Posted on

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur (NTT)

peta ntt map
Peta NTT

Letak Geografis Nusa Tenggara Timur

  • Peta Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Letak dan Luas Wilayah

Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di selatan katulistiwa pada posisi 8° – 12° Lintang Selatan dan 118° – 125° Bujur Timur.

Batas-batas wilayah :

    1. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores
    2. Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia
    3. Sebelah Timur dengan Negara Timor Leste
    4. Sebelah Barat dengan Propinsi Nusa Tenggara Barat.

NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 566 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. Diantara 432 pulau yang sudah bernama terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah, Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang, Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana, Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca, Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur, dll. Dari seluruh pulau yang ada, 42 pulau telah berpenghuni sedangkan sisanya belum berpenghuni. Terdapat tiga pulau besar, yaitu pulau Flores, Sumba dan Timor, selebihnya adalah pulau-pulau kecil yang letaknya tersebar, komoditas yang dimiliki sangat terbatas dan sangat dipengaruhi oleh iklim.

Luas wilayah daratan 47.349,90 km2 atau 2,49% luas Indonesia dan luas wilayah perairan ± 200.000 km2 diluar perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Secara rinci luas wilayah menurut Kabupaten/ Kota adalah sebagai berikut:

Wilayah Administratif di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa Kelurahan
1 Kupang 30 218 22
2 Timor Tengah Selatan 32 228 12
3 Timor Tenga Utara 9 140 34
4 Belu 24 196 12
5 Alor 17 158 17
6 Flores Timur 18 209 17
7 Sikka 21 147 13
8 Ende 20 191 23
9 Ngada 9 78 16
10 Manggarai 9 132 17
11 Sumba Timur 22 140 16
12 Sumba Barat 6 45 8
13 Lembata 9 137 7
14 Rote Ndao 8 73 7
15 Manggarai Barat 7 116 5
16 Nagekeo 7 84 16
17 Sumba Tengah 4 43
18 Sumba Barat 8 94 2
19 Manggarai Timur 6 104 10
20 Kota Kupang 4 49
21 Sabu Raijua 6 42 5
Jumlah 285 2.469 300

Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Pulau

No Pulau Luas Daerah Presentase
1 Sumba 11.040,00 23,30
2 Sabu 421,70 0,90
3 Rote 1.214,30 2,60
4 Semau 261,00 0,60
5 Timor 14.394,90 30,40
6 Alor 2.073,40 3,40
7 Pantar 711,80 1,50
8 Lomblen 1.266,00 2,70
9 Adonara 518,80 1,10
10 Solor 226,20 0,50
11 Flores 14.231,00 30,00
12 Rinca 212,50 0,40
13 Komodo 332,40 0,70
14 Lain-lainnya 445,90 0,90
NTT 47.349,90 100,00
Sumber : Brosur No. 30 Tahun 1979, Dit. Agraria Provinsi Dati I NTT
Buku : NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009

Luas Daerah Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten

No Kabupaten Luas Daerah Presentase
1 Sumba Barat 737,42 1,56
2 Sumba Timur 7.000,50 14,78
3 Kupang 5.898,26 12,46
4 Timor Tengah Selatan 3.947,00 8,34
5 Timor Tengah Utara 2.669,66 5,64
6 Belu 2.445,57 5,16
7 Alor 2.864,60 6,05
8 Lembata 1.266,38 2,67
9 Flores Timur 1.812,85 3,83
10 Sikka 1.731,92 3,66
11 Ende 2.046,62 4,32
12 Ngada 1.620,92 3,42
13 Manggarai 4.188,90 8,85
14 Rote Ndao 1.280,00 2,70
15 Manggarai Barat 2.947,50 6,22
16 Sumba Barat Daya 1.445,32 3,05
17 Sumba Tengah 1.869,18 3,95
18 Nagekeo 1.416,96 2,99
19 Manggarai Timur 2.502,24 5,28
20 Kota Kupang 160,34 0,34
NTT 47.349,90 100,00
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Brosur No. 30 Tahun 1979 – Dit. Agraria Prop. Dati I NTT

Hampir semua pulau di wilayah NTT terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur. Dari sejumlah gunung yang ada terdapat gunung berapi yang masih aktif. Di pulau Flores, Sumba dan Timor terdapat kawasan padang rumput (savana) dan stepa yang luas.

Pada beberapa kawasan padang rumput tersebut dipotong oleh aliran sungai-sungai. Berikut nama beberapa sungai besar yang ada di NTT.

Nama dan Panjang Sungai di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Kabupaten/Kota Nama Sungai Panjang (Km)
1 Sumba Barat
  • Wano Kaka
80
2 Sumba Timur
  • Payeti
  • Wanga
  • Kakaha
  • Kambaniru
70
50
55
118
3 Kupang
  • Oesao
  • Batu Merah
30
40
4 TTS
  • Tuasene
  • Noelmina
55
90
5 TTU
  • Nain
  • Powu
  • Kau Bele
  • Kaek To
  • Mena
30
40
40
30
33
6 Belu
  • Talau
  • Benanain
  • Nobelu
  • Haekesak
50
100
45
30
7 Alor
  • Waelombur
  • Bukapiting
30
25
8 Lembata
  • Waikomo
41
9 Flores Timur
  • Flores Timur
  • Bama
  • Konga
30
30
46
10 Sikka
  • Mati
  • Warlelau
  • Iligetang
  • Mebe
  • Kaliwajo
60
70
70
80
51
11 Ende
  • Wolomona
  • Mautenda
  • Nangapanda
60
60
60
12 Ngada
  • Pomondiwal
  • Aesesa
45
65
13 Manggarai
  • Dampek
  • Waikaap
  • Reo
60
80
55
14 Rote Ndao
  • Menggelama
32
15 Manggarai Barat
  • Waemese
48
16 Sumba Barat Daya
  • Pola Pare
  • Wai Ha
  • Wee Wagha
  • Wee Lambora
  • Wee Kalowo
  • Wee Kalowo
  • Loko Kalada
18
9
10
10
7
16
17
  • Bewi
  • Pamalar
8
6
18
19
20 Kota Kupang
  • Manikin
30
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Kanwil Dep. Pekerjaan Umum Prop. NTT Cq. Proyek Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai

Nama-Nama Gunung di Provinsi Nusa Tenggara Timur

No Nama Gunung Berapi Tinggi Diatas Permukaan Laut Daerah Bahaya (Km2) DAerah Waspada (Km2) Tahun Letusan Terakhir
1 Ine Like 1.559 51,2 85,8
2 Ebu Lobo 2.149 125,2 97,8
3 Iya 637 27,5 127,5
4 Kelimutu 1.640 78,9 41,8
5 Roka Tenda 875 28,3 50,8
6 Lewo Tobi (Laki–laki) 1.584 69,2 150,6
7 Lewo Tobi (Perempuan) 1.703 68,0 136,1
8 Lera Boleng 1.117 32,7 45,7
9 Ile Boleng 1.659 87,8 71,7
10 Ile Lewotolo 1.319 85,0 108,2
11 Ile Werung 1.018 112,6 132,2
Sumber : Buku Prov. NTT Dalam Angka, Tahun 2007 BPS Prov. NTT.
  • Kondisi Iklim

Wilayah Nusa Tenggara Timur beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin musim. Periode musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember) sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27,6° C, suhu maksimum rata-rata 29° C, dan suhu minimum rata-rata 26,1° C.

Presentase Penyinaran Matahari di Kota Kupang Menurut Bulan

No Nama Bulan 2004 2005 2006 2007 2008
1 Januari 76 64 40 59 65
2 Februari 49 84 66 57 37
3 Maret 58 69 54 53 65
4 April 98 77 70 75 89
5 Mei 82 94 88 97 99
6 Juni 91 96 82 82 90
7 Juli 94 89 89 98 97
8 Agustus 96 95 99 97 98
9 Septeber 97 92 100 99 96
10 Oktober 93 86 99 95 92
11 November 86 70 98 84 80
12 Desember 68 54 72 58 41
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009

Rata-rata Kelembaban Udara, Arah / Kecepatan Angin, Dan Rata-rata Tekanan Udara di Kota Kupang Menurut Bulan, 2008

No Nama Bulan Kelembaban Arah/Kecepatan Angin Tekanan
1 Januari 85 Calm / NW 1006,8
2 Februari 83 Calm / NW 1006,0
3 Maret 89 Calm / NW 1007,7
4 April 76 Calm / SE 1008,7
5 Mei 67 SE / E 1010,5
6 Juni 70 SE 1011,4
7 Juli 67 SE 1011,9
8 Agustus 64 SE 1011,8
9 Septeber 66 SE 1010,8
10 Oktober 65 SE / E 1009,9
11 November 76 Calm / NW 1007,8
12 Desember 87 Calm / NW 1006,9
Rata-Rata 75 Calm / NW / SE 1009,2
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika. Stasiun Klimatologi Kupang
Keterangan : Utara (N=North); Timur Laut (NE=North East);Timur (E=East); Tenggara (SE=South East); Selatan(S=South); Barat Daya(South West); Barat (W=West); Barat Laut(North West).

Jumlah Curah Hujan di Nusa Tenggara Timur Menurut Kabupaten dan Bulan, 2008

Nama Kabupaten Bulan Jml
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
Sumba Barat x x x x x x x x x x x x x
Sumba Timur 40 162 40 15 0 63 x 63
Kupang 564 1167 230 109 50 589 1112 1751
Timor Tengah Selatan x x x x x x x x x x x x x
Timor Tengah Utara x x x x x x x x x x x x x
Belu 1255 192 x 127 123 10 27 51 554 642
Alor x x x x x x x x x x x x x
Lembata 52 209 102 86 15 1 0 128 152 280
Flores Timur 322 638 115 48 19 3 0 37 275 312
Sikka 42 333 172 x 12 49 x 219 268
Ende 100 365 x x x x x x x x x x x
Ngada 872 746 x x x x 1 53 31 641 1263 1989
Mangarai 402 704 873 380 118 17 6 16 149 346 643 476 1636
Rote Ndao 364 541 184 62 2 24 277 467 744
Manggarai Barat 139 200 x 58 56 28 146 41 246 461
Sumba Barat Daya x x x x x x x x x x x x x
Sumba Tengah x x x x x x x x x x x x x
Nagekeo x x x x x x x x x x x x x
Manggarai Timur 273 269 270 33 65 75 18 15 13 93 168 142 449
Kota Kupang 285 878 219 85 0 3 16 103 399 518
Sumber : Badan Meteorologi Dan Geofisika. Stasiun Klimatologi Kupang
Sumber : Buku NUSA TENGGARA TIMUR DALAM ANGKA 2009
  • Keadaan Tanah

Apabila dilihat dari topografinya, maka wilayah NTT dapat dibagi atas 5 bagian besar, yaitu :

  • Agak berombak dengan kemiringan 3-16 %.
  • Agak bergelombang dengan kemiringan 17-26 %.
  • Bergelombang dengan kemiringan 27-50 %.
  • Berbukuti-bukit bergunung dengan kemiringan lebih besar dari 50 %.
  • Dataran banjir dengan kemiringan 0-30 %.

Keadaan topografi demikian mempunyai pengaruh pula terhadap pola kehidupan penduduk, antara lain pola pemukiman digunung-gunung, sehingga terdapat variasi adat dan tipologi kehidupan yang sangat besar antara suatu daerah dengan daerah lainnya.

Wilayah Administrasi NTT

Padar-island-Flores
Padar-island-Flores

Data Berdasarkan Realease BPS Provinsi NTT dalam Buku NTT Dalam Angka 2011
Banyaknya Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Klasifikasinya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2010

No Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/Kelurahan
Desa Kelurahan Jumlah
1 Sumba Barat 6 63 11 74
2 Sumba Timur 22 140 16 156
3 Kupang 24 160 17 177
4 Timor Tengah Selatan 32 228 12 240
5 Timor Tengah Utara 24 143 31 174
6 Belu 24 196 12 208
7 Alor 17 158 17 175
8 Lembata 9 137 7 144
9 Flores 19 229 21 250
10 Sikka 21 147 13 160
11 Ende 21 191 23 214
12 Ngada 9 82 16 98
13 Manggarai 9 132 17 149
14 Rote Ndao 8 82 7 89
15 Manggarai Barat 7 116 5 121
16 Sumba Barat Daya 8 94 2 96
17 Sumba Tengah 5 65 0 65
18 Nagakeo 7 84 16 100
19 Manggarai Timur 6 159 17 176
20 Sabu Raijua 6 58 5 63
21 Kota Kupang 6 0 51 51
Jumlah 290 2 664 316 2 980

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Prov. Nusa Tenggara Timur

Sejarah NTT

Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942)

Pada masa sesudah tahun 1900, kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah berubah status menjadi status menjadi Swapraja. Swapraja-swapraja tersebut, 10 berada di Pulau Timor ( Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio mafo, Biboki, Insana) satu di pulau Rote, satu di pulau Sabu, 15 di pulau Sumba ( Kanatang, Lewa-Kanbera, Takundung, Melolo, Rendi Mangili, Wei jelu, Masukaren, Laura, Waijewa, Kodi-Laula, Membora, Umbu Ratunggay, Ana Kalang, Wanokaka, Lambaja), sembilan di pulau Flores (Ende, Lio, Larantuka, Adonara, Sikka, Angada, Riung, Nage Keo, Manggarai), tujuh di pulau Alor-Pantar (Alor, Baranusa, Pantar, Matahari Naik, Kolana, Batu lolang, Purema).
Swapraja-swapraja tersebut terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang wilayahnya lebih kecil. Wilayah-wilayah kecil itu disebut Kafetoran-kafetoran.

Zaman Pemerintahan Hindia Belanda

Wilayah Nusa Tenggara Timur pada waktu itu merupakan wilayah hukum dari keresidenan Timor dan daerah takluknya. Keresidenan Timor dan daerah bagian barat (Timor Indonesia pada waktu itu, Flores, Sumba, Sumbawa serta pulau-pulau kecil sekitarnya seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor).
Keresidenan Timor dan daerah takluknya berpusat di Kupang, yang memiliki wilayah terdiri dari tiga affdeling (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa), 15 onderafdeeling dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor dan pulau-pulau terdiri dari 6 onderafdeeling dengan ibukotanya di Kupang. Afdeeling Flores terdiri dari 5 onder afdeeling dengan ibukotanya di Ende. Yang ketiga adalah Afdeeling Sumbawa dan Sumba dengan ibukota di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa dan Sumba ini tediri dari 4 oder afdeeling.
Keresidenan Timor dan daerah takluknya dipimpin oleh seorang residen, sedangkan afdeeling di pimpin oleh seorang asisten residen. Asisten residen ini membawahi Kontrolir atau Controleur dan Geraghebber sebagai pemimpin Onder afdeeling. Asisten residen , kontrolir dan gezaghebber adalah pamong praja Kolonial Belanda. Para kepala onder afdeeling yakni kontrolir dibantu oleh pamong praja bumi putra ber pangkat Bestuurs assistant. (Ch. Kana, 1969,hal . 49-51).

Zaman Pendudukan Jepang (1942-1945)

Pada tanggal 8 Maret 1942 komando angkatan perang Belanda di Indonesia menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Dengan demikian secara resmi Jepang menggantikan Belanda sebagai pemegang kekuasaan di Indonesia. Untuk Indonesia bagian timur termasuk wilayah Indonesia. Bagian Timur wilayah NTT berada di bawah kekuasaan angkatan laut Jepang (Kaigun) yang berkedudukan di Makasar. Adapun dalam rangka menjalankan pemerintahan di daerah yang diduduki Kaigun menyusun pemerintahannya. Untuk wilayah Indonesia bagian Timur dikepalai oleh Minseifu yang berkedudukan di Makasar. Di bawah Minseifu adalah Minseibu yang untuk daerah Nusa Tenggara Timur termasuk ke dalam Sjoo Sunda Shu (Sunda Kecil) yang berada di bawah pimpinan Minseifu Cokan Yang berkedudukan di Singaraja.
Disamping Minseibu Cokan terdapat dewan perwakilan rakyat yang disebut Syoo Sunda Sukai Yin. Dewan ini juga berpusat di Singaraja. Diantaranya anggota dewan ini yang berasal dari Nusa Tenggara Timur adalah raja Amarasi H.A. Koroh dan I.H. Doko. Untuk pemerintahan di daerah-daerah nampaknya tidak banyak mengalami perubahan, hanya istilah-istilah saja yang diruba. Bekas wilayah afdeeling dirubah menjadi Ken dan di NTT ada tiga Ken yakni Timor Ken, Flores Ken dan Sumba Ken. Ken ini masing-masing dikepalai oleh Ken Kanrikan. Sedangkan tiap Ken terdiri dari beberapa Bunken (sama dengan wilayah onder afdeeling) yang dikepalai dengan Bunken Karikan. Di bawah wilayah Bunken adalah swapraja-swapraja yang dikepalai oleh raja-raja dan pemerintahan swapraja ke bawah sampai ke rakyat tidak mengalami perubahan.

Zaman Kemerdekaan (1945-1975).

Setelah Jepang menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) di Kupang memutuskan untuk menyerahkan pemerintahan atas Kota Kupang kepada tiga orang yakni Dr.A.Gakeler sebagai walikota, Tom Pello dan I.H.Doko. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena pasukan NICA segera mengambil alih pemerintahan sipil di NTT, dimana susunan pemerintahan dan pejabat-pejabatnya sebagian besar adalah pejabat Belanda sebelum perang dunia II. Dengan demikian NTT menjadi daerah kekuasaan Belanda lagi, sistem pemerintahan sebelum masa perang ditegakkan kembali. Pada tahun 1945 kaum pergerakan secara sembunyi-sembunyi telah mengetahui perjuangan Republik Indonesia melalui radio. Oleh karena itu kaum pegerakan menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor yang berdiri sejak tahun 1937 dan kemudian berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjuangan politik terus berlanjut, sampai pada tahun 1950 dimulai pase baru dengan dihapusnya dewan raja-raja. Pada bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT mengangkat Y.S. Amalo menjadi Kepala Daeraah Timor dan kepulauannya menggantikan H.A.Koroh yang wafat pada tanggal 30 Maret 1951. Pada waktu itu daerah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam wilayah Propinsi Sunda Kecil.
Berdasarkan atas keinginan serta hasrat dari rakyat Daerah Nusa Tenggara, dalam bentuk resolusi, mosi, pernyataan dan delegasi-delegasi kepada Pemerintahan Pusat dan Panitia Pembagian Daerah yang dibentuk dengan Keputusan Presiden No.202/ 1956 perihal Nusa Tenggara, pemerintah berpendapat suda tiba saatnya untuk membagi daerah Propinsi Nusa Tenggara termasuk dalam Peraturan Pemerintahan RIS no. 21 tahun 1950, (Lembaran Negara RIS tahun 1950 No.59) menjadi tiga daerah tingkat I dimaksud oleh undang-undang No.I tahun 1957. Akhirnya berdasarkan undang-undang No.64/1958 propinsi Nusa Tenggara di pecah menjadi Daerah Swa tantra Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur meliputi daerah Flores, Sumba dan Timor.

Berdasarkan undang-undang No.69/ 1958 tentang pembentukan daerah-daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, maka daerah Swa tantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dibagi menjadi 12 Daerah Swatantra Tingkat II ( Monografi NTT, 1975, hal. 297). Adapun daerah swatantra tingkat II yang ada tersebut adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai, Angada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Kupang, Timo Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu.

Dengan keluarnya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Daswati I Nusa Tenggara Timur tertanggal 28 Februari 1962 No.Pem.66/1/2 yo tanggal 2 juli 1962 tentang pembentukan kecamatan di Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur, maka secara de facto mulai tanggal 1Juli 1962 swapraja-swapraja dihapuskan (Monografi NTT, Ibid, hal. 306). Sedangkan secara de jure baru mulai tanggal 1 September 1965 dengan berlakunya undang-undang no. 18 tahun 1965 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah. Pada saat itu juga sebutan Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur dirubah menjadi Propinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan Daerah Swatantra Tingkat II dirubah menjadi Kabupaten.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur di Kupang, tanggal 20 Juli 1963 No.66/1/32 mengenai pembentukan kecamatan , maka Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan 12 Daerah Tingkat II dibagi menjadi 90 kecamatan dan 4.555 desa tradisional, yakni desa yang bersifat kesatuan geneologis yang kemudian dirubah menjadi desa gaya baru.
Pada tahun 2003 wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 16 Kabupaten dan Satu Kota . Kabupaten-kabupaten dan Kota tersebut adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara , Belu, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Angada, Manggarai, Rote Ndao, Manggarai Barat dan Kota Kupang. Dari 16 Kabupaten dan satu kota tersebut terbagi dalam 197 kecamatan dan 2.585 desa/kelurahan.

(Disarikan dari buku ” Sejarah Daerah Nusa Tenggara Timur ” Proyek Penelitian dan Pencetakan Kebudayaan Daerah 1977/1978)