Posted on

Nusa Tenggara

Kepulauan Nusa Tenggara

Nusa Tenggara (“Kepulauan Tenggara”), juga dikenal sebagai Kepulauan Sunda, merupakan wilayah timur Indonesia,daerah ini sekarang menjadi menarik lebih banyak pengunjung karena ada banyak wisata dan pemandangan alam terdapat di sini. Dari tahun ke tahun jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara datang untuk berlibur.

Keberadaan status provinsi di Ntb ini tidak datang dengan sendirinya begitu saja,perjuangan untuk terbentuknya provinsi membutuhkan waktu yang cukup lama. NTB sebelumnya sempat menjadi bagian dari negara indonesia dan menjadi bagian dari provinsi sunda kecil setelah ada pengakuan dari kedaulatan republik indonesia. Seiring dengan dinamika zaman dan setelah mengalami beberapa kali proses perubahan sistem ketatanegaraan di proklamasikan kemerdekaan republik indonesia. Dua pulau terbesar yang ada di provinsi in iadalah lombok yang terletak ada di barat dan Sumbawa yang ada terletak di timur.Ibu kota provinsi adalah kota mataram yang berada di pulau lombok.

Nusa Tenggara Barat (Nusa Tenggara Barat) bagi mereka yang mencari sebuah pulau tropis yang damai disinilah tempatnya, nusa tenggara baarat yang di singkat dengan NTB ini sekarang sudah jauh berkembang dan lihat saja contohnya monumen yang terpampang megah di bundaran gerung dan jalan untuk menuju bandara international lombok ini.

Nusa Tenggara adalah salah satu bagian yang dikunjungi jika mengunjungi lombok . Sedangkan pulau Lombok dan Sumbawa memiliki mayoritas penduduk Muslim, sebagian besar (90%) sisanya adalah Kristen, dengan kehadiran Hindu yang kuat di Lombok dan baik jumlah aspek sisa-sisa kepercayaan animisme. Nusa Tenggara sebagian besar telah terhindar dari konflik agama Sulawesi dan Maluku di dekatnya. Menjadi kepulauan yang luas, sarana utama transportasi adalah dengan pesawat dan dengan kapal.

Zaman Majapahit

Menurut Lalu Djelenga (2004), catatan sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok yang lebih berarti dimulai dari masuknya Majapahit melalui ekspedisi di bawah Mpu Nala pada tahun 1343 sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa Maha Patih yang kemudian diteruskan dengan inspeksi Gajah Mada sendiri pada tahun 1352. Ekspedisi ini lalu lanjut Djelenga, meninggalkan jejak kerajaan Gelgel. Sedangkan di Lombok dalam perkembangannya meninggalkan jejak berupa empat kerajaan utama saling bersaudara, yaitu Kerajaan Bayan di barat, Kerajaan Selaparang di Timur, Kerajaan Langko di tengah dan Kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat kerajaan-kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini selanjutnya menjadi wilayah yang merdeka setelah kerajaan Majapahit runtuh.

Di antara kerajaan dan desa itu yang paling terkemuka dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok. Lombok terletak di teluk Lombok yang sangat indah dan mempunyai sumber air tawar yang banyak. Keadaan ini menjadikannya banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Palembang, Banten, Gresik dan Sulawesi. dan mempunyai senjata yg bernama sundu.

Masuknya Islam

Belakangan, ketika Kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Rangkesari, Pangeran Prapen, putera Sunan Ratu Giri datang mengislamkan kerajaan Lombok. Dalam Babad Lombok disebutkan, pengislaman ini merupakan upaya dari Raden Paku atau Sunan Ratu Giri dari Gersik, Surabaya yang memerintahkan raja-raja Jawa Timur dan Palembang untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah di Nusantara. Sementara di Kerajaan Lombok, sebuah kebijakan besar dilakukan Prabu Rangkesari dengan memindahkan pusat kerajaan ke Desa Selaparang atas usul Patih Banda Yuda dan Patih Singa Yuda. Pemindahan ini dilakukan dengan alasan letak Desa Selaparang lebih strategis dan tidak mudah diserang musuh dibandingkan posisi sebelumnya.

Menurut Fathurrahman Zakaria, dari wilayah pusat kerajaan yang baru ini, panorama Selat Alas yang indah membiru dapat dinikmati dengan latar belakang daratan Pulau Sumbawa dari ujung utara ke selatan dengan sekali sapuan pandangan. Dengan demikian semua gerakan yang mencurigakan di tengah lautan akan segera dapat diketahui. Wilayah ini juga memiliki daerah belakang berupa bukit-bukit persawahan yang dibangun dan ditata rapi bertingkat-tingkat sampai hutan Lemor yang memiliki sumber air yang melimpah.

Di bawah pimpinan Prabu Rangkesari, Kerajaan Selaparang berkembang menjadi kerajaan yang maju di berbagai bidang. Salah satunya adalah perkembangan kebudayaan yang kemudian banyak melahirkan manusia-manusia sebagai khazanah warisan tradisional masyarakat Lombok hari ini. ahli sejarah berkebangsaan Belanda L. C. Van den Berg menyatakan bahwa, berkembangnya Bahasa Kawi sangat memengaruhi terbentuknya alam pikiran agraris dan besarnya peranan kaum intelektual dalam rekayasa sosial politik di Nusantara, Fathurrahman Zakaria (1998) menyebutkan bahwa para intelektual masyarakat Selaparang dan Pejanggik sangat mengetahui Bahasa Kawi. Bahkan kemudian dapat menciptakan sendiri aksara Sasak yang disebut sebagai jejawen. Dengan modal Bahasa Kawi yang dikuasainya, aksara Sasak dan Bahasa Sasak, maka para pujangganya banyak mengarang, menggubah, mengadaptasi atau menyalin manusia Jawa kuno ke dalam lontar-lontar Sasak. Lontar-lontar dimaksud, antara lain Kotamgama, Lapel Adam, Menak Berji, Rengganis dan lain-lain. Bahkan para pujangga juga banyak menyalin dan mengadaptasi ajaran-ajaran sufi para walisongo, seperti lontar-lontar yang berjudul Jatiswara, Lontar Nursada dan Lontar Nurcahya. Bahkan hikayat-hikayat Melayu pun banyak yang disalin dan diadaptasi, seperti Lontar Yusuf, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Sidik Anak Yatim dan sebagainya.

Dengan mengkaji lontar-lontar tersebut, menurut Fathurrahman Zakaria (1998) kita akan mengetahui prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam rekayasa sosial politik dan sosial budaya kerajaan dan masyarakatnya. Dalam bidang sosial politik misalnya, Lontar Kotamgama lembar 6 lembar menggariskan sifat dan sikap seorang raja atau pemimpin, yakni Danta, Danti, Kusuma dan Warsa.
• Danta artinya gading gajah, apabila dikeluarkan tidak mungkin dimasukkan lagi.
• Danti artinya ludah, apabila sudah dilontarkan ke tanah tidak mungkin dijilat lagi.
• Kusuma artinya kembang, tidak mungkin kembang itu mekar dua kali.
• Warsa artinya hujan, apabila telah jatuh ke bumi tidak mungkin naik kembali menjadi awan.

Itulah sebabnya seorang raja atau pemimpin hendaknya tidak salah dalam perkataan. Selain itu, dalam lontar-lontar yang ada diketahui bahwa istilah-istilah dan ungkapan yang syarat dengan ide dan makna telah dipergunakan dalam bidang politik dan hukum, misalnya kata hanut (menggunakan hak dan kewajiban), tapak (stabil), tindih (bertata krama), rit (tertib), jati (utama),tuhu (sungguh-sungguh), bakti (bakti, setia) atau terpi (teratur). Dalam bidang ekonomi, seperti itiq (hemat), loma (dermawan), kencak (terampil) atau genem (rajin).

Kemajuan Kerajaan Selaparang ini membuat kerajaan Gelgel di Bali merasa tidak senang. Gelgel yang merasa sebagai pewaris Majapahit, melakukan serangan ke Kerajaan Selaparang pada tahun 1520, akan tetapi menemui kegagalan. Mengambil pelajaran dari serangan yang gagal pada 1520, Gelgel dengan cerdik memaanfaatkan situasai untuk melakukan infiltrasi dengan mengirimkan rakyatnya membuka pemukiman dan persawahan di bagian selatan sisi barat Lombok yang subur. Bahkan disebutkan, Gelgel menempuh strategi baru dengan mengirim Dangkiang Nirartha untuk memasukkan faham baru berupa singkretisme Hindu-Islam. Walau tidak lama di Lombok, tetapi ajaran-ajarannya telah dapat memengaruhi beberapa pemimpin agama Islam yang belum lama memeluk agama Islam. Namun niat Kerajaan Gelgel untuk menaklukkan Kerajaan Selaparang terhenti karena secara internal kerajaan Hindu ini juga mengalami stagnasi dan kelemahan di sana-sini.

Transportasi Dengan Pesawat Terbang

Bandara utama, dengan sering penerbangan dari Jawa dan Denpasar (Bali) Lombok, Maumere (Flores) dan Kupang (Timor Barat). Beberapa penerbangan seminggu juga pergi dari Denpasar, Bali untuk kedua Waingapu, Sumba (bagian timur pulau) dan Waikabubak (bagian barat, dekat tempat Pasolas diadakan setiap tahun). Satu-satunya koneksi internasional langsung dari mana saja di luar Indonesia langsung ke pulau-pulau ini dari SilkAir dari Singapura 3 kali seminggu ke Bandara Lombok International, (Bandara Internasional Lombok), (BIL), (IATA: LOP, ICAO: WADL) di Lombok selatan pusat dekat kota Praya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.