Cara Membuat Taman (Arsitektur Pertamanan)

Cara Membuat Taman (Arsitektur Pertamanan)

Penulis : Bambang B. Santoso

PROSES PERANCANGAN TAMAN

TUJUAN BELAJAR BAB INI :

  • Dapat menguraikan beberapa prinsip-prinsip dalam perancangan
  • Dapat menjelaskan aspek penerapan prinsip penyusunan dalam merancang desain taman
  • Dapat menjelaskan dan memahami suatu proses pembuatan desain (perancangan) taman
  • Dapat menyebutkan dan kemudian menjelaskan macam atau ragam desain

SUB POKOK BAHASAN

  • Pengantar
  • Prinsip dan Proses Perancangan
  • Prinsip Perancangan
  • Proses Perancangan
  • Ragam Bentuk Rancangan

PENGANTAR

  • Mendesain berarti membuat pola atau skema atau merancang dan merencana, atau memilih dan mengatur atau mengorganisir sesuatu.
  • Secara sederhana, mendesain diartikan sebagai pekerjaan merancang untuk memproduksi suatu karya; secara khusus, mendesain adalah suatu seni untuk menghasilkan suatu karya yang indah, menarik dan memuaskan.

A. PENGANTAR

 

 

 

  • Desain diawali dengan ide (konsep), kemudian dinyatakan dengan bahasa teknis untk diartikan oleh pembuat/pelaksana/produsen sehingga terbentuklah suatu produk yg diinginkan dan bisa dinikmati dan disukai oleh pemakai / konsumen.
  • Tujuan pembentukan desain, supaya terbentuknya suatu karya yg fungsional (the way they are meant to be used) dan estetis/indah (the way they are look), yg menyenangkan, memuaskan dan menyamankan hati pemakainya.
  • Jadi, tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan harkat manusia.
  • Tanpa memperhatikan apa yg disusun atau siapa yg terkait di dalamnya, perancang selalu mempunyai tujuan yg sama, yaitu menerjemahkan program pemberi tugas menjadi sebuat bangunan (taman).
  • Semua langkah proses penyusunan tersebut meliputi langkah-langkah :
    • a) merumuskan persoalan,
    • b) mengembangkan pilihan,
    • c) menilai,
    • d) memilih dan
    • e) berkomunikasi.
  • Mendesain bisa  diartikan oleh  suatu pekerjaan yg merupakan perpaduan antara karya seni dan karya ilmiah.
  • Seni akan berkaitan  dengan penampilan dan bentuk, yg keduanya akan baik bilamana komposisinya sesuai dan selaras.
  • Sebagai Ilmu karena diperlukan untuk mendukung terbentuknya  karya yang nyaman, praktis, ekonomis dan berdaya tahan tinggi.
  • Persyaratan seni dan ilmu itulah yg dibutuhkan untuk suatu produk desain dibentuk.

B. PRINSIP DAN PROSES PERANCANGAN

PRINSIP PERANCANGAN

  • Kata desain (design) : arti dari kata tersebut dalam bahasa Indonesia adalah
    perancangan atau pola atau ripta.
  • Desain adalah  suatu proses tahapan  pengorganisasian unsur garis, bentuk, ukuran, warna, tekstur, bunyi, cahaya, aroma, dan unsur-unsur desain lainnya sehingga tercipta suatu hasil karya seni tertentu.
  • Keberhasilan sebuah taman unutk tampil baik ditentukan oleh kualitasnya, sedangkan kualitas taman sangat ditentukan oleh kualitas desainnya.
  • Jadi, harus dimengerti tentang apa itu desain dan bagaimana mendesain dgn baik.
  • Agar dpt tercapai suatu perancangan/desain dlm arsitektur pertamanan yg baik, maka suatu prinsip perancangan/prinsip desain perlu dipahami.
  • Setelah paham terhadap prinsip perancangan, maka perancangan suatu taman diperlukan dan pada akhirnya perwujudan taman akan tercapai.
  • Bukan berarti bilamana sudah ada unsur taman dan unsur perancangan, sudah berarti scr otomatis taman akan jadi.
  • Akan tetapi mendesain taman memerlukan suatu pedoman yg berguna utk mengatur dan mengkreasikan elemen taman dgn keragaman elemen perancangannya.
  • Dalam perancangan, pedoman tersebut disebut sebagai Prinsip Desain atau Prinsip Perancangan
  • Terdapat lima prinsip desain dlm suatu desain/perancangan taman.
  • Kreasi dan imajinasi pertamanan sangat tergantung pada ketrampilan desainer atau perancang atau arsiteknya.
  • Kelima prinsip dasar perancangan tersebut menentukan dan mempengaruhi perencanaan perancangan.
  • Berikut adalah prinsip perancangan :
Tema
  • Tema adalah menjadi unsur pemersatu (Unity) unsur
    desain dalam taman.
  • Karakter suatu taman ditentukan oleh tema ini, tema yang sangat penting, sebab dengan adanya tema, suatu taman akan mempunyai identitas.
  • Untuk mencapai suatu tema tertentu yang diharapakn, bisa  dilakukan dgn pengulangan atau penyatuan unsur desain.
  • Kesatuan (Unity) merupakan pengorganisasian antara beberapa unsur yg saling bergantung satu sama lainnya, dan  tidak terpisahkan.
  • Bilamana salah satu unsur memisahkan diri, maka itu berarti kesatuan tidak tercapai.
  • Suatu komposisi yg baik harus mempunyai  kesatuan yg kompak antara unsur-unsur yg tersusun di dalamnya.
  • Pengulangan terhadap unsur desain merupakan suatu upaya untuk memunculkan taman mempunyaii tema tertentu.
  • Taman berkesan informal dapat ditampilkan dnegan pengulangan terhadap garis-garis organik (lengkung).
  • Taman dengan tema hangat atau ceria, dapat dilakukan dengan pemilihan elemen taman yg memunculkan warna hangat secara berulang.
  • Taman dengan tema harum, dapat dilakukan dengan mendominasikan atau pengulangan terhadap tanaman- tanaman yg beraroma baik.
SIMPLICITY (mudah, sederhana)

 

Keseimbangan
  • Keseimbangan sangat perlu dilakukan dalam mewujudkan taman, sehingga keindahan taman tersebut tidak menjadi monoton pada satu titik saja.
  • Taman harus mempunyai irama tekanan yang seimbang.
  • Keseimbangan tersebut dapat diterapkan dengan mengikuti pola-pola sbg berikut :
    • Pola Simetris (formal)
      • Keseimbangan dengan rangkaian elemen-elemen taman yg apabila ditarik suatu sumbu maka akan membelah sama besar bagian kiri maupun kanan.
      • Bobot visual (keseimbangan pandangan) dicapai oleh dukungan rangkaian elemen taman yg sama.
    • Pola Keseimbangan Informal (asimetris)
      • Keseimbangan yang lebih cenderung atau condong ke satu arah saja.
      • Elemen taman di satu sisi tidak  sama persis dengan sisi lainnya, tetapi bobot visualnya tetap sama.
      • Keseimbangan ini bisa pula memberikan kesan seimbang dengan pengaturan elemen taman.
      • Jika di sisi yg satu volumenya lebih banyak diletakkan dekat sumbu, maka di sisi lainnya yg volumenya lebih sedikit diletakkan lebih jauh dari sumbunya.
    • Pola Keseimbangan Proksimal/Distal
      • Keseimbangan yang didapat dengan mengembangkan satu sisi taman untuk mengimbangi sisi lainnya dari taman bersangkutan.
    • Pengaturan keseimbangan dapat dikerjakan melalui komposisi warna dan tekstur elemen taman.
    • Warna yang cerah seperti kuning – merah dari sekelompok elemen taman di sisi yg satu dapat diimbangi dengan penempatan elemen taman berwarna hijau di sisi taman yg lainnya.
    • Tekstur kasar mempunyai  bobot visual yang lebih tinggi sehingga tekstur kasar dari benda yg kecil bisa diimbangi oleh tekstur lembut dari benda yang lebih besar.
Skala
  • Skala mendeskripsikan erbandingan antara elemen bangunan atau ruang dengan suatu elemen tertentu yg ukurannya sesuai bagi manusia.
  • Skala, perbandingan antara elemen-elemen taman yang jauh dari manusia tetap perbandingannya bisa  dirasakan secara visual dengan nyaman dan pas.
  • Pengaturan perbandingan/skala yang perlu dikerjakan adalah antara tanaman dengan bangunan; tanaman dengan tanaman lainnya; dan tanaman dengan manusia.

Terdapat dua macam skala umum

  • Skala Manusia : Merupakan perbandingan ukuran elemen bangunan atau ruang dengan dimensi tubuh manusia.
  • Skala Generik : Merupakan perbandingan ukuran elemen bangunan atau ruang terhadap elemen lain yang berhubungan dengan/atau di sekitarnya.
  • Skala Intim : Skala yang kecil sehingga memberikan rasa terlindung bagi manusia yg berada di dalamnya.
    • 1 < D/H < 2
    • H = tinggi D = jarak
    • Suasana intim tersebut dapat diciptakan dengan pengaturan skala ruang kecil, terlindung dari sekelilingnya dan perlindungan ini dapat memakai  elemen lunak maupun elemen keras (hard ataupun soft material).
  • Skala Perkotaan : Skala ruang yg dikaitkan dengan kota dan lingkungan manusianya sehingga menimbulkan rasa mempunyai /betah.
    • 1 < D/H < 2 H = tinggi D = jarak
    • D/H = 1 = interaksi bangunan terlalu kuat sehingga ruang luarnya tidak terasa sebagai plaza
    • D/H = 2 = perasaan terlingkup suatu plaza tidak ada

Oleh Yoshinobu Ashihara :

  • D/H = 1 = ruang seimbang dalam perbandingan jarak dan bangunan
  • D/H < 1 = ruang yang terbentuk sangat sempit, terasa tertekan D/H > 1 = ruang terasa agak besar
  • D/H = 4 = pengaruh ruang sudah tidak terasa

Menurut D. Sprieregen, apabila manusia berdiri dengan Keadaan skala

  • D/H = 1 = cenderung memperhatikan detail dari pada keseluruhan bangunan
  • D/H = 2 = cenderung untuk melihat bangunan sebagai sebuah komponen keseluruhan bersama dengan detailnya
  • D/H = 3 = bangunann terlihat dalam kaitannya dengan lingkungan
  • D/H = 4 = bangunan ter;ihat  sebagai pembatas ke depan saja

 

Irama
  • Adalah merupakan perasaan yang mendeskripikan suatu alur atau penelusuran suatu taman.
  • Bisa dirasakan dengan menurutkan arah pandangan mata (bergerak) sesuai dengan irama tertentu dari suatu benda ke benda lainnya.
  • Jadi dalam suatu pandangan taman, apabila terlihat sesuatu tidak secara tiba-tiba muncul, itulah yg dikatakan sebagai arama.
  • rancang Beberapa bentuk elemen yang berbeda ukurannya atau bentuk yg di rancang selang-seling atau cara peletakan yang bervariasi, bisa  memberikan kesan atau perasaan gerak yg berirama.
  • Bisa  juga dikreasikan dengan memakai pola garis kontinyu, pengulangan, gradasi, dan radiasi.
  • Garis kontinyu dan garis terputus-putus mempunyai  sifat yg mengalir. Contoh : jalan setapak yg membelok, jalur selokan, arah pagar, dan jalur topografi.
  • Pengulangan suatu elemen desain (garis, bentuk, warna, tekstur, motif) bisa mengawasi gerak pandangan mata sehingga menuju titik tertentu.
  • Pengulangan jajaran pohon tertentu (misalnya palm) yg tinggi akan memberikan kesan pandangan dari sisi ke sisi.
  • Gradasi atau variasi memberikan efek pada mata untuk bergerak lebih kuat daripada pengulangan.
  • Gradasi ketinggian tanaman bisa berupa tanaman yang paling pendek sebagai tanaman terdepan dan tanaman tertinggi yang di tempatkan paling belakang. Kesan tersebut bisa  pula diatur dengan mengatur topografi, jika tinggi tanaman sama (seragam).
  • Pengaturan gradasi tanaman yg mempunyai  tinggi sama melalui pengaturan topografi
  • Pengaturan gradasi elemen tanaman dengan penanaman tanaman yang berbeda tingginya
  • Pengaturan elemen tanaman yang memberikan kesan irama garis lurus dan mengarahkan ke suatu titik. Nampak ada kemonotonan
Repetition (pengulangan)
Pengulangan dan Variasi
Titik Perhatian (point of interest)
  • Titik perhatian, agar mengarahkan pandangan ke suatu arah yg menonjol, agar tidak membosankan.
  • Titik perhatian ditujukan menunjukkan kelebihan dari suatu pandangan (taman).
  • Titik perhatian dpt menggugah semangat, menghidupkan suasana, dan mendobrak kejenuhan.
  • Kesan ini diperoleh dgn membuat kontras atau membuat pola susunan tertentu, atau dgn memberikan tekanan (emphasis) atau aksen pada suatu titik pandang taman.
  • Titik perhatian bisa berupa warna gelap atau warna terang, kontras dari tekstur atau penonjolan dari suatu bentuk dengan tujuan memberikan variasi.
  • Tekanan bisa pula diciptakan dengan pengaturan suatu penonjolan bentuk pohon, gedung atau benda lainnya.
  • Unsur yang menyebabkan kesan kontras itu, diterapkan tidak berlebihan, karena justru bukan kontras dan akan mengacaukan tema. perlu perasaan yg kuat untuk menentukan kontras ini.

 

PROSES PERANCANGAN

  • Prosesi pembuatan perancangan suatu taman meliputi tahap-tahap analisis data, perencanaan, dan perancangan gambar.
  • Proses pembuatan perancangan dikerjakan di studio dan hasil akhirnya berupa gambar (gambar denah, sketsa atau gambar perspektif ataupun bila dibutuhkan gambar potongan dan juga bentuk maket taman).
  • Data hasil inventarisasi kemudian dianalisis untuk mengetahui potensi dan hambatan yang ada.
  • Data potensi dibuat terpisah dengan data hambatan.
  • Pada tahapan ini, seorang perancang (desainer) telah mendeskripsikan  keadaan siatuasi dengan sketsa- sketsa atau diagram.
  • Analisis data diperuntukan mencari jalan keluar bagi masalah atau kendala yang ada.
  • Hasil sintesis adalah dasar perencanaan dan perancangan yang akan menentukan ukuran taman, bentuk taman, jenis dan keragaman elemen taman hingga intensitas pemeliharaan.
  • Perancangan merupakan langkah akhir dari proses pembuatan desain taman dan akhir pekerjaan studio.
  • Perancangan merupakan langkah kelanjutan perencanaan dengan mendeskripsikan konsep-konsep yg lebih detail.
  • Dalam gambar desain, tanaman maupun elemen taman lainnya telah nampak jumlah maupun ukuran fisiknya.
  • Dari detail gambar diketahui jenis tanaman yg akan digunakan, ukuran, warna, spesifikasi bahan keras (bangunan taman) lainnya.
  • Dokumen ini disebut sbg Rencana Induk (Final Site Development Plan – Master Plan ).

C. RAGAM BENTUK RANCANGAN

Secara umum dikenal dua jenis/macam desain,

  • desain formal (simetris),
  • desain informal (alami atau asimetris).

Kedua macam desain ini masing-masing dapat dipakai  sesuai dengan tujuan dan kesan akhir yg ingin diharapakan i oleh desainer (perancang), pemilik atau pengguna taman. Namun, kenyataan di lapang banyak ragam taman yg diperoleh dari menkombinasikan kedua desain utama ini.

Desain Formal

  • Desain formal biasanya dirancang untuk suatu taman yang ingin mengesankan sifat resmi.
  • Penampakan bentuknya serba simetris (bagian kiri dan kanan desain sama), garisnya serba tegas dan lebih banyak memakai  pola geometris (garis lurus).
  • Pelaksanaan pembuatan taman bergaya formal biasanya lebih sulit, karena taman dibuat sebangun dan bagian tengah taman sebagai titik perhatian.
  • Pemilihan tanaman juga sangat selektif dalam hal bentuk, ukuran, tekstur maupun warna.

Desain Informal

Desain informal pada umumnya disusun untuk memperoleh kesan alami sehingga penampakan bentuknya tidak simetris, tampak lebih bebas dan dinamis, garis-garis memakai pola organis (garis lengkung). Pemilihan elemen taman seperti tanaman amaupun bangunan tanam lainnya sangat fleksibel. Berdasarkan tujuan pemakaian  elemen tanaman, desain taman dalam ruang yang bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  1. Desain taman yang dibuat  oleh elemen tanaman secara perorangan dalam pot/wadah lainnya. Desain macam ini biasanya diterapkan pada ruang bagian rumah tinggal, perkantoran, hotel, ataupun pusat perbelanjaan sebagai bahan dekorasi dan keindahan. Selain dari pada itu berfungsi pula sebagai pembatas ruang, penutup pandangan, dan sebagai pengarah.
  2. Desain taman yg dibentuk oleh elemen tanaman secara berkelompok (massal). Desain semacam ini sering kali digunakan sebagai upaya pembuatan taman bongkar pasang pada acara- acara seperti resepsi perkawinan ataupun seminar.  Pemasangan sejumlah tanaman secara masal dapat bersifat sementara ataupun semi permanen. Jika semi permanen, biasanya tanaman ditanam dlm suatu wadah berukuran besar yang dapat menampung lebih dari satu macam/jenis tanaman.
DAFTAR PUSTAKA
  • Arifin, Nurhayati H.S. dan Hadi S. A., 2000. Pembuatan Taman dalam Ruang. Dalam Taman Dalam Ruang. Penebar Swadaya. h:89-115.
  • Hakim, R., 1987. Unsur Perancangan dalam Arsitektur Lansekap. Penerbit PT Bina Aksara, Jakarta.h:54-66, 88-92, 100-110
  • Hakim, R., 1996. Penyajian dan Tahapan Perancangan Arsitektur Lansekap. Penerbit Universitas Trisakti
  • Sulistyantara, B., 1992. Taman Rumah Tinggal. Penebar Swadaya.h:4-42.
  • Wang, TC., 1985. Gambar Denah dan Potongan. Penerbit Erlangga.h:7-21.
  • Wilson, DA., Thomas J. W and Wayne G. T, Planning and Designing Your Home Landscape. University Of Wisconsin-Extension.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *