – Lombok Diving
Peralatan ini merupakan tambahan pakaian selam. Berguna untuk melindungi anggota tubuh yaitu bagian dari tangan dari goresan tangan dan sebagainya. Tangan penyelam akan menjadi lembut jika terendam dalam air dan apabila tergores sangat sulit untuk menghentikan pendarahan.
Tas Selam/Gear Bag
Tas Selam (Gear Bag), untuk menyimpan piranti selam agar tidak tercecer, serta melindungi peralatan dari panas matahari. Gunakan tas yang besar yang bisa mengangkut peralatan selam selama di perjalanan maupun di boat. Tas ini harus kuat dan tahan air karena kondisi medan penyelaman biasanya jauh dan basah. Pilhlah tas selam yang bisa memuat fin, snorkel, masker, serta Bouyancy Compensator. Gunakan pembukaan menggunakan tipe metal, hindari penggunaan tas dengan resleting.
.
SCUBA – Lombok Diving
Scuba singkatan dari Self Contained Under Water Breathing Apparatus, yaitu suatu peralatan selam yang dapat dibawa penyelam kemana saja dengan waktu tertentu. Scuba mulai dikenal pada tahun 1943, diperkenalkan oleh seorang perwira Angkatan Laut Perancis yang bernama Jacques Cousteau dan seorang insinyur yaitu Emile Gagnan. Sistemnya dikenal dengan nama Aqualung. Aqua artinya air dan Lung adalah paru-paru.
Perlengkapan scuba menurut sistem kerjanya dibagi menjadi 4 sistem:
1. Sistem Sirkulasi Tertutup
Suatu sistem yang menggunakan zat asam/oksigen murni dilengkapi penyerap kimia untuk menghalau zat asam arang/CO2 yang keluar dari paru-paru. Unit ini pada hakekatnya meniupkan kembali O2 membuang udara ke dalam air. Ini merupakan suatu sistem tertutup sama sekali. Unit ini digunakannya terbatas hingga kedalaman 33 feet. Penggunaan SCUBA jenis ini dituntut keahlian tertentu karena sangat berbahaya.
2. Sistem Sirkulasi Terbuka
Terdiri dari Demand Regulator dan Tabung Udara yang dimampatkan (Compressed Air Tank) adalah jenis alat scuba yang pada saat ini merupakan alat yang paling aman dipergunakan. Udara yang dimampatkan disalurkan melalui regulator ke penyelam, dan udara yang telah dihisap dibuang langsung ke air tanpa dipergunakan lagi.
3. Sistem Sirkulasi Semi Tertutup
Dipakai untuk operasi militer dan merupakan kombinasi dari sistem-sistem sirkuit terbuka dan tertutup. Sistem ini mempunyai kantong udara, kotak kimiawi, regulator dan tabung udara yang dimampatkan. Sistem ini memungkinkan penyelam militer untuk bekerja pada kedalaman dan jangka waktu yang lama. Sistem ini memerlukan pemanasan yang khusus serta membutuhkan peralatan pendukung yang khusus pula, hingga unit ini jarang dipakai umum.
4. Sistem Gas-Campuran Sirkulasi Tertutup
Sistem ini sangat rumit, memerlukan pemeliharaan khusus dan cukup mahal. Unit ini mempunyai kantong pernafasan, kotak kimiawi dan suatu alat elektronis penyaring oksigen yang dapat mengontrol jumlah O2 pada kedalaman lebih dari 1.000 feet, yang memberikan cukup udara untuk turun dan naik kembali ke permukaan untuk pekerjaan-pekerjaan ilmiah dalam penggunaannya memerlukan latihan yang sangat khusus.
Dari keempat sistem yang dibicarakan untuk selam olahraga adalah sistem terbuka.
Definisi Sistem Terbuka.
Sirkulasi terbuka artinya udara yang dikeluarkan penyelam langsung terbuang keluar. Sistem ini sangat mempermudah yang pengawas yang berada di atas untuk mengetahui posisi penyelam dengan melihat gelembung udara yang muncul di permukaan air.
Tabung Scuba – Lombok Diving
Tabung scuba dirancang secara khusus dan di-test untuk dapat menampung udara bertekanan tinggi. Udara yang diisikan dalam tabung adalah udara biasa yang disaring bukan oksigen murni, yaitu udara yang biasa dihirup setiap hari. Udara lebih ringan dibandingkan air, pengaruh tersebut dapat berakibat pada tabung yang berisi udara. Sebuah tabung yang berisi udara penuh mempunyai daya apung yang lebih besar dibandingkan pada tabung yang tekanannya sudah berkurang. Ini dapat terasa bila penyelam scuba yang selesai melakukan penyelaman akan berkurang daya apungnya karena udara tabung sudah berkurang.
Tabung scuba untuk olahraga selam yang dipergunakan dari bahan terbuat dari:
  1. Steel (baja), macam ukuran: 38;50;71,2 cuft
  2. Alluminium alloys, macam ukuran 38;50;71,2;80 dan 100 cuft.
Lapisan luar tabung yang terbuat dari baja lebih baik digalvanisasi untuk menghindarkan karat, kemudian diberi lapisan vinyl atau diwarnai dengan cat. Sedangkan untuk tabung yang terbuat dari aluminium tidak membutuhkan galvanisasi karena adanya oksida aluminium itu sendiri yang merupakan suatu proteksi.
Untuk lapisan tabung baja agar dijaga kelembaban guna menghindarkan dari karat. Sedangkan untuk tabung aluminium juga dihindarkan dari kelembaban walaupun dilapisi dengan aluminium oksida. Lakukan tes visual tiap 1 tahun atau 2 kali untuk tabung yang sering dipakai di laut.
Untuk mengetahui tabung terbuat dari bahan apa, dari pabrik mana, kekuatan penampungan udara, test hidrostatis terakhir, dll, harus membaca sidik-sidiknya yang terdapat pada leher tabung
Memilih Tabung Scuba – Lombok Diving
Umumnya para penyelam olahraga memilih tabung standar tunggal dengan kapasitas 80 cuft, untuk keamanan belilah tabung yang baru dikeluarkan.
Perawatan Tabung Scuba
  1. Jangan mengisi melebihi tekanan ijin tabung.
  2. Isi tabung dengan udara bersih.
  3. Setelah penyelaman bilas dengan air tawar yang bersih. Sebuah baskom plastik besar berisi air kira-kira 2/3 nya sangatlah ideal untuk mencuci semua alat-alat. Perendaman yang lama akan melepaskan garam yang mengering dan mengendap daripada hanya penyiraman saja.
  4. Tutup lubang agar terhindar dari kotoran.
  5. Lakukan pemeriksaan visual tiap 1 tahun sekali /lebih sering terutama tabung yang sering dipakai di laut. Sesekali sepatu tabung dilepas untuk dibersihkan dari kotoran atau karat yang terbentuk.
  6. Lakukan test hidrostatis tiap 5 tahun sekali pada badan yang berwenang.
  7. Lindungi terhadap benturan.
  8. Jangan memakai tabung sampai udaranya habis sama sekali.
  9. Penyimpanan jangka panjang; isi dengan udara segar, letakkan tabung secara tegak berisi ¡¾ 500 psi bertumpu pada sepatu tabung (tank boots) pada bagian bawah tabung.
  10. Jangan menyimpan di tempat yang panas karena bisa meningkatkan tekanan tabung.
  11. Jangan menghilangkan cat dengan membakar.

Pengisian Tabung Selam – Lombok Diving

Untuk pengisian tabung tiap penyelam harus bisa melaksanakan pengisian. Caranya adalah:

  1. Sambungkan selang pengisian dengan katup tabung.
  2. Untuk membuka kran katup, tunggu sampai tekanan pada kompresor lebih dari tekanan tabung.
  3. Tempatkan tabung pada bak air.
  4. Pada saat yang tertentu buka kran pembuangan uap air.
  5. Dianjurkan pengisian kurang dari ijin tekanan.

Profil Tabung yang dijual :

1. Tabung Baja 71,2 cuft

Standar tabung baja dengan panjang 21 inchi dan berat ¡¾ 30 Lbs (bila kosong) serta melayang di air laut. Udara yang dimampatkan ke dalam tabung tekanan maksimalnya 2250 psi yaitu kira-kira 60 cuft udara bebas yang dapat di tampung. Bila diisi melampaui 10 % yaitu 2475 psi maka udara bebas yang dapat ditampung 71,2 cuft, biasa disebut tabung selam standar 71 cuft.

2. Tabung Aluminium 72 dan 80 cuft, 3000 psi

Panjang kedua tabung ini sama yaitu 26 inchi. Untuk tabung 72 cuft beratnya 30 Lbs netral di air laut sedangkan tabung 80 cuft beratnya 33 Lbs dan garis tengahnya agak lebar yaitu 7,25 inchi. Kedua tabung ini mempunyai tekanan maksimal 3000 psi.

3. Tabung 50 cuft 3000 psi.

Tabung ini lebih pendek yaitu panjangnya 19 inchi, pada tekanan 3000 psi kapasitasnya 50 cuft sedangkan pada tekanan 2475 psi tabung memuat 42 cuft udara bebas. Berbobot netral dalam keadaan kosong dan berkurang 3,5 Lbs bila udara penuh.

4. Tabung Pasangan Ganda atau lebih.

Tabung ini biasa dipakai untuk penyelam pekerja, sedangkan untuk olahragawan tidak memakainya karena terlalu berat, sedangkan pemakaian bisa lebih lama dibandingkan yang tunggal.

Katup Tabung
Adalah salah satu bagian dari tabung, dipasang pada leher tabung scuba, bekerja sebagai keran yaitu membuka dan menutup serta sebagai tempat memasang regulator.
Ada beberapa macam bentuk katub yaitu:
1. Katup K/Non Reserve
Yaitu katup tabung yang paling sederhana, mempunyai sebuah lubang untuk masuk dan keluarnya udara. Kran penutup atau pembuka terletak disisinya. Tabung dengan katup ini mengharuskan penyelam menggunakan alat tambahan untuk memonitor seberapa banyak udara yang masih ada dalam tabung. Alat itu disebut “Submersible Pressure Gauge” atau SPG .
2. Katup J/Constant Reserve
Adalah katup yang hampir sama dengan type ¡°K¡±, tetapi mempunyai sebuah klep cadangan mekanis (reserve). Reserve bekerja apabila tekanan tabung turun ¡¾ 300 psi, maka secara otomatis klepnya menutup lubang. Dengan menurunkan cadangan maka masih ada udara sisa ¡¾ 500 psi. Katup cadangan menyediakan udara cukup untuk penyelam segera naik ke permukaan. Batang penarik katup cadangan harus selalu pada posisi naik (up position) walaupun tabung dalam keadaan kosong, hal ini untuk mengendorkan pegas pada katup cadangan tersebut. Katup cadangan dapat dengan mudah ditarik ke bawah selama melakukan penyelaman dan hal ini tidak mempengaruhi supply aliran udara, hanya bila isi tabung dibawah 300 Psi akan ada penghentian aliran udara.
Penanganan dan Perawatan
  • Hindarkan dari benturan karena katup mudah patah.
  • Untuk katup ¡°K¡± bila pengisian cadangan turun maka isilah sampai sisa ¡¾ 500 psi.
  • Periksa selalu ¡°O¡± ringnya.
  • Bila membuka suatu katup, putarlah kearah buka sampai habis, kemudian putar kembali kearah tutup setengah putaran, hal ini untuk menghindari kemacetan atau kerusakan pada katup tabung. Bila akan menutup katup tabung, lakukanlah secara halus namun rapat dan tidak perlu keras-keras., sebab kebanyakan katup menggunakan nilon yang dapat rusak bila ditutup secara paksa dan kuat-kuat.
  • Apabila ingin melakukan pengujian visual, maka tabung harus dikosongkan perlahan-lahan untuk menghindari pengembunan di sekeliling katup dan leher tabung bila kosong.
  • Jangan sekali-kali membubuhi lemak atau pelumas apapun pada katup. Bengkel perbaikan dan pemeliharaan hanya menggunakan minyak pelumas silikon anti meledak.

Melepaskan Katup

Untuk mengadakan test visual harus melepaskan katup dari tabung dengan cara pada katup dijepit dengan alat penjepit (tangdem). Kemudian tabungnya diputar dengan alat bantu dari tali atau rantai. Bila sudah terlepas periksa keadaan ¡°O¡± ringnya.

Cincin pengedap O (O ring)

Adalah sebuah alat penahan kebocoran antara sambungan regulator dan valve, berbentuk O terbuat dari karet / silikon. O-ring karet (gelang karet berbentuk O) yang kecil terletak pada permukaan katup membuat suatu kedap tekanan tinggi antara regulator dengan katup tabung. Bawalah selalu persediaan O-ring dalam tas perlengkapan selam, sebab apabila O-ring tersebut hilang maka regulator anda tidak dapat dipakai.

Pipa Partikel

Untuk mencegah pencemaran yang masuk melalui lubang udara, terbuat dari bahan yang licin dan tahan karat.

Safety Plug/ Safety Disc

Adalah sumbat/pelat pengaman yang kecil bentuknya. Terpasang pada valve (katup), akan pecah apabila tekanan melebihi tekanan maksimal tabung. Hal ini untuk menghindari tabung meledak. Letak pelat ini belakang katup tabung, berfungsi mencegah kerusakan pada saat pengisian udara yang berlebihan atau apabila terjadi kebakaran. Contoh tekanan pengisian yang dapat merusakkan pelat pengaman

  • 1800 Psi akan pecah pada tekanan 2800 Psi
  • 2250 Psi akan pecah pada tekanan 3400 Psi
  • 3000 Psi akan pecah pada tekanan 3900 Psi

Pada keadaan tertentu pelat (lempengan tipis) dapat pecah pada tekanan yang rendah. Hal ini terjadi akibat pengisian yang terlalu cepat atau pengisian panas tanpa merendam tabung dalam air. Pelat-pelat pengaman ini dapat diganti pada fasilitas bengkel perbaikan alat selam

Penyandang Tabung (Back Pack)

Adalah suatu sistem harness yang melekatkan tabung pada punggung penyelam. Bentuknya bermacam-macam. Tetapi yang beredar sekarang adalah BC yang sekaligus bergabung dengan back packnya, sehingga mudah untuk memasangnya tabung pada BC nya. Backpack dan sabuk penyandang harus mempunyai gesper luncur cepat pada ikat bahu kiri ikat pinggang. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan penyelam melepas maupun memasang kembali tabung di dalam air. Seperti halnya dengan peralatan selam lain, setelah dipakai menyelam dibersihkan dengan air tawar yang bersih, untuk BC dibilas dengan air hangat di bagian dalamnya, simpan dengan kondisi berisi udara.

Regulator

Regulator adalah suatu alat yang sederhana untuk mengubah udara bertekanan tinggi dari sebuah tabung scuba menjadi udara bertekanan rendah sesuai dengan kebutuhan penyelam dan hanya memberikan udara yang diperlukan sesuai dengan tekanan sekelilingnya.

Ada beberapa tipe regulator:

Pipa udara ganda (Double Hose)

Regulator Demand yang biasa dikenal di Amerika sejak tahun 1949 terdiri dari satu bagian yang dipasang di atas katup tabung dengan sebuah pipa penyalur udara napas, mouthpiece dan sebuah pipa buang udara. Pada saat ini biasanya disebut Two Hose Regulator. Mouthpiece atau Genggam Mulut adalah suatu bagian yang dimasukkan ke dalam mulut. Jenis dari regulator ini pemakaiannya lebih sukar, karena penyelam harus menghembus dengan keras bila akan menghirup udara. Pada umumnya digunakan oleh penyelam komersil. Oleh karena gelembung udara yang dikeluarkan oleh penyelam keluar di belakang penyelam, maka gelembung tidak mengganggu pandangan penyelam. Prinsip kerjanya mempunyai dua tingkat yaitu tingkat pertama (first stage) dan tingkat kedua (second stage). Pada tingkat pertama udara diturunkan diatas tekanan sekelilingnya dan tingkat kedua tekanan udara berkurang sesuai yang dibutuhkan penyelam yaitu sesuai dengan keadaan sekelilingnya. Sisa udara yang berasal dari mouthpiece akan dikembalikan ke tingkat pertama untuk dibuang keluar.

Pipa udara tunggal (Single Hose)

Yang umum dipakai sekarang adalah pipa udara tunggal terdiri dari dua tingkat yaitu tingkat pertama (first stage) dan tingkat kedua (second stage) yang dipasang pada bagian mulut (mouthpiece). Udara pada tingkat pertama menjadi ¡¾ 140 psi diatas tekanan sekelilingnya. Pada tingkat kedua dikurangi menjadi sebesar tekanan yang dibutuhkan. Perbedaan utama dengan double hose adalah bahwa kedua tingkatannya terpisah. Dimana Second Stage terletak dekat mulut penyelam untuk memudahkan bernapas, oleh karena itu sekat karet berada pada permukaan yang sama dengan paru-paru dalam posisi berenang biasa. Single hose juga dilengkapi dengan tombol kuras (purge botton) yaitu berfungsi membuang sisa air dalam mouthpiece bila ditekan. Untuk melindungi bagian first stage dari masuknya air dan debu juga dilengkapi dengan penutup (cup) dipasang pada bagian first stage jika regulator tidak dipakai. Udara dan air keduanya dapat dibuang keluar melalui katup pembuang yang terbuat dari karet, yang terletak di bagian dalam regulator. Selain dari jumlah hose diatas, regulator juga dapat dibedakan dengan:

  1. Balance First Stage
  2. Unbalance First Stage

Balance yang dimaksud adalah first stage sanggup menyesuaikan outputnya dengan keadaan isi tabung yang akan berubah tekanannya selama dipakai yaitu ¡¾ 100 psi diatas tekanan udara mouth piece sedangkan tekanan tabung akan berubah dari beberapa ribu menjadi sekitar 300 psi. Selain itu ada juga jenis regulator yang dilengkapi dengan First Stage audio yang akan mengeluarkan bunyi bila tekanan tabung kurang dari 350 psi diatas tekanan sekelilingnya, ini isyarat bahwa tekanan tabung mendekati cadangan. Bunyi terdengar sampai 60 feet jauhnya.

Sistem kerja regulator dapat dibedakan menjadi:

  • Open Circuit
  • Semi Closed Circuit
  • Closed Circuit

Muara Tekanan Tinggi-SPG (Submersible Pressure Gauge)

Untuk mengetahui berapa isi udara tabung scuba adalah dengan memakai alat pressure gauge. Pada first stage terdapat muara yang biasa ditandai dengan HP (high pressure). Apabila akan dipasang SPG maka selang SPG dihubungkan dengan muara bertanda H.P. SPG adalah alat tolok ukur yang dapat dibawa kemana penyelam berada sehingga akan dapat selalu mengontrol tekanan tabung yang dipakai penyelam. Umumnya sekarang dirangkai juga dengan kompas dan depth meter (tolok kedalaman).

Muara Tekanan Rendah

Untuk memasang selang yang berhubungan dengan mouth piece maka dihubungkan dengan muara tekanan rendah dan juga dapat dipasangkan selang regulator octopus dan selang inflator untuk BC.

Merakit Regulator pada Tabung

Untuk memasang regulator ke katup tabung ada teknik pemasangannya yaitu dengan urutan sebagai berikut:

  • Buka kran katup sedikit. Hal ini dilakukan karena kemungkinan ada debu dan kotoran yang ada di dalam lubang katup akan dapat terlepas /terdorong keluar.
  • Pasang regulator pada katup, sebelumnya kontrol O-ring katup lalu tempatkan pada yokenya.
  • Tempatkanlah selalu pipa regulator ke arah kanan melewati bahu kanan penyelam.
  • Sebelum membuka, hisap melalui mouthpiece untuk mengontrol baik dan tidaknya regulator.
  • Buka kran udara katup sampai habis kemudian kembalikan kran setengah putaran. Hal ini untuk menghindari kemacetan/kerusakan pada kran buka dan tutup. Saat membuka kran arahkan SPG ke tempat yang aman.
  • Mencoba bernapas melalui mouth piece 2/3 kali hisap.
  • LIhat SPG, cek tekanan udara pada tabung.

Melepas Regulator

Setelah menyelam, untuk melepaskan regulator yang masih terhubung pada tabung maka yang harus dilakukan yaitu kebalikan dari pemasangan, yaitu:

  1. Biarkanlah air terlebih dulu menetes hingga kering dari katup sebelum dibuka.
  2. Tutup kran katup, penutupan jangan keras, sewajarnya saja.
  3. Buang udara yang tertinggal dalam selang dengan menekan tombol kurasnya pada single hose atau dengan meniup keluar udara sisa pada Two hose. Bila regulator dilepas tanpa mengeluarkan udara sisa, maka dapat mengakibatkan terjadinya sentakan pada O-ring yang kadang-kadang mengakibatkan O-ring tersebut pecah.
  4. Buka regulator dari katup tabung, kontrol O ring katup.
  5. Pasang penutup (cup) agar terhindar dari kotoran dan debu.

Perawatan Regulator

Sehabis dipakai untuk menyelam regulator harus dirawat secara benar. Kaporit dari air kolam renang maupun di laut dapat merusak regulator bila tidak dicuci dengan air tawar yang bersih, yaitu dengan cara tetap membiarkan regulator terpasang pada tabung scuba dengan udara bertekanan di dalamnya. Bilaslah dengan air hangat yang bersih. Bila cara ini tidak memungkinkan, cara kedua adalah dengan meletakkan second stage di bawah kran air dan bilaslah. Jangan menekan purge botton (tombol kuras) karena dapat mengakibatkan masuknya air ke first stage. Keringkan sebelum disimpan, selang jangan sampai tertekuk waktu penyimpanan, tempatkan pada tempat khusus dan sejuk serta kering, hindarkan dari tertumpuk yang dapat merusak selang regulator dan mouth piece.

Tolok Ukur Tekanan

Tolok tekanan digunakan untuk mengecek tekanan tabung yang akan dipakai. Pemakaian alat ini lebih efisien, karena tidak perlu mengecek tiap tabung dengan SPG dan untuk pengecekan kembali tekanan tabung yang selesai dipakai agar dapat memilah tabung yang masih dapat dipakai dan yang sudah sedikit isinya.

Pengukur Kedalaman (Depth Gauge)

Untuk dapat mengetahui kedalaman pada saat penyelaman, diperlukan suatu alat yaitu Depth gauge/ Depth meter. Hal ini sangat penting dalam penggunaan tabel selam. Tolok ukur kedalaman ini terdiri dari:

Tolok Kapiler

Tolok kapiler bekerja atas prinsip hukum boyle, terdiri dari suatu pipa gelas yang tertutup salah satu ujungnya, udara yang ada dalam kapiler akan berubah bila tekanannya berubah, maka volume air yang ada di dalam tabung kapiler ini ukurannya akan menjadi ukuran kedalaman. Tolok ini dapat dibaca dengan ketelitian besar sampai 80 feet.

Tolok Bourdan Terbuka

Tolok ini terdapat lubang di pinggir rumahnya. Air yang ditekan kedalam bourdan melalui lubang itu menyebabkan perubahan bentuk pada bourdan dan secara mekanis diteruskan pada jarum yang menunjuk kedalaman. Digunakan pada kedalaman 150-200 feet.

Tolok Bourdan Tertutup

Tolok ini tidak terbuka terhadap air yang ada disekelilingnya, rumahnya terdapat tutup terdapat minyak. Tekanan air sekeliling diteruskan melalui dinding yang flexibel kepada bourdan. Perubahan bentuk bourdan karena tekanan itu diteruskan pada jarum yang menunjuk kedalaman.

Tolok Diafragma

Tolok ini terdiri dari mekanisme roda bergigi dalam ruangan yang tertutup rapat, perubahan tekanan akan menyebabkan defleksi pada diafragma logam. Defleksi ini menggerakkan roda-roda gigi dan gerakan ini diteruskan ke jarum yang menunjuk kedalaman. Tolok ini sangat teliti. Terkadang dikombinasikan dengan tolok ukur kapiler untuk kedalaman dangkal dan tolok diafragma untuk kedalaman dalam.

Kompas

Kompas biasanya sudah disatukan dengan regulator dan bagian SPG. Kompas di dalam air sangat berfungsi terutama pada daerah yang berpasir dimana penyelam sulit menentukan arah. GPS (Global Positioning System) biasanya dipakai untuk selam malam (night dive) atau penyelaman dalam dan lama karena sulit menentukan arah dalam kegelapan.

Senter
Senter digunakan untuk selam malam, sebagai penanda, dan dalam penyelaman gua.
Jika menyelam dilakukan pada sore hari atau pada cuaca yang kurang bersahabat persiapkanlah senter.
Jam Selam.
Dalam penyelaman setiap penyelam harus membawa jam atau alat pengukur waktu lainnya. Hal ini untuk mengetahui waktu-waktu dalam penyelaman. Jam selama selain dapat melihat waktu, ada juga yang dikombinasikan dengan depth meter dan kompas. Hal ini mempermudah penyelaman. Perhatikan batas water resistant. Untuk penyelaman yang tidak melebihi 7 meter dapat dipakai jam yang memiliki water resistant 10 bar (misal Q&Q).
Kamera Underwater.
Keindahan bawah laut yang sangat indah membuat penyelam ingin mengabadikan momen yang sangat berharga dalam penyelaman baik dengan foto maupun video. Selama mengambil gambar perhatikanlah keadaan sekitar dan posisi tubuh agar aman dalam penyelaman.
Bag
Sangat berfungsi untuk menyimpan barang-barang berharga atau alat komunikasi yang tak mungkin di tinggal selama penyelaman.Sebelum menggunakan cek apakah bag bocor atau tidak. Perhatikan warna dari bag, warna yang terlalu mengkilat akan menarik ikan-ikan yang mungkin dapat mendatangkan bahaya.
Cairan Antifog
Pada saat menyelam atau pun snorkeling, kadang-kadang masker yang kita pakai berembun/berkabut, akibatnya pandangan menjadi kabur karena terhalang embun. Timbulnya embun tersebut karena hembusan udara (hangat) dari paru-paru melalui hidung, sementara lingkungan (air) disekitarnya bertemperatur lebih rendah/dingin. Pada saat menyelam, kita dibiasakan bernafas melalui mulut. Oleh karenanya, berembunnya masker (karena hembusan nafas melalui hidung) pada saat menyelam merupakan hal wajar, karena pada saat di darat kita terbiasa bernafas melalui hidung. Masker berembun sebetulnya bukan masalah besar, karena setiap penyelam pastinya diajarkan cara mask-clearing di dalam air. Namun, jika terlalu sering berembun dan mask-clearing, maka udara di dalam tabung banyak terbuang sehingga cepat habis, selain itu penyelaman menjadi tidak nyaman. Untuk mencegah munculnya embun pada saat menyelam / snorkeling, cara yang paling gampang tentunya menggunakan cairan anti-foging sebelum kita turun ke dalam air.
Cairan anti-foging tersebut dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko yang menjual peralatan selam. Soal harga murah atau mahal, itu relatif. Namun, sesungguhnya di kamar mandi kita terdapat anti-foging yang lebih murah meriah untuk mencegah terjadinya pengembunan pada masker yang kita pakai, yaitu dengan menggunakan pasta gigi (merk apa saja). Caranya, pasta gigi tersebut dioleskan pada bagian dalam dan luar lensa masker. Setelah diratakan, kemudian dibilas hingga bersih, masker pun siap digunakan. Akan tetapi, jika pada saat akan turun namun lupa membawa pasta gigi, teman-teman tidak perlu khawatir, karena di dalam mulut kita terdapat zat anti-foging yang selalu kita bawa kemana-mana. Anti-foging alami tersebut adalah saliva alias air ludah. Cara penggunaannya cukup dengan ¡°menyemprotkan¡± saliva kita pada kedua belah sisi masker. Ratakan, kemudian bilas hingga bersih (tampilan dan aromanya ). Maka masker siap digunakan dan penyelaman pun akan nyaman
Sumber:
Posted on

Learning Diving

Learning Diving
lombok diving gili
Learn diving and general prertanyaan most frequently asked is how the mechanism of how to learn diving for beginners? Just like you do other activities, learn to master the technique of diving requires little effort and time. If you have not mastered a skill does not mean that meets these demands could not dive but you need more time for nguasainya.
Do not be discouraged when you want to dive there first training by the instructors, there is a lot you need to know first diving lesson learned is to avoid fatal consequences later while on the seabed, oh yaa instructors also give direction by means of a code or signal. There’s no way was talk in the well water kayak mermaid ..wkwkwk
Tips For Doing Learning Set Air Diving

diving package

You must be diligent practice to increase stamina and that you understand how to save a backup of the air in your lungs.
Try to breathe slowly and deeply. Never try to hold your breath for air savings because it will not help.
Minimize your movements, because the more you move more air you need. Concentrate on your every movement and use fins to move forward.
Examine all of your air tools so that you do not experience serious problems in the water.
Try when you’re in the water march horizontally, it is to improve your endurance when in the water and save up the air.
Never try to move quickly because you’ll need the excess air. So, move slowly while enjoying the beauty of the underwater world.
diving gili air
Before you enter the water check all your diving equipment learning, such as masks, oxygen tanks, pipes, regulators, and others. You can check all equipment to try scuba diving in the pool.
You should always dive in pairs or groups. This will keep you safe when you are having problems in the water. Remember, never dive alone!
Be prepared in a variety of adverse conditions to avoid panic when faced with a problem.
Never dive after drinking alcohol because the body will become dehydrated and loss of consciousness.
Practice buoyancy control, as it will save you when you experience things that are unpredictable.

If you have health problems, such as serious illness or complications, first consult your doctor before you go scuba diving.
Observe the movement or techniques experienced divers, in order to enrich your knowledge of scuba diving.

Related Articles:
Lombok DivingJuly 16, 2015In “Learning Diving”
Scuba Diving learn FULL TUTORIAL! July 16, 2015In “Learning Diving”
Learning Diving: Diving Tips (Tips Diving) July 16, 2015In “Learning Diving”

Posted on

Learn to Dive

Learn to Dive

lombok diving
Diving Course

Scuba Diving-learning techniques diving
In this section will discuss standard procedures and techniques learned diving. Prospective divers are expected to understand and practice properly. This is very useful for actual diving activities.
Procedures predive learn diving
Procedure before dives including equipment preparation, preparation of divers, and perform inspections before entering learn diving and into the water.
Preparation Equipment – learn diving
Before a dive, the diver must perform inspections of equipment used to learn diving. The equipment must be standard, should not be arbitrary, and comfortable to wear.
Selam tube – learn diving

Preview the outside of the tube if there is rust, cracks, dents, etc. which indicates abnormal tube wall.
Check O-ring
Make sure the mechanical backup (reserve mechanism) is closed (the lever is above) indicates the tube is ready for use.
Measure the pressure using a pressure gauge tube through the following procedures:
Replace the pressure gauge on the tool O ring seal face with a valve tube.
Close the appliance valve pressure gauge and then open the mechanical backup (move the lever down). Slowly open the faucet tube. Look at the movement of the tool pressure gauge.
Read the pressure on the pressure gauge tool. The tube should not be used when the pressure is insufficient for diving.
Close the faucet tube and open the valve pressure gauge and allow air to flow freely.
If the appliance pressure gauge is showing zeros, remove the tool from the tube.
If the pressure tube 50 psi or more of the expected pressure, open the faucet tube to remove excess pressure and then measure again by means of the pressure gauge.

Harness straps and Backpack – learn diving

Check the power harness. See if already started to loosen or not.
Adjust the strap according to the divers and try to test whether the quick-release mechanism nice / not.
Backpack check whether there are cracks and other conditions that make diving unsafe.

Breathing Hose (hose / pipe)

Check the hose from leaks and cracks.
Check the hoses relationship with regulators and mouthpiece, by trying to pull the hose.
Check hose clamps if there is rust and other damage, if necessary replace it with a new clamp.

Regulators and How to Assemble Tube – learn diving

Make sure the pressure in the first stage had been set 135 psig or in accordance with the issuing plant.
Open faucet tube slightly. This is done because of the possibility of dust / dirt in the valve hole can be detached / pushed out.
Replace the regulator on the tube, make sure the O ring is in place (yoke).
Before opening the suction through the mouthpiece to control whether or not the regulator.
Open the tap to the brim, and then return the faucet half a lap. It is menghindarai damage to the faucet.
Try breathing 2-3 times using a mouthpiece.
Is there a leak check on the regulator to hear the hiss of air. If it is not visible input into the water tank.
If memasag SPG connect with estuary on the first stage that reads HP. SPG navigate to a safe place when opening the taps.

Bouyancy Compensator

Blow BC to determine leakage dah press by hand so that air out.
Never suck in air for blowing air contains a lot of carbon dioxide.
Attach the hose BC at the mouth of the low pressure.

Mask

Check the seal masks and strapnya.
Check whether there are cracks on the seal / skirt or a glass mask.

Fin

Check for cracked / broken / ripped the strap (the part that attaches to the leg)
Check the fin blade crack etc.

Diving knife

Check the sharpness of the knife dive
Make sure the blade is attached to both the sheath.
Make sure the blade is removed and not easily separated from the sheath.
Place in the easily accessible and safe. Do not be around the weight belt, because it can be easily separated.

Snorkel

See snorkel if there is blockage.
Make sure the valve is functioning properly.

A weight belt

Check the condition of belts ballast.
Make sure the amount of ballast that will be used.
Check whether the quick-release buckle function.

Hours Diving

Make sure the clock is in good condition and a great time. Equate time with the diving team.
Check strap watch, too tight complicate the movement, too loose to be easily separated.

The depth gauge (depth gauge) and Compass – learn diving

See the depth gauge needle pointing zeros sea surface. If you need to check with the other as a comparison.
If the compass needs to be checked in the same way.

Other equipment
Check all other diving equipment learning that will be used include tubes and spare regulator. Do not forget to check clothing mainly diving with a dry suit.

Diver preparation and Briefing – learn diving
Once the equipment is ready and in good condition, then the diver is given a briefing before diving learn namely regarding:
Diving destinations
Time and it dives
Each task divers
Difficulties, dangers to be faced, and emergency procedures.
Wearing Equipment
Although learning diving can be required to install the equipment itself, but with the help of an assistant would be better. Here is the sequence wearing diving equipment that must be considered:
Wetsuits. Ensure protection wetsuits diving suit field conditions.
Booties and hood
Diving knife
BC
SCUBA
If rescued assistant, ask to position the tube and divers set and binding harness. Scuba tube is positioned as high as possible, but do not interfere with the view of divers. Make sure it is plugged BC.
Other equipment (clock, compass, depth gauge)
A weight belt
Gloves
Fin
Mask and snorkel
Using Tools on Surface and in the Air
If it does not allow the use of the equipment on land, it can be used scuba gear surface or in the water. It is often practiced in the class pool.
How to put on the surface as follows:

Ensure that BC filled with air and create a floating tube.
Use fins, mask and snorkel and went into the water.
Kempiskan BC slightly so that the tube is in control.
BC and tube wear. Could the one hand, two hands or directly (with menjungkirbalik tube backward over the head, or by swimming down BC, putting two hands). Make sure the neck is not twisted hose and BC are installed correctly.
Success depends experiences and terrain conditions.

How to install underwater as follows:

All the equipment is in the water unless wetsuits and watches.
Entry into the water, take a breath twice, and did dugdive to the equipment.
First grab mouthpiece, remove the clog water, breathe with ease.
Pairs BC and tubes, do the same with the surface, make sure the neck is not twisted hose and BC correct position.
Wear a mask followed by a fin and mask clearing.
Use a weight belt.
Rise to the surface or dive with a buddy.
Success depends experiences and terrain conditions.

Inspection predive
Before entering into the water should be carried out inspections predive namely:

Ensure the physical and mental readiness before going into the water.
Make sure the divers already have minimum equipment (SCUBA, mask, BC, belts ballast, diving knives, fins, clock, and depth gauge). When you use the buddy line need only one hour dive and the depth gauge.
Make sure the tube has been measured pressure and can be used according to plan dives.
Make sure that all quick-release buckle in range.
Make sure the rod sinker so easily removed and do not get caught with other equipment.
Make sure BC is not depressed so easily inflate.
Check the position of dive knives.
Make sure the tap is open tube half (with full opening and closed u to o).
If using double hose, make sure the outlet pipe is on the left and facing up.
Try breathing with the mouthpiece few times and make sure to breathe comfortably.
If using a single hose, drain and press the release button, hear the air out. Then try to breathe with mouthpice.
Make sure the reserve mechanism in the closed position (lever is above).
Review briefing.

Water Entry and Descent
Now the diver is ready to go into the water and down into the depths. Inspections carried out by diving partner.
Water Entry
There are several ways into the water, it depends on the terrain and runway used dives. If possible entry into the water using the ladder, especially if the water situation is not known.
The following rules are applied in all methods of entry:

Note the timing before entry.
Bring the chin to the chest. Hold the tube with one hand to avoid conflict scuba gear in the back of the head.
Press the mask with fingers (index and middle) and the mouthpiece with the palm of the hand.

Here is the method of water entry:
Step-In Method / Standing Front Entry – learn diving
This method is often used and is often used when a static grounding such a large ship or pier. Divers need a big step (Giant Step), and the feet must be kept in stride without motion leaps and do not be drawn again. Let the feet remain outstretched to touch the surface of the water. Keep the body slightly inclined forward so that the head does not hit the tube. At the time the foot hits the water, both legs clenched back to keep the diver to remain on the surface.
Real Roll Method
When using a small boat or raft, using this method, because if the diver is wearing full equipment standing beside the ship will affect the balance of the ship that eventually made the divers difficult to maintain balance.
To do this diving divers learn to sit on the sidelines and mengahadap into the boat. With chin bent and hold the mask and mouthpiece, divers rolled back. Use power so full somersault.
Side Roll
Position learn diving diver sitting on the edge of the boat parallel to the hull of the boat. This method is rarely used. By holding the mask and mouthpiece divers plunge toward the water. This method is commonly used by the under water demolation team (UDT) or squads underwater crushers, which should go into the water while the rubber boat still go fast.
Front Roll / Sitting front entry – learn diving
How to learn diving this would be very useful if it will enter the water from the lower dock or plate form. Divers sitting on the edge of the boat, with a dangling fin and overlooking the water. Then, with the body leaning forward, place your hands on either side, turn around and go into the water.
Rear Step-In Methode
Modikasi of Step-In. The difference divers facing the ship, and then step back away from the ship.
Water Entry Coast Region
Depending on wave conditions and runway beach. If the waves calm and the runway sloping beach, can walk on water with fins removed until the water deep enough to swim.
If the big waves and steep coastal runway, use fin and the retreat back to the waves. After deep enough to swim back to the body turn and swim the waves break.
Surface Swimming / Snorkeling – learn diving
Close to where the ship was supposed to learn diving. When swimming, the diving colleagues should have visual contact with other colleagues to swim smoothly and do not hit each other. The most important factor in swimming with SCUBA is relax movement to conserve energy. Divers must still wear a mask and breathing through a snorkel. If using a regulator, hold the mouthpiece so that air does not flow freely out SCUBA system.
The diver should only use the legs to pedal and little use of the thigh. Do not get raised fin out of the water. Divers can change position with mengahadap back into the water and keep it moving with fin strokes. It could also pumping BC, but before getting into the BC must be emptied first.
Surface Predescent Check
Before descending to kedalaman.Penyelam have to do a final check of the equipment. The divers must:

Check breathing with the mouthpiece. Air should be out in accordance with the negative pressure supplied divers and do not suck up to the powerful.
Check whether there is leakage partner equipment is usually located at the junction (regulators, faucet tube, hose, etc.).
Check whether the partner strap folded / no and look baggy.
Check whether the incoming water masks. If the penetration of water is removed with a mask clearing.
Check bouyancy. Bouyancy should be neutral to regulate the air inside the BC. Conditions are considered neutral if the water level is above the limit mask without moving fin.
If using dry money, see if there are leaks.
Orientation position using a compass or other use.
Please tick OK when it is finished and ready to go down into the water.

Bouyancy Control – learn diving
To set keterapungan, divers must control boyancy. During the dive bouyancy should be neutral in the sense diver floating in the water. If riding try not to use BC, except for emergencies or difficult upward.
Bouyancy usually controlled mechanical buttons on the left shoulder, set the incoming air discharge in BC with this button. If you want to go down, then move forward in a horizontal position and then silence, as he set the BC button. If the water level was already in the eye with the head forward deem it neutral bouyancy.
How to set up BC:
On the surface
Divers are in place in the standing position with his mouth full of BC m eniup her through the oral inflator. Romphi control buoyancy by regulating the air in BC to limit water level is in the eye.
In the deep
Divers at a depth of neutral buoyancy set by filling air to the BC either through oral inflator and mechanical inflator.
Descent
To go down to learn diving diver can swim into, using a rope to pull the body down to the bottom, or browse the arch off the coast. Speed ​​down depending equalizing process is carried out but no more than 75 feet / minute (25 m / min? 0.42 m / sec). If one of the friends had trouble equalizing, then it is better not to go down, go up a little so that better and do equalizing back. If you continue to have equalizing immediately rose to the top and abort the dive.
If the visibility in the water is very less, spread arms to avoid obstacles.
After reaching the desired depth then check and see the surrounding environment.
Equalizing
Review of the previous chapter, perform equalizing from a depth of 4 feet (1.3 meters), not to be initiated when already ill. Do not be too hard to do so. Equalizing methods there are 2 ways Valsalva maneuver and Frenzel.

Valsalva maneuver is blowing air against the closed lips and nose and tongue toward the back of the pharyngeal cavity to increase the pressure transmitted into the middle ear through the eustachian tube. This maneuver can also open the eustachian tube is closed. Commonly called straining.
Frenzel maneuver is to swallow with the tongue to the back where the mouth closed and nostrils in the press (punch in the nose).

Underwater Procedures
Bottom time is the main thing to learn diving, this is because the air is very limited. Divers must mengehemat energy and can suddenly stop dives and rises to the top. Divers also have to be alert and see the condition of the other divers.

Breathing Techniques
In the new divers learn diving is usually nervous and breathing rapidly and deeply. Teach so that breathing relaxed, slowly, and unhurried. If still can not be solved immediately rise to the surface.
Never did ± ¡° skip breathing¡ which aims to conserve air. This resulted in hiperkapnea.
Divers can experience difficulty breathing on the mouthpiece or less when the air was sucked and should be firmly, if the tube is still a lot filled with air, it caused a problem regulator, immediately rise to the surface.
It can also be the case if the tube is running out, for it to open up mechanically and immediately rose to the surface. If using SPG, stop dives when the pressure dropped to 500 psi tube (a tube) or 250 psi (two tubes).
Clearing Mask
The water may be slightly into the mask. This can help clear the fog stuck to the glass. However, large amounts will certainly not comfortable and should be issued with a mask clearing.
If the mask has a drain valve, tilt the mask towards the drain valve (usually with a drain valve down when in front), press the mask slightly prominent and remove air rapidly through the nose. This makes the water out through the valve.
If the mask does not have a drain valve. Use the appropriate method of drawing. Which is often used is the head-up method. Ie lift your head so that the mask slightly upwards so that the water collected in the bottom area. Press the top of the mask that seals the bottom of a rather open and immediately remove the air through the nose. Remove the pressure quickly so seal the bottom of the stick back.
Video
Do not panic learn diving in doing this. Try practicing by using a snorkel alone so that increased confidence when using SCUBA.
Selection of masks also have to consider the comfort factor in making mask clearing. If the mask is easy to enter the water immediately abort the dive, and replace it with another mask because the air will be discharged to mask clearing. Often mask clearing also lowered vigilance in diving. Use antifog before getting into the water, and do not rely on clearing mask to remove fog.
Hose and Mouthpiece Clearing – learn diving
Mouthopiece and hose can enter the water when removed from the mouth and into the water. If using a single hose, it’s not a big deal because to remove the water could drain the push of a button (usually in front of the mouthpiece).
For double hose, divers must diving horizontal position and hold the mouthpiece. Then blow air into the mouthpiece so that the incoming water out through the discharge pipe (exhaust). Do not breathe in, appropriately alone. If there is still water that makes doing the same thing and then natural breathing. If you can not breathe, somersault backwards so that the air flows freely from the regulator.
Regulator Recovery
Do not panic when the mouthpiece out of the mouth. Do not panic looking for her hose. If off there are two ways to find mouthpiece that was behind.
Tilt the body to the right and right hand stretched out to the rear and pull it forward as pedaling motion. Hose will lie across the hand and will be held in check.
The second way is to tilt the left hand tube diving to the right from behind. The right hand moves up and looking for a relationship with the first stage hose. The bias for the top pipe mouthpiece is right. Having found a connection hose then seek mouthpiece.
Swim technique – learn diving
On the dives, all the thrust comes from the legs. Hands only used for maneuvering. Kick wide leg, relaxed, with a style boost primarily from the thighs. Knee and ankle should relax. Rhythm kicking leg must be maintained not to make tired or cramps.
If you already adept can use the dolphin kick. Dolphin kick is done by moving the second straight legs rhythmically like a butterfly.
Komunikas learn diving
For recreational divers in the water can use hand signals. Actually communication in SCUBA consists of through-water communication systems (AM and SSB), hand signals (hand signals), slate boards (slates), and line-pull signals.
If the diver is still at the surface can use voice. For that to memorize the hand signals are often used in submarines.
Buddy Diver – learn diving
learn diving is a high risk activity, all the more so when the dive was done alone. In the event of an emergency that endanger the safety of body and soul, there will be no one who knows and helps those difficulties. Therefore the world diving embrace and practice the principles of dives that says never dive alone. So dive always in a team with system partners (buddy system).
The following basic rules buddy:

Always maintain contact with diving partner. If the visibility is good, make sure the dive partner in sight. If visibility is poor as highly turbid water, use a buddy line.
Know the meaning of the hand gestures and line pull signal.
If the cue had been given, it must be responded immediately. If no response then consider an emergency situation.
Monitor the movement and condition of diving partner. Know the symptoms of the disease dives. If the dive partner looks unusual, make sure the cause, and take action to eliminate them.
Do not leave the dive partner partner despite being trapped and can not escape without help. If it can not be helped, calling the other divers with diving spots mark where our partner is trapped.
If one partner scuba diving cancel for various reasons, then the other must also rise to the top.
Know how to do the buddy breathing.

Buddy Breathing – learn diving
If the diver ran out of air, or damage SCUBA, the mouthpiece can be used together with diving partner. If the study had octopus diving course very easy. If only one mouthpiece, then do buddy breathing. Buddy breathing is done by sight, and alternately breathing while rising to the surface. The procedure is as follows:

Lack of air diver should be calm and give hand signals to partner with pointing toward the mouthpiece.
Both divers mutual holding each arm so the distance is not too far away. Give an octopus. If there is no further to selanjutmya procedure.
Divers who helped breathe first and then give mouthpiece to divers who helped. Divers who helped do not hold the mouthpiece. Mouthpiece directed by divers rescuers helped towards the mouth. Both divers must maintain hand contact with the mouthpiece.
Mouthpiece may take in water. Therefore press the drain before it goes into the mouth or exhale into the mouthpiece before taking a breath.
Divers who helped take two breaths and return to the helper. Press the drain and auxiliary divers breathe twice.
Do this with the rhythmic and do not be hasty. Do not go up to the top if not done the right cycle.
If it rises to the surface do not forget to exhale to avoid barotrauma.

Adaptation to the Water Conditions – learn diving
By looking at underwater conditions are different, then the diver must do the adaptation.

If a muddy dive. Divers should not touch the bottom, just 2-3 feet above the mud. Avoid pedaling too strong so the mud can rise to the top.
Avoid touching the coral and rocky base because it can hurt the dam scratch the skin.
Avoid depth changes suddenly. Keep the depth of the dive, do not go up and down.
Do not veer too far from the dive.
Guard against the effects of light in the water. Objects look bigger and closer.
Wary of strong currents, especially the flow gap. If carried away, relax, do not fight. If the flow has started weak berenaglah avoid it. Do not try to fight the current.

Ascent Procedures
After the dive time is reached, then one of the divers must be signaled to rise to the top. Divers should not rise rapidly exceeding 30 feet / min USN (0.12 m / sec). Breathing normally, do not hold your breath during the climb because it causes air embolism.
When it rises to the top, do by turning the body 360 degrees so it can look around and one hand raised up to see if there is blocking. Should ride together with buddy.
To avoid injury when surfacing divers should always look up, reaching and then came slowly rotates 360 ° while keeping an eye on the surface. This maneuver is very important, especially in the final stage of 10 feet to get to the surface.
The technique appears under control (slow ascent) to learn diving
Divers should always rises to the surface at a slow pace. Safe speed for the ride is 60 feet per minute. How to know the speed of the easiest is to look at the smallest air bubbles and must not precede.
The technique appears free – learn to dive
Divers did surface dive, swim to the bottom and then releasing snorkel and go up to the surface slowly while exhaling continuously until surfacing. The position of head thrown back, the view and the hand pointing upwards.
Emergency Swimming Ascent (ESA) – learn to dive
In the event of air in the tube runs, a diver must perform an emergency arises technique by removing the regulator from his mouth, rising vertically to the surface slowly and exhale continuously until it reaches a depth of 10 feet, at the depth of body position changes be horizontal, head looked up, hand it expands, until he came to the surface. In the particular circumstances of weight belt can be removed to gain additional positive buoyancy.
Ascent Freeman Emergency Procedure
If the SCUBA diver ran out of air or pinched something, and partner dive too much to help it do this procedure:

Remove the equipment and hand-held objects.
Remove the ballast belt.
If SCUBA stuck and had to be abandoned, BC release buckle on the waist, chest, shoulders, and groin. Remove the one hand first, then the other hand again. Another method is to menjungkirbalik scuba tube on top of the head and thus both hands instantly regardless. Make sure the hose is not pinched neck.
If you just run out of air, remove the object that is in the hands, remove the ballast belt, and develop BC. Do not remove the tube SCUBA except absolute reason.
If the diver is unconscious, having to swim toward her partner and develop BCnya while carrying the victim upwards. Ballast belt also can be released. Hold the victim, do not let loose.
Exhale during the ride to the surface, do not hold and panic.

Decompression
If divers are required to do a Deco Stop, then stopped at a depth of Deco Stop. Each diver or one person can calculate the time Deco. After the time Deco is reached, up to the surface or hereafter Deco station.
Snorkel Clearing
If it is on the surface, then breathe snorkels. This is done because the tube is up and save the air .. To determine the water inlet snorkel typically heard incoming water in the pipe snorkel on the left. Snorkel clearing is done in two ways:
Popping
How to remove water from the snorkel by means of blowing air into the snorkel so the water in the snorkel missing First remove the water. The water will come out through the top hole and drain valves and we can breathe.
Water displacing method
Snorkel clearing the way this method is helpful, because it does not need air blowing hard. By the time the diver approaches the surface with his hands up tengadahkan head so that the top end of the snorkel downward by exhaling slowly and continuously will result in exhaled air to hold water get into the snorkel while the divers headed upward. After divers reached the surface and swim position, then he will be able to breathe without having to blow snorkel because the snorkel has been cleared of water.
Surface and Leaving Water – learn diving
When he came up fast localization of the vessel. Good to see, hear sounds propeller. Also check whether there are other divers who were still in the water.
By the time the diver was at the surface, but far from the ship, the divers can swim to the boat. Since the divers still use the complete diving equipment, the best possible way and not tiring is to fill the air to BC to reduce the load by using a snorkel and swim to the boat.
If you want to climb into the boat with ease, remove the weight belt and have a helper hold it. If the ship has stairs, then remove the fin and rose upward. If the use of a small boat, a diver who was in the boat must sit so as not to make the shaky ship.
Emergency Diving
Emergencies always possible on each dive, no matter how perfect preparation for it has been done. Quite a lot of variables that can be identified as a contributing factor. Diving conditions, panic, weather, depth, damage to equipment and so on. This situation if not immediately addressed secar a precise and fast potential to be the cause of the crash dive.
Ironically most of the dive accidents would occur when a diver was already feeling experienced (veteran), was quite capable of handling the problem dives. A situation that tends to make people become complacent and careless. Inattention and carelessness here includes both physical and mental. Inadvertence mental cause “human error”, or a human mistake when faced with a vulnerable condition can be fatal. Human error / mistake humane, that the main causes of accidents dives.
It is therefore recommended to remain relevant for divers senantiasabersedia train themselves, preparing, briefing, de-briefing, dive planning, check and re-check the equipment before the dive, relearn procedures are standard in learning diving and so on. Philosophy, better learn to recognize and avoid dangers before rather than after overcoming danger, because the results are very speculative.
Without state Air
Of the many emergencies that may occur whenever the dive, the situation “without air” is the most risky thing to overcome. For years people debating the street or what is the best way to do when faced with a state of “running out of air”. In fact, no one carapun that can be agreed as a way satisfactory and provide assurance of safety for the culprit. Unity Sport Diving Indonesia, offers several ways or procedures that are considered “feasible” to cope with such emergencies.
How to deal with emergencies divided into two categories, namely:

With the help of ”
An emergency dive with the aid divided into two, namely:
Octopus Assisted Ascent (OAA).
OAA can be done in terms of a learning diving provide air support to partners who run out of air, through the “extra second stage”, commonly called “octopus”. This method is relatively safe and easy implementation because each diver breathing through a “second stage” of its own.
Buddy Breathing (BB).
Done by alternating breathing through a “Second Stage” of the regulator of the helper (Donor). Should continue to be done while rising to the surface in a controlled manner, as it is often called BB buddy breathing ascent (BBA).

With the “Self-Reliance”
How to deal with emergencies that occur in learning diving, especially run out of air, may have to be done by divers, in which case there is no longer a partner who can be asked to help. There are two methods of “self-reliance” that could be done, namely:
Emergency Swimming Ascent (ESA)
This is how to deal with emergencies are independent, most importantly, where the diver ran out of air to swim to the surface in a controlled manner while continuously blowing air out, to guard against the development of lung excessive.
Buoyancy Ascent (BA)
Is a procedure “Self-Reliance” last option. Done by removing the weight belt and use positive buoyancy gained by developing BC in depth. Buoyancy ascent if the diver practiced seriously doubt that he might not be able to reach the surface by swimming. Buoyancy ascent from a depth is very dangerous because it is likely to surface movement rate becomes uncontrollable. Buoyancy ascent is often called the emergency / exhaling buoyancy ascent.
When the earnest face of emergency in the sense of running out of air, try to follow the procedure below through the top, namely:

Stop and think. Stop maneuver and reasonable thinking about the situation you are experiencing;
Exhale the air slowly (if they exist) and notice the SGP.
If the SGP still shows: -adanya air pressure, then press the drain; – No air pressure, check the cylinder valve, the valve may be the key still in the “off” position which usually occurs at the beginning of the dive.
Try to breath again when they air delivery, give cues on the partner and explain the situation. When the air pressure in the backup position, stop the dive and go up to the surface.
If there is no air delivery, ask partners to do OAA / BB. If the partner has been away, select maneuver ESA / EBA (as a last alternative).
If the partner can not take communication and do not understand the situation that face, then do ESA / EBA as a last alternative.

Postdive Procedures
After all left the briefing did dives again about:
The goal has been achieved.
Obstacles and problems that occur.
The physical condition of the diver.
Damage to the equipment.
After all reached the place, the equipment must be cleaned and stored according to the procedure.
Logging dives
Familiarize divers make notes after completion of rehearsals, careful about:
depth;
bottom time;
visibility;
temperature;
repetitive dive
The note was written on a drunk u that must be owned by each diver, commonly called “Diver Log Book”.

Cue in Diving

Cue
Cue is necessary to be able to communicate in the water or from water to the surface. Wide cues include hand signals, sight, sound, touch, etc. All cues can be used according to the conditions at that time.
Knowledge of cues in diving has the objective to facilitate communication between the diver so kegiatanbelajar diving will be successful, safe, and happy. It forged an agreement to communicate with partners before starting the dive.
The most simple and practical gestures are hand signals, for that every diver is advisable to know the meaning of the hand gestures. Thus, communication becomes easy in the water and the message can be delivered to the right.

Source:
USN Diving manual 6th
Electronic resources
Diving Learning / Learning Diving – Video Tutorial # 2: Buddy, predive Safety CheckJuly 16, 2015In “Learning Diving”
Diving Package: Preparation PenyelamanJuly 16, 2015In “Learning Diving”
Learning Diving Diving – Video Tutorial # 1: Equipment Assembly, Adjustment, Preparation, diassembly (Skill 1) July 16, 2015In “Learning Diving”

Posted on

Physicals Aspects of Diving – Diving Tutorial – Lombok Diving

Physicals Aspects of Diving – Diving Tutorial – Lombok Diving

diving
diving lombok

Knowledge of the laws of physics that is closely associated with diving is a necessary condition for safe diving techniques. Many health problems dives that are directly attributable to the influence of the physiology of these laws to humans. To understand the basic principles of safe diving, the diver must recognize aspects of physics-related pressure and density of liquids and gases. However, this knowledge is very useful for doctors who handle cases of divers.

Pressure – Lombok Diving

The air pressure at sea level at a temperature of 0 ° C, is essentially caused by heavy pressure asmofir thereon. The constant pressure of around 760 mmHg (14.7 psi) and used as a legal basis for the atmosphere (1 ATA).

Under the Pascal law which states that the pressure on the surface of the liquid will be spread evenly in all directions and is not reduced. At each place below the water surface the pressure will be increased by 760 mmHg (1 atmosphere) for each depth of 10 meters. Thus the addition of the surface of the water pressure with the pressure of the water depth is called Atmospheric pressure Absolute (ATA).

Laws Gas – Lombok Diving
Air breathed normal air that human beings are made up of the following components:

78% Nitrogen (N2)
21% oxygen (O2)
0.93% argon (Ar)
0.04% carbon dioxide (CO2)
The rest noble gases (He, Ne, etc.)

In diving, the gas laws applicable because of the pressure and volume of gas in and out of the human body change according to circumstances. There are several gas laws must be understood, among others:

1. Boyle’s Law – Lombok Diving

The law confirms the relationship between pressure and volume. The volume of a gas collection will be inversely proportional to the absolute.
This means that when the pressure increases, the volume of a gas collection will be reduced.
Applications Boyle’s Law
A diver who breathes full (6 liters) at a depth of 10 meters (2 ATA), by holding the breath and then rise to the surface (1 ATA), the air in the lungs will double to 12 liters. It is warned not to hold your breath when the rise to the surface when using scuba diving equipment. This law applies to the cavities that exist in the human body, where the divers will get direct pressure while diving.
2. Law Charles – Lombok Diving
Is a law that states that if the pressure remains constant, the volume of a gas is directly proportional to absolute temperature, if the constant volume / fixed and the temperature increases, the pressure will increase as well. This law relates to the compression of the gas collection that is against diving equipment: tubes, regulators, chamber etc.
Application of Law Charles
In store tubes then place should be taken to avoid heat or hot spot. Bringing tube was filled for a long time should be closed so avoid direct sunlight.
If this is neglected, the tube temperature will rise causing pressure to rise so that the tube burst.
3. Dalton’s Law – Lombok Diving
According to this law, the total pressure of a gas mixture is the sum of the partial pressure of the gases in the mixture TSB. At sea level, the pressure of each atmospheric constituent gases, namely:
Then at a depth of 40 meters, the pressure of each gas, namely:
This means that the oxygen we breathe at a depth of 40 meters is equal to breathe pure oxygen at the surface. Nitrogen that is inhaled is also a growing number of nearly 5 times more than it was at sea level.
Dalton’s Law Application
This relates to the medical aspects, namely when we inhale oxygen, there will be plenty of oxygen poisoning. The amount of oxygen will depress the respiratory center in the brain that controls breathing is disrupted and there is accumulation of carbon dioxide in the body that cause death. The amount of inhaled nitrogen will reduce the work of the central nervous system, so that divers decreased alertness.
4. Gay-Lussac’s Law – Lombok Diving
According to this law, can be explained also about the explosion when filling scuba tube.
When we fill scuba tube, where its volume is constant, with increasing pressure tube then The temperature also increased. This is dangerous because before reaching the desired pressure, the tube may burst.
Gay-Lussac’s Law Application
At the moment we fill the tube, the tube should be filled while they will be soaked in a bucket of cold water, so that the temperature of the tube remains cool.
5. Henry’s Law – Lombok Diving
This law expresses the solubility of a gas in a liquid. Solubility also depends on the temperature and the type cairan.Makin in and the longer we dive the gas absorbed by the body more and more because of the higher gas partial pressure. The colder the water temperature, the more gas that is dissolved in it.
Applications Henry’s Law
This is what requires us to rise to the surface very slowly so that the dissolved gas does not turn into a bubble.
6. Law of Archimedes (Buoyancy) – Lombok Diving
Archimedes law says that if an object enters into a liquid then the object gets buoyancy which is proportional to the amount of fluid it displaces.
To determine whether an object is floating or not, we must know the density (weight / volume) of the object. If the density of objects smaller than the water these objects will float, and vice versa. The more dense a liquid, the greater the buoyancy because it has a large specific gravity. This is related to fresh water and sea water, which has a different density. The sea water is denser than fresh water, so divers-divers and boats float higher than seawater rather than freshwater.
Buoyancy (bouyancy) there are three kinds:

Positive buoyancy (positive bouyancy): when an object floats.
Negative buoyancy (negative bouyancy): When an object sinks.
Neutral buoyancy (neutral bouyancy): if the object can be floated.

Bouyancy is a very important factor in the dives. During the move in the water with scuba, divers must maintain a neutral position bouyancy.

Each diver buoyancy level is influenced by several factors, heavy tools used can cause a diver to drown. Cylinder containing compressed air will be more floating when air is used to make it lighter. Wetsuits (wet suit) that consists of cells filled with air foam rubber, when the depth increases, the volume of air in the cells is reduced thereby reducing buoyancy. Vests which can inflate (Buoyancy Compensator s) can be filled with air to obtain positive buoyancy. When divers breathe in breast volume will increase, which tends to make it float, was when he gave up will tend to sink. So often a diver breathed upon leaving the surface to harness the influence and it helped him to get down.

With knowledge of the above, diaharapkan a diver will be able to determine its own buoyancy as needed and can predict who will be wearing scuba gear, so that a diver will be able to regulate their buoyancy to dive comfort and security.

Temperature – Lombok Diving

Water temperatures are around the diver determine the comfort and duration of dives to the maximum. Almost all the water colder than normal temperature of the human body, because it was a diver will lose body heat to the water. In the saturation diving, the diver’s body temperature maintenance becomes a major need, the water temperature will go down significantly more simultaneously with increasing depth.

The largest temperature changes occur in the first 10 meters, due to the loss of most of the sun’s heat at deeper depths. Cold water can cause physiological disorders such as vertigo and headaches. For that dibituhkan wetsuits as needed.

Body heat can be lost when it is in the water in several ways:

Conduction is the direct transfer of heat from molecule to molecule. Water has 25 times the capacity of conduction of the air. So the speed of heat loss in water 25 x faster than in the air.
Convection is the transfer of heat by the movement of water currents.
Radiation is the transfer of heat by way of radiant without any intermediary substance.
Evaporation of sweat from the skin and release of water vapor from the lungs causing heat loss from the body significantly.

When seoseorang dive deeply using Helium-Oxygen (Heliox), loss of body heat can cause serious clinical hypothermia. At the very deep dives with heliox gas mixtures, respiratory gas is heated to avoid hypothermia.

Sight and Light – Lombok Diving

So that divers can work well, it must be equipped to see as clearly as possible. The human eye requires light to see anything. Whatever people see is a picture that is created by the reflection of light from the object being viewed. Rays in the water is influenced by several factors that can directly affect the ability to see a diver and interpret what he sees.

TSB main factors are:

Water turbidity.
Diffusion: the transmission of light by water molecules and particles.
Absorption: the ability to change the color and intensity of light.
Refraction: redirects incoming light from one media to another media
Reflection: the return of sunlight to the atmosphere that the surface of the water; will be reflected (reflected) depending on the angle at the time of the water.

Water under very poor eyesight caused by differences in light refraction under water. This problem can be partially overcome by the use of masks, where there is a layer of air between the eye and water, although it improves vision under water but can lead to a false impression of going the distance and make objects look far are near (± 3 / 4nya) and the little ones will look bigger (± 1.5 time). Air has a refractive index of 1, the glass mask refractive index from 1.5 to 1.8, while the water refractive index of 1.33.
Lenses can improve vision (corrective lenses) can be mounted on a mask for those who wear glasses. Use of contact lenses (contact lenses) under water has been managed well to use on face mask or direct use.
Visual acuity under low water caused by the scattering of light that make up the shadow of delicate objects floating in the water. Under the water also affects the color which does not look the same as the surface. This is due to the absorption (absorption) to a wavelength of color were not as great.
The sun’s rays can not penetrate more than 1650 ft, although in very clear water. In the air, the speed of light is 186,000 miles / sec, in the water speed was reduced to 135 miles / sec. At depth, the sun is a combination of the colors red, orange, yellow, green, blue, and purple will be seen as a dark blue color. Because absorption can affect the color of objects in the water.
Water absorption of the sunlight is as follows:
Voice law – Lombok Diving
Underwater sound is strongly influenced by penghantarannya by fluid media. The speed of sound under water four times faster than air, but it will be faster to lose energy when emitted into the water. The sound of the air will rapidly lose energy when emitted into the water, such that the water will be difficult to listen to the sound made in the air near the surface of the water.
The human ear is created to localize the direction of sounds in the air. Hearing divers under water will be reduced due to the influence of water on the eardrum, making it difficult for divers to localize the direction of sounds in water. Underwater noise will be delivered to the auditory organ via bone head better than the eardrum.
Wearing headgear will further reduce the threshold of hearing, it would be difficult for divers to localize the direction of sounds in water. The speed of sound in air is 1100 ft / sec while in the water on average 4900 ft / sec. The sound produced by the beating scuba steel tube with metal objects (eg with a knife subs) can be heard at a considerable distance by other divers.
Conclusion
By studying the physics associated with the expected dive diver can know how to cope with the dangers that may arise due to human physiology dives. Among diver will perform equalization when entered in the depth of water, do not hold your breath during the climb to the surface and always carry peyelaman without decompression (if necessary learn diving table), and can carry out dives safely and comfortably.

Related article:
Pearl lombok
Lombok property
Lombok Diving: Tutorial EQUIPMENT SELAMJuly 16, 2015In “Learning Diving”
Cheap Diving package: History SelamJuly 16, 2015In “Learning Diving”
Scuba Diving learn FULL TUTORIAL! July 16, 2015In “Learning Diving”

Posted on

Diving Preparation

Diving Preparation

diving lombok 1
learn to dive

The diving activities need a plan to ensure that its submarine can dive activities run smoothly, safely and securely. For that we need the following equipment:

  1. Measure rope / Deapth Estimates : Prior to the dive must know the depth of the area. It required gauge / depth probe made of tin / other ballast along the rope to its size. Checks carried out several times around the area by moving the place.
  2. Into the rope guide : Having known the depth of the area, create a guide rope into the place down and rising divers. Guide rope with buoys, tide also dive buoy with a flag near the dive area.
  3. Depth gauge : Surveying the situation in the water with surf in the area and check again the depth of the depth gauge. Take note of what needs to be noted as a material to hold a briefing before the dive.
  4. Anchor rope : Anchor rope used as a descending and rising divers. At a depth of 10 feet lace-anchor / guide should be provided complete scuba tube, the goal when the need to hold a deco stop dives can be stopped at the site, as well as the tube can reserve for scuba divers who stay a little air tube.
  5. Slate : Slate is needed in diving activity is to record everything that requires the recording and also can record the dive tables where the depth is already known that if necessary deco stop or not. Slate is also needed for research dives.

A diving activities will run smoothly and successfully if there are no significant barriers, it is necessary for anticipation of something that may hamper diving. Note tides, currents, waves / waves and watch out flora and fauna in the area dives.

Source & Related article:

Lombok Land for Sale
South Sea Pearls wholesale
Scuba Diving learn FULL TUTORIAL! July 16, 2015In “Learning Diving”
Lombok Diving: Diving & PHYSICS Tutorial SELAM July 16, 2015In “Learning Diving”
Learning Diving Diving 19 Remove and Replace Scuba Unit on Surface, Skill # 19July 16, 2015In “Learning Diving”