Posted on

Eksportir Daun kelor & Pabrik Pembuatan Produk Anda Sendiri Dari Daun Kelor

Eksportir Daun kelor & Pabrik Pembuatan Produk Anda Sendiri Dari Daun Kelor

Anda Ingin Membuat Produk Daun kelor Sendiri?

Kabar baik! Kami dapat memproduksi produk jadi kelor menggunakan merek sendiri / private label daun kelor / white label produk Daun kelor Oleifera

Serahkan semua proses produksi kepada kami, Anda baru saja menerima barang jadi dalam kemasan akhir dengan merek Anda.

Sangat cocok untuk perusahaan B2C, supermarket, hotel & kafe, pemilik jaringan restoran, perusahaan dagang, dll. Silahkan hubungi Kami melalui nomor whatsapp +62-877-5801-6000

Eksportir Daun kelor

Ccmpany kami adalah Produsen, Pemasok dan Eksportir terkemuka bubuk daun kelor Organik, biji kelor dan minyak kelor.

Kami adalah perusahaan Daun kelor terintegrasi yang berurusan dengan pengelolaan pertanian Daun kelor untuk menghasilkan berbagai produk Daun kelor yang bernilai tambah.

Kami mengekspor bubuk daun kelor Organik ke lebih dari 20 negara di seluruh dunia.

Sebagian besar merek nutraceutical terkemuka telah menggunakan bubuk daun kelor Kami dalam formulasi mereka.

Peternakan dan pabrik Daun kelor kami terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat Di Indonesia, bermil-mil jauhnya dari kemacetan lalu lintas dan industri yang berpolusi.

Kami bekerja dengan ratusan petani kecil dan telah membentuk masyarakat perdagangan yang adil untuk membudidayakan kelor kualitas terbaik dunia di iklim tropis. Kami memiliki rantai pasokan transparan yang lengkap.

Semua produk kami dapat ditelusuri kembali ke pertanian tempat asalnya. Kami menawarkan produk Kelor Organik kualitas terbaik langsung dari sumbernya.

Daun kelor Oleifera

Meski berukuran kecil, daun kelor memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan. Bahkan, para ilmuwan menyebutnya sebagai pohon ajaib (Miracle Tree). Daun kelor berbentuk lonjong, dan berukuran kecil tersusun rapi pada tangkainya, biasanya dimasak sebagai sayuran untuk pengobatan. Penelitian tentang khasiat daun kelor telah dimulai sejak tahun 1980, pada bagian daun, kemudian kulit batang, buah dan bijinya.

Organisasi kesehatan dunia WHO merekomendasikan kepada anak-anak dan bayi dalam masa pertumbuhan untuk mengkonsumsinya, karena manfaat daun kelor yang besar kandungannya, yang mengandung: Kalium tiga kali lebih banyak dari pisang, Kalsium empat kali lebih banyak dari susu, Vitamin tujuh kali lebih banyak. C dari jeruk, Empat kali lebih banyak vitamin A dari wortel, Dua kali lipat protein dari susu.

Organisasi WHO menamakan pohon kelor sebagai pohon ajaib, setelah menemukan manfaat penting dari daun kelor. En.wikipedia.org Lebih dari 1.300 penelitian, artikel dan laporan telah menjelaskan manfaat kelor dan kemampuan penyembuhannya, yang penting dalam menangani wabah penyakit dan masalah kekurangan gizi. Penelitian menunjukkan bahwa hampir setiap bagian dari tanaman kelor memiliki khasiat penting yang dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara.

Manfaat daun kelor.

moringa dry leaves

Menjaga berat badan.

Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga keseimbangan tubuh dengan beratnya. Studi yang dilakukan oleh para ahli menemukan bahwa teh kelor membantu mengatasi masalah pencernaan yang manfaatnya dapat merangsang metabolisme tubuh untuk pembakaran kalori yang optimal.

Teh yang terbuat dari daun kelor mengandung polifenol tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan. Manfaat antioksidan untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Menghilangkan flek wajah.

Bahannya sederhana, ambil beberapa lembar daun kelor yang masih muda, tumbuk hingga sangat halus, lalu gunakan sebagai bedak (atau bisa juga dicampur dengan bedak), yang di beberapa negara ekstrak kelor sudah digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetika. kulit. Bagian tanaman kelor yang banyak dimanfaatkan kulitnya adalah kulit batang, daun, bunga dan biji.

Daun kelor mengandung nutrisi seperti kalsium dan mineral seperti tembaga, besi, seng (zinc), magnesium, silika dan mangan. Daun kelor juga bisa menjadi pelembab alami, memiliki kegunaan untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kulit.

Daun kelor mengandung lebih dari 30 antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Daun kelor kaya akan mineral dan asam amino yang dapat membantu memproduksi kolagen dan protein keratin, yang penting untuk kesehatan semua jaringan kulit dalam tubuh.

Ada beberapa merek produk kosmetik ternama yang menggunakan minyak kelor sebagai bahan baku produknya. Terutama produk perawatan kulit seperti krim anti aging, krim anti kerut, minyak aromaterapi, facial foam, lotion, krim pencerah dan deodoran.

Manfaat tanaman kelor ini sangat diperlukan untuk kesehatan dan kecantikan kulit, mulai dari daun kelor, minyak kelor hingga bunga kelor. Bunga kelor sering digunakan sebagai bahan baku kosmetik dan parfum, cologne, minyak rambut, dan minyak aromaterapi. Bunga kelor mengandung asam oleat yang tinggi, sangat baik disuling menjadi minyak. Minyak bunga kelor bisa diandalkan untuk menyerap dan mempertahankan aroma.

Memanfaatkan daun kelor untuk kecantikan.

Bagaimana? pertama buat pasta dari daun kelor. Pilih daun kelor yang masih hijau dan segar, pisahkan dari cabangnya. Haluskan daun kelor dengan menambahkan sedikit air saja (agar daun kelor berbentuk pasta). Kemudian digunakan sebagai masker, pasta daun kelor dapat disimpan selama 3 hari di lemari es.

Daun kelor memberikan nutrisi bagi ibu menyusui dan anak.

Perkembangan manfaat tanaman kelor di Indonesia relatif terlambat dibandingkan di luar negeri. Namun, masih ada peluang untuk mengembangkannya untuk pangsa pasar domestik dan ekspor. Ada potensi besar untuk mengembangkan pasar manfaat tanaman kelor dalam meningkatkan gizi pada ibu menyusui dan anak.

Daun kelor mengandung protein, zat besi, dan Vitamin C. Selain itu, juga terdapat unsur flavonoid yang bermanfaat untuk membantu ibu menyusui memproduksi ASI lebih banyak. Kandungan proteinnya membuat ASI berkualitas.

Kandungan zat besi yang tinggi, yaitu 25 kali lebih tinggi dari bayam, dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu setelah melahirkan, dimana wanita yang sedang menstruasi umumnya kehilangan banyak zat besi. Untuk anak-anak dapat dikonsumsi sejak bayi yaitu bayi di atas enam bulan. Ibu hamil perlu menghindari konsumsi daun kelor selama kehamilan, terutama trimester pertama.

Mata yang sehat.

Daun kelor memiliki kandungan vitamin A yang tinggi yang sangat baik untuk mata. Konsumsi daun kelor bermanfaat agar organ mata selalu dalam keadaan sehat dan jernih.

Daun kelor bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit mata, bisa dimakan langsung (setelah daunnya dibersihkan). Daun kelor memiliki banyak kandungan gizi, salah satunya vitamin A dan kalsium.

Kandungan vitamin A pada daun kelor bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, baik itu mulai mengurangi risiko mata plus, minus, silinder, dan katarak. Daun kelor juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dan bermanfaat untuk menjernihkan mata.

Senyawa antioksidan dan anti inflamasi.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Cancer Prevention, daun kelor mengandung campuran asam amino esensial, fitonutrien karotenoid, antioksidan seperti quercetin, dan senyawa antibakteri alami yang bertindak seperti obat antiinflamasi.

Daun kelor memiliki beberapa senyawa anti penuaan yang dapat mengurangi efek stres oksidatif dan peradangan. Khasiatnya semakin optimal dengan adanya senyawa polifenol, vitamin C, beta-karoten, quercetin, dan asam klorogenat senyawa ini dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, seperti lambung, paru-paru, kanker usus besar, diabetes, hipertensi, dan penyakit mata karena faktor risiko. usia.

Menjaga kesehatan ginjal.

Konsumsi makanan sehat otomatis membantu ginjal bekerja (berfungsi) secara optimal, sebaliknya makanan yang tidak sehat (salah satunya makanan tinggi lemak) akan menumpuk di ginjal sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Konsumsi daun kelor, otomatis membantu memulihkan kesehatan ginjal yang sudah dalam kondisi buruk.

Memperlambat efek penuaan.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Food Science and Technology menguji manfaat kelor. Mengetahui kadar enzim antioksidan yang berharga, peneliti ingin menyelidiki apakah daun kelor dapat membantu memperlambat efek penuaan, dengan memanfaatkan antioksidan herbal alami, yang mampu menyeimbangkan hormon secara alami.

Penelitian ini melibatkan sembilan puluh wanita pascamenopause antara usia 45-60 tahun yang dibagi menjadi tiga kelompok, yang diberi berbagai tingkat suplementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi dengan Daun kelor dan bayam menyebabkan peningkatan signifikan senyawa antioksidan, yang berperan penting dalam memperlambat efek penuaan.

Mengobati rematik Daun kelor dapat digunakan untuk mengobati rematik.

Penggunaan daun kelor dalam pengobatan rematik untuk mengurangi rasa sakit pada persendian dan mengurangi penumpukan asam urat pada persendian, yang sangat penting dalam mengatasi masalah rematik atau asam urat. Khasiat daun kelor ini bisa digunakan untuk rematik, pegal linu, pegal linu, dll.

Mencegah penyakit jantung.

Sebuah penelitian pada hewan laboratorium yang diterbitkan dalam “Journal of Medicinal Food” edisi Februari 2009 menemukan bahwa daun kelor mencegah kerusakan jantung dan memberikan manfaat antioksidan. Dalam studi tersebut, dosis 200 miligram per kilogram berat badan setiap hari selama 30 hari menghasilkan tingkat lipid teroksidasi yang lebih rendah, dan melindungi jaringan jantung dari kerusakan struktural. Para peneliti menyimpulkan bahwa daun kelor memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat temuan ini.

Daun kelor memberikan nutrisi bagi ibu menyusui dan anak.

Perkembangan manfaat tanaman kelor di Indonesia relatif terlambat dibandingkan di luar negeri. Namun, masih ada peluang untuk mengembangkannya untuk pangsa pasar domestik dan ekspor. Ada potensi besar untuk mengembangkan pasar manfaat tanaman kelor dalam meningkatkan gizi pada ibu menyusui dan anak.

Daun kelor mengandung protein, zat besi, dan Vitamin C. Selain itu, juga terdapat unsur flavonoid yang bermanfaat untuk membantu ibu menyusui memproduksi ASI lebih banyak. Kandungan proteinnya membuat ASI berkualitas.

Kandungan zat besi yang tinggi, yaitu 25 kali lebih tinggi dari bayam, dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu setelah melahirkan, dimana wanita yang sedang menstruasi umumnya kehilangan banyak zat besi. Untuk anak-anak dapat dikonsumsi sejak bayi yaitu bayi di atas enam bulan. Ibu hamil perlu menghindari konsumsi daun kelor selama kehamilan, terutama trimester pertama.

Mata yang sehat.

Daun kelor memiliki kandungan vitamin A yang tinggi yang sangat baik untuk mata. Konsumsi daun kelor bermanfaat agar organ mata selalu dalam keadaan sehat dan jernih.

Daun kelor bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit mata, bisa dimakan langsung (setelah daunnya dibersihkan). Daun kelor memiliki banyak kandungan gizi, salah satunya vitamin A dan kalsium.

Kandungan vitamin A pada daun kelor bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, baik itu mulai mengurangi risiko mata plus, minus, silinder, dan katarak. Daun kelor juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dan bermanfaat untuk menjernihkan mata.

Senyawa antioksidan dan anti inflamasi.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Cancer Prevention, daun kelor mengandung campuran asam amino esensial, fitonutrien karotenoid, antioksidan seperti quercetin, dan senyawa antibakteri alami yang bertindak seperti obat antiinflamasi.

Daun kelor memiliki beberapa senyawa anti penuaan yang dapat mengurangi efek stres oksidatif dan peradangan. Khasiatnya semakin optimal dengan adanya senyawa polifenol, vitamin C, beta-karoten, quercetin, dan asam klorogenat senyawa ini dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, seperti lambung, paru-paru, kanker usus besar, diabetes, hipertensi, dan penyakit mata karena faktor risiko. usia.

Menjaga kesehatan ginjal.

Konsumsi makanan sehat otomatis membantu ginjal bekerja (berfungsi) secara optimal, sebaliknya makanan yang tidak sehat (salah satunya makanan tinggi lemak) akan menumpuk di ginjal sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Konsumsi daun kelor, otomatis membantu memulihkan kesehatan ginjal yang sudah dalam kondisi buruk.

Memperlambat efek penuaan.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Food Science and Technology menguji manfaat kelor. Mengetahui kadar enzim antioksidan yang berharga, peneliti ingin menyelidiki apakah daun kelor dapat membantu memperlambat efek penuaan, dengan memanfaatkan antioksidan herbal alami, yang mampu menyeimbangkan hormon secara alami.

Penelitian ini melibatkan sembilan puluh wanita pascamenopause antara usia 45-60 tahun yang dibagi menjadi tiga kelompok, yang diberi berbagai tingkat suplementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi dengan Daun kelor dan bayam menyebabkan peningkatan signifikan senyawa antioksidan, yang berperan penting dalam memperlambat efek penuaan.

Manfaat Daun Kelor untuk Wanita.

Bagi wanita, konsumsi daun kelor mungkin bukan hal yang baru. Daun kelor dipercaya baik untuk menjaga kesehatan organ reproduksi wanita. Namun ternyata manfaat daun kelor untuk wanita banyak sekali. Manfaat ini meliputi;

Mencegah Anemia pada Ibu Hamil.

Anemia merupakan penyakit yang berisiko bagi ibu hamil. Karena kadar darah dalam tubuh ibu hamil sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan diri dan anak yang dikandungnya. Selain itu, anemia juga berbahaya selama proses persalinan. Untuk mengatasi bahaya anemia pada ibu hamil, konsumsi daun kelor bisa menjadi salah satu solusinya. Daun kelor memiliki kemampuan untuk meningkatkan hemoglobin sehingga risiko anemia dapat dicegah.

Mencegah Risiko Komplikasi pada Ibu Hamil.

Komplikasi selama kehamilan bisa terjadi pada siapa saja. Untuk mencegahnya, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi dan vitamin. Daun kelor bisa menjadi pilihan makanan sehat bagi ibu hamil. karena daun ini memiliki banyak nutrisi dan mineral yang dibutuhkan selama kehamilan.

Meningkatkan Produksi ASI.

Air Susu Ibu atau Air Susu Ibu (ASI) sangat dibutuhkan karena setelah bayi lahir, konsumsi makanan utama berasal dari ASI. Sayangnya, tidak semua wanita bisa langsung memproduksi ASI setelah melahirkan, terkadang dibutuhkan booster terlebih dahulu agar ASI bisa keluar.

Daun kelor memiliki efek galactogogue yang sama dengan daun katuk. Efek ini bisa membuat produksi ASI meningkat. Dengan jumlah ASI yang melimpah, kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi.

Meningkatkan Antioksidan setelah Menopause.

Kadar antioksidan pada wanita sebenarnya bisa berkurang karena berkurangnya produksi hormon estrogen. Untuk meningkatkan antioksidan tersebut, dianjurkan untuk mengkonsumsi daun kelor dalam bentuk bubur. Daun kelor dipercaya dapat meningkatkan antioksidan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Cara Mengolah Daun Kelor yang Benar

Agar manfaat daun kelor tetap terjaga, maka Anda harus mengetahui cara mengolahnya. Ada beberapa cara budidaya daun kelor yang benar, seperti berikut ini:

Diolah menjadi teh.

Untuk mengolah daun kelor dengan cara ini. Anda harus memastikan daun kelor dalam keadaan kering. Setelah itu, masukkan daun kelor ke dalam cangkir dan seduh seperti membuat teh. Anda juga bisa menambahkan gula atau madu untuk menambah rasa.

Rebus.

Cara ini merupakan cara yang paling umum. Namun dengan cara ini semua bagian daun kelor bisa digunakan. Air rebusannya bisa diminum dan daun rebusannya bisa dijadikan lalapan.

Sayuran.

Sayuran daun kelor juga ternyata tak hanya enak tapi juga kaya manfaat. Daun kelor bisa dibuat menjadi sayur bening dengan tambahan jagung manis dan beberapa bumbu yang akan membuat rasanya lebih kaya.

Anda Ingin Membuat Produk Daun kelor Sendiri?

Kabar baik! Kami dapat memproduksi produk jadi kelor menggunakan merek sendiri / private label daun kelor / white label produk produk Daun kelor Oleifera – Hubungi kami melalui telepon / whatsapp : +62-877-5801-6000