Posted on

Tour Lombok 3 Hari (+ Menginap Satu Malam di Gili Trawangan)

Tour Lombok 3 Hari (+ Menginap Satu Hari di Gili Trawangan).

Hari 01 :

  • Peserta tour dijemput di bandara Lombok Internasional Airport (LOP) . Usahakan peserta tour mengambil pesawat jadwal pagi Setelahhari agar dapat tiba di Lombok sekitar jam 10 atau jam 11 siang.
  • Setelah penjemputan peserta tour akan dijadwalkan makan siang
  • 12.30 : mengunjungi Desa SADE (desa tradisional suku Sasak Lombok)
  • 13:30 menuju Mandalika Area
  • 14:00 pantai Kuta Lombok
  • 15:00 pantai Seger Mandalika
  • 16:00 pantai Tanjung Aan
  • 17:00 sunset di Bukit Merese
  • 18:00 makan malam dan diantarkan ke hotel untuk istirahat

Hari 02 :

  • Pagi sarapan di hotel
  • 09:00 peserta dijemput di hotel dan memulai perjalanan di hari kedua menuju pulau Gili Trawangan
  • 10:30 Bukit Malimbu & Pantai Malaka
  • 11:00 Tiba di Gili Trawangan
  • 11:15 check-in hotel kita di Gili Trawangan
  • 11:30 snorkeling ke tiga Gili
  • 13:00 makan siang di Gili Meno
  • 14:00 snorkeling lanjutan di tiga Gili
  • 16:00 acara snorkeling selesai dan kembali ke Gili Trawangan
  • 17:00 : acara tree and easy (acara bebas) sampai makan malam tiba dan istirahat
  • Peserta akan disewakan sepeda selama berada di Gili Trawangan

Hari 03 :

  • Sarapan di hotel & Penjemputan boat untuk pulang ke Pulau Lombok lagi disesuaikan dengan tiket pesawat pulang peserta tour.
  • Acara free & Easy dan shopping oleh oleh Lombok akan disesuaikan dengan pengantaran peserta tour ke bandara Lombok Internasional Airport (LOP) untuk perjalanan berikutnya
  • Tour berahir
Posted on

Tour Lombok 4 Hari (+ Menginap Satu Malam di Gili Trawangan)

Tour Lombok 4 Hari (+ Menginap Satu Malam di Gili Trawangan).

Hari 01 :

  • Peserta tour dijemput di bandara Lombok Internasional Airport (LOP) . Usahakan peserta tour mengambil pesawat jadwal pagi Setelahhari agar dapat tiba di Lombok sekitar jam 10 atau jam 11 siang.
  • Setelah penjemputan peserta tour akan dijadwalkan makan siang
  • 12.30 : mengunjungi Desa SADE (desa tradisional suku Sasak Lombok)
  • 13:30 menuju Mandalika Area
  • 14:00 pantai Kuta Lombok
  • 15:00 pantai Seger Mandalika
  • 16:00 pantai Tanjung Aan
  • 17:00 sunset di Bukit Merese
  • 18:00 makan malam dan diantarkan ke hotel untuk istirahat

Hari 02 :

  • Pagi sarapan di hotel
  • 09:00 peserta dijemput di hotel dan memulai perjalanan di hari kedua menuju pulau Gili Trawangan
  • 10:30 Bukit Malimbu & Pantai Malaka
  • 11:00 Tiba di Gili Trawangan
  • 11:15 check-in hotel kita di Gili Trawangan
  • 11:30 snorkeling ke tiga Gili
  • 13:00 makan siang di Gili Meno
  • 14:00 snorkeling lanjutan di tiga Gili
  • 16:00 acara snorkeling selesai dan kembali ke Gili Trawangan
  • 17:00 : acara tree and easy (acara bebas) sampai makan malam tiba dan istirahat
  • Peserta akan disewakan sepeda selama berada di Gili Trawangan

Hari 03 :

  • Pagi sarapan di hotel
  • 09:00 – 14:00 Peserta bisa mengelilingi pulau dengan bersepeda dan menikmati suasana Gili Trawangan dengan bebas (Free and easy)
  • 15:00 Peserta menyeberang kembali ke Pulau Lombok
  • 15:30 Melewati Pusuk Pass & Mongkey Forest
  • 16:00 – 18:00 : city tour dan diantarkan shopping oleh-oleh khas Lombok
  • 19:00 makan malam dan diantarkan ke hotel untuk istirahat

Hari 04 :

  • Sarapan di hotel
  • Acara free & Easy untuk disesuaikan dengan pengantaran peserta tour ke bandara Lombok Internasional Airport (LOP) untuk perjalanan berikutnya
  • Tour berahir
Posted on

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Nusa Tenggara Timur (NTT)

peta ntt map
Peta NTT

Letak Geografis Nusa Tenggara Timur

  • Peta Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Letak dan Luas Wilayah

Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di selatan katulistiwa pada posisi 8° – 12° Lintang Selatan dan 118° – 125° Bujur Timur.

Batas-batas wilayah :

    1. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores
    2. Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia
    3. Sebelah Timur dengan Negara Timor Leste
    4. Sebelah Barat dengan Propinsi Nusa Tenggara Barat.

NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 566 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. Diantara 432 pulau yang sudah bernama terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah, Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang, Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana, Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca, Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur, dll. Dari seluruh pulau yang ada, 42 pulau telah berpenghuni sedangkan sisanya belum berpenghuni. Terdapat tiga pulau besar, yaitu pulau Flores, Sumba dan Timor, selebihnya adalah pulau-pulau kecil yang letaknya tersebar, komoditas yang dimiliki sangat terbatas dan sangat dipengaruhi oleh iklim.

Luas wilayah daratan 47.349,90 km2 atau 2,49% luas Indonesia dan luas wilayah perairan ± 200.000 km2 diluar perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Secara rinci luas wilayah menurut Kabupaten/ Kota adalah sebagai berikut:

Wilayah Administratif di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa Kelurahan
1 Kupang 30 218 22
2 Timor Tengah Selatan 32 228 12
3 Timor Tenga Utara 9 140 34
4 Belu 24 196 12
5 Alor 17 158 17
6 Flores Timur 18 209 17
7 Sikka 21 147 13
8 Ende 20 191 23
9 Ngada 9 78 16
10 Manggarai 9 132 17
11 Sumba Timur 22 140 16
12 Sumba Barat 6 45 8
13 Lembata 9 137 7
14 Rote Ndao 8 73 7
15 Manggarai Barat 7 116 5
16 Nagekeo 7 84 16
17 Sumba Tengah 4 43
18 Sumba Barat 8 94 2
19 Manggarai Timur 6 104 10
20 Kota Kupang 4 49
21 Sabu Raijua 6 42 5
Jumlah 285 2.469 300

Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Pulau

No Pulau Luas Daerah Presentase
1 Sumba 11.040,00 23,30
2 Sabu 421,70 0,90
3 Rote 1.214,30 2,60
4 Semau 261,00 0,60
5 Timor 14.394,90 30,40
6 Alor 2.073,40 3,40
7 Pantar 711,80 1,50
8 Lomblen 1.266,00 2,70
9 Adonara 518,80 1,10
10 Solor 226,20 0,50
11 Flores 14.231,00 30,00
12 Rinca 212,50 0,40
13 Komodo 332,40 0,70
14 Lain-lainnya 445,90 0,90
NTT 47.349,90 100,00
Sumber : Brosur No. 30 Tahun 1979, Dit. Agraria Provinsi Dati I NTT
Buku : NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009

Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten

No Kabupaten Luas Daerah Presentase
1 Sumba Barat 737,42 1,56
2 Sumba Timur 7.000,50 14,78
3 Kupang 5.898,26 12,46
4 Timor Tengah Selatan 3.947,00 8,34
5 Timor Tengah Utara 2.669,66 5,64
6 Belu 2.445,57 5,16
7 Alor 2.864,60 6,05
8 Lembata 1.266,38 2,67
9 Flores Timur 1.812,85 3,83
10 Sikka 1.731,92 3,66
11 Ende 2.046,62 4,32
12 Ngada 1.620,92 3,42
13 Manggarai 4.188,90 8,85
14 Rote Ndao 1.280,00 2,70
15 Manggarai Barat 2.947,50 6,22
16 Sumba Barat Daya 1.445,32 3,05
17 Sumba Tengah 1.869,18 3,95
18 Nagekeo 1.416,96 2,99
19 Manggarai Timur 2.502,24 5,28
20 Kota Kupang 160,34 0,34
NTT 47.349,90 100,00
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Brosur No. 30 Tahun 1979 – Dit. Agraria Prop. Dati I NTT

Hampir semua pulau di wilayah NTT terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur. Dari sejumlah gunung yang ada terdapat gunung berapi yang masih aktif. Di pulau Flores, Sumba dan Timor terdapat kawasan padang rumput (savana) dan stepa yang luas.

Pada beberapa kawasan padang rumput tersebut dipotong oleh aliran sungai-sungai. Berikut nama beberapa sungai besar yang ada di NTT.

Nama dan Panjang Sungai di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kabupaten/Kota Nama Sungai Panjang (Km)
1 Sumba Barat
  • Wano Kaka
80
2 Sumba Timur
  • Payeti
  • Wanga
  • Kakaha
  • Kambaniru
70
50
55
118
3 Kupang
  • Oesao
  • Batu Merah
30
40
4 TTS
  • Tuasene
  • Noelmina
55
90
5 TTU
  • Nain
  • Powu
  • Kau Bele
  • Kaek To
  • Mena
30
40
40
30
33
6 Belu
  • Talau
  • Benanain
  • Nobelu
  • Haekesak
50
100
45
30
7 Alor
  • Waelombur
  • Bukapiting
30
25
8 Lembata
  • Waikomo
41
9 Flores Timur
  • Flores Timur
  • Bama
  • Konga
30
30
46
10 Sikka
  • Mati
  • Warlelau
  • Iligetang
  • Mebe
  • Kaliwajo
60
70
70
80
51
11 Ende
  • Wolomona
  • Mautenda
  • Nangapanda
60
60
60
12 Ngada
  • Pomondiwal
  • Aesesa
45
65
13 Manggarai
  • Dampek
  • Waikaap
  • Reo
60
80
55
14 Rote Ndao
  • Menggelama
32
15 Manggarai Barat
  • Waemese
48
16 Sumba Barat Daya
  • Pola Pare
  • Wai Ha
  • Wee Wagha
  • Wee Lambora
  • Wee Kalowo
  • Wee Kalowo
  • Loko Kalada
18
9
10
10
7
16
17
  • Bewi
  • Pamalar
8
6
18
19
20 Kota Kupang
  • Manikin
30
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Kanwil Dep. Pekerjaan Umum Prop. NTT Cq. Proyek Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai

Nama-Nama Gunung di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Nama Gunung Berapi Tinggi Diatas Permukaan Laut Daerah Bahaya (Km2) DAerah Waspada (Km2) Tahun Letusan Terakhir
1 Ine Like 1.559 51,2 85,8
2 Ebu Lobo 2.149 125,2 97,8
3 Iya 637 27,5 127,5
4 Kelimutu 1.640 78,9 41,8
5 Roka Tenda 875 28,3 50,8
6 Lewo Tobi (Laki–laki) 1.584 69,2 150,6
7 Lewo Tobi (Perempuan) 1.703 68,0 136,1
8 Lera Boleng 1.117 32,7 45,7
9 Ile Boleng 1.659 87,8 71,7
10 Ile Lewotolo 1.319 85,0 108,2
11 Ile Werung 1.018 112,6 132,2
Sumber : Buku Prov. NTT Dalam Angka, Tahun 2007 BPS Prov. NTT.
  • Kondisi Iklim

Wilayah Nusa Tenggara Timur beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin musim. Periode musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember) sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27,6° C, suhu maksimum rata-rata 29° C, dan suhu minimum rata-rata 26,1° C.

Presentase Penyinaran Matahari di Kota Kupang Menurut Bulan

No Nama Bulan 2004 2005 2006 2007 2008
1 Januari 76 64 40 59 65
2 Februari 49 84 66 57 37
3 Maret 58 69 54 53 65
4 April 98 77 70 75 89
5 Mei 82 94 88 97 99
6 Juni 91 96 82 82 90
7 Juli 94 89 89 98 97
8 Agustus 96 95 99 97 98
9 Septeber 97 92 100 99 96
10 Oktober 93 86 99 95 92
11 November 86 70 98 84 80
12 Desember 68 54 72 58 41
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009

Rata-rata Kelembaban Udara, Arah / Kecepatan Angin, Dan Rata-rata Tekanan Udara di Kota Kupang Menurut Bulan, 2008

No Nama Bulan Kelembaban Arah/Kecepatan Angin Tekanan
1 Januari 85 Calm / NW 1006,8
2 Februari 83 Calm / NW 1006,0
3 Maret 89 Calm / NW 1007,7
4 April 76 Calm / SE 1008,7
5 Mei 67 SE / E 1010,5
6 Juni 70 SE 1011,4
7 Juli 67 SE 1011,9
8 Agustus 64 SE 1011,8
9 Septeber 66 SE 1010,8
10 Oktober 65 SE / E 1009,9
11 November 76 Calm / NW 1007,8
12 Desember 87 Calm / NW 1006,9
Rata-Rata 75 Calm / NW / SE 1009,2
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika. Stasiun Klimatologi Kupang
Keterangan : Utara (N=North); Timur Laut (NE=North East);Timur (E=East); Tenggara (SE=South East); Selatan(S=South); Barat Daya(South West); Barat (W=West); Barat Laut(North West).

Jumlah Curah Hujan di Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten dan Bulan, 2008

Nama Kabupaten Bulan Jml
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
Sumba Barat x x x x x x x x x x x x x
Sumba Timur 40 162 40 15 0 63 x 63
Kupang 564 1167 230 109 50 589 1112 1751
Timor Tengah Selatan x x x x x x x x x x x x x
Timor Tengah Utara x x x x x x x x x x x x x
Belu 1255 192 x 127 123 10 27 51 554 642
Alor x x x x x x x x x x x x x
Lembata 52 209 102 86 15 1 0 128 152 280
Flores Timur 322 638 115 48 19 3 0 37 275 312
Sikka 42 333 172 x 12 49 x 219 268
Ende 100 365 x x x x x x x x x x x
Ngada 872 746 x x x x 1 53 31 641 1263 1989
Mangarai 402 704 873 380 118 17 6 16 149 346 643 476 1636
Rote Ndao 364 541 184 62 2 24 277 467 744
Manggarai Barat 139 200 x 58 56 28 146 41 246 461
Sumba Barat Daya x x x x x x x x x x x x x
Sumba Tengah x x x x x x x x x x x x x
Nagekeo x x x x x x x x x x x x x
Manggarai Timur 273 269 270 33 65 75 18 15 13 93 168 142 449
Kota Kupang 285 878 219 85 0 3 16 103 399 518
Sumber : Badan Meteorologi Dan Geofisika. Stasiun Klimatologi Kupang
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
  • Keadaan Tanah

Apabila dilihat dari topografinya, maka wilayah NTT dapat dibagi atas 5 bagian besar, yaitu :

  • Agak berombak dengan kemiringan 3-16 %.
  • Agak bergelombang dengan kemiringan 17-26 %.
  • Bergelombang dengan kemiringan 27-50 %.
  • Berbukuti-bukit bergunung dengan kemiringan lebih besar dari 50 %.
  • Dataran banjir dengan kemiringan 0-30 %.

Keadaan topografi demikian mempunyai pengaruh pula terhadap pola kehidupan penduduk, antara lain pola pemukiman digunung-gunung, sehingga terdapat variasi adat dan tipologi kehidupan yang sangat besar antara suatu daerah dengan daerah lainnya.

Wilayah Administrasi NTT

Padar-island-Flores
Padar-island-Flores

Data Berdasarkan Realease BPS Provinsi NTT dalam Buku NTT Dalam Angka 2011
Banyaknya Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Klasifikasinya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2010

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/Kelurahan
Desa Kelurahan Jumlah
1 Sumba Barat 6 63 11 74
2 Sumba Timur 22 140 16 156
3 Kupang 24 160 17 177
4 Timor Tengah Selatan 32 228 12 240
5 Timor Tengah Utara 24 143 31 174
6 Belu 24 196 12 208
7 Alor 17 158 17 175
8 Lembata 9 137 7 144
9 Flores 19 229 21 250
10 Sikka 21 147 13 160
11 Ende 21 191 23 214
12 Ngada 9 82 16 98
13 Manggarai 9 132 17 149
14 Rote Ndao 8 82 7 89
15 Manggarai Barat 7 116 5 121
16 Sumba Barat Daya 8 94 2 96
17 Sumba Tengah 5 65 0 65
18 Nagakeo 7 84 16 100
19 Manggarai Timur 6 159 17 176
20 Sabu Raijua 6 58 5 63
21 Kota Kupang 6 0 51 51
Jumlah 290 2 664 316 2 980

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Prov. Nusa Tenggara Timur

Sejarah NTT

Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942)

Pada masa sesudah tahun 1900, kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah berubah status menjadi status menjadi Swapraja. Swapraja-swapraja tersebut, 10 berada di Pulau Timor ( Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio mafo, Biboki, Insana) satu di pulau Rote, satu di pulau Sabu, 15 di pulau Sumba ( Kanatang, Lewa-Kanbera, Takundung, Melolo, Rendi Mangili, Wei jelu, Masukaren, Laura, Waijewa, Kodi-Laula, Membora, Umbu Ratunggay, Ana Kalang, Wanokaka, Lambaja), sembilan di pulau Flores (Ende, Lio, Larantuka, Adonara, Sikka, Angada, Riung, Nage Keo, Manggarai), tujuh di pulau Alor-Pantar (Alor, Baranusa, Pantar, Matahari Naik, Kolana, Batu lolang, Purema).
Swapraja-swapraja tersebut terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang wilayahnya lebih kecil. Wilayah-wilayah kecil itu disebut Kafetoran-kafetoran.

Zaman Pemerintahan Hindia Belanda

Wilayah Nusa Tenggara Timur pada waktu itu merupakan wilayah hukum dari keresidenan Timor dan daerah takluknya. Keresidenan Timor dan daerah bagian barat (Timor Indonesia pada waktu itu, Flores, Sumba, Sumbawa serta pulau-pulau kecil sekitarnya seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor).
Keresidenan Timor dan daerah takluknya berpusat di Kupang, yang memiliki wilayah terdiri dari tiga affdeling (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa), 15 onderafdeeling dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor dan pulau-pulau terdiri dari 6 onderafdeeling dengan ibukotanya di Kupang. Afdeeling Flores terdiri dari 5 onder afdeeling dengan ibukotanya di Ende. Yang ketiga adalah Afdeeling Sumbawa dan Sumba dengan ibukota di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa dan Sumba ini tediri dari 4 oder afdeeling.
Keresidenan Timor dan daerah takluknya dipimpin oleh seorang residen, sedangkan afdeeling di pimpin oleh seorang asisten residen. Asisten residen ini membawahi Kontrolir atau Controleur dan Geraghebber sebagai pemimpin Onder afdeeling. Asisten residen , kontrolir dan gezaghebber adalah pamong praja Kolonial Belanda. Para kepala onder afdeeling yakni kontrolir dibantu oleh pamong praja bumi putra ber pangkat Bestuurs assistant. (Ch. Kana, 1969,hal . 49-51).

Zaman Pendudukan Jepang (1942-1945)

Pada tanggal 8 Maret 1942 komando angkatan perang Belanda di Indonesia menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Dengan demikian secara resmi Jepang menggantikan Belanda sebagai pemegang kekuasaan di Indonesia. Untuk Indonesia bagian timur termasuk wilayah Indonesia. Bagian Timur wilayah NTT berada di bawah kekuasaan angkatan laut Jepang (Kaigun) yang berkedudukan di Makasar. Adapun dalam rangka menjalankan pemerintahan di daerah yang diduduki Kaigun menyusun pemerintahannya. Untuk wilayah Indonesia bagian Timur dikepalai oleh Minseifu yang berkedudukan di Makasar. Di bawah Minseifu adalah Minseibu yang untuk daerah Nusa Tenggara Timur termasuk ke dalam Sjoo Sunda Shu (Sunda Kecil) yang berada di bawah pimpinan Minseifu Cokan Yang berkedudukan di Singaraja.
Disamping Minseibu Cokan terdapat dewan perwakilan rakyat yang disebut Syoo Sunda Sukai Yin. Dewan ini juga berpusat di Singaraja. Diantaranya anggota dewan ini yang berasal dari Nusa Tenggara Timur adalah raja Amarasi H.A. Koroh dan I.H. Doko. Untuk pemerintahan di daerah-daerah nampaknya tidak banyak mengalami perubahan, hanya istilah-istilah saja yang diruba. Bekas wilayah afdeeling dirubah menjadi Ken dan di NTT ada tiga Ken yakni Timor Ken, Flores Ken dan Sumba Ken. Ken ini masing-masing dikepalai oleh Ken Kanrikan. Sedangkan tiap Ken terdiri dari beberapa Bunken (sama dengan wilayah onder afdeeling) yang dikepalai dengan Bunken Karikan. Di bawah wilayah Bunken adalah swapraja-swapraja yang dikepalai oleh raja-raja dan pemerintahan swapraja ke bawah sampai ke rakyat tidak mengalami perubahan.

Zaman Kemerdekaan (1945-1975).

Setelah Jepang menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) di Kupang memutuskan untuk menyerahkan pemerintahan atas Kota Kupang kepada tiga orang yakni Dr.A.Gakeler sebagai walikota, Tom Pello dan I.H.Doko. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena pasukan NICA segera mengambil alih pemerintahan sipil di NTT, dimana susunan pemerintahan dan pejabat-pejabatnya sebagian besar adalah pejabat Belanda sebelum perang dunia II. Dengan demikian NTT menjadi daerah kekuasaan Belanda lagi, sistem pemerintahan sebelum masa perang ditegakkan kembali. Pada tahun 1945 kaum pergerakan secara sembunyi-sembunyi telah mengetahui perjuangan Republik Indonesia melalui radio. Oleh karena itu kaum pegerakan menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor yang berdiri sejak tahun 1937 dan kemudian berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjuangan politik terus berlanjut, sampai pada tahun 1950 dimulai pase baru dengan dihapusnya dewan raja-raja. Pada bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT mengangkat Y.S. Amalo menjadi Kepala Daeraah Timor dan kepulauannya menggantikan H.A.Koroh yang wafat pada tanggal 30 Maret 1951. Pada waktu itu daerah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam wilayah Propinsi Sunda Kecil.
Berdasarkan atas keinginan serta hasrat dari rakyat Daerah Nusa Tenggara, dalam bentuk resolusi, mosi, pernyataan dan delegasi-delegasi kepada Pemerintahan Pusat dan Panitia Pembagian Daerah yang dibentuk dengan Keputusan Presiden No.202/ 1956 perihal Nusa Tenggara, pemerintah berpendapat suda tiba saatnya untuk membagi daerah Propinsi Nusa Tenggara termasuk dalam Peraturan Pemerintahan RIS no. 21 tahun 1950, (Lembaran Negara RIS tahun 1950 No.59) menjadi tiga daerah tingkat I dimaksud oleh undang-undang No.I tahun 1957. Akhirnya berdasarkan undang-undang No.64/1958 propinsi Nusa Tenggara di pecah menjadi Daerah Swa tantra Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur meliputi daerah Flores, Sumba dan Timor.

Berdasarkan undang-undang No.69/ 1958 tentang pembentukan daerah-daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, maka daerah Swa tantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dibagi menjadi 12 Daerah Swatantra Tingkat II ( Monografi NTT, 1975, hal. 297). Adapun daerah swatantra tingkat II yang ada tersebut adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai, Angada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Kupang, Timo Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu.

Dengan keluarnya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Daswati I Nusa Tenggara Timur tertanggal 28 Februari 1962 No.Pem.66/1/2 yo tanggal 2 juli 1962 tentang pembentukan kecamatan di Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur, maka secara de facto mulai tanggal 1Juli 1962 swapraja-swapraja dihapuskan (Monografi NTT, Ibid, hal. 306). Sedangkan secara de jure baru mulai tanggal 1 September 1965 dengan berlakunya undang-undang no. 18 tahun 1965 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah. Pada saat itu juga sebutan Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dirubah menjadi Propinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan Daerah Swatantra Tingkat II dirubah menjadi Kabupaten.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur di Kupang, tanggal 20 Juli 1963 No.66/1/32 mengenai pembentukan kecamatan , maka Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan 12 Daerah Tingkat II dibagi menjadi 90 kecamatan dan 4.555 desa tradisional, yakni desa yang bersifat kesatuan geneologis yang kemudian dirubah menjadi desa gaya baru.
Pada tahun 2003 wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 16 Kabupaten dan Satu Kota . Kabupaten-kabupaten dan Kota tersebut adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara , Belu, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Angada, Manggarai, Rote Ndao, Manggarai Barat dan Kota Kupang. Dari 16 Kabupaten dan satu kota tersebut terbagi dalam 197 kecamatan dan 2.585 desa/kelurahan.

(Disarikan dari buku ” Sejarah Daerah Nusa Tenggara Timur ” Proyek Penelitian dan Pencetakan Kebudayaan Daerah 1977/1978)

Posted on

Tour Lombok 5 Hari (+ Menginap Satu Malam di Gili Trawangan)

Tour Lombok 5 Hari (+ Menginap Satu Hari di Gili Trawangan).

Hari 01 :

  • Peserta tour dijemput di bandara Lombok Internasional Airport (LOP) . Usahakan peserta tour mengambil pesawat jadwal pagi Setelahhari agar dapat tiba di Lombok sekitar jam 10 atau jam 11 siang.
  • Setelah penjemputan peserta tour akan dijadwalkan makan siang
  • 12.30 : mengunjungi Desa SADE (desa tradisional suku Sasak Lombok)
  • 13:30 menuju Mandalika Area
  • 14:00 pantai Kuta Lombok
  • 15:00 pantai Seger Mandalika
  • 16:00 pantai Tanjung Aan
  • 17:00 sunset di Bukit Merese
  • 18:00 makan malam dan diantarkan ke hotel untuk istirahat

Hari 02 :

  • Pagi sarapan di hotel
  • 09:00 peserta dijemput di hotel dan memulai perjalanan di hari kedua menuju pulau Gili Trawangan
  • 10:30 Bukit Malimbu & Pantai Malaka
  • 11:00 Tiba di Gili Trawangan
  • 11:15 check-in hotel kita di Gili Trawangan
  • 11:30 snorkeling ke tiga Gili
  • 13:00 makan siang di Gili Meno
  • 14:00 snorkeling lanjutan di tiga Gili
  • 16:00 acara snorkeling selesai dan kembali ke Gili Trawangan
  • 17:00 : acara tree and easy (acara bebas) sampai makan malam tiba dan istirahat
  • Peserta akan disewakan sepeda selama berada di Gili Trawangan

Hari 03 :

  • Pagi sarapan di hotel
  • 09:00 – 14:00 Peserta bisa mengelilingi pulau dengan bersepeda dan menikmati suasana Gili Trawangan dengan bebas (Free and easy)
  • 15:00 Peserta menyeberang kembali ke Pulau Lombok
  • 15:30 Melewati Pusuk Pass & Mongkey Forest
  • 16:00 – 18:00 : city tour dan diantarkan shopping oleh-oleh khas Lombok
  • 19:00 makan malam dan diantarkan ke hotel untuk istirahat

Hari 04 :

  • Pagi sarapan di hotel
  • 09:00 dijemput di hotel dan memulai perjalanan untuk menikmati tour air terjun (Waterfall) di daerah Lombok Utara
  • 12:00 makan siang di restoran didekat waterfall
  • 13:00-16:00 menikmati Sendang Gile Waterfall dan Tiu Kelep waterfall
  • 17:00 perjalanan pulang menuju mataram
  • 19:00 makan malam dan diantarkan ke hotel untuk istirahat

Hari 05 :

  • Sarapan di hotel
  • Acara free & Easy untuk disesuaikan dengan pengantaran peserta tour ke bandara Lombok Internasional Airport (LOP) untuk perjalanan berikutnya
  • Tour berahir
Posted on

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur (NTT)

peta ntt map
Peta NTT

Letak Geografis Nusa Tenggara Timur

  • Peta Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Letak dan Luas Wilayah

Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di selatan katulistiwa pada posisi 8° – 12° Lintang Selatan dan 118° – 125° Bujur Timur.

Batas-batas wilayah :

    1. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores
    2. Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia
    3. Sebelah Timur dengan Negara Timor Leste
    4. Sebelah Barat dengan Propinsi Nusa Tenggara Barat.

NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 566 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. Diantara 432 pulau yang sudah bernama terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah, Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang, Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana, Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca, Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur, dll. Dari seluruh pulau yang ada, 42 pulau telah berpenghuni sedangkan sisanya belum berpenghuni. Terdapat tiga pulau besar, yaitu pulau Flores, Sumba dan Timor, selebihnya adalah pulau-pulau kecil yang letaknya tersebar, komoditas yang dimiliki sangat terbatas dan sangat dipengaruhi oleh iklim.

Luas wilayah daratan 47.349,90 km2 atau 2,49% luas Indonesia dan luas wilayah perairan ± 200.000 km2 diluar perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Secara rinci luas wilayah menurut Kabupaten/ Kota adalah sebagai berikut:

Wilayah Administratif di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa Kelurahan
1 Kupang 30 218 22
2 Timor Tengah Selatan 32 228 12
3 Timor Tenga Utara 9 140 34
4 Belu 24 196 12
5 Alor 17 158 17
6 Flores Timur 18 209 17
7 Sikka 21 147 13
8 Ende 20 191 23
9 Ngada 9 78 16
10 Manggarai 9 132 17
11 Sumba Timur 22 140 16
12 Sumba Barat 6 45 8
13 Lembata 9 137 7
14 Rote Ndao 8 73 7
15 Manggarai Barat 7 116 5
16 Nagekeo 7 84 16
17 Sumba Tengah 4 43
18 Sumba Barat 8 94 2
19 Manggarai Timur 6 104 10
20 Kota Kupang 4 49
21 Sabu Raijua 6 42 5
Jumlah 285 2.469 300

Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Pulau

No Pulau Luas Daerah Presentase
1 Sumba 11.040,00 23,30
2 Sabu 421,70 0,90
3 Rote 1.214,30 2,60
4 Semau 261,00 0,60
5 Timor 14.394,90 30,40
6 Alor 2.073,40 3,40
7 Pantar 711,80 1,50
8 Lomblen 1.266,00 2,70
9 Adonara 518,80 1,10
10 Solor 226,20 0,50
11 Flores 14.231,00 30,00
12 Rinca 212,50 0,40
13 Komodo 332,40 0,70
14 Lain-lainnya 445,90 0,90
NTT 47.349,90 100,00
Sumber : Brosur No. 30 Tahun 1979, Dit. Agraria Provinsi Dati I NTT
Buku : NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009

Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten

No Kabupaten Luas Daerah Presentase
1 Sumba Barat 737,42 1,56
2 Sumba Timur 7.000,50 14,78
3 Kupang 5.898,26 12,46
4 Timor Tengah Selatan 3.947,00 8,34
5 Timor Tengah Utara 2.669,66 5,64
6 Belu 2.445,57 5,16
7 Alor 2.864,60 6,05
8 Lembata 1.266,38 2,67
9 Flores Timur 1.812,85 3,83
10 Sikka 1.731,92 3,66
11 Ende 2.046,62 4,32
12 Ngada 1.620,92 3,42
13 Manggarai 4.188,90 8,85
14 Rote Ndao 1.280,00 2,70
15 Manggarai Barat 2.947,50 6,22
16 Sumba Barat Daya 1.445,32 3,05
17 Sumba Tengah 1.869,18 3,95
18 Nagekeo 1.416,96 2,99
19 Manggarai Timur 2.502,24 5,28
20 Kota Kupang 160,34 0,34
NTT 47.349,90 100,00
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Brosur No. 30 Tahun 1979 – Dit. Agraria Prop. Dati I NTT

Hampir semua pulau di wilayah NTT terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur. Dari sejumlah gunung yang ada terdapat gunung berapi yang masih aktif. Di pulau Flores, Sumba dan Timor terdapat kawasan padang rumput (savana) dan stepa yang luas.

Pada beberapa kawasan padang rumput tersebut dipotong oleh aliran sungai-sungai. Berikut nama beberapa sungai besar yang ada di NTT.

Nama dan Panjang Sungai di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kabupaten/Kota Nama Sungai Panjang (Km)
1 Sumba Barat
  • Wano Kaka
80
2 Sumba Timur
  • Payeti
  • Wanga
  • Kakaha
  • Kambaniru
70
50
55
118
3 Kupang
  • Oesao
  • Batu Merah
30
40
4 TTS
  • Tuasene
  • Noelmina
55
90
5 TTU
  • Nain
  • Powu
  • Kau Bele
  • Kaek To
  • Mena
30
40
40
30
33
6 Belu
  • Talau
  • Benanain
  • Nobelu
  • Haekesak
50
100
45
30
7 Alor
  • Waelombur
  • Bukapiting
30
25
8 Lembata
  • Waikomo
41
9 Flores Timur
  • Flores Timur
  • Bama
  • Konga
30
30
46
10 Sikka
  • Mati
  • Warlelau
  • Iligetang
  • Mebe
  • Kaliwajo
60
70
70
80
51
11 Ende
  • Wolomona
  • Mautenda
  • Nangapanda
60
60
60
12 Ngada
  • Pomondiwal
  • Aesesa
45
65
13 Manggarai
  • Dampek
  • Waikaap
  • Reo
60
80
55
14 Rote Ndao
  • Menggelama
32
15 Manggarai Barat
  • Waemese
48
16 Sumba Barat Daya
  • Pola Pare
  • Wai Ha
  • Wee Wagha
  • Wee Lambora
  • Wee Kalowo
  • Wee Kalowo
  • Loko Kalada
18
9
10
10
7
16
17
  • Bewi
  • Pamalar
8
6
18
19
20 Kota Kupang
  • Manikin
30
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Kanwil Dep. Pekerjaan Umum Prop. NTT Cq. Proyek Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai

Nama-Nama Gunung di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Nama Gunung Berapi Tinggi Diatas Permukaan Laut Daerah Bahaya (Km2) DAerah Waspada (Km2) Tahun Letusan Terakhir
1 Ine Like 1.559 51,2 85,8
2 Ebu Lobo 2.149 125,2 97,8
3 Iya 637 27,5 127,5
4 Kelimutu 1.640 78,9 41,8
5 Roka Tenda 875 28,3 50,8
6 Lewo Tobi (Laki–laki) 1.584 69,2 150,6
7 Lewo Tobi (Perempuan) 1.703 68,0 136,1
8 Lera Boleng 1.117 32,7 45,7
9 Ile Boleng 1.659 87,8 71,7
10 Ile Lewotolo 1.319 85,0 108,2
11 Ile Werung 1.018 112,6 132,2
Sumber : Buku Prov. NTT Dalam Angka, Tahun 2007 BPS Prov. NTT.
  • Kondisi Iklim

Wilayah Nusa Tenggara Timur beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin musim. Periode musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember) sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27,6° C, suhu maksimum rata-rata 29° C, dan suhu minimum rata-rata 26,1° C.

Presentase Penyinaran Matahari di Kota Kupang Menurut Bulan

No Nama Bulan 2004 2005 2006 2007 2008
1 Januari 76 64 40 59 65
2 Februari 49 84 66 57 37
3 Maret 58 69 54 53 65
4 April 98 77 70 75 89
5 Mei 82 94 88 97 99
6 Juni 91 96 82 82 90
7 Juli 94 89 89 98 97
8 Agustus 96 95 99 97 98
9 Septeber 97 92 100 99 96
10 Oktober 93 86 99 95 92
11 November 86 70 98 84 80
12 Desember 68 54 72 58 41
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009

Rata-rata Kelembaban Udara, Arah / Kecepatan Angin, Dan Rata-rata Tekanan Udara di Kota Kupang Menurut Bulan, 2008

No Nama Bulan Kelembaban Arah/Kecepatan Angin Tekanan
1 Januari 85 Calm / NW 1006,8
2 Februari 83 Calm / NW 1006,0
3 Maret 89 Calm / NW 1007,7
4 April 76 Calm / SE 1008,7
5 Mei 67 SE / E 1010,5
6 Juni 70 SE 1011,4
7 Juli 67 SE 1011,9
8 Agustus 64 SE 1011,8
9 Septeber 66 SE 1010,8
10 Oktober 65 SE / E 1009,9
11 November 76 Calm / NW 1007,8
12 Desember 87 Calm / NW 1006,9
Rata-Rata 75 Calm / NW / SE 1009,2
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika. Stasiun Klimatologi Kupang
Keterangan : Utara (N=North); Timur Laut (NE=North East);Timur (E=East); Tenggara (SE=South East); Selatan(S=South); Barat Daya(South West); Barat (W=West); Barat Laut(North West).

Jumlah Curah Hujan di Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten dan Bulan, 2008

Nama Kabupaten Bulan Jml
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
Sumba Barat x x x x x x x x x x x x x
Sumba Timur 40 162 40 15 0 63 x 63
Kupang 564 1167 230 109 50 589 1112 1751
Timor Tengah Selatan x x x x x x x x x x x x x
Timor Tengah Utara x x x x x x x x x x x x x
Belu 1255 192 x 127 123 10 27 51 554 642
Alor x x x x x x x x x x x x x
Lembata 52 209 102 86 15 1 0 128 152 280
Flores Timur 322 638 115 48 19 3 0 37 275 312
Sikka 42 333 172 x 12 49 x 219 268
Ende 100 365 x x x x x x x x x x x
Ngada 872 746 x x x x 1 53 31 641 1263 1989
Mangarai 402 704 873 380 118 17 6 16 149 346 643 476 1636
Rote Ndao 364 541 184 62 2 24 277 467 744
Manggarai Barat 139 200 x 58 56 28 146 41 246 461
Sumba Barat Daya x x x x x x x x x x x x x
Sumba Tengah x x x x x x x x x x x x x
Nagekeo x x x x x x x x x x x x x
Manggarai Timur 273 269 270 33 65 75 18 15 13 93 168 142 449
Kota Kupang 285 878 219 85 0 3 16 103 399 518
Sumber : Badan Meteorologi Dan Geofisika. Stasiun Klimatologi Kupang
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
  • Keadaan Tanah

Apabila dilihat dari topografinya, maka wilayah NTT dapat dibagi atas 5 bagian besar, yaitu :

  • Agak berombak dengan kemiringan 3-16 %.
  • Agak bergelombang dengan kemiringan 17-26 %.
  • Bergelombang dengan kemiringan 27-50 %.
  • Berbukuti-bukit bergunung dengan kemiringan lebih besar dari 50 %.
  • Dataran banjir dengan kemiringan 0-30 %.

Keadaan topografi demikian mempunyai pengaruh pula terhadap pola kehidupan penduduk, antara lain pola pemukiman digunung-gunung, sehingga terdapat variasi adat dan tipologi kehidupan yang sangat besar antara suatu daerah dengan daerah lainnya.

Wilayah Administrasi NTT

Padar-island-Flores
Padar-island-Flores

Data Berdasarkan Realease BPS Provinsi NTT dalam Buku NTT Dalam Angka 2011
Banyaknya Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Klasifikasinya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2010

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/Kelurahan
Desa Kelurahan Jumlah
1 Sumba Barat 6 63 11 74
2 Sumba Timur 22 140 16 156
3 Kupang 24 160 17 177
4 Timor Tengah Selatan 32 228 12 240
5 Timor Tengah Utara 24 143 31 174
6 Belu 24 196 12 208
7 Alor 17 158 17 175
8 Lembata 9 137 7 144
9 Flores 19 229 21 250
10 Sikka 21 147 13 160
11 Ende 21 191 23 214
12 Ngada 9 82 16 98
13 Manggarai 9 132 17 149
14 Rote Ndao 8 82 7 89
15 Manggarai Barat 7 116 5 121
16 Sumba Barat Daya 8 94 2 96
17 Sumba Tengah 5 65 0 65
18 Nagakeo 7 84 16 100
19 Manggarai Timur 6 159 17 176
20 Sabu Raijua 6 58 5 63
21 Kota Kupang 6 0 51 51
Jumlah 290 2 664 316 2 980

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Prov. Nusa Tenggara Timur

Sejarah NTT

Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942)

Pada masa sesudah tahun 1900, kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah berubah status menjadi status menjadi Swapraja. Swapraja-swapraja tersebut, 10 berada di Pulau Timor ( Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio mafo, Biboki, Insana) satu di pulau Rote, satu di pulau Sabu, 15 di pulau Sumba ( Kanatang, Lewa-Kanbera, Takundung, Melolo, Rendi Mangili, Wei jelu, Masukaren, Laura, Waijewa, Kodi-Laula, Membora, Umbu Ratunggay, Ana Kalang, Wanokaka, Lambaja), sembilan di pulau Flores (Ende, Lio, Larantuka, Adonara, Sikka, Angada, Riung, Nage Keo, Manggarai), tujuh di pulau Alor-Pantar (Alor, Baranusa, Pantar, Matahari Naik, Kolana, Batu lolang, Purema).
Swapraja-swapraja tersebut terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang wilayahnya lebih kecil. Wilayah-wilayah kecil itu disebut Kafetoran-kafetoran.

Zaman Pemerintahan Hindia Belanda

Wilayah Nusa Tenggara Timur pada waktu itu merupakan wilayah hukum dari keresidenan Timor dan daerah takluknya. Keresidenan Timor dan daerah bagian barat (Timor Indonesia pada waktu itu, Flores, Sumba, Sumbawa serta pulau-pulau kecil sekitarnya seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor).
Keresidenan Timor dan daerah takluknya berpusat di Kupang, yang memiliki wilayah terdiri dari tiga affdeling (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa), 15 onderafdeeling dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor dan pulau-pulau terdiri dari 6 onderafdeeling dengan ibukotanya di Kupang. Afdeeling Flores terdiri dari 5 onder afdeeling dengan ibukotanya di Ende. Yang ketiga adalah Afdeeling Sumbawa dan Sumba dengan ibukota di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa dan Sumba ini tediri dari 4 oder afdeeling.
Keresidenan Timor dan daerah takluknya dipimpin oleh seorang residen, sedangkan afdeeling di pimpin oleh seorang asisten residen. Asisten residen ini membawahi Kontrolir atau Controleur dan Geraghebber sebagai pemimpin Onder afdeeling. Asisten residen , kontrolir dan gezaghebber adalah pamong praja Kolonial Belanda. Para kepala onder afdeeling yakni kontrolir dibantu oleh pamong praja bumi putra ber pangkat Bestuurs assistant. (Ch. Kana, 1969,hal . 49-51).

Zaman Pendudukan Jepang (1942-1945)

Pada tanggal 8 Maret 1942 komando angkatan perang Belanda di Indonesia menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Dengan demikian secara resmi Jepang menggantikan Belanda sebagai pemegang kekuasaan di Indonesia. Untuk Indonesia bagian timur termasuk wilayah Indonesia. Bagian Timur wilayah NTT berada di bawah kekuasaan angkatan laut Jepang (Kaigun) yang berkedudukan di Makasar. Adapun dalam rangka menjalankan pemerintahan di daerah yang diduduki Kaigun menyusun pemerintahannya. Untuk wilayah Indonesia bagian Timur dikepalai oleh Minseifu yang berkedudukan di Makasar. Di bawah Minseifu adalah Minseibu yang untuk daerah Nusa Tenggara Timur termasuk ke dalam Sjoo Sunda Shu (Sunda Kecil) yang berada di bawah pimpinan Minseifu Cokan Yang berkedudukan di Singaraja.
Disamping Minseibu Cokan terdapat dewan perwakilan rakyat yang disebut Syoo Sunda Sukai Yin. Dewan ini juga berpusat di Singaraja. Diantaranya anggota dewan ini yang berasal dari Nusa Tenggara Timur adalah raja Amarasi H.A. Koroh dan I.H. Doko. Untuk pemerintahan di daerah-daerah nampaknya tidak banyak mengalami perubahan, hanya istilah-istilah saja yang diruba. Bekas wilayah afdeeling dirubah menjadi Ken dan di NTT ada tiga Ken yakni Timor Ken, Flores Ken dan Sumba Ken. Ken ini masing-masing dikepalai oleh Ken Kanrikan. Sedangkan tiap Ken terdiri dari beberapa Bunken (sama dengan wilayah onder afdeeling) yang dikepalai dengan Bunken Karikan. Di bawah wilayah Bunken adalah swapraja-swapraja yang dikepalai oleh raja-raja dan pemerintahan swapraja ke bawah sampai ke rakyat tidak mengalami perubahan.

Zaman Kemerdekaan (1945-1975).

Setelah Jepang menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) di Kupang memutuskan untuk menyerahkan pemerintahan atas Kota Kupang kepada tiga orang yakni Dr.A.Gakeler sebagai walikota, Tom Pello dan I.H.Doko. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena pasukan NICA segera mengambil alih pemerintahan sipil di NTT, dimana susunan pemerintahan dan pejabat-pejabatnya sebagian besar adalah pejabat Belanda sebelum perang dunia II. Dengan demikian NTT menjadi daerah kekuasaan Belanda lagi, sistem pemerintahan sebelum masa perang ditegakkan kembali. Pada tahun 1945 kaum pergerakan secara sembunyi-sembunyi telah mengetahui perjuangan Republik Indonesia melalui radio. Oleh karena itu kaum pegerakan menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor yang berdiri sejak tahun 1937 dan kemudian berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjuangan politik terus berlanjut, sampai pada tahun 1950 dimulai pase baru dengan dihapusnya dewan raja-raja. Pada bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT mengangkat Y.S. Amalo menjadi Kepala Daeraah Timor dan kepulauannya menggantikan H.A.Koroh yang wafat pada tanggal 30 Maret 1951. Pada waktu itu daerah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam wilayah Propinsi Sunda Kecil.
Berdasarkan atas keinginan serta hasrat dari rakyat Daerah Nusa Tenggara, dalam bentuk resolusi, mosi, pernyataan dan delegasi-delegasi kepada Pemerintahan Pusat dan Panitia Pembagian Daerah yang dibentuk dengan Keputusan Presiden No.202/ 1956 perihal Nusa Tenggara, pemerintah berpendapat suda tiba saatnya untuk membagi daerah Propinsi Nusa Tenggara termasuk dalam Peraturan Pemerintahan RIS no. 21 tahun 1950, (Lembaran Negara RIS tahun 1950 No.59) menjadi tiga daerah tingkat I dimaksud oleh undang-undang No.I tahun 1957. Akhirnya berdasarkan undang-undang No.64/1958 propinsi Nusa Tenggara di pecah menjadi Daerah Swa tantra Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur meliputi daerah Flores, Sumba dan Timor.

Berdasarkan undang-undang No.69/ 1958 tentang pembentukan daerah-daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, maka daerah Swa tantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dibagi menjadi 12 Daerah Swatantra Tingkat II ( Monografi NTT, 1975, hal. 297). Adapun daerah swatantra tingkat II yang ada tersebut adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai, Angada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Kupang, Timo Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu.

Dengan keluarnya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Daswati I Nusa Tenggara Timur tertanggal 28 Februari 1962 No.Pem.66/1/2 yo tanggal 2 juli 1962 tentang pembentukan kecamatan di Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur, maka secara de facto mulai tanggal 1Juli 1962 swapraja-swapraja dihapuskan (Monografi NTT, Ibid, hal. 306). Sedangkan secara de jure baru mulai tanggal 1 September 1965 dengan berlakunya undang-undang no. 18 tahun 1965 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah. Pada saat itu juga sebutan Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dirubah menjadi Propinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan Daerah Swatantra Tingkat II dirubah menjadi Kabupaten.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur di Kupang, tanggal 20 Juli 1963 No.66/1/32 mengenai pembentukan kecamatan , maka Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan 12 Daerah Tingkat II dibagi menjadi 90 kecamatan dan 4.555 desa tradisional, yakni desa yang bersifat kesatuan geneologis yang kemudian dirubah menjadi desa gaya baru.
Pada tahun 2003 wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 16 Kabupaten dan Satu Kota . Kabupaten-kabupaten dan Kota tersebut adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara , Belu, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Angada, Manggarai, Rote Ndao, Manggarai Barat dan Kota Kupang. Dari 16 Kabupaten dan satu kota tersebut terbagi dalam 197 kecamatan dan 2.585 desa/kelurahan.

(Disarikan dari buku ” Sejarah Daerah Nusa Tenggara Timur ” Proyek Penelitian dan Pencetakan Kebudayaan Daerah 1977/1978)

Posted on

TARIAN TRADISIONAL SUKU LOMBOK

TARIAN TRADISIONAL SUKU LOMBOK

Penulis : HamdanGagah

Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih berbentuk bulat dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Luas pulau ini mencapai 5.435 km². Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang (masyarakat) dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sedangkan, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. samudra indonesaia di sebelah utara dan samudra hindia disebelah seletan.

BERIKUT INI ADALAH BEBERAPA TARIAN TRADISIONAL DARI DAERAH LOMBOK

Tarian Sasak Oncer

Kata Oncer berasal dari kata “Ngoncer” yang artinya berenang. Tari ini dinamakan demikian karena gerakan pokok tarian ini diambil dari gerakan ikan sepat yang berenang.Dalam bahasa Sasak disebut pepait ngoncer (ikan sepat berenang). Tari oncer sangat erat hubungannya dengan gamelan Gendang Beleq. Gendang Beleq dipukul sambil menari dengan gerakan yang khas. Gamelan Gendang Beleq banyak terdapat di Pulau Lombok. Gamelan Gendang Beleq pada zaman dahulu dipergunakan dalam peperangan oleh raja-raja di Lombok, untuk memberikan semangat bagi prajurit-prajuritnya da lam pertempuran. Bilamana pertempuran sudah selesai, Gendang Beleq dipukul sambil menari dan men jadi hiburan bagi para prajurit. Tarian itulah yang disebut oncer.

TARIAN TRADISIONAL SUKU LOMBOK

Tari oncer adalah ciptaan Lain Muhammad Tahir dari desa Puyung Lombok Tengah pada tahun 1960. Tarian Oncer ciptaan Lalu Muhammad Tahir ini merupakan tarian bersama yang terdiri atas tiga kelompok, yaitu enam atau delapan orang pembawa kenceng disebut penari kenceng, dua orang pembawa gendang disebut penari gendang, dan sate orang pembawa petuk disebut penari petuk. Masing-masing kelompok membawakan gerakannya sendiri-sendiri.

Tari Rudat

Tari Rudat adalah sebuah tari tradisional yang masih banyak terdapat di Pulau Lombok. Dibawakan oleh 13 penari yang berdandan mirip prajurit. Berbaju lengan panjang warna kuning, celana sebatas lutut warna biru, berkopiah panjang mirip Aladin warna merah yang dililit kain warna putih atau biasa disebut tarbus. Mereka dipimpin oleh seorang komandan yang mengenakan kopiah mirip mahkota, lengkap dengan pedang di tangan. Biasanya tarian ini dibawakan pada saat upacara khitanan, katam Al Quran, Maulid Nabi peringatan Isra Mi’raj, dan peringatan hari-hari besar Islam lainnya.Tari Rudat ditarikan sambil menyanyi dengan lagu yang melodi dan iramanya seperti lagu melayu. Syairnya ada yang berbahasa Arab dan ada pula yang berbahasa Indonesia. Tari Rudat diiringi sejumlah alat musik rebana yang terdiri dari jidur, rebana, dap, mandolin dan biola. Gerak tarian rudat merupakan gerak seni bela diri pencak silat yang menggambarkan sikap waspada dan siap siaga prajurit Islam tempo dulu.

TARIAN TRADISIONAL SUKU LOMBOK

Itulah sebabnya, mereka banyak menggunakan gerakan tangan dan kaki. Kadang tangan diayun kiri kanan, kadang mirip gelombang, tapi di saat lain mereka melakukan gerakan memukul dan menendang. Sesungguhnya asal-usul kesenian rudat sampai saat ini masih belum begitu jelas. Sebagian berpendapat, bahwa kesenian rudat ini merupakan perkembangan dari zikir zaman dan burdah, yaitu zikir yang disertai gerakan pencak silat. Burdah adalah nyanyian yang diiringi seperangkat rebana ukuran besar. Pendapat lain mengatakan, konon tari ini berasal dari Turki yang masuk bersama penyebaran agama Islam di Indonesia pada abad XV. Itulah sebabnya, tarian ini kentara sekali warna Islamnya, terutama dalam lagu dan musiknya. Di Lombok Timur dapat kita jumpai dan saksikan hampir di semua Kecamatan.

Tari Ganrung

Tari Gandrung merupakan sebuah tarian yang kini berkembang di tiga daerah, yaitu Banyuwangi, Bali, dan Lombok. Meskipun memiliki kemiripan, Tari Gandrung ketiga daerah ini memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki di daerah yang lain. Demikian pula dengan yang terjadi pada Tari Gandrung yang ada di Lombok. Meskipun Lombok dan Bali memiliki kemiripan budaya, tetapi Tari Gandrung di Lombok memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan Tari Gandrung yang ada di Bali. Inilah ciri khas dari Lombok yang tidak dimiliki di Pulau Bali. ”Lombok sering digambarkan oleh orang luar sebagai versi kecil Bali. Tetapi penduduk Lombok sendiri akan mengatakan bahwa, `Anda akan melihat Bali di Lombok, tetapi tidak akan melihat Lombok di Bali`.” (Sepora Nawadi, 1995:14). Tulisan berikut ini secara khusus akan berbicara tentang Tari Gandrung yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat beserta unsur simbolis yang tersaji dalam sebuah pertunjukkan Tari Gandrung.Gandrung dalam pemahaman masyarakat Lombok, khususnya masyarakat Sasak adalah nama sebuah pertunjukan yang dilakukan seorang penari wanita yang diiringi seperangkat gamelan (sabarungan dalam istilah suku Sasak), puisi, dan nyanyian (dalam bahasa suku Sasak disebut lelakaq, sandaran) (R. Diyah Larasati, 1996:16). Pertunjukan Gandrung ini dilakukan dalam perayaan desa setelah masa panen padi. Gandrung menunjukkan suka cita dan harapan bersama masyarakat Sasak. Gandrung sekaligus juga merupakan ekspresi simbolis masyarakat Sasak di Lombok (R. Diyah Larasati, 1996:16).

TARIAN TRADISIONAL SUKU LOMBOK

Ekspresi simbolis lewat Gandrung bagi masyarakat Sasak diwujudkan melalui dunia makna yang secara signifikan berada dalam sistem ideasional yang juga terefleksikan dalam interaksi sosial. Ditambah lagi adanya artefak yang melegitimasi keberadaan pertunjukan itu di tengah-tengah para penikmatnya (R. Diyah Larasati, 1996:17). Menurut R. Diyah Larasati, sistem ideasional yang dimaksud adalah konteks berfikir serta gagasan-gagasan para pelaku pertunjukan Gandrung. Dalam perspektif ini, Gandrung dipakai sebagai media untuk melepaskan harapan dan suka cita. Alam yang terefleksi melalui harapan akan melimpahnya panen padi, berusaha untuk dapat dikuasai dengan sebuah keharmonisasian melalui ungkapan suka cita dalam seni pertunjukan ini. Dalam pemikiran ini, alam dan manusia sebagai elemen kebudayaan mampu membentuk suatu harmoni (R. Diyah Larasati, 1996:17).Dilihat dari asal-usul, Tari Gandrung yang terdapat di Lombok kemungkinan bukan berasal dari kebudayaan asli Lombok (masyarakat Sasak). Hal ini bisa dilihat dari adanya Tari Gandrung yang juga terdapat di beberapa daerah lainnya, misalnya saja di Banyuwangi dan Bali. Beberapa budayawan atau peneliti akhirnya mencoba menelusuri dan menafsirkan asal-usul Tari Gandrung sehingga menjadi sebuah kebudayaan yang cukup sakral bagi masyarakat Sasak di Lombok.

Tari Jangger

Jangger adalah sebuah tarian di Lombok di kalangan Suku Sasak.. Tari ini telah berkembang sejak lama. Menurut seorang sejarawan , gandrung atau Jangger telah ada sejak zaman Erlangga di Jawa Timur. Pola tarinya, kala itu tampak luar biasa karena tidak mengikuti pola gerak serta iringan gending yang sesuai dengan patokan yang lazim. Pada awalnya tarian ini dilakukan oleh prajurit untuk bergembira dalam suasana kerakyatan keluar dari protokoler kraton. Pada mulanya, konon tari ini lahir pada suatu keadaan dimana tersedia perangkat gamelan untuk menghibur para prajurit keraton yang baru selesai atau pulang dari medan perang. Para prajurit melihat kesempatan untuk bergembira dan bersuka ria. Seorang wanita cantik maju untuk menari dan mengajak para prajurit yang dikehendakinya untuk menari. Tarian pun berlanjut dengan pergantian prajurit menari tapi harus yang telah dipilih oleh penari utama. Tradisi ini terus terpelihara hingga sekarang , yang kemudian dikenal dengan Tari Gandrung atau Tari Jangger. Tari gandrung dilakukan pada sebuah arena yang dikelilingi penonton, diantaranya sekaligus sebagai calon penari ( bahasa Sasak “Pengibing”, “Ngibing” berarti menari).

TARIAN TRADISIONAL SUKU LOMBOK

Pada pokoknya tari gandrung terdiri dari :

  • Bapangan : Pada bagian ini, penari gandrung digambarkan sedang memperkenalkan diri kepada calon penari dan penonton, dengan mengitari arena sampai selesainya gending.
  • Gandrangan : Pada bagian yang kedua ini penari dengan gerak yang lebih lincah mengitari arena dengan kipas di tangan, bagaikan burung elang yang mengincar mangsa. Gandrung menari sambil sesekali melirik kearah penonton terutama yang berada di bagian depan. Pada suatu saat, gandrung akan menyentuhkan atau melemparkan kipasnya kepada seorang atau lebih pengibing yang diinginkannya, ini di sebut nenepek. Yang kena tepekan ( sentuhan kipas ) ini segera maju ke arena untuk menjadi pasangan ngibing (menari).
  • Parianom : Bagian ketiga ini merupakan perpanjangan dari bagian kedua. Yang membedakan adalah gandrangan di iringi oleh seluruh instrument orkestra gandrung,tapi parianom hanya di iringi oleh redep dan suling, di bantu suara gendang, petuk, rincik dan gong.
Posted on

Jarak Dari Bandara Lombok BIL Ke Mataram, Senggigi, Kuta, Bangsal Gili Trawangan

Jarak dari bandara Lombok BIL ke Mataram, Senggigi, Bangsal Gili Trawangan & Hotel Murah Dekat Bandara Lombok

Jarak Dari Bandara Lombok BIL Ke Mataram, Senggigi, Kuta, Bangsal Gili Trawangan

Bandara Internasional Lombok
Eksteior Landasan Bandara Internasional Lombok

Info Jarak dan waktu tempuh dari Bandara Internasional Lombok BIL Praya (Kode Bandara (LOP) menuju lokasi lokasi wisata penting di pulau lombok adalah :

1. Jarak dari bandara Lombok BIL ke Mataram : 37 km (waktu tempuh kira kira 1 jam 3 menit)

jarak-bandara-lombok-ke-mataram
Jarak dari bandara Lombok BIL ke Mataram : 37 km (waktu tempuh kira kira 1 jam 3 menit)

2. Jarak dari bandara Lombok BIL ke Pantai Senggigi Lombok : 50,1 km (waktutempuh kira kira 1 jam 30 menit)

jarak-bandara-lombok-ke-senggigi
Jarak dari bandara Lombok BIL ke Pantai Senggigi Lombok : 50,1 km (waktutempuh kira kira 1 jam 30 menit)

3. Jarak dari bandara Lombok BIL ke Pelabuhan Bangsal Lombok (Public Boat) menuju ke Gili Trawangan : 60,2 km (waktu tempuh kira kira 2 jam)

jarak-bandara-lombok-ke-bangsal-gili-trawangan
Jarak dari bandara Lombok BIL ke Pelabuhan Bangsal Lombok (Public Boat) menuju ke Gili Trawangan : 60,2 km (waktu tempuh kira kira 2 jam)

4. Jarak dari bandara Lombok BIL ke Pantai Kuta Lombok : 18,2 km (waktu tempuh kira kira 27 menit)

jarak-bandara-lombok-ke-pantai-kuta-lombok

paket-wisata-lombok-murah-3h-2m

Untuk informasi lengkap mengenai wisata lombok anda dapat menghubungi kami via chating whatsapp : +6287864575957

from-bali-with-boat-to-gili-trawangan
Wisata Lombok Semakin Diminati Pelancong. Yuk ke Lombok, kontak kami di +6287864575957

 

paket-wisata-lombok-murah-3h-2m

Posted on

Keliling Gili Trawangan Pulau Cantik Bebas Polusi

Gili trawangan, gili meno, gili air (Lombok NTB Indonesia)

Keliling Gili Trawangan Pulau Cantik Bebas Polusi

from-bali-with-boat-to-gili-trawangan
from-bali-with-boat-to-gili-trawangan

Di Pulau Lombok, Tepatnya terletak di kabupaten Lombok Utara, tedapat tiga pulau kecil  yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Pulau yang paling pertama di kenal adalah pulau Gili Trawangan,dan juga yang paling ramai dikunjungi wisatawan dalam negeri dan mancanegara.

Pulau Gili Trawangan merupakan salah satu pulau nan cantik yang menjadi tujuan dan incaran wisatawan mancanegara termasuk wisatawan dalam negeri. Yang merupakan sebuah pulau kecil di sebelah barat Pulau Lombok dan masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Uantuk menuju Kawasan Gili Trawangan bisa di tempuh melalui Pulau Bali maupun Pulau Lombok. Banyak turis mengatakan Gili Trawangan seperti  Pulau Bali pada zaman dulu. Pantai dengan panorama pasir putih yang masih menawan, laut biru, dan salah satu hal yang unik adalah transportasinya hanya menggunakan sepeda dan Cidomo yang biasanya di sebut dengan delman, tanpa kendaraan yang menimbulkan polusi.

gili-trawangan
gili-trawangan

Transportasi Cidomo banyak terdapat di pulau ini . Pengunujung dapat dengan mudah untuk  menaiki delman yang biasa disebut cidomo untuk berkeliling pulau, dengan waktu sekitar setengah jam saja pengunjung sudah bisa menikmati dan berkeliling pulau. Apabila tidak ingin menaiki delman , transportasi lain adalah dengan menyewa sepeda.

Tidak sedikit pengunjung yang mencoba untuk berlari mengelilingi pulau. Jalanan setapak beraspal dengan pantai di satu sisi dan di tambah dengan deburan ombak yang terdengar, akan menemani perjalanan mengelilingi pulau ini.

Di salah satu sisi pulau ini, dipenuhi penginapan dan bar. Pengunjung kerap duduk santai hingga larut malam untuk berpesta. Dan di sisi lainnya merupakan resort yang lebih menawarkan kesunyian dan keheningan.

Jika berkunjung ke pulau ini Jangan lewatkan kesempatan untuk snorkling dan diving di Gili yang Indah. Gili Indahnya yaitu terdiri dari tiga pulau yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Air laut di Gili Indah dengan laut biru.

Apalagi di tengah teriknya matahari, air laut seakan -akan memanggil untuk segera diselami. Air laut ini yang begitu jernih sehingga kedalaman 10 sampai 15 meter pun masih dapat terlihat dengan jelas.

Cara menuju Gili Trawangan

tour-lombok-ke-gili-trawangan
tour-lombok-ke-gili-trawangan

Terdapat banyak pilihan untuk menuju Pulau Lombok, pengunjung bisa melalui jalur udara dan masuk melalui Bandara Internasional Lombok (BIL) di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Setelah melalui BIL selnjutnya perjalanan akan di lanjutkan ke Pelabuhan Bangsal atau Pelabuhan Teluk Nara. Dan dapat juga melalui Senggigi menggunakan fastboat dari Pulau Bali.

paket-tour-lombok-gili-trawangan-murahPengunjung dapat menggunakan jasa taksi atau menyewa mobil dengan biaya sekitar dari BIL sebesar Rp 250.000 – Rp 350.000. ada pilihan lain juga yaitudengan menaiki Damri sampai Pulau Senggigi, lalu melanjutkan dengan naik taksi. Perjalanan dari BIL ke Teluk Nara akan menghabiskan waktu sekitar 2 jam.

Biasanya wisatawan akan lebih merasa senang melalui Pelabuhan Teluk Nara, karena jarak dari tempat parkir mobil ke speedboat sangatlah dekat. Sementara apabila dari Pelabuhan Bangsal, jarak dari tempat parkir mobil akan harus berjalan kaki terlebih dahulu sampai dermaga atau naik cidomo (sejenis delman).

Setelah sesampainya di Pelabuhan Teluk Nara, lalu melanjutkan dengan menyewa speedboat, yang Biasa juga  di katakan  untuk menggunakan jasa penyewaan satu kapal. Dengan harganya yang  bervariasi, namun minimal jumlah penumpang sudah di tentukan.

Misalnya harga akan di tawarakan dengan jumlah pengunjung yang ingin menaiki jasa speedboat yang menawarkan harga Rp 400.000 untuk tiga orang dan seterusnya. Setiap penambahan satu orang, akan dikenakan tambahan Rp 50.000. Kapal cepat ini bisa memuat antara 10 sampai 15 orang. Ada banyak pilihan kapal yang sudah  terparkir di Pelabuhan Teluk Nara yang bisa dipilih. akan menempuh waktu  perjalanan kurang lebih 20 menit, tergantung situasi dan kodisi  cuaca pada saat itu.
paket-wisata-lombok-tour-gili-trawangan-rinjani-trekking

Posted on

Ekosistem Terumbu Karang Pulau Lombok & 3 Gili

(WCS) Wildlife Conservation Society, Indonesia merupakan salah satu program untuk melakukan kajian ekologi terumbu karang di Kabupaten Lombok Utara yang dilakukan pada tahun 2012 dalam upaya ntuk memberi dukungan kepada pengelolaan kawasan konservasi perairan nasional Taman Wisata Perairan Gili Matra. Dan Kemudian di lanjutkan pada tahun 2013, WCS melakukan kembali kajian ekologi terumbu karang di wilayah perairan Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

terumbu-karang-lombok-gili-2
Ekosistem Terumbu Karang Pulau Lombok & 3 Gili

Pada tanggal 15 juni- 30 juni 2013 kegiatan survei ini dilaksanakan bertempat di 35 titik pengamatan yang mewakili perairan Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Tengah.  Kegiatan survei ekologi ini merupakan bagian dari komitmen WCS untuk mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perairan dan pengelolaan perikanan yang  berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dan dari hasil kajian ini menemukan bahwa adanya kekayaan ekosistem terumbu karang di pulau Lombok, terdiri dari 66 general karang keras yang berasal dari 17 famili karang keras. Namun jika dilihat secara umum situasi serta kondisi ekosistem terumbu karang di perairan pulau Lombok mengalami kerusakan, dengan di nyatakankan olah hasil observasi menemukan bahwa  tutupan substrat terumbu karang di Pulau Lombok didominasi oleh karang mati beralga sebesar 42,62%, sedangkan tutupan karang keras hanya sebesar 29,52%. Lokasi dengan tutupan karang keras tertinggi ditemukan di Kabupaten Lombok Barat sebesar 35.52%, sedangkan yang terendah ditemukan di Kabupaten Lombok Utara sebesar 22,78%.

terumbu-karang-lombok-gili-3
Sebagian besar Ekosistem Terumbu Karang Pulau Lombok & 3 Gili sudah mengalami kerusakan dan perlu perbaikan

Selain itu para tim peneliti juga dapat menemukan salah satu jenis karang endemik Indonesia yang tepatnya sudah  tersebar di wilayah Lesser Sunda yaitu Acropora suharsonoi. Sampai saat ini the International Union for Conservation of Nature (IUCN) mernyatakan bahwa jenis karang tersebut baru ditemukan di wilayah Bali bagian barat, Bali bagian timur, dan Gili Matra Lombok. Dengan adanya penemuan tersebut , memberi harapan  agar bisa mengungkap misteri keanekaragaman hayati laut di Lombok.

Selanjutnya, tim peneliti WCS yang menemukan bahwa adanya  biomassa ikan karang di Pulau Lombok sebesar 541,85 kg per hektare. Dan Lokasi di Kabupaten Lombok Barat ditemukan biomassa ikan karang tertinggi sebesar 818,43 kg per hektare, dan Shinta T. Pardede mengatakan inilah salah satu hal yang menunjukkan bahwa Pulau Lombok memiliki potensi perikanan karang yang tinggi dibandingkan beberapa wilayah di Indonesia, selaku salah satu peneliti ikan karang WCS.

Mereka juga mencatat sebanyak 578 spesies yang berasal dari 162 genera dan 49 famili ikan karang yang ditemukan selama survei. Berdasarkan kelompok trofik, hampir 80% ikan karang di perairan Lombok didominasi oleh planktivora dan omnivora, yaitu kelompok ikan yang mayoritas dari famili Caesionidae (ekor kuning dan pisang-pisang), Pomacentridae (betok laut) dan Labridae (keling-kelingan), kecuali di Kabupaten Lombok Tengah.

Potensi perikanan karang yang tinggi di Pulau Lombok, namun  disisi lain terdapat ancaman terhadap degradasi ekosistem terumbu karang. karena hal ini terlihat jelas dari kerusakan habitat terumbu karang yang cukup besar, meninggalkan hamparan padang pecahan karang yang luas di hampir 40% luasan terumbu karangnya. Kondisi ini merata hampir di semua kabupaten di Pulau Lombok. di karenakan diduga adanya Praktek penangkapan ikan dengan bom dan racun.

Ekosistem Terumbu Karang Pulau Lombok & 3 Gili
Ekosistem Terumbu Karang Pulau Lombok & 3 Gili

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tingkat Efektivitas pengelolaan TWP Gili Matra sebagai salah satu kawasan konservasi perairan nasional dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan telah berada pada tahap dikelola minimum.  Demikian pula dengan Kabupaten Lombok Timur dengan adanya KKPD Gili Lawang dan Gili Sulat, KKPD Gili Petagon, serta lokasi Suaka Perikanan di Sapakoko, Gili Rango, Taked Pedamekan, Gusoh Sandak, dan Taked Belanting.

paket-tour-lombok-gili-trawangan-murah

Posted on

Selain Gili Trawangan : Gili Nanggu, Gili Sudak, Gili Tangkong, Gili Gede, Gili Kedis

Gili Kedis

Selain Gili Trawangan : Gili Nanggu, Gili Sudak, Gili Tangkong, Gili Gede, Gili Kedis

aiport lombok LOP
aiport lombok LOP

Terkenal dengan sebutan “trio gili” di Pulau Lombok yang sangat terkenal karena keindahan pantainya, yaitu, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Untuk dapat mengunjunginya hanya dengan  Berangkat dari Lombok yang dapat ditempuh dengan menaiki kapal dari Pelabuhan Bangsal.

Tetapi sebenarnya di Pulau Lombok masih banyak menyimpan keindahan pulau atau gili lain yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Lokasi gili-gili tersebut bisa dijangkau dari dermaga Tawun di Kecamatan Sekotong.

Ada terdapat lima gili “anti mainstream” di Pulau Lombok yang dapat dijadikan  sebagai tujuan liburan.

Gili Nanggu

Gili Nanggu merupakan pulau kecil  yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Untuk berkunjung ke Gili Nanggu, pengunjung dapat menaiki perahu dari Sekotong. Setelah sesampainya di sana, pengunjung bisa hanya sekedar bersantai untuk dapat menikmati pemandangan pantai berpasir putih yang halus, menyelam, dan berenang di air laut yang biru.

Gili Sudak

Gili yang satu ini yang dikenal dengan sebutan nama Gili Sudak ini terletak di Dusun Batu Kijuk, Desa Medang, Kecamatan Sekotong Barat, Lombok Barat. Di Gili Sudak, pengunjung bersiaplah untuk merasakan keindahan bawah lautnya yang menawan, dengan  terumbu karangnya dengan ukuran yang besar, ikan-ikan kecil berwarna-warni, dan bintang laut.

Masalah  penginapan tak perlu khawatir, di sini sudah tersedia resor yang bisa disewa. Bangunannya pun sangat khas menggunakan elemen kayu dan bergaya otentik.

ketika berada di  pulau ini, jangan lupa untuk bermain di air laut yang tenang dan bening yang menembus dasar lautan. Cobalah untuk bermain dengan berkeliling menikmati keindahan di sekitar gili Sudak.

Banyak  wisatawan Domestik bertolak dari Dermaga Tawun di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menuju ke Pulau Gili Nanggu ini, sebuah pulau yang terletak di tengah laut yang menawarkan wisata berenang di air laut jernih, menyelam, dan bercengkerama dengan ikan yang hidup di terumbu karang. Sekotong menjadi destinasi favorit kedua setelah Senggigi yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.

Gili Tangkong

Gili Tangkong yang terletak di antara Gili Sudak dan Gili Nanggu, Pulau gili yang satu ini yang secara administratif berada di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Untuk mencapainya bisa melalui Dermaga Tawun di Sekotong naik kapal katingting.

Di Gili Tangkong, pengunjung dapat melakukan snorkeling melihat warna-warni ikan serta terumbu karang. Jika malas menyelam, pengunjung bisa sekedar bersantai di pasir pantai Gili Tangkong yang bersih.

Gili Gede

Gili Gede, merupakan suatu perkampungan atau desa nelayan yang banyak  menggantungkan hidupnya  dari mencari ikan di laut. di pulau ini, pengunjung bisa berinteraksi dengan nelayan-nelayan yang sedang beraktivitas.

Jika saat kondisi air surut, hamparan rumput laut yang berwarna hijau atau kuning tua juga terlihat. Di Gili Gede, tersedia beberapa penginapan seperti Madak Belo, Pelangi Homestay, dan Via Vacare.

Gili Kedis

Letaknya yang tidak jauh dari Gili Sudak, sekitar berjarak lima menit saja  menggunakan kapal, Anda bisa tiba di Gili Kedis. Gili Kedis yang ukurannya kecil , hanya  menghabsikan waktu lima menit untuk berkeliling.

Pengunjung yang menjadi Daya tarik wisata yang siap memanjakan adalah dengan bermain di pasir. Jika ingin beristirahat dan tak terkena panas, pengunjung bisa sedikit berlindung di pepohonan yang ada di Gili Kedis.